VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 69

2017-06-09 - Alien Queen > Alien Attack : World War
160 views | 9 komentar | nilai: 10 (9 user)

Alien Attack : World War Chapter 69

Scene beralih ke tempat Vilia dan yang lainnya.

Vilia dan Navira terus menghabisi semua alien yang bermunculan, bahkan Navira sesekali melempar geranat untuk memancing perhatian semua alien yang ada disana.

"Hah..hah.,aku udahan ah, kulitku jadi kotor. Pakaian ku juga." ucap Navira yang malas, ia langsung duduk lemas.

"Kita sedang dalam pertarungan! Lagipula kenapa kau bisa sesantai itu ketika berada ditengah para alien sialan ini!"

Buag...

Vilia berteriak pada Navira karna tingkah Navira yang kini muncul pemalasnya, Vilia sesekali menghajar alien yang hendak menyerangnya.

"Karna disampingku ada Warrior kuat dan si penembak jitu." jawab Navira malas, seekor alien hendak menghantamnya dari belakang.

"Navira awas.!" teriak Vilia.

Syut..

Sesaat alien itu akan menghantamkan tangannya, ia langsung mati setelah ditembak kepalanya oleh Arana.

"Hei, yang benar saja, aku tak bisa selalu melindungimu, terlalu banyak alien disana." ucap Arana pada Navira.

"Terserahlah, aku benar-benar malas menghadapi mereka, wajah cantik ku akan.."

"Persetan dengan dirimu. Jika kau terus seperti itu, maka aku akan menghajarmu lebih mengerikan dari pada kau dimakan alien.!" potong Vilia yang mulai kesal pada Navira, Vilia langsung mengancam Navira dengan tatapan menyeramkan, padahal di awal sifatnya normal-normal saja, tapi sekarang malah bertolak belakang.

"Ba.baik." Navira yang ketakutan langsung bangkit dan segera menghajar para alien yang memang daritadi telah mengeroyok mereka berdua.

"Bagaimana dengan keadaan kalian?" tanya Lizi pada Aronia dan Gilga. Ia sedang memantau pintu yang dimasuki mereka berdua.

Di dalam ruangan yang mereka berdua masuki.

"Negatif, disini sangat gelap." jawab Gilga.

"Kami sedang menyusuri lorong yang entah dimana ujungnya." tambah Aronia.

"Berhati-hatilah, sebaiknya gunakan radar kalian, ada kemungkinan para alien bersembunyi di tempat gelap.!"
ucap Vilia yang mendengar percakapan mereka bertiga, terlihat ia sangat santai menebas dan menghajar para alien yang ada disana.

"Ketua benar, sebaiknya nyalakan alat pelacaknya." tambah Lizi. Ia pun bangkit dari posisi tengkurapnya, ia duduk dan mengambil radarnya.

"Ada apa?" tanya Arana yang posisinya duduk bersila sambil memantau dan menembaki alien yang hendak menyerang Navira dan Vilia.

"Aku hanya ingin memastikan saja bahwa disini ti.."

"Gawat. Ada ba.." teriak Gilga dari alat komunikasi.

"Kyaaaa..!" jerit Aronia.

"Apa yang terjadi?" teriak Vilia yang panik,

Dengan cepat Lizi melihat tempat masuk yang tadi, namun tak ada apa-apa.

"Aronia, Gil.. Jawab aku.. Apa yang terjadi.!" teriak Vilia.

"Ketua, tak ada apa-apa, aku tak melihat hal yang aneh." ucap Lizi yang memantau.

Seketika sambungan dengan Aaronia dan Gilga pun terputus.

"Terputus." gumam Arana.

"Sebenarnya apa yang terjadi." gumam Navira.

"Entahlah, aku juga tak tau."

Buag.. Crash..

Vilia langsung menghancurkan kepala seekor alien dengan tangan kosong.

Brak...

"Kya.." terdengar seperti suara bangunan atau tembok yang hancur di tempat Lizi dan Arana, diikuti teriakan Lizi.

"Ketua tolong kami.." teriak Arana.

"Groar.,.."

"Apa yang terjadi pada kalian? Arana? Lizi? Jawab aku." teriak Vilia panik.

"Teman-teman, ini bukan waktunya bercanda, jawab kami." lanjut Navira yang juga panik.

"To..tolong.." sambungan pun terputus.

"Sial, apa yang sebenarnya terjadi." geram Vilia, keringat dingin mengucur di keningnya, kedua telapak tangannya mengepal, ia menjatuhkan senjatanya.

Terlihat tersisa dua ekor alien disana. Navira dengan cepat menghabisi dua ekor alien tersebut.

"Bagaimana bisa? I.."

Brak...

Seekor makhluk besar tiba-tiba saja turun dari langit dan menghantam permukaan, terlihat muncul retakan pada tempat ia mendarat.

"Groarrrr..."

"Ma..makhluk apa ini." kaget Navira yang terbelalak.

"Cih, aku lupa. Jika misi ini dipercayakan pada Warrior, maka pastinya misi ini ada di level sulit. Sial, aku salah membuat strategi." ucap Vilia dengan tatapan kosong, ia perlahan berjalan kearah makhluk besar itu yang jaraknya hanya sekitar 900 meter saja.

Alien Attack : World War Chapter 69 - Danger..! Lost contact
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War

Angkatan Darat.

Scene beralih ke tempat Violin.

"Apakah sejak awal kau memperhatikannya? Aku tidak mungkin memberitaukan tentang keistimewaan yang dimiliki Hexari, lagipula aku telah berjanji padanya." pikir Violin. Tak jauh di depan, terlihat sebuah cahaya, sepertinya itu adalah jalan keluarnya.

"Cahaya?"

"Kurasa itu adalah jalan keluarnya."

Mereka berdua berjalan menuju cahaya tersebut.

"Sebaiknya aku periksa dahulu, ada kemungkinan terdapat alien disana." gumam Aulyn.

"Hmm.. Hati-hati." ucap Violin yang berjalan perlahan, terlihat Aulyn berjalan menuju cahaya yang sepertinya pintu keluar.

"Aku harap peperangan ini segera berakhir."

Siut.. Duag.. Crast.. Brak..

Terdengar suara gaduh seperti terjadi pertengkaran rumah tangga? :v

Terdengar suara gaduh seperti sedag ada pertarungan diluar atau tempat yang dituju Aulyn.

"Apa yang terjadi?" Violin mempercepat langkahnya, namun karna ia menggendong seseorang dan sepertinya ia tak punya banyak tenaga, jadi ia tak terlihat berjalan dengan cepat.

"Cih, padahal cahaya itu terlihat dekat, tapi kenapa masih terasa sangat jauh sih." keluh Violin yang tak juga sampai.

Buag.. Buag..

"Aulyn pasti sedang bertarung.. Aku harus segera membantunya, tapi ah sialnya tubuhku tak mendukung."

Hingga Violin pun telah sampai ketempat Aulyn.

"Hah..hah.hah..hah.." terlihat Aulyn jatuh setengah bersujud, ditubuhnya terdapat beberapa luka dan terlihat juga banyak alien terkapar tak bernyawa.

"Kau mengalahkan semuanya dengan tangan kosong?" tanya Violin.

"Tidak, aku menggunakan ini." ucap Aulyn menunjukan senjatanya dengan napas terengah-engah.

"Kau, menggunakan itu.." kaget Violin.

"Ia tak menggunakan senjata api ataupun pedang."

"Yang penting, sepertinya akan ada banyak orang keluar, kita harus segera membuka jalan." ucap Aulyn yang memang disana adalah sebuah ruangan, dan tak jauh disana terdapat dua buah pintu besar yang terbuat dari logam. Violin menurunkan wanita itu dan berjalan menuju pintu.

"Terkunci." ucap Aulyn.

"Eh? Kalau begitu aku akan menggunakan ini." Violin menurunkan senjatanya dan mulai memasang kuda-kuda siap menembak pintu itu.

"Percuma saja, pintu itu pasti takkan hancur oleh senjata biasa."

"Tapi Widowmaker andalanku bukan lah senjata biasa, perhatikan baik-baik." Violin memasukan 3 peluru yang ukurannya sebesar kepalan tangan orang dewasa. Ia pun melompat mundur hingga jaraknya 20 meter dari pintu.

"Kamu juga sebaiknya mundur.!" ucap Violin.

"Baiklah." Aulyn mundur sambil memapah wanita pingsan tersebut.

"Baiklah ini dia." Violin langsung menarik pelatuknya dan

Duar...!!!

Terjadi ledakan besar hingga membuat tembok hancur, ya bukan hanya pintunya. Temboknya pun ikut hancur.

"Se..sepertinya aku berlebihan yah."

Bruk..

Violin langsung jatuh tak sadarkan diri setelah menembak.

"Violin.!" Aulyn langsung berlari menuju Violin.

"Hei, bangunlah. Apa..apa mungkin senjata itu punya beban yang besar hingga.."

Ditempat orang-orang yang berlari menyusuri lorong.

Terdengar suara ledakan dan terjadi sedikit getaran,

"Ada apa ini?"

"Terus berlari! ini pasti efek dari pertarungan para prajurit khusus melawan alien"

"Ya, kita harus segera keluar."

Mereka semua terus berlari keluar tanpa memperdulikan apa yang terjadi, bagaimanapun jika mereka terus disana terlalu lama maka mereka akan mati.

Sampailah mereka melewati tempat Yubel dan yang lainnya jatuh.

"Oey lihat itu, kenapa diatas ada lubang besar yah?"

"Entahlah, yang penting kita harus segera keluar."

Bersambung...


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 70

Rudy Wowor
2017-06-11 08:47:57
"Hah. . Hah. . . Hah. . . Udahan ah. . . Kulitku jadi kotor dan pakaianku juga," ucap Navira keenakan, sambil duduk lemas. Hahaha
Kenny
2017-06-11 02:26:49
kenapa pict akhirnya beda ama yg biasanya
Andre Rohmatul Sidik
2017-06-11 01:08:00
Wah wah...
T S A
2017-06-09 23:03:35
Gimana nasib Lizi ya ?
BeeZero
2017-06-09 22:59:51
apa para jendral tdk trun tngan?? pict nya bgus juga...
Bocah Redoks
2017-06-09 22:25:37
hahaha. ada pertengkaran rumah tangga d sana.
Phoenix D
2017-06-09 19:12:07
Yah violin pingsan..
Zen Kureno
2017-06-09 16:34:45
Oh udah mau tamat ya padahal Hexari baru lawan 1 bos besar.
Alien Queen
2017-04-27 08:33:44
Belum juga kelar nih, aku udah males mikirinnya, udah lama namun belum muncul titik terangnya. Hah tapi semangatlah, moga aja 10 chapter lagi bakal tamat.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook