VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 68

2017-06-06 - Alien Queen > Alien Attack : World War
148 views | 10 komentar | nilai: 9.9 (10 user)

Alien Attack : World War Chapter 68

Scene beralih ke tempat Agosti.

"Aku mengerti, alien ini memang tak memiliki kekuatan besar, namun makhluk sialan ini pintar dan cepat." gumam Agosti yang perlahan bangkit.

"Kalau begitu, aku juga bisa cepat." ucapnya yang menurunkan semua peralatan senjatanya. Ia bahkan melepas bajunya.

"Majulah." tantang Agosti dengan memasang kuda-kuda.

Alien itu melompat dan mengayunkan kakinya namun

Grep..

Agosti langsung menangkapnya dengan tangan kiri, ekor makhluk itu melayang kearah kepala Agosti, sigap ia merunduk dan memutar tubuhnya lalu menghantamkan tubuh makhluk itu ke dinding.

"Maaf saja, aku ini Warrior, tak semudah itu kau kalahkan."

Alien itupun bangkit dan

Kedua makhluk berbeda jenis itu saling beradu serangan fisik, ya mereka melakukannya dengan gerakan yang sangat cepat.

Pukulan dan tendangan Agosti mampu diblok dengan mudah, semua serangan Agosti diblok. Begitu juga sebaliknya, semua serangan Alien reptil itu mampu ditahan dengan baik oleh Agosti.

Mereka berdua pun mundur. Memberi jarak, keduanya terengah-engah.

"Aku tidak tau sudah seberapa jauh pesawat ini terbang, tapi permainan ini mulai membosankan." pikir Agosti.

"Akan kuakhiri dengan satu serangan." pikirnya.

Saat alien itu berlari kearahnya, Agosti pun melakukan hal yang sama, keduanya bersiap melayangkan tinjunya.

Saat jarak mereka kurang dari 1 meter.

Buag..

Agosti memutar tubuhnya dan menendang makhluk itu lurus kedepan hingga membuatnya terlempar jauh dan.

Crat..

Setelah makhluk itu menghantam dinding, darahnya memuncrat dari tubuhnya karna kuatnya tendangan.

"Maaf, tapi main-mainnya sudah selesai." ucap Agosti yang mengambil barang-barang miliknya.

Ia pun berlari menyusuri lorong melanjutkan perjalanan.

"Aku terlalu menikmati pertarungan." gumamnya sambil terus berlari, ia pun melihat alat pelacaknya.

"Di depan yah, tak ada alien penjaga eh.? Makhluk apa ini?" terlihat pada alat pelacak itu ada tanda titik hijau mendekat kearahnya.

"Jangan-jangan.." sebelum Agosti menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba ada pintu tak jauh di hadapannya.

"Kurasa ini pintunya." gumam Agosti yang berhenti di depan sebuah pintu baja yang lumayan besar, ia kembali membuka alat pelacaknya dan terlihat banyak titik merah disana.

"Tak diragukan lagi, ini memang tempatnya. Yosh."

Duar...

Pintu itupun hancur, entah apa yang dilakukan Agosti.

"Ketemu." ucapnya ketika terlihat diruangan itu memang terdapat banyak warga kota, namun tiba-tiba Alarm pun berbunyi.

"Ada pasukan khusus?"

"Dia menyelamatkan kita." ucap semuanya yang terlihat senang.

"Gawat, semuanya ce.. Eh tunggu dulu, apa yang harus kuperintahkan, pesawat inikan sedang terbang ja.." ucap Agosti yang bingung, tanpa ia sangka sebuah tentakel muncul di depannya dan langsung melilit tubuhnya dengan kuat dan menariknya seperti halnya tadi, ia tertarik menuju lorong di depan.

"Ini seperti Dejavu, apalagi jika aku berteriak.."

"SIAAAL!!!" teriaknya sekencangnya.

Alien Attack : World War Chapter 68 - Octopus II
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War

"?????????????????!!" suara seekor alien menggema tak jelas, entah apa yang diucapkannya.

"Apalagi itu." ucap Agosti, terlihat ia telah sampai pada pemilik tentakel.

"Gurita besar lagi."

"????????..?????" suara alien itu mungkin mengumumkan kalau ada penyusup kedalam pesawat.

"Entah apa yang makhluk itu katakan, tapi aku harus segera menghabisi makhluk ini." ucap Agosti semangat, saat tentakel yang melilitnya bertambah kuat. Tatapannya berubah.

"Jadi, kau mau meremukanku? Itu akan sangat sulit bung.!"

Crash..

Tentakel yang melilitnya terpotong menjadi beberapa bagian hingga membuat Agosti jatuh dan mendarat dengan sempurna.

"Bersiaplah.!" ucap Agosti, ia kembali mengeluarkan pedang cahaya nya.

Dengan cepat gurita itu langsung menyerangnya, Agosti melompat dan mengayunkan pedangnya, sebuah tentakel mengarah kepadanya dari belakang. Menyadari ada serangan, reflek ia pun berbalik dan menangkis hantaman tentakel tersebut.

"????... Srat.. srat." terdengar dari suara itu terdapat suara tebasan demi tebasan.

"??.. Dor..dor..dor.." kini disertai suara tembakan pula.

Agosti pun melompat mundur memberi jarak,

"Apa yang terjadi." gumamnya.

"Agosti, disini Laura, semuanya sudah kuatasi, makhluk itu adalah alien terakhir dipesawat UFO ini." ucap suara wanita yang sudah tak asing lagi bagi Agosti.

"Bagus, jadi selama ia tak diceritakan, ia menghabisi alien lainnya, dia bergerak dibelakang layar." gumam Agosti, ia pun menyuntikan serum.

"Kalau begini, pertarunganku akan menarik." gumamnya sambil melepaskan sayap nya dan senjata lain, ia hanya menggunakan pedang cahaya.

3 buah tentakel melesat kearahnya, dan

Slush..

Agosti sudah tak ada ditempatnya, ia terlihat berada tepat dihadapan kepala makhluk itu.

"Rasakan ini." Agosti mengayunkan pedangnya namun, sebuah tentakel menghantamnya hingga membuatnya terhempas lagi.

"Gurita merepotkan, sepertinya aku akan memotong-motong dulu tentakel sialan itu." Agosti langsung berlari maju, sebuah tentakel melelasat kearahnya, ia menghindar dan terus berlari kedepan sambil menyayatkan pedangnya pada tentakel di sisi kirinya, hingga tentakel itu tak bergerak lagi.

Sebuah tentakel mengayun kearahnya dari atas, dengan mudah Agosti memotongnya dan melompat keatas.

Beberapa tentakel langsung menyerangnya, ia dengan cepat menebas semuanya, ia berlari dan melompat pada potongan potongan tentakel, ia memotong tentakel yang tersisa lalu terakhir ia melancarkan serangan bertubi-tubi pada tubuh gurita tersebut.

Srat.. Srat.. Srat.. Srat..

Gurita itupun akhirnya tumbang, tergeletak tak bernyawa.

"Kerja bagus Agosti." ucap Laura yang berada di ruang kontrol, ia memperhatikan pertarungan Agosti di layar hologram yang ada pada tempat itu.

"Misi se.."

Buak...

Ucapan Agosti terhenti ketika sebuah tendangan keras menghantam perutnya hingga membuat ia terlempar jauh.

"Kerja bagus, tapi itu bukan penumpang terakhir. Kami masih ada." ucap seekor alien bersuara pria dengan banyak tentakel muncul di punggungnya.

"Kami? Jangan-jangan?" Laura pun berbalik dan terlihat dibelakangnya terdapat seekor alien dengan wujud yang sama namun dengan wajah berbeda.

"Aku dari bangsa Lepharta, namaku Loios"

"Ba..bagaimana bisa alien berbicara bahasa manusia?" kaget Laura.

Scene beralih ke tempat Chester dan Iliya.

Mereka jatuh, tepatnya terjun bebas, terlihat malah Iliya tak sadarkan diri, ia sudah kehabisan tenaga.

"Yang benar saja, hanya kami yang keluar, tapi aku juga tak dapat melakukan apapun. A..aku sudah mencapai batasku, ditambah Iliya pingsan" pikir Chester

"Dalam keadaan seperti ini, apa yang bisa kulakukan, kami akan jatuh dan mati. Tentu saja, dalam ketinggian seperti ini kami pasti mati."

Tiba-tiba saja, sesuatu menyambar mereka berdua, itu adalah seekor Alien bersayap, terlihat mereka berdua ada di cengkraman kaki makhluk itu.

"Kerja bagus, sekarang kembali ke pesawat." ucap alien berbentuk manusia yang duduk diatas alien bersayap itu.

"Sial, tetap saja kita tertangkap."

Bersambung.


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 69

Phoenix D
2017-06-09 16:37:15
Gurita kalah munculah alien lain
Rudy Wowor
2017-06-09 08:49:48
para jendral alien mulai bermunculan ya.
Zen Kureno
2017-06-07 09:24:19
Alien yang kuat keluar
Don Quixote
2017-06-07 07:02:48
Hm.. chapter kali ini milik Agosti n entah tertolong atau justru smakin buruk nasib Iliya & Chester stelah ditangkap.
Dwi Fitri
2017-06-07 04:36:05
Musuh yang tak terdeteksi..
Hiatus
2017-06-07 01:56:04
Oh yeah baby muncul yg baru entah dari mana padahal d bilang yg terakhir tapi ternyata masih ada kami sensorx yg salah apa mata ane yg slah baca oh yeah
Kenny
2017-06-06 22:59:49
knapa tuh alien menangkap mereka berdua? kenapa dia nggak biarin meraka berdua mati? tuh ujung2nya itu ingin ngebunuh mereka
Kiosuke
2017-06-06 19:24:57
kelamaan engga baca cerita ini, jadi lupa,-
Bocah Redoks
2017-06-06 16:15:20
konfliknya d perpanjang. sepertinya author berubah pikiran
Alien Queen
2017-04-26 17:29:30
Pasti bakal ada yang nanya, mana hexari nya? Ko gak muncul lagi? Jawabannya, kan udah beberapa chapter sebelumnya. Pertarungannya ditunda beberapa chapter biar penasaran.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook