VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 66

2017-06-02 - Alien Queen > Alien Attack : World War
153 views | 13 komentar | nilai: 10 (9 user)

Alien Attack : World War Chapter 66

Scene beralih ke tempat Sheila dan prajurit lainnya.

"Ya, bukan saatnya untuk terkesan, bantu kami." ucap Keil.

Buak...

Sebuah tentakel menghantam tubuhnya dengan luamayan keras.

"Dia benar.." Aley pun menyiapkan senjatanya, ia pun melompat maju.

"Jadi apa rencana yang kau katakan tadi." ucap Aria melompat keatas.

"Aku hanya berpikir, apakah pesawat UFO ini melaju dengan autopilot atau apa? Kalian semua melihat sendiri pada alat pelacaknya."

Aley dan Lemy menyerang raksasa gurita tersebut.

"Benar juga, lalu?" tanya Sheila, ia pun menghancurkan sebuah tentakel yang menuju kearah dirinya dan Keil..

"Yang jadi pertanyaan adalah, apa sejak awal pesawat ini hanya pengalihan saja, lalu dimana para warga kota berada? Selain itu, pesawat ini akan menuju kemana?" ucap Keil yang duduk bersandar.

"Tentu saja ke tempat penampungan, kemana lagi memangnya?" ucap suara pria.

Aley, Aria, Aruki dan Lemy mundur, perlahan muncul sosok makhluk berarmor hitam dihadapan gurita raksasa itu. Semua orang terbelalak kaget, makhluk berarmor hitam itu memiliki tentakel dipunggungnya.

"Perkenalkan, namaku Erquolis makhluk dari bangsa Lepartha, kalian pasti dari bangsa manusia." ucap makhluk itu dengan sopan memperkenalkan diri.

"A..alien dapat berbicara bahasa manusia?" keringat dingin keluar dari semua prajurit, aura makhluk itu membuat semuanya mematung

"Pasti kalian bertanya-tanya mengapa aku dapat berbicara bahasa bangsa manusia, itu mudah saja, kami mendapat data dari otak manusia percobaan."

"Baiklah, apa ada yang ingin kalian tanyakan.." namun tak ada tanggapan, semuanya masih terdiam.

"Tidak ada? Kalau begitu tidurlah yang nyenyak.."

"LARII..!!!" teriak Keil sekencangnya, seketika teriakan itu membuat semuanya tersadar.

Iliya dan Chester langsung melompat keluar dari pesawat, ya karna posisi mereka paling dekat di pintu masuk.

Dalam sekejap mata, makhluk itu menghantam Aruki dengan keras hingga membuatnya terlempar dan tak sadarkan diri.

"Ku..kuatnya." gumam Aruki sebelum menutup mata.

Alien Attack : World War Chapter 66 - Ilusion
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War

Scene beralih ke tempat Gravrik.

"Wah sialan apa-apaan ini, kenapa banyak wanita telanjang tak sadarkan diri. Lalu kemana yang lainnya" bingung Vils yang melihat kesana kemari namun tak menemukan siapapun, yang ada hanya sekitar 6 wanita yang terkapar tanpa busana, ia pun mulai mimisan.

Keenam wanita itu pun membuka matanya, namun saat melihat Vils.

"Kyaa.. Tampan,"

"Pahlawanku.." para wanita itu langsung mengerubuti Vils.

"Uaa ini sangat luar biasa.."

Sementara di bayangan Aerilyn.

"Ka..kalian kenapa ada disini, Kley kamu darimana saja? Dan kakak kenapa pulang?" tanya Aerilyn penuh tanya dikepalanya, namun kedua pria itu langsung memeluk Aerilyn.

"Kami merindukanmu.." ucap Kakak Aerilyn.

"Aku juga.." ucap Aerilyn membalas pelukan. Mereka pun melepas pelukannya. Kedua pria berambut pirang itu memang terlihat tampan, apalagi sang kakak, ia memiliki tubuh tinggi dan atletis, maka bukanlah hal aneh apabila Aerilyn juga punya paras yang sangat cantik.

"A..aku punya banyak hal yang ingin diceritakan pada kalian, aku..aku.." Aerilyn mulai terisak, ia bahkan telah lupa bahwa ia berada di tengah peperangan.

"Aku juga banyak hal yang ingin diceritakan padamu Ae." ucap Kleiss.

"Hmm, kakak, aku.. Aku selama ini melakukan apa yang kakak perintahkan, aku.."

"Itulah adik kakak yang sangat cantik.."

"Cantik?" pikir Aerilyn.

"Hanya saja, aku belum bertemu Vl.."

"Tidak apa-apa..." potong kakak Aerilyn sambil mengelus kepala adiknya itu.

"Kita bisa mencarinya bersama. Bagaimana? Kamu mau kan Ae?" ucap Kleiss dengan tersenyum.

"Hmm, Ya, tapi." Aerilyn pun mundur satu langkah.

"Aku ingin bertanya satu hal." ucap Aerilyn lagi.

"Apa itu?" tanya Kleiss.

"Siapa kalian?" tanya Aerilyn dengan tatapan tajam.

"Apa maks.."

Buak...

Dengan cepat, Aerilyn menghantamkan kakinya kearah kakak Aerilyn hingga membuat pria tampan yang kekar itu terhempas jauh.

"K..kau kenapa Ae?" panik Kleiss

"Ukhuk.. A..apa. Yang kamu lakukan?" ucap kakak Aerilyn sambil memuntahkan banyak darah dari mulutnya.

"Siapa kalian?" tanya Aerilyn dingin, tatapannya begitu mengerikan, wajah cantiknya kini dilengkapi dengan wajah penuh amarah.

"Kakak tak pernah memujiku cantik, kley tak pernah memanggilku dengan sebutan itu," ucap Aerilyn dengan aura menakutkan.

"Maaf, tapi kakak.."

"Kakak tak pernah melewatkan untuk mengecup keningku, tapi kau tak melakukan itu?"

"I.itu.."

"Berani-beraninya kalian meniru wajah kedua orang yang berharga bagiku, berani-beraninya kalian menyentuhku." Aerilyn terlihat sangat marah, kedua tangannya mengepal.

"Khi.. Kau memang be.."

Dum...

Dengan cepat Aerilyn menghantam pria yang menyerupai Kleiss hingga tubuhnya hancur. Belum berhenti disitu, ia berlari menuju pria yang menyerupai kakaknya, pria itu terlihat bangkit.

"Sa..sangat ku..."

Duak...

Aerilyn langsung menendang pria yang menyerupai Kakaknya hingga tubuhnya terbelah menjadi dua karna kuatnya tendangan yang dilancarkan olehnya.

"Sial, berani-beraninya kalian mempermainkan perasaanku.." Aerilyn tertunduk dan perlahan air matanya keluar deras. Tempat itu pun terlihat kembali berubah seperti tadi.Aerilyn pun mengingat saat ia kecil.

"Kakak sudah pulang.." ucap anak kecil berambut pirang sambil memeluk seorang pemuda yang juga berambut pirang, dialah Aerilyn. Pria itu terlihat membawa pedang besar dipunggungnya.

"Hmm, apa adik kakak yang manis ini jadi anak baik selama ada dirumah?" tanya pemuda itu setelah mencium kening Aerilyn.

"Hm aku jadi anak baik, aku sudah merapikan kamar kakak dan mencuci, aku juga sudah masak."

"Itulah adik kakak yang manis" ucap pria itu mengacak rambut Aerilyn.

"Kalau begitu kakak punya hadiah untuk adik kakak yang imut."

"Apa itu?"

"Tutup mata dulu dong.." Aerilyn kecil pun langsung memejamkan matanya, beberapa detik kemudian

"Nah sekarang buka matamu.." ucap pria itu.

"Waah.. Indahnya." ucap Aerilyn yang sangat senang, terlihat sebuah kalung dengan gantungan bintang berwarna hijau dari kaca berada di lehernya.

"Kamu suka?"

"Hmm aku sayang kakak.." Aerilyn kembali memeluk kakaknya.

"Kakak juga sayang Ae. Hm kalau begitu ayo kita makan, kakak sudah kelaparan."

"Hmm.."

Kembali ke waktu sekarang, terlihat kalung bintang itu mengkilap terkena pantulan sinar matahari. Ya terlihat jelas kalung itu seperti terbuat dari berlian.

"Ini ditengah perang, makhluk apapun yang membuat aku berhalusinasi seperti itu, tak akan kumaafkan."

"Wahahahaha.. Semua senjata ini sangat keren, aku menyukainya.. Dengan ini aku.." teriak Gravrik memegangi kaki seekor Alien dengan bahagianya.

"Apa-apaan ini? Apakah semuanya terjebak dengan halusinasi." gumam Aerilyn yang melihat keadaan, semua rekannya terlihat seperti mabuk.

"Tenang semuanya.. Aku akan melakukannya bergiliran." ucap Vils terlihat bahagia.

"Dasar mesum.." bentak Aerilyn.

Ia melirik kearah Karui dan Karina, terlihat kedua wanita itu sedang tiduran ditanah.

"Aku juga sayang Aerilyn." ucap Karui yang memeluk senjatanya sendiri, ia tiduran ditanah.

"Apa kau mencintaiku? Menjijikan, aku ini wanita normal." gumam Aerilyn yang melihat tingkah Karui.

"Ah.. Emm.. Se..senior.." desah Karina. Sambil memasukan tangan kirinya ke dalam celananya dan tangan kanannya terlihat memegangi senjatanya, ia bahkan mencium senjatanya.

"Apa kau mebayangkan sedang ej*k****i denganku, kau lebih enjijikan, aku bahkan tak pernah terpikirkan melakukan hal itu." gumam Aerilyn, melihat kearah Karina.

"Apa kalian semua tidak waras, tunggu dulu, ada satu orang lagi." Aerilyn melirik kearah Ruka.

"Se..sebenarnya siapa yang melakukan semua ini.."

(maaf sedikit vulgar, sepertinya aku ketularan seseorang.)

Scene kembali ke tempat Hexari.

"Hexari Pextragon yah, akan kuingat namamu." ucap Jendral Jainneua yang terlihat mengangkat tangan kanannya, bola api tercipta dari kedua tangannya yang diangkat keatas.
Api merah yang sangat panas bersiap dilemparkan.

"Sekarang waktunya.." pikir Hexari, dengan cepat Hexari telah berada di hadapan alien merah itu dan bersiap menebaskan pedangnya, bersamaan dengan hal itu, bola api yang ukurannya sebesar bola basket itu dilemparkan kearah Hexari.

Jduar...

Ledakan api pun terjadi, Hexari langsung terlempar dengan keras, terlihat pedangnya tertancap di sampingnya.

Terlihat juga tubuh Hexari dipenuhi luka bakar, ya meskipun dari pinggang kebawah tak terkena luka bakar karna celana panjang dan sepatu yang ia kenakan.

"Tekanan Hiltzailea sangat kuat, namun tubuhku sangat lemah untuk mengendalikannya." gumam Hexari yang terkapar, terlihat ia sudah tak berdaya.

"Baiklah, sepertinya kau sudah tak pumya kekuatan lagi, jujur kau sedikit menghiburku. Tapi inilah ajalmu." ucap Jendral Jainneua yang terlihat sudah ada berada dihadapan Hexari, terlihat muncul tombak api merah membara yang terbakar siap di tusukan kearah Hexari
namun.

Wush..

Duar...

Tiba-tiba saja Alien merah itu terhempas jauh menabrak reruntuhan dan terjadilah ledakan api.

"A..apa yang terjadi?" pikir Hexari yang bingung dengan apa yang baru saja terjadi dihadapannya.

"Kau tidak apa-apa tampan?" tanya suara wanita dengan suara lembut namun nadanya menggoda.

Bersambung

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 67

Shineria of Life
2017-07-06 18:45:18
Sang penyelamatkah atau musuh baru??
Rudy Wowor
2017-06-05 10:52:24
Mantaplah kau Karina.
Kiosuke
2017-06-04 23:14:23
Hemm jadi walaupun Hexari sudah kuat, tapi masih belum bisa dia keluarkan ya?
Kenny
2017-06-03 01:16:12
wahh,sepertinya Hexari bakal dapat penggemar baru
T S A
2017-06-02 22:20:22
Wah Sedikit mesum ? Hexari ditolong siapa ?
Dwi Fitri
2017-06-02 19:22:12
di chapter ini Dua tokoh kesukaanku muncul, Hexari dan Aerilyn
Zen Kureno
2017-06-02 18:00:46
Ho Aerilyn-senpai tertular dari siapa sampe2 bikin ceritanya senpai sedikit vulgar ( mesum/ecchi )
Phoenix D
2017-06-02 15:46:17
Wih siapa tuh yg datang?
Bocah Redoks
2017-06-02 08:29:56
jirr. malah kena perangkap musuh semua
Kakek
2017-06-02 06:22:30
Jadi bener hexari di tolong oleh wanita cantik sekarang..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook