VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 65

2017-05-29 - Alien Queen > Alien Attack : World War
154 views | 11 komentar | nilai: 10 (10 user)

Alien Attack : World War Chapter 65

Scene beralih ke tempat Agosti,

"Aku membuang-buang waktu saja." gumamnya sambil menyusuri lorong. Tiba-tiba tempat itupun bergetar dan terasa bergerak.

"Ga..gawat.. Pesawatnya mulai terbang, apa mereka pikir aku sudah ditelan gurita besar itu." gumamnya.

"Cih daripada memikirkan hal itu, aku harus segera pergi ke tempat para warga kota berada, aku yakin Laura akan baik-baik saja." Agosti pun berlari dengan cepat menyusuri lorong.

"Andaikan saja tempat ini sedikit lebih luas, aku akan terbang saja agar lebih cepat,"

"Tapi tidak juga, jika aku terbang maka energiku akan banyak terkuras bahkan belum bertarung, tapi apa bedanya dengan berlari? Energiku tetap terkuras karna aku berlari.." Agosti pun langsung terbang, tak peduli ujung sayap logam itu terbentur dinding dinding tempat itu.

"Jaraknya sekitar 500 meter lagi."

Tak jauh di depannya ada banyak alien yang berlari menuju kearahnya.

"Prajurit alien? Jangan menghalangiku." Agosti pun menembakan 4 buah misil kecil dan

Duar... Duar... Duar...

Ledakan demi ledakan membunuh mereka semua.

"Jika ingin menghadang seorang Warrior, setidaknya datangkan alien yang lebih kuat." ucap Agosti melewati mayat-mayat yang berserakan.

"100 meter lagi dan aku belum menemukan alien kuat maupun keberadaan Laura."

Duak...

Sebuah tinju menghantam Agosti tiba-tiba dan hal itu menyadarkan nya dari lamunan bahkan hal itu membuatnya terlempar kebelakang.

Terlihat Seekor alien bersisik menghadangnya.

"Reptil?" gumam Agosti yang bangkit setelah ia terhempas dan jatuh.

Makhluk itu memang memiliki kepala seperti kadal meskipun tubuhnya seperti manusia, hanya saja seluruh tubuhnya bersisik warna hijau. Ya itu adalah alien bangsa Draconian.

"Inilah yang kutunggu-tunggu, menghadapi alien kuat." ucapnya melepaskan sayap mesin itu.

"Tubuhku terasa ringan, baiklah. Kadal aku sudah siap."

Wush..

Makhluk itu tiba-tiba berada di hadapan Agosti dan melancarkan tinju tangan kanannya, terkejut Agosti reflek menyilangkan kedua tangannya untuk menangkis serangan makhluk itu.

"Ce..cepatnya, tapi damage serangnya tak terlalu kuat, makhluk ini memiliki kecepatan saja." gumam Agosti, alien itu langsung menendang Agosti secara Horizontal mengincar perut kirinya, namun Agosti mengangkat kaki kirinya dan menekan sikunya hingga kaki alien itu terhimpit kaki dan siku Agosti.

"Coba rasakan pukulanku." Agosti meninju wajah makhluk itu dengan tangan kanan, namun dengan cepat makhluk itu mengelak dan mengayunkan kaki kanannya .

Buak... Buak...

Bukan hanya kakinya, tapi ekor alien itu menghantam wajahnya.

Agosti pun tersungkur, terlihat mata makhluk itu seperti mata kadal dan lidahmya juga menjulur seperti kadal.

"Hmm gerakan yang bagus, tapi aku tak menyangka ada alien yang seperti kadal sepertimu, kau dari ras reptil yah." ucap Agosti yang perlahan bangkit, namun alien itu tak menanggapi ucapan Agosti, mungkin karna ia tak mengerti bahasa manusia, atau mungkin juga tak dapat berbicara.

"Cih, untuk apa juga aku mengajakmu berbicara, sudah jelas ka.."

Tiba-tiba alien itu berlari kebelakang Agosti dan menghantamkan sikunya ke punggung Agosti. Agosti terdorong dan berbalik, ia membalas serangan dengan mengayunkan kaki kanannya.

"Setidaknya biarkan aku menyelesaikan kata-kataku meskipun kau tak mengerti."
dengan cepat alien itu berjongkok menghindari serangan Agosti dan menekel kaki kiri Agosti

Bruk..

"Aku mengerti, alien ini memang tak memiliki kekuatan besar, namun makhluk sialan ini pintar dan cepat." gumam Agosti yang perlahan bangkit.

"Kalau begitu, aku juga bisa cepat."

Alien Attack : World War Chapter 65 - Lizard
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War

"Baiklah, sepertinya inilah saatnya, aku juga sudah bosan bermain denganmu." ucap Alien merah itu, terlihat ia mengambang diatas udara, tepatnya diatas reruntuhan yang ia tabrak tadi.

Seketika tatapan Hexari berubah, angin berhembus disekitar tubuhnya, api yang membakarnya berangsur angsur mengecil dan padam.

"Jangan banyak bicara, hadapi saja aku."

Cting...

Tiba-tiba Jendral merah itu menebaskan pedang yang terlihat terbuat dari besi panas yang menyala.

Gerakannya sangat cepat hingga dalam sekejap mata makhluk itu telah berada di hadapan Hexari, reflek Hexari menahan tebasan itu dengan pedangnya.

Jbuak..

Pukulan keras menghantam Hexari, ia menangkisnya, namun Hexari terdorong mundur.

"Apa-apaan itu, kau jadi lebih kuat dari sebelumnya, ayolah, setidaknya biarkan aku sedikit menghajarmu." pikir Hexari.

"Setelah berteriak kata-kata tadi, kau bahkan tak mengalami perubahan, kau tetap saja lemah." ejek alien merah itu bersiapmelancarkan serangan.

"Itu karna kau terlalu kuat. Bukannya aku tak terjadi perubahan apapun.! Kau saja yang terus bertambah kuat.! " teriak Hexari.

"Bodoh."

Buak..

Jendral Jainneua langsung menendang perut Hexari dengan kuat hingga membuat pria itu terhempas jauh. Dengan cepat Hexari pun langsung bangkit, terlihat tepat diperutnya terdapat luka bakar bekas tendangan tadi, seolah perutnya telah di setrika.

"Cih, Aku sempat memikirkan kata-kata payah hingga membuat ku seperti orang lemah." gumam Hexari sambil mengangkat pedang Hiltzailea.

"Padahal, aku dipercayai oleh Hexagon, aku di amanati oleh tuan Hailey, aku didukung oleh Vio. " Hexari langsung melompat dan menghunuskan pedangnya.

Buak..

Jendral Jainneua lebih dulu menendang dagu Hexari dengan keras.

"Ugh.." Hexari terlempar 4 meter kebelakang dengan cepat ia kembali bangkit.

"Seharusnya kau tau posisimu, aku tak mungkin kau kalahkan, aku adalah Jendral. Aku jauh lebih kuat darimu manusia.!."

Jbuak...

Pukulan keras berlapis api menghantam wajah Hexari.

"Jadi berhentilah so kuat dan mengatakan kata-kata tak penting itu." teriak Jendral Jainneua sambil melayangkan serangan kuatnya, ia terus menghajar Hexari tanpa jeda hingga...

Duar...

Ledakan api yang lumayan besar terjadi. Perlahan efek ledakan menghilang.

"Pada akhirnya, kau tetap kalah, pecundang." ejek Jendral Jainneua.

terlihat Hexari terkapar dengan luka bakar yang mengenaskan, meskipun begitu, tak ada api yang membakar rambutnya. Jendral Jainneua berdiri tak jauh dari tempat Hexari terkapar.

"Aku tak selemah itu" ucap Hexari perlahan bangkit, bau gosong mulai tercium. Terlihat muncul retakan di perut armor merah itu.

"Apa?" kagetnya, armor merah yang kuat itu dapat retak, entah apa yang dilakukan Hexari.

"Sekuat apapun makhluk, pasti adat kelemahannya bukan?, jadi jangan terlalu bangga dan menyombongkan diri." ejek Hexari terkekeh sambil menahan rasa sakit yang teramat sangat pada tubuhnya.

"Gawat, tubuhku sudah hampir matang, tapi kenapa tak ada istilah aku kehabisan tenaga atau aku telah mencapai batasku." pikir Hexari perlahan mengangkat pedangnya.

"Kau memang benar, tapi kau. Kemampuan mu jauh dibawah levelku, jadi jika kau masih ingin melawanku. Maka itu perlawanan yang percuma."

"Kita lihat saja, apa perlawananku percuma atau tidak." ucap Hexari memaksakan berdiri,

"Bodoh, kalau begitu terimalah ini. Aku dengan senang hati bersedia menyiksamu." Jendral Jainneua mengeluarkan cambuknya dan dengan cepat mengayunkan cambuk ditangan kanannya bertubi-tubi ketubuh Hexari yang sudah terluka lumayan parah itu.

Ctar.. Ctar...

Cambuk berlapis api terus menghantam bagian-bagian tubuh Hexari, terlihat banyak luka dihasilkan cambuk tersebut, tubuh Hexari tersayat sedikit demi sedikit.

"Berteriaklah,! rasakan penderitaan yang kuberikan, berteriaklah.!"

"Tubuhku terasa terkikis oleh pisau yang panas, tapi kenapa aku tak kehilangan kesadaran? Kenapa? Rasa sakit ini, sakit ini melampaui batas normalnya. Namun aku pun bahkan tak berteriak atau meringis kesakitan. Apa yang terjadi padaku.?" pikir Hexari, terlihat sangat banyak luka pada kedua kakinya hingga ia pun tumbang.

"Cih, sampai tumbang pun kau tak berteriak kesakitan." ucap Jendral Jainneua yang kecewa, bagaimanapun Hexari belum pernah berteriak atas luka yang ia dapat, ia belum pernah meringis kesakitan.

"Hiltzailea, pedang pembunuh Alien, namun karna aku sangat payah, aku tak mampu menggunakannya." pikir Hexari menatap pedang ditangannya. Saat Hexari berusaha bangkit.

Dum..

"Akh.." Jendral Jainneua menginjak dada Hexari dengan sangat kuat bahkan hingga menciptakan retakan.

"Apa aku harus menyerah saja yah? Tapi hal itu membuat aku menjilat ludahku sendiri. Percuma juga kalau aku menyerah, baiklah. Setidaknya aku dapat melakukan perlawanan terakhir sebelum aku dihabisi."

"Baiklah, kurasa permainan ini harus segera di
akhiri. Hexari Pextragon, akan kuingat namamu."

Bersambung.

Hexari selalu mendapat hal yang sulit, kasian dia.


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 66

Dwi Fitri
2017-05-31 13:56:14
Hexari ayo bangkit lagi.. Jangan menyerah!
Phoenix D
2017-05-30 05:07:11
Ayo berjuanglah kau hexari.. | => 1st
T S A
2017-05-29 23:31:59
Kelemahannya jendral Jainneua apa ya ?
Bocah Redoks
2017-05-29 20:42:20
ehh. kalah ? tapi semoga belum mati. bagaimanapun lawannya memang terlalu kuat.
Don Quixote
2017-05-29 19:40:57
Bersakit-sakit dahulu, bermenang-menang kemudian.
Kakek
2017-05-29 19:28:31
Butuh keajaibaan buat Hexari mengalahkan jendral
Hiatus
2017-05-29 16:37:00
Oh yeah baby hexari nongol d gebukin alien haha
BeeZero
2017-05-29 16:33:21
hexari blm bsa ngalahin jendral !!
Kiosuke
2017-05-29 15:26:46
udah mau selesai pertarungannya malah bersambung,-
wahyu
2017-05-29 14:45:30
Hexari hexari kenapa nasibmu selalu jelek...
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook