VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 63

2017-05-06 - Alien Queen > Alien Attack : World War
202 views | 18 komentar | nilai: 9.92 (13 user)

Alien Attack : World War Chapter 63

Scene kembali ke tempat Hexari. Hexari menendang Perut Jendral Jainneua dengan kaki kanannya dengan kuat hingga membuat makhluk berarmor merah itu terhempas jauh kebelakang, namun dalam posisi tetap berdiri.

"Lumayan juga, tak terlalu buruk untuk manusia lemah." ucap Jendral Jainneua yang tetap berdiri meskipun terlihat ia terhempas jauh.

Ctar...

Ia mengayunkan cambuknya dan terlihat dari bekas cambukan langsung terbakar api.

"Sialan, makhluk ini sangat kuat, padahal aku sudah menendangnya sekuat tenaga, tapi tak berefek banyak." gumam Hexari, ia mengangkat pedangnya dan melompat kedepan.

Ctar.. Ctar...

Makhluk berarmor merah itu terus mengayunkan cambuknya.

Saat jaraknya telah sangat dekat dengan alien merah itu, Hexari hendak menebaskan pedangnya namun.

Buak...

Jendral Jainneu langsung melompat kedepan kearah Hexari dam langsung mengarahkan lutut kanannya kearah Hexari dan hantaman lutut alien berarmor merah itu lebih dulu mengenai Hexari
sebelum ia mengayunkan pedangnya, hantaman itu membuat tubuh Hexari terlempar keatas setinggi 4 meter, belum cukup disitu, cambuk yang dipegang makhluk itu langsung melesat kearah Hexari dan melilitnya.

Kemudian Hexari jatuh dengan tubuh terlilit cambuk api itu, ya, cambuk itu memang terlapisi api merah yang sangat panas.

"Kemana semangat mu yang tadi? Manusia."

"Aaakh, panasnya.. Kulitku benar- benar akan gosong." gumam Hexari yang masih belum bangkit, terlihat pedang Hiltzailea masih dipegangnya dengan erat.

"Ayolah, aku ingin perlawanan yang lebih dari ini."

"Maaf mengecewakanmu, ta..tapi aku tak sekuat itu, aku terlalu lemah untuk menghadapimu." ucap Hexari perlahan bangkit, terlihat diwajahnya tak menampakan ekspresi kepanasan, bahkan ia terlihat seolah tak merasakan panas cambuk api yang melilit tubuhnya.

"Cih, padahal aku sudah semangat saat kau tadi mendadak berubah ekspresi. Kini wajahmu terlihat seperti manusia lemah."

"Seperti itukah, tapi karna sudah terlanjur, aku akan berusaha itu adalah ambisiku, itu adalah janjiku. Aku tidak akan mati sekarang, aku ingin bertemu seseorang. Seseorang yang sangat berharga bagiku."

"Kalau begitu majulah, buat aku lebih menikmati untuk menyiksamu."

Hexari langsung berlari bersiap mengayunkan pedangnya, saat jarak mereka hanya 1 meter.

Hexari mengayunkan pedangnya secara Vertikal kebawah, namun serangan itu dapat dihindari denganmudah, Jainneua mengayunkan kaki kirinya horizontal kekanan menuju perut Hexari.

Hexari melompat mundur menghindari tendangan, lalu melompat kedepan dengan cepat kearah Jendral Jainneua dengan menghunuskan pedangnya.

Dan untuk kesekian kalinya, serangan Hexari mampu dihindari dengan mudah.

"Kau tak menikmati pertarungan, kau hanya mengandalkan seranganmu yang membabi buta, kau hanya asal serang hingga musuhmu dapat dengan mudah membaca pergerakanmu." ucap Jendral Jainneua yang tiba-tiba berada dibelakang Hexari.

Deg...

"Se..sejak kapan makhluk itu ada dibelakangku.." pikir Hexari yang kaget.

Bam..

Tendangan keras berlapis api menghantam punggung Hexari, ia terlempar jauh.

"Kau lemah, lebih baik menyerah dan mati saja." ucap Jendral Jainneua.

"Cih, kurasa ada tulang punggungku yang patah, tulang rusuk pun ada juga yangpatah. Ah sialan ini sangat sakit, luar biasa sakit.!" ringis Hexari dalam hati. Ia tegeletak tengkurap, ia pun berusaha bangkit. Meskipun banyak luka yang ia dapat, ia seolah tak merasakan sakit atau mungkin ia sok kuat.

"Mana mungkin aku menyerah." ucap Hexari pelan, ia pun berbalik arah.

"AKU HEXARI PEXTRAGON, akan terus bertahan sampai akhir, sekuat apapun musuh, selemah apapun diriku. Itulah ketetapan yang kupegang aku takkan pernah menyerah pada musuh, aku takkan mati oleh musuh ." teriak Hexari dengan wajah kerennya.

Bhwuoss..

"Naif sekali." ucap Jendral Jainneua mengejek, seketika seluruh tubuh Hexari langsung terbakar hebat namun.

Wush.,

Ctinggg...

Seluruh tubuh Hexari yang terbakar itu tiba-tiba telah berada dihadapan Jendral Jainneua dan langsung menusukan pedangnya. Namun karna tubuh alien merah itu terlapisi armor, pedang Hexari tak menembusnya, tapi hal itu sukses membuatnya terpental hingga menabrak reruntuhan gedung.

"Ia mampu menghempaskanku sejauh ini." geram Jendral Jainneua.

Belum sampai disitu, Hexari melompat kearah terhempasnya alien berarmor merah itu dan mengayunkan pedangnya Vertikal kebawah dengan kuat.

Duamm..

Reruntuhan gedung itu meledak setelah terkena serangan Hexari.

"Baiklah, sepertinya inilah saatnya, aku juga sudah bosan bermain denganmu." ucap Alien merah itu, terlihat ia mengambang diatas udara, tepatnya diatas reruntuhan yang ia tabrak tadi. Reruntuhan yang kini terlihat sudah rata.

Alien Attack : World War Chapter 63 - Allura
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War

Scene berada di sebuah tempat, disana terdapat dua ekor alien yang bergelar Jendral. Jendral Arxaista dan Jendral Jelleian, ya mereka masih berada ditempatnya.

"Permainan semakin menarik."ucap Jendral Jelleian.

"Kurasa sudah saatnya permainan ini diakhiri." ucap suara pria, pria itu perlahan berjalan kearah dua Jendral alien itu. Suaranya berasal dari kegelapan ruangan itu, namun entah ada dimana.

"Siapa kau?" tanya Jendral Jelleian.

"Penyusup."terka Jendral Arkaixsta.

"Apa kau bisa membuat bintang itu menghentikan aktivitasnya?" tanya pria itu, tanpa memperdulikan pertanyaan yang dilontarkan Jendral Jelleian

"Seenaknya saja kau memerintah kami, memangnya siapa dirimu." ucap Jendral Arkaixsta.

"Siapa sebenarnya kau? Tunjukkan dirimu.!" teriak Jendral Jelleian.

perlahan terlihat lah wajah seorang pria yang sangat tampan dengan rambutnya berwarna pirang muncul di sebuah lorong gelap. Terlihat pria itu memakai jaket khasnya.

"Kau bisa memanggilku Ranking 1." ucap pria itu yang mengaku sebagai si Ranking 1 yang misterius dan melegenda itu.

Dalam sekejap mata, tiba-tiba ia berada dihadapan binatang yang memiliki kemampuan untuk menyerap energi, tangan kanan ranking 1 menjulur kearah binatang tersebut hingga binatang itu mulai menutup mata dan tak sadarkan diri.

"K..kau berani-beraninya.. Membunuh binatang peliharaanku."

Srat..

Entah apa yang terjadi, tapi lengan jaket ranking 1 bagian kanan tiba-tiba tergores bahkan ada darah keluar dari goresan itu.

"Tubuh asli? Kau ternyata punya keberanian tinggi datang pada kami dengan tubuh asli."

"Soalnya makhluk ini sangat mengganggu sih, jadi kubuat tidur saja." ucap Rank 1 tanpa memperdulikan lukanya. Dengan cepat Jendral Arkaixsta tiba-tiba berada di depan Rank 1 dan langsung menghantamkan tinju nya dan Rank 1 hanya menahannya dengan tangan kirinya dengan santai, hal itu membuat tekanan angin yang sangat besar.

"Pantas saja, kau memiliki energi yang luar biasa." ucap Jendral Arkaixsta sambil tersenyum menyeringai dibalik topeng armornya.

"Biasa saja." ucap rank 1 cuek.

"Baiklah, terima ini."

Bag..

Ranking 1 langsung terhempas jauh, ia menabrak sebuah dinding,

"Lumayan." ucapnya namun dengan ekspresi datarnya tanpa merasakan kesakitan.

Siut...

Tiba-tiba sebuah tombak melesat kearahnya, dengan sedikit gerakan ia mampu menghindarinya, terlihat tombak itu menusuk dinding dibelakangnya hingga dinding tersebut retak.

"Jendral Jelvroliclian atau sering disapa Jelleian, makhluk dari bangsa Draconian dengan kemapuan ahli tombak. Ras reptil terkuat." ucap Ranking 1 datar.

"Hoo rupanya kau mengenaliku yah." ucap Jendral Jelleian dengan tatapan mata reptil yang tajam. Terlihat di tangan kirinya terdapat sebuah tombak, ia akan melemparkan tombak tersebut.

"Aku sangat mengenal kalian, aku tak akan pernah lupa pada kalian makhluk berarmor yang telah membinasakan orang-orangku." ucapnya dengan tatapan tajam.

"Jadi kau mau balas dendam pada kami?" tanya Jendral Jelleian.

"Kau ingin membunuh
kami.? Itu mustahil." tambah Arkaixsta.

"Kami para makhluk dari berbagai ras dan bangsa, yang memiliki kedudukan tinggi, takkan mampu dikalahkan oleh bangsa manusia, arya atau bangsa manapun." lanjut Jendral Jelleian

"Membunuh kalian bukan tugasku, itu adalah tugas ksatria terkuat dari planet Pextra (maksudnya planet bumi.) dialah ksatria dari bangsa Manusia yang akan membinasakan kalian semua."

"Mustahil, tak ada senjata bangsa manusia yang dapat membunuh kami." ucap Jendral Jelleian.

"Kau benar, tapi aku telah membuat 23 senjata pembunuh Alien untuk membunuh kalian." ucap Rank 1. Ternyata semua senjata para prajurit dan ketiga Jendral adalah buatan rank 1.

"K..kau.."

Siut..

Dalam sekejap mata, sebuah tombak perak melesat menuju tepat kedada ranking 1. Namun 2 jari nya yang mengapit mata tombak menahan laju tombak itu hingga tak menembus dadanya.

"Kau mempercayakan hal itu pada manusia?" Tiba-tiba sebuah batu besar menghantam ranking 1.

"Tentu saja, manusia pemegang Hiltzailea. Selain itu, manusia itu memiliki tekad yang kuat untuk membinasakan kalian" ucap ranking 1 yang terlihat baik-baik saja.

"Ia mempunyai kekuatan yang tak terbatas." ranking 1 berlari melompat kedepan. Bola-bola logam menyerang kearahnya, jumlahnya sangat banyak, namun terlihat Ranking 1 terus menghindarinya seolah ia mengetahui arah dan kecepatan laju benda-benda itu dan ia pun menghilang.

"Ke..kemana perginya dia." bingung kedua makhluk itu.

"Dia memiliki ambisi yang tinggi.." ucap Rank 1 pelan dibelakang Jendral Jelleian, saat makhluk itu berbalik. Rank 1 mencengkram wajahnya dan membantingnya kelantai.

Brak...

Jendral Arkaixsta tak bergerak, ia berdiri santai. Terlihat benda-benda disekitarnya bergerak dengan sendirinya.

"Dia memiliki keinginan yang kuat.." ucapnya yang terus menghindari serangan demi serangan, kini puluhan tombak melesat kearahnya dan.

Sleb.. Sleb.. Sleb..

"Dan kami, para manusia dan bangsa Arya yang tersisa ada untuk.." ucap ranking 1 yang terlihat seluruh bola besi dan tombak menempel di dinding, tepat sebelum benda-benda itu mengenainya, ia telah berpindah tempat tak jauh dari sana. Jendral Jelleian pun bangkit.

"Itu sedikit sakit." ucapnya sambil menggerak-gerakan kepalanya seperti pegal.

"Mendukungnya." lanjut rank 1 yang tiba-tiba berada di hadapan Jendral Arkaixsta bersiap menghantamkan tinjunya yang bercahaya dan

Cring....

"Si..silaunya." gumam Jendral Jelleian.

Duar....

Sebuah ledakan pun terjadi, hingga cahaya menghilang, Jendral Arkaixsta terlihat menangkis pukulam tadi dengan tangan kirinya.

"Mengejutkan, ada manusia yang dapat melawan kami kekuatan, itu mustahil meskipun mereka memiliki senjata pembunuh alien." ucap jendral Arkaixsta santai. Terlihat ranking 1 sudah tak ada lagi ditempat itu.

"Tapi untuk antisipasi, bukankah kita harus segera membunuh manusia itu." ucap Jendral Jelleian.

"Ya, tapi kurasa manusia yang dibahas olehnya adalah manusia yang saat ini sedang berhadapan dengan api merah."

Bersambung.


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 64

Hiatus
2017-05-16 01:30:34
Cuma kasih nilai doank biar cepet d lanjut pengen liat hexari pingsan
Alien Queen
2017-05-15 17:08:31
@hexaripextragon
Sovaren DF F
2017-05-14 11:18:06
Planet pextra adalah planet bumi.
Sqouts Shadows
2017-05-13 11:06:22
Ditunggu cerita berikutnya
Kiosuke
2017-05-08 13:47:05
hemm apa yg dibilang rank 1 itu benar?
ThE LaSt EnD
2017-05-07 12:36:19
jd ranngking satu sdah mengetahui Hexari ya..ksatria manusia yg mempunyai kekuatan tak terbatas, Hexari.. aku menyimpulkan stelah dia brtarung dg jendral.., khebatnnya akan meningkat setara jendral A
Rudy Wowor
2017-05-07 09:53:17
Hexari mulai serius ya sepertinya.
Blackpearl Kwon Yuri
2017-05-06 19:18:43
Hexari sayangku terluka, ia juga terbakar, hexari kasian sini kupeluk
Kleiss Effortles
2017-05-06 18:59:09
Seperti biasa, aku komen dulu. Bacanya nanti aja yah kakah, kakak gk marah kan? Nggk donk? Aku cinta aerilyn
Dwi Fitri
2017-05-06 17:45:32
Si ranking satu bener2 keren... Membayangkan wajahnya saja rasanya seperti meleleh tapi tetap saja Hexari jagoanku :'v Dia warrior peringkat 1 ya kalo gk salah?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook