VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 62

2017-05-03 - Alien Queen > Alien Attack : World War
192 views | 9 komentar | nilai: 9.77 (13 user)

Alien Attack : World War Chapter 62

Scene beralih ke tempat prajurit Angkatan Udara.

"Ta..tapi bukan hanya itu.. Ki..kita tidak bisa.." ucap Chester.

"Terbang.." lanjut Iliya, ia pun jatuh terduduk, diikuti Chester, sepertinya mereka berdua telah mencapai batas mereka.

"A..apa yang harus kita lakukan?" tanya Aria yang putus asa.

"Teman-teman aku punya rencana, yang harus kita lakukan pertama kali adalah berkupul dahulu." ucap Sheila.

"Baik.."

Keil dan Sheila terlihat bersiaga saat melihat sebuah tentakel yang ukurannya besar.

"Tentakel itu, sial masa ada ada gurita didalam pesawat." gumam Keil, tepatnya ia menggerutu.

"Sebaiknya kita hati-hati sambil menunggu yang lainnya kemari, kurasa makhluk itu akan menyerang." ucap Sheila memperingatkan, terlihat memang tentakel besar itu hanya bergerak-gerak saja tanpa menyerang, jarak benda itu dan mereka berdua hanya sekitar 700 meter saja.

"Aku tau, aku tidak akan lengah sedikitpun." balas Keil. Diatas UFO, terlihat semua alien telah dihabisi.

"Sepertinya kau butuh bantuan." ucap Aria dihadapan Chester dan Iliya yang duduk kelelahan.

"Ya, kurasa aku kehabisan energi, tenagaku sudah terkuras habis." balas Chester kelelahan.

"Aku akan menggendong mu Iliya." ucap Lemy.

"Kita harus cepat ke tempat Keil dan Sheila." tambah Aria yang bersiap memapah Chester.

"Aku mengandalkanmu." balas Chester.

"Apa-apaan ini, ke..kenapa bisa para alien saja yang ada disini, lalu kemana para manusia berada? Penampilan pesawat ini sangat mencolok karna dikawal ratusan alien, benda ini adalah pengalihan saja. Dan apa benda-benda besar hijau itu? Apa ada alien besar." gumam Aley.

"Ada apa?" tanya Aruki.

"Ti..tidak, hanya saja aku merasa perjuangan kita daritadi hanyalah sia-sia saja." jawab Aley kesal, ia mengepalkan tangannya keras.

Setelah mereka semua sampai ditempat Keil dan Sheila, terlihat dua prajurit itu sedang menghadapi seekor gurita yang ukurannya sangat besar.

"Gu..gurita?" kaget semuanya.

"Ya, bukan saatnya untuk terkesan, bantu kami." ucap Keil.

Buak...

Sebuah tentakel menghantam tubuhnya dengan luamayan keras.

"Dia benar.." Aley pun menyiapkan senjatanya, ia pun melompat maju.

"Jadi apa rencana yang kau katakan tadi." ucap Aria melompat keatas.

Scene kembali ke tempat Hexari.

Hexari langsung menembus reruntuhan yang tadi ia sandari.

"Aku sempat bertanya-tanya, kenapa kau masih hidup dan bahkan tubuhmu tak hancur setelah terkena puluhan misil tadi, dan bahkan beberapa bola apiku tak mampu membakar dirimu." ucap Jendral Jainneua perlahan berjalan menuju Hexari, terlihat Hexari perlahan berdiri.

"Mudah saja, aku menggunakan pedang ini sebagai perisai untukku, tak ada satupun serangan yang dapat melukaiku." ucap Hexari santai, ia terlihat tak kesakitan meskipun terlihat tubuhnya terdapat banyak luka, luka bakar, luka lebam dan luka goresan terukir. Mengingat ia tak memakai baju, hingga terlihat jelas luka-luka yang terdapat ditubuhnya itu.

"Hmm pantas saja, aku terkesan."

"Aku ingat, aku dapat melompat jauh, lompatan ku tak seperti manusia normalnya." ucap Hexari yang mengangkat pedangnya.

"Lalu? Apa yang akan kau la.."

Wush..

Dengan cepat Hexari melompat kearah Jendral Jainneua dan langsung mengayunkan pedangnya.

Trink..

Jendral Jainneua menahan tebasan Hexari dengan tangan kanannya yang memang seluruh tubuhnya terlapisi armor. Tekanan Api dan angin tercipta

"Kau mulai serius rupanya."

"Seperti itulah." ucap Hexari datar, terlihat wajahnya begitu keren dan berwibawa, ia seperti bukan Hexari Pextragon yang sebelumnya, ia seolah orang lain.

Buak..

Hexari menendang Perut Jendral Jainneua dengan kaki kanannya dengan kuat hingga membuat makhluk berarmor merah itu terhempas jauh kebelakang.

Alien Attack : World War Chapter 62 - Movreiak.
Penulis : Alien Queen

Alhen Aattack : World War

Beralih ke tempat Yubel.

Setelah semua orang berlari masuk lorong di dekat Neves, namun terlihat sangat banyak dari mereka yang bahkan masih terjebak didalam. Mengingat hanya lorong itu saja jalan keluar sehingga butuh waktu lama untuk semua orang pergi dari tempat itu.

"Semuanya tenang, jangan saling mendorong." teriak Neves yang berada di dekat mulut lorong.

"Bagus, semuanya berjalan dengan lancar." gumam Yubel yang menempel pada dinding tempat itu, tepatnya kaki kiri dan tangan kirinya menancap kedinding dan tangan kanannya memegang senjata aneh bercahaya dengan ukuran besar tentunya.

Meskipun banyak orang yang telah masuk lorong, namun terlihat jumlah orang di ruangan itu masih sangat banyak, namun tiba-tiba pilar bercahaya api itu retak dan

Crash..

Seekor makhluk menyeramkan keluar dari pilar api tersebut, makhluk yang bisa dibilang monster ketimbang alien itu memiliki tinggi 4 meter. Alien kelas kuat Movreiak.



Makhluk itu mengeluarkan api dan membakar beberapa orang yang ada di dekat pilar api.

"Ma..mamakhluk apa itu." kaget Neves.

Duar..

"Semuanya, menjauh dari makhluk itu." teriak Vestaka yang menembak Movreiak, namun terlihat tembakannya tak membuat sedikitpun goresan pada makhluk raksasa itu.

Tap..

Yubel mendarat dibelakang Vestaka.

"Perubahan rencana, kalian berdua lindungi semua orang disini, kurasa makhluk itu akan sangat merepotkan bagi kalian." ucap Yubel yang berlari maju menuju arah makhluk itu.

"Sial, lalu kapan aku akan menghabisi para alien." ketus Neves.

"Boleh saja kau menghadapi makhluk itu, tapi mungkin kau akan sering terdesak, dari ukuran nya, kurasa makhluk ini sangat kuat"

"Semuanya, ayo cepat keluar dari tempat ini." teriak Neves yang memanggul senjata nya.

Ditempat Yubel, tiba-tiba makhluk itu terhempas kearah pilar api setelah Yubel melancarkan serangan pertamanya.

Duar..

Terjadi sebuah ledakan, sekitar 20 orang yang jaraknya dekat dari ledakan langsung tewas setelah terkena efek ledakan.

"Cih yang benar saja, bertarung ataupun tidak, tetap saja korban berjatuhan." gumam Yubel yang melihat hal itu.

"Cepatlah berengsek, gunakan kaki lemah kalian jika ingin hidup." teriak Yubel pada orang-orang yang masih berada dalam ruangan itu, ia terlihat kesal. Pilar api pun runtuh dan menimpa banyak orang.

"Gawat." Neves yang berada di mulut lorong melihat hal itu dan berlari kearah reruntuhan pilar api yang terbakar itu. Bersamaan dengan hal itu, Movreiak langsung bangkit dan berdiri diatas potongan pilar itu.

"Majulah monster sialan." ucap Yubel dengan tatapan tajam, makhluk itupun melompat turun dan bersamaan dengan hal itu. Yubel menodongkan senjatanya dan

Siuw... Siuw. Siuw...

Dari senjatanya keluar benda-benda yang mirip pisau lempar namun dalam bentuk cahaya warna merah.

Duar.. Duar.. Duar.. Duar..

Terjadi ledakan beruntun pada tubuh Movreiak setelah benda-benda itu mengenainya.

"Se..senjata itu.. Astaga, tak kusangka dia yang memegangnya." kaget Neves yang sepertinya mengetahui jenis senjata yang digunakan Yubel, ia pun membantu seorang wanita yang terlihat satu- satunya yang selamat dari reruntuhan itu meskipun kakinya terkena luka bakar.

"Kau baik-baik saja?" tanya Neves menghampiri

"Ka..kakiku.."

"Biar kubantu, kita harus segera keluar dari tempat ini." ucap Neves yang hendak mengangkat tubuh wanita itu namun.

"Awas.." teriak Yubel dan

Duar...

Terjadi sebuah ledakan yang lumayan besar, terlihat seluruh tempat itu kini terbakar oleh api, Movreiak pun bangkit

Groarrrr..

Terlihat makhluk itu menggeram sangat marah, Yubel terlihat tak terjadi apapun pada tubuhnya seolah tak terkena efek ledakan tadi. Sementara Neves terhempas lumayan jauh.

"Si.sial.."

Bersambung.

Wah moga aja Yubel dapat menghabisi monster itu, dan apa yang diduga Hexari benar,benar sangat tepat, ada alien lain yang kuat.


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 63

Bocah Redoks
2017-05-04 12:15:26
one chapter again.
Don Quixote
2017-05-04 06:45:48
Kemungkinan kecil wanita itu masih hidup, Neves yg tubuhnya masih kuat saja sampai terpental jauh bgitu.
ThE LaSt EnD
2017-05-03 21:45:13
Si Kraken muncul lg hmm,. kmrin kelompok siapa ya, yg mrasa tubuhnya smakin melemah.., blum diungkit lg.. alienx
T S A
2017-05-03 20:40:17
Alien selalu punya yang keren
Dwi Fitri
2017-05-03 18:50:10
Kenapa pas scene hexari mulai keren2nya adegannya dipotong TT
Sqouts Shadows
2017-05-03 16:38:13
Ditunggu cerita berikutnya
BeeZero
2017-05-03 15:34:00
tuh kan bneran mncul gurita...mski kulit movreiak keras,apa snjata Yubel tk bsa mnumbusnya ?!!
Grim Rieper
2017-05-03 14:40:52
Hexari jarang muncul ya !
Alien Queen
2017-04-07 13:30:40
Wah kukira bakal salah apload gambar, ternyata bener.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook