VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 60

2017-04-28 - Alien Queen > Alien Attack : World War
195 views | 8 komentar | nilai: 9.91 (11 user)

Udah sampai chapter 60, tapi ternyata belum juga kelar, cerita ini masih sangat panjang.

Alien Attack : World War

Chapter 60

Scene beralih ke tempat para prajurit Angkatan Laut tepatnya di tempat Vilia.

"Aronia dan Gilga cari jalan untuk masuk ke tempat para manusia di sembunyikan. Bagaimana?"

"Serahkan hal itu pada kami." ucap Gilga.

"Hm."angguk Aronia.

"Terakhir, Arana dan Lizi berjaga di belakang memantau dan melindungi kami semua, jika ada hal yang mencurigakan hubungi aku."

"Kami mengerti," ucap Lizi.

"Baiklah semuanya, misi dimulai sekarang." ucap Vilia, terlihat mereka telah sampai di kota.

Berbeda dengan tempat Gravrik, disini tak ada sambutan para alien.

Mobil pun berhenti, semuanya keluar dari dalam mobil dan melaksanakan rencana yang telah dibuat oleh Vilia.

Vilia dan Navira pun menyiapkan senjata nya masing-masing.

"Hah, serasa aneh, biasanya aku menggunakan spatu yang dapat mengambang diatas air, kini menggunakan spatu biasa, sungguh lingkungan darat akan merugikan kami." pikir Vilia.

"Ah sebenarnya aku sangat malas melakukan tugas ini, aku bahkan sangat malas mengangkat senjata, tapi mau bagaimana lagi, inilah tugas prajurit" pikir Navira.

Arana dan Lizi menyiapkan senjata dan melihat-lihat kesekitar kota dan mencari tempat tertinggi dari kota itu.

"Disana.." Arana menunjuk sebuah gedung yang paling tinggi masih berdiri, meskipun kondisinya telah rusak, tapi gedung itu terlihat tak berbahaya.

"Baiklah ayo kita kesana." Lizi pun berlari kearah gedung itu. Diikuti Arana tentunya.

"Ayo kita juga," ucap Gilga.

"Hmm" Aronia mengangguk.

"Semuanya berhati-hatilah, pastikan kita berhasil menjalankan misi dalam keadaan hidup." ucap Vilia dan semuanya pun langsung berlari meninggalkan mobil.

Ditempat Vilia.

"Aku akan memancing perhatian." ucap Navira.

"Silahkan saja."

Alien Attack : World War Chapter 60 - Barrokia
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War

Scene beralih ke tepat Gravrik.

Tiba-tiba bagian atas mobil menjadi cembung seolah tertimpa batu besar.

"Apalagi ini.."

"Semuanya, perang dimulai." ucap Gravrik. Seketika para prajurit langsung menyiapkan senjata masing-masing.

Clek.

Bziuw...

Aerilyn langsung menembak atap mobil dengan peluru cahayanya dan hancurlah atap mobil itu.

"Kerja bagus." ucap Vils yang langsung melompat keatas,

"Semangat semuanya." teriak Gravrik yang terus mengemudi, mobil pun sampai dikota dan menabrak para alien yang menyambut.

Karui dan Karina melompat keluar bersiap dengan senjatanya, Aerilyn dan Ruka berdiri dan menembaki para alien dari atap mobil yang bolong, sementara Vils menghajar para alien yang tersisa dibelakang.

"Cukup, ayo kita habisi mereka." ucap Gravrik yang menghentikan laju mobilnya.

"Ya." angguk Aerilyn dan Ruka. Ketiganya pun keluar dari mobil, terlihat Karui dan Karina bekerja sama menghabisi para alien yang menghalangi.

Gravrik mengambil

""alat pelacak miliknya.

"Para manusia ada di... Bangunan itu.." ucap Gravrik yang menunjuk ke sebuah bangunan yang sangat besar yang bentuknya mirip stadion sepak bola.

"Semuanya, ayo hajar para makhluk sialan ini dan selamatkan para warga kota." teriak Gravrik, Aerilyn dan Ruka langsung berlari maju.

Dor.. Bziuw.. Dor.. Bziuw..

Tembakan yang dilancarkan Aerilyn dan Ruka seirama, kecepatan dan ketepatan nya sama.

Vils menebas para alien yang mengepungnya, ia pun berlari kedepan dan melompat keatas, iapun melemparkan sebuah geranat pada kumpulan alien dan

Duar...

Ledakan terjadi dan membunuh beberapa alien, Vils pun mendarat dengan sempurna, tanpa ia sangka, seekor alien hendak menyerangnya dari belakamg.

Jduar..

Alien itupun langsung meledak setelah terkena tembakan Gravrik.

"Terimakasih banyak." teriak Vils.

"Jangan sampai lengah." ucap Gravrik, terlihat senjatanya berubah menjadi senjata tajam dan ia pun berlari maju kedepan menyusul Aerilyn dan Ruka.

"Aerilyn ambil sebelah kiri, aku ambil yang kanan." ucap Ruka.

"Ya." angguk Aerilyn.

Dalam waktu singkat Gravrik telah menyusul mereka berdua, ya iyalah para alien yang menghalangi sudah dihabisi semua.

"Rui, kita juga maju." teriak Karina dari kejauhan, terlihat ia sedang menghajar seekor alien.

"Lalu bagaimana dengan para alien yang tersisa?"

"Biar Vils yang membereskannya."

"Baik,"

"Oey apa maksud kalian? Menyerahkan sisanya padaku?" teriak Vils dari belakang.

"Oww keren.. Kau sangat hebat." puji Karui yang melihat Vils menjatuhkan seekor alien yang tingginya hampir 2 meter.

"Kau luar biasa." tambah Karina.

"Itulah aku." ucap Vils bangga.

"Kalau begitu tolong bereskan yang lainnya." ucap Karui.

"Ya serahkan padaku." ucap Vils dengan keduatangan mememgang pinggang.

"Terimakasih banyak pahlawanku." karui dan karina pun berlari maju sambil melambaikan tangan pada Vils.

"Eh.. Aku ditipu, mereka berhasil menipuku." geram Vils, seekor alien hendak menghantamkan tangannya pada Vils dari belakang, namun dengan cepat Vils berbalik dan menebas makhluk itu dengan pedang besarnya.

"Rasakan ini.." teriak Gravrik, terlihat ujung senjatanya mengeluarkan cahaya.

Saat Aerilyn dan Ruka menghabisi para alien di arah kiri dan kanan, Gravrik langsung menembak kumpulan alien yang ada di depan.

Jduar...!!!

Terjadilah ledakan besar

"Sepertinya ia berlebihan." gumam Ruka.

Dor.. Dor...

Asap hitam mengepul, dan tak lama turun butiran-butiran pasir warna merah.

Para alien langsung terkapar, semuanya jatuh ketanah seolah mereka semua mati.

"Apa ini?" gumam Ruka.

"Aku merasa perasaanku tak enak tentang hal ini." pikir Aerilyn sambil telapak tangannya menjulurkedepan.

"Kau sangat hebat ketua." ucap Karina.

"Dan apakah ini juga berasal dari senjatamu?" tanya Karui.

"Bu..bukan."

"Ae, hei.." ucap suara pria dari belakang Aerilyn.

"Ini kami." ucap suara pria lain yang terdengar seperti suara anak kecil. Aerilyn pun langsung berbalik.

"Kakak? Kley? Ke..kenapa kalian ada disini?" kaget Aerilyn, ia menjatuhkan senjatanya.

Sementara Vils pandangannya mulai kabur, dan beberapa detik kemudian. Ia melihat para alien yang terkapar perlahan berubah bentuk, bentuk mereka berubah jadi wanita dewasa dalam keadaan tanpa busana.

"Uwaaa banyak cewek telanjang bulat.." kaget Vils.

Bersambung..

Wah wah apa ini? Apakah genjutsu?nyoba pict baru, format png, apa ada yang enggak kebuka?


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 61

Sovaren DF F
2017-07-03 00:35:22
gambarnya blur, jadi ini angkatan laut yah
Kiosuke
2017-04-30 10:07:16
yah sepertinya teknologi alien berkembang..
Rudy Wowor
2017-04-29 15:17:11
Hexari gak muncul ya.
Bocah Redoks
2017-04-29 08:49:24
foto siapa lagi itu ??
BeeZero
2017-04-28 22:08:24
jdi itu alien apa wrga kota ?? dtng jga kakak aerilyn...
chichay
2017-04-28 21:58:30
kurasa ad konflik lbih baek
T S A
2017-04-28 21:48:35
Wah udah mau pingsan masih mesum aja
Alien Queen
2017-03-30 07:14:25
Aku bingung, apa harus membuat konflik apa tidak yah, padahal ide pertama bagian ini cuma menyelamatkan para warga kota aja.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook