VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 58

2017-04-25 - Alien Queen > Alien Attack : World War
191 views | 11 komentar | nilai: 9.69 (16 user)


Alien Attack : World War Chapter 58

"Dasar jorok, pipis ko malah dimainin gitu.!" teriak Jendral Zenitya dari kejauhan.

Jendral Zenitya pun mengambil sebuah batang pohon yang lumayan besar dengan diameter 90 cm. Ia mengangkatnya dan melemparkannya kearah Jendral Guimor.

Duak..

"Ukh.."

"Kena.." Jendral Guimor pun jatuh kebawah.

***

Setelah selesai kencing.

"Kau itu jorok banget, kenapa juga malah naik keatas pohon.!" bentak Jendral Zenitya.

"Kau tau, kencing diatas pohon itu sensasi dan rasanya beda, kau bisa mencobanya."

Buak..

Tendangan keras menghantam wajah Jendral Guimor, ia terlempar dan membentur sebuah pohon yang lumayan besar, pohon itu pun langsung tumbang.

"Aku tidak akan pernah melakukan hal semacam itu, dasar bodoh, sangat memalukan, untung tak ada yang melihat kelakuanmu."

"A.aku cuma becanda ko." ucap Jendral Guimor yang bangkit.

"Baiklah, ayo kita lanjutkan."

Tiba-tiba..

"Kya.." dari tempat orang-orang tadi berada, tepatnya dipantai terdengar banyak teriakan.

"Eng.. Apa yang terjadi.?"

"Entahlah, sebaiknya kita periksa." Jendral Zenitya pun berlari duluan keluar hutan menuju tempat awal mereka bertarung. Di pantai, terlihat ricuh.

"Keluar dari air, ada hiu." teriak seorang pria, semua orang terlihat keluar dari dalam air.

"Hiu? Aku belum pernah melihat hiu disekitar sini." ucap Hexari.

"Sebaiknya kita periksa." ucap Altra.

"Hei..hei, kalian melupakanku? Aku sedang cidera." ucap Violin.

"Kalau begitu, Aku dan Hexari akan kesana, Kau kak senior bawa Violin saja." ucap Vils.

"Aku tau itu." ucap Altra.

Di pantai, terlihat sirip punggung seekor hiu memang mendekat ke pantai.

"Hiu? Ini akan menarik." terlihat senyum jahat terlukis di wajah Jendral Zenitya, namun..

Jendral Guimor pun melompat dengan sangat tinggi dan mendarat diatas punggung Ikan Hiu itu.

Shhhhh (Sfx suara ikan hiu itu gimana yah?)

Hiu itu pun mengeluarkan suara yang lumayan

"Hei..hei.. Keberadaanmu membuat ketakutan semua prajurit, jadi maafkan aku, kau harus mati.." ucap jendral Guimor, seketika terjadilah ledakan energi yang membuat air memuncrat beserta darah ikan hiu itu.

Time skip, dibibir pantai.

"Gede banget tuh ikan hiu, apa mungkin ini paus." ucap Vils, terlihat memang Hiu itu seukuran ikan paus, atau mungkin lebih besar.

"Tidak, ini memang ikan hiu, lihat sirip dan gigi-gigi tajamnya." ucap Hexari.

"Megalodon, jenis Hiu raksasa yang hidup di zaman purba, tak kusangka hewan ini masih ada yang tersisa." ucap Jendral Zenitya.

"Hei Jendral bodoh, kau tau apa yang baru saja kau lakukan.!" teriak Hexari.

"Jangan berteriak, lagipula siapa yang kau maksud bodoh hah?"

"Tentu saja kau, kau telah membunuh hewan langka yang telah dianggap punah, kau tau itu adalah pelanggaran hukum."

"Persetan dengan hukum, dizaman yang sekarang kita jalani tak ada yang peduli pada hewan karna para alien sialan itu. Bahkan jumlah manusia pun tak terlalu banyak."

"Tetap saja kau membunuh hewan ya.."

Grep.. Grep... Duak..

Jendral Zenitya pun menangkap kedua kepala mereka dan mengadukannya dengan keras hingga mereka berdua jatuh.

"Kalian berisik.."

"Whoaa apa ini, kurasa kita akan pesta malam ini." ucap seorang pria dari belakang.

"Fred.." jendral Zenitya melirik.

"Megalodon hah, Heee tu..tunggu, benarkah apa yang aku lihat, megalodon yang itu?" kaget Fredriks.

"Kau tak salah lihat, ini kenyataan." ucap Jendral Guimor yang telah bangkit.

"Dan kita akan pesta daging.." lanjutnya.

"Ikan tua seperti itu dagingnya pasti alot dan keras." ucap Hexari yang masih terkapar diatas pasir pantai.

"Apa kau ingin memakan makhluk ini?" tanya Fredriks.

"Tentu saja, BAGAIMANA SEMUANYA? " teriak Jendral Guimor pada orang-orang yang berdiri jauh dari bibir pantai.

"Ya..!!!"

Alien Attack : World War Chapter 58 - One Day Without Aliens III : Shark Megalodon
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War Chapter 58

Time skip, waktu telah menunjukan telah senja. Mentari hampir tenggelam, langit telah memerah diatas lautan.

Terlihat daging ikan hiu Megalodon telah dibagi-bagikan pada semua orang, namun belum ada yang makan.

"Kau yakin daging ini bisa dimakan?"tanya Hexari yang tidak yakin.

"Selama makhluk itu bukan alien, coba saja."balas Altra.

"Aku merasakan akan ada sesuatu yang terjadi." ucap Violin.

"Baiklah semuanya, silahkan dimakan.!" teriak Jendral Guimor.

"Baik.!!! Selamat makan.." saat semuanya menyuapkan daging ke mulut..

"3..2..1." ucap Altra yang malah menghitung tanpa mencoba sedikitpun.

"Uweekkkhh....." semuanya langsung memuntahkan dagingnya.

"Ti..tidak enak.."

"Ini salah satu ide burukmu yang selalu kulakukan." ucap Jendral Zenitya.

"Sudah kuduga." ucap Hexari. Datanglah seorang pria,

"Teman-teman aku sudah menyiapkan makanan untuk antisipasi jika hal ini terjadi," ucap pria itu yang ternyata adalah Fredriks.

"Memangnya apa yang telah kau perbuat?"

"Aku dan beberapa orang telah masak loh, semuanya sudah disiapkan ditempat makan." ucap Fredriks.

"Waah kau penyelamat,"

"Kami sudah sangat lapar.." Semua orang pun segera berlari menuju markas angkatan laut, tepatnya ke tempat makan.

Di tempat makan, semuanya terlihat sedang menyantap hidangan yang telah disajikan dengan rapi.

"Wah makanan ini enak sekali."

"Aku belum pernah makan makanan seenak ini."

"Luar biasa enak."

"Ini seperti makanan buatan dewa."

"Makanan angkatan laut memang luar biasa.. Aku benar-benar suka." ucap Altra sambil terus makan dengan lahap. Altra, Violin dan Hexari satu meja.

"Hei..hei.. Makannya pelan-pelan." ucap Violin di dekat Altra.

"Kurasa salah satu keinginan terbesar Altra telah tercapai, ia makan di angkatan laut." pikir Violin yang mengingat bahwa Altra selalu ingin makan makanan yang ada di Angkatan Laut.

"Ngomong-ngomong, apakah makanan di sini selalu seenak ini?" tanya Jendral Zenitya pada jendral Guimor, terlihat ia sedang makan dengan tenang.

"Tidak juga, aku juga baru merasakan makanan seenak ini. Oey Fred, sebenarnya siapa yang masak?"

"Tentu saja para koki ditempat ini." jawab Fredriks yang tak jauh dari sana.

"Hee, tapi kenapa bisa seenak ini, tidak seperti biasanya."

"Mungkin karna dibuat dari resep rahasia." balas Fredriks.

Hexari terlihat bingung saat makan makanan itu.

"Ada apa Hexari?" tanya Violin.

"Entah mengapa, rasa makanan ini tidak asing bagiku. Aku seolah pernah makan makanan seenak ini." ucap Hexari sambil menyapkan makanan kemulutnya.

"Benarkah?"

"Ya, bahkan didalamnya tak terdapat sesuatu yang ku benci." ucap Hexari.

"Ya, lupakanlah. Mungkin hal itu cuma kebetulan."

"Mungkin kau benar"

Hari pun berakhir dengan makan makanan yang sepertinya sangat enak, entah siapa yang telah memasaknya.

Scene beralih ke pantai. Arora telah sampai ke Angkatan Laut, ia sudah di pantai.

"Hai semua..!"

"Maaf aku terlam.." ucap Arora terhenti ketika ia melihat tak ada seorangpun disana, hanya terdapat makanan yang masih utuh berserakan.

"TIDAAAAKKK!!!" teriak Arora sekencangnya.

Scene beralih ke kamar Aerilyn.

"Suara apa itu?" gumam Aerilyn yang merasa mendengar sesuatu.

"Emm mungkin hanya perasaanku saja." ia pun beranjak dari ranjangnya dan berjalan ke kamar mandi.

"Sungguh hari yang melelahkan." ucapnya sambil masuk ke kamar mandi, pintu kamar mandi pun ditutup.

END

Prajurit lainnya enggak diceritakan yah, emm ya soalnya cerita selingan ini cuma fokus ke pertarungan kedua jendral, jadi cuma beberapa karakter yang muncul.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 59

Sovaren DF F
2017-07-03 00:33:18
itu hiu kenapa bisa nyasar kedarat
Zen Kureno
2017-05-09 18:31:31
Dasar pelanggar hukum.
Dwi Fitri
2017-04-27 04:00:38
masih penasaran dg apa yang mereka makan..
Kiosuke
2017-04-26 21:49:34
itu mungkin hiu peliharaannya
Bocah Redoks
2017-04-26 15:22:12
ahahaha. arora malah telat datang
Don Quixote
2017-04-25 17:59:05
Setahuku hiu itu tak pnya pita suara & cara mereka brkomunikasi mlalui gerak tubuh/gelombang elektrik, btw sfxnya keren sis.
Rudy Wowor
2017-04-25 12:09:57
Kapan Hexari bakal mengamuk nih.
T S A
2017-04-25 09:01:23
setelah ini apa akan kembali ke cerita utama ?
Gouenji Shuuya
2017-04-25 08:38:27
Wkwk kasihan tuh arora
BeeZero
2017-04-25 06:53:17
ok giliran hexari dan hitzelia brtarung..next chapt !
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook