VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 57

2017-04-21 - Alien Queen > Alien Attack : World War
186 views | 11 komentar | nilai: 9.86 (14 user)

Alien Attack : World War Chapter 57 : One Day Without Aliens II

"Eng... Sepertinya itu pohon terakhir, aku sampai tak menyadarinya jika aku telah menghancurkan semua pohon disekitar sini." gumamnya yang bingung karna perbuatannya, semua pohon disana ludes.

"Wah wah wah, tempat ini seperti telah terjadi badai saja." ucap suara pria dari belakang Aerilyn.

Aerilyn pun melirik kearah sumber suara, terlihat seorang pria tampan, tinggi dan kekar hanya mengenakan celana panjang putih berdiri.

"Senior Fredriks." gumam Aerilyn datar.

"Sudah kubilangkan aku tak suka dipanggil Senior olehmu."

"Lalu kau ingin aku memanggilmu apa?"

"Lebih bagus kalau kau memanggilku kakak, jadi tak ada jarak diantara kita, ya kan."

"Tidak mau, lagipula kakakku tidak seperti dirimu."

"Eh? Kau punya kakak?"

"Ya, dia memiliki wajah yang lebih tampan darimu, lebih tinggi dan ototnya lebih besar." ucap Aerilyn dengan nada datar.

"Apa? Memangnya setinggi apa dia? Aku saja hampir 185 cm."

"Kakakku hampir 2 meter, kurang lebih 197 cm."

"Tinggi banget, dia orang luar ya?"

"Ya."

"Apa dia atlet basket?"

"Bukan."

"Hmm memangnya kalian tinggal dimana? Aku pernah dengar ada disuatu negara yang penduduknya tinggi-tinggi, seingatku di daratan barat."

"Seperti itulah."

"Lalu kemana perginya kakakmu?"

"Aku tidak mau membahasnya, jangan bicarakan sesuatu tentangnya." balas Aerilyn yang dari tadi menanggapi ucapan Fredriks dengan nada datar, ia pun duduk diatas batang pohon.

"Hmm apa dia meninggalkanmu? Atau dia.."

Jrash...

Aerilyn memukul batang pohon yang didudukinya hingga hancur.

"Khi.. Me..menyeramkan." pikir Fredriks.

"Apa kau mau kubuat seperti pohon-pohon ini?" ucap Aerilyn, ia masih saja dengan nada datar, tapi terlihat tangan kanannya mengepal.

"Ti..tidak.. Ko. Ekhem.. Kenapa kau tak bergabung bersama kita?" tanya Fredriks mengalihkan topik pembicaraan.

"Aku tidak mau, keramaian bukanlah tempat yang cocok untukku"

"Hmm padahal sekali-kali memanjakan diri dan mencari hiburan tak ada salahnya kan."

"Alasan lainnya, aku tak suka telanjang dan memperlihatkan tubuhku pada orang lain." ucap Aerilyn yang kini memeluk lututnya yang ditekuk.

"Kau tidak perlu telanjang, kan masih memakai pakaian renang."

"Itu sama saja, jika tak ada hal penting yang akan kau sampaikan, aku mohon tinggalkan aku sendiri."

"Hm baiklah." Fredriks pun berbalik, ia melangkahkan kakinya dan berhenti.

"Oh iya, andaikan saja kau tersenyum, walau hanya sedikit. Itu pasti membuat mu terlihat sangat mengagumkan, kau tau, kau itu sangat cantik. Bahkan aku sampai jatuh cinta padamu, hanya saja kau selalu murung. Jika bukan aku, aku harap ada orang yang dapat membuat mu tersenyum. Sampai jumpa lagi." ucap Fredriks ia pun berjalan pergi.

"Tersenyum? Benar juga, seingatku sejak aku meninggalkan Kleiss aku belum pernah tersenyum lagi. Kleiss dimana kau? Aku merindukanmu."

Beralih ke angkatan udara. Di ruangan Jendral Erthogrul.

"Tu..tuan Jendral, Arora Kazarina kembali mengamuk." lapor seorang pria dari luar ruangan.

"Cih anak itu."

"Baiklah aku akan segera kesana."

Beralih ke ruang perawatan dimana Arora berada.

"DALE, AGOSTI LEPASKAN AKU.!!! AKU SUDAH SEMBUH." teriak Arora yang terus meronta, ia dipegangi dua pria yang menjadi sahabatnya.

"Te,tenangkan dirimu, kau perlu istirahat." ucap Agosti yang kewalahan.

"Di.. Dia benar, kau harus istirahat, pak jendral belum mengizinkanmu keluar." timbal Dale.

"TAPI AKU SUDAH SEHAT, AYOLAH AKU INGIN KE ANGKATAN LAUT.. HEI LEPASKAN AKU.!!" Teriak Arora, meskipun Agosti memegang kedua tangannya dengan erat dan Dale memegang kedua kakinya sangat erat, tapi.

Duak.. Duak...

Arora berhasil lepas.

"Duh, dia selalu keras kepala." ketus Dale yang tersungkur.

"Wanita yang merepotkan." tambah Agosti yang terkapar dilantai.

"Aku mau keluar.!" tiba-tiba pintu pun terbuka.

"Ya..yang benar saja, masa orang sakit bisa melakukan semua ini." kaget wanita di samping jendral Erthogrul, dialah Sheila. Terlihat semua benda yang ada disana berantakan, meja rusak, laci semuanya berlubang. Ranjang terbelah menjadi dua, layar monitor pendeteksi detak jantung hancur. Kabel selang infus tercecer bersama barang lain dilantai.

"Dia sama sekali tak terlihat sakit."

"Tu.tuan Jendral, aku mohon izinkan aku ke angkatan laut, aku bosan diruangan bau ini." pinta Arora memelas.

"Duh, apa yang harus kuperbuat agar kau mau mengerti."

"A..aku sudah sehat ko, aku dapat menerima pukulan siapapun selain anda, aku mohon."

"Baiklah, terserah kau saja,"

"Whaaa terimakasih banyak." Arora hendak memeluk jendral Erthogrul.

"Tapi.." Jendral Erthogrul menekan kening Arora dengan telunjuknya.

"Rapikan dulu tempat ini, aku ingin ruangan ini bersih dan rapi."

"Eh.. Ta..tapi."

"Jika kau tidak mau, aku tidak akan mengizinkanmu pergi."

"Hm baiklah. Agosti.. Dale ba.."

"Kau yang merapikannya sendirian." potong jendral Erthogrul.

Scene kembali ke pertarungan.

Jendral Zenitya pun melompat tinggi keatas dan bersiap melancarkan tinjunya, hingga jarak mereka sudah dekat dan.

Drink...

Pukulan keras dihantamkan oleh jendral Zenitya, namun ditangkis oleh Jendral Guimor dengan kedua tangannya.

"Jangan sombong dulu." ucap jendral Zenitya, ia pun menekan tangan kanannya lalu dengan cepat menendang perut jendral Guimor.

Buak...

Tendangan telak mengenai perut Jendral Guimor, ia pun terlempar jauh menabrak para penonton, menabrak pohon kelapa dan tertancap disebuah batu yang ukurannya sangat besar.

"Wa..wanita yang sangat kuat." gumam Vils yang ngeri.

"Jika di ingat-ingat, aku pernah melihat kemampuan yang sesungguhnya si jendral wanita itu." pikir Hexari.

Alien Attack : World War Chapter 57 - One Day Without Aliens II : A Strong Woman
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War

Terlihat semua orang bersorak melihat pertarungan itu, ya meskipun terlihat juga beberapa orang meringis kesakitan karna terkena hempasan tubuh jendral-jendral.

"Whoa. Itu adalah tendangan yang sangat kuat, aku sampai tak melihatnya. Perutku juga sangat kesakitan." ucap jendral Guimor yang bangkit dari tempatnya tertancap.

"Kau sama sekali tak terlihat kesakitan." ucap Jendral Zenitya yang berlari kearah Jendral Guimor, dan dengan cepat melancarkan pukulan, sigap jendral Guimor menghindar dan

Duar...

Pukulan keras itu mengenai batu tempat jendral Guimor tadi tertancap, kini batu tersebut terlihat hancur berantakan.

"Saatnya serius?" tanya Jendral Guimor yang berdiri tak jauh dari hadapan jendral Zenitya.

"Tentu saja, ayo kita serius." mata biru Jendral Zenitya pun berubah jadi berwarna merah, rambut pirang nya berubah warna jadi orange ke merahan.

"Jendral wanita itu sangat kuat yah." gumam Hexari.

"Ya, hal itulah alasan mengapa ia sampai sekarang masih perawan" ucap Violin.

"Dia masih perawan? Memangnya berapa usianya?"tanya Hexari kaget.

"Wa..wajar saja, pria normal tak akan mau memiliki istri sekuat itu. Yang ada ia akan cepat mati." ucap Vils.

"Mungkin hanya pria yang memiliki kekuatan sama yang dapat menjadi suaminya." balas Altra.

"Entahlah usianya berapa, tapi dia masih muda dan cantik kan?" balas Violin.

"Ya, lihat saja otot-otot tangannya, kekar."

"Wah jika itu terjadi, aku kepikiran kalau terjadi pertengkaran rumah tangga." ucap Vils

"Kurasa rumah dan beberapa rumah tetangga akan rata dengan tanah, dan suaminya akan jadi kain pel." ucap Hexari yang membayangkan Jendral Zenitya seperti Hulk.

"Kalian berdua terlalu berlebihan." ucap Violin.

Kembali ke pertarungan, para penonton berjalan mendekat ke tempat pertarungan terjadi.

Dink.. Dink.. Dink..

Terdengar benturan keras terdengar diantara pepohonan hutan tepi pantai. Pertarungan mereka sangat cepat dan sengit.

Krak.. Jrash... Duar..

Beberapa pohon pun langsung tumbang karna perbuatan mereka berdua.

"Lu..luar biasa.. Apakah ini kekuatan para jendral yang sebenarnya?"

"Sepertinya begitu."

Ditempat kedua jendral, mereka saling berhadapan dengan tampang menakutkan, terlihat pada keduanya tak nampak kelelahan. Keduanya tak terlihat kelelahan.

"Sudah lama aku tak meregangkan otot-ototku dengan pertarungan, gerakanku jadi sedikit melambat." ucap Jendral Guimor sambil menggerak-gerakan tangan kanannya seolah melepas pegal.

"Hmm tapi kau masih lumayan cepat." ucap Jendral Zenitya.

"Benarkah?"

"Ya, Kita lanjutkan?"

"Tu..tunggu dulu, aku mau buang air kecil."

"Hm yasudah." Jendral Guimor pun berbalik dan melangkahkan kaki, saat ia berada di dekat sebuah pohon yang lumayan besar. Ia pun bukan berjalan kebelakang pohon, tapi malah naik keatas pohon dan kencing diatas pohon.

"Hahaha aku pemadam kebakaran siap memadamkan api hahahah.!i buos.. Buos.." teriaknya sambil membelok kan kekanan kekiri, naik keatas kebawah dan sampai diputar-putar, seolah memegang selang air untuk memadamkan api, posisinya membelakangi Jendral Zenitya.

"Dasar jorok, pipis ko malah dimainin gitu.!" teriak Jendral Zenitya dari kejauhan.

Bersambung..

Tadinya sih mau dibuat endingnya menggantung, tapi kurasa sudah 1000 kata lebih. Jadi endingnya malah lagi kencing deh. Bagian 3 adalah bagian terakhir, setelah itu. kita mulai lagi ke peperangan, dimana Hexari akan kewalahan melawan si armor api.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 58

Sovaren DF F
2017-07-03 00:32:29
para wanita cantik yang sangat menyeramkan karna kekuatannya
Nugroho Hamisetiadi
2017-05-30 01:48:04
LANJUTKEN !!
Kiosuke
2017-04-23 22:45:16
hexari jangan nonton doang maunya,,
Dwi Fitri
2017-04-23 13:48:44
Hanya sweatdroop saat membayangkan tuh jendral
Bocah Redoks
2017-04-22 23:56:59
Pemikiran hexari ada benarnya jg
ThE LaSt EnD
2017-04-22 21:41:48
awal baca dr cptr 56 trasa gak nyambung dr cptr sblumx.. trnyata sengaja memang dibuat 3 chapter khusus..(trmsuk yg cptr 58?)
BeeZero
2017-04-22 04:55:10
wktunya hexari serius !!
chichay
2017-04-21 22:46:54
tua2 ko jrok klkuan jndral guimor
Rudy Wowor
2017-04-21 22:26:26
Aku masih penasaran siapa Kleiss.
T S A
2017-04-21 22:07:24
Arora bakal ketemu Hexari nih
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook