VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 56

2017-04-21 - Alien Queen > Alien Attack : World War
189 views | 14 komentar | nilai: 9.77 (13 user)

Alien Attack : World War Chapter 56 : One Day Without Aliens

Scene berawal di pantai, terlihat Violin sedang tiduran terlentang dan Hexari duduk didepan Violin.

"Ah.. Eemm.. Aww.., pe..pelan pelan dong Hexari, aw.. I..itu sakit tau."ucap Violin yang meringis kesakitan, terlihat ia tak memakai baju.

"Maaf, se.seperti ini." ucap Hexari sambil sedikit mendorong tubuhnya dan seperti menekan-nekan. Violin pun terlihat tubuhnya bergerak seperti ditarik dan di dorong,

"Emm yah, se.seperti itu aw.. Tapi pelan-pelan saja oke." ucapnya sambil terlihat ia memejamkan matanya sambil sedikit meringis,

"Baiklah." terlihat Hexari tak memakai baju, ia mempercepat gerakannya. Beberapa menit pun berlalu.

"Hah..hah..hah.. Tadi itu, Kau sangat luar biasa Hexari, a..aku sampai kelelahan." ucap Violin, keringatnya bercucuran.

"Benarkah, padahal aku tak terlalu cepat." balas Hexari, ia juga berkeringat.

"Huh.. Aku sampai tak dapat mengimbangi kecepatan mu, kau terlalu cepat, aku jadi sangat lemas nih."

"Oh begitu ya, sepertinya aku memang terlalu bersemangat yah."

"Melakukan ini dipantai terasa berbeda tak seperti di tempat lain, ah.. Su..sudah cukup, sudah tak terasa sakit ko." ucap Violin, Hexari pun berpindah tempat.

"Mungkin karna dipantai angin nya kencang dan.."

"Apa yang sedang kalian lakukan disini?" tanya seorang pria, dialah Altra yang tiba-tiba datang.

"Hei." sapa Violin, ia pun duduk.

"Vi.. Vio, dia.. Kakinya terkilir gara-gara terjatuh tadi, aku hanya coba melenturkan sendi yang terkilirnya agar tidak parah." ucap Hexari.

"Benarkah itu? Hexari memijatnya?"

"I.iya, lihat ini," Violin menunjukan pergelangan kaki kanan nya yang terlihat memerah.

"Saat kami tadi balap lari, kakiku terkilir, untung Hexari membantuku, kalau tidak mungkin akan sangat sakit dan membengkak." lanjut Violin.

"Hmm tapi erangan dan ucapanmu tadi terdengar erotis, orang-orang akan salah paham loh. Apalagi kalian tak berpakaian." balas Altra, bahkan ia juga sama tak berpakaian, hanya mengenakan celana pendek.

"Kita kan sedang di pantai, lihat mereka juga tak berpakaian. Meraka hanya mengenakan pakaian renang saja." ucap Hexari sambil menunjuk kearah sekumpulan orang-orang yang sedang bermain. Mereka mengenakan pakaian renang.

"Ahaha, aku sampai lupa. Liburan di angkatan laut memang menyenangkan yah." ucap Altra. Oh ya, Violin mengenakan celana pendek dan kaos olahraga yang panjangnya setengah, jadi dadanya tertutup, hanya saja bagian perutnya terlihat, lupa lagi apa namanya.

"Ti..tidak juga, ditempat ini hampir semua prajurit ingin membunuhku." balas Hexari yang membayangkan tatapan Death Glare para prajurit mengarah padanya.

"Me..mereka menyeramkan, apalagi cewek-cewek liar itu." pikir Hexari yang membayangkan para wanita bergelar knight angkatan laut.

"Sepertinya kau berlebihan, bukannya kau sudah minta maaf pasca kejadian itu." ucap seorang pria yang menghampiri Violin, Altra dan Hexari.

"Hmm perasaan aku pernah melihatmu, tapi dimana yah.." gumam Hexari yang mencoba mengingat, ya seperti yang sudah dikatakan Hexari bukanlah karakter bodoh dan pelupa.

"Apa dia temanmu?" tanya Altra.

"Bukan, aku hanya merasa pernah berjumpa dengannya saja, tapi dimana yah, wajahmu itu emm jujur aku pernah melihatnya. Hei apa kita pernah bertemu sebelumnya?."

"Tentu saja, kau yang waktu itu menyerahkan semua senjata yang kau curi dari angkatan laut padaku. Kau kan calon prajurit yang menghancurkan kapal alien dengan laser itu."

"Hm aku ingat sekarang, kau Knight yang waktu itu,"

"Bukankah kejadian itu sudah lama, itu kan di chapter awal." gumam Violin.

"Akhirnya kau ingat juga. Perkenalkan namaku Vils Snyder, kau bisa memanggilku Vils."

"Hei, apa kalian mengabaikanku?" tanya Violin yang masih duduk.

"Be.benar juga, baiklah, kita pergi ke ruang kesehatan untuk melihat cidera mu." ucap Altra.

"Baiklah." ucap Violin yang langsung setuju, tubuhnya pun diangkat oleh Altra.

"Pe..pelan-pelan," ucap Hexari.

"Huh, kamu sih kenapa tidak berhati-hati, lagipula kalian berdua seperti anak kecil saja, balap lari dipantai." ucap Altra yang membopong tubuh Violin.

"Maaf merepotkanmu." ucap Violin dengan nada lemah.

"Tidak apa-apa, lagipula inilah gunanya aku sebagai sahabatmu, emm mau ku gendong?" tawar Altra.

"Ti..tidak, dibopong saja sudah cukup."

"Jika kau menggendong Vio, bagaimana tanggapan orang-orang nanti." ucap Hexari.

"Benar juga, hmm yasudah" mereka berempat pun berjalan pergi dari tempat itu.

"Ngomong-ngomong, apa kalian sedang memperebutkan sesuatu hingga balap lari segala?" tanya Vils.

"Tidak ada, hanya saja kami membuat perjanjian bahwa siapapun pemenangnya akan mendapat hadiah dari yang kalah."

"Hmm jadi begitu yah."



Alien Attack : World War Chapter 56 - One Day Without Aliens I : Zenitya Vs Guimor
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War

Scene beralih ke tempat utama dimana para prajurit sedang bermain.

"Tak kusangka akan sebanyak ini," ucap Jendral Guimor yang memperhatikan dari jauh, ia memakai celana panjang dan kaos.

"Ya meskipun Warrior, Knight dan Guardian yang datang hanya sebagian saja." balas Jendral Zenitya, ia memakai tantop hitam dan celana panjang loreng.

"Hmm kau tak memakai pakaian renang?"

"Yang benar saja, aku tak memiliki wibawa jika memakai pakaian minim itu, lagipula aku tak suka memperlihatkan tubuhku pada orang lain."

"Begitukah, ngomong-ngomong aku merasa ada yang kurang."

"Apa?"

"Erthogrul, dia tidak datang yah."

"Abaikan saja dia, dia selalu so sibuk orangnya."

"Hmm, kalau begitu bagaimana jika kita bertarung?"

"Hoo.. Kau menantangku, em baiklah. Dengan senang hati." Jendral Zenitya pun mundur beberapa langkah, begitu juga dengan jendral Guimor.

Hexari, Altra dan Vils yang sedang berjalan, Violin yang dibopong Altra melihat hal itu.

"Sepertinya mereka akan bertarung lagi." ucap Altra.

"Benarkah, masa jendral bodoh itu akan bertarung dengan jendral wanita?" ucap Hexari.

"Jangan meremehken Jendral Angkatan Darat." ucap Vils.

"Dia benar, Nona Jendral meskipun seorang wanita, tapi dia sangat kuat loh." timpal Violin.

Kembali ke pertarungan yang akan dimulai.

"Siap,.?" tanya jendral Guimor.

"Mulai.." keduanya maju secara bersamaan dan

Dink.....

Saat tinju mereka beradu, terdengar seperti suara martil yang beradu, terjadilah tekanan udara yang lumayan membuat rambut berkibar. Kedua jendral terlihat tersenyum menakutkan.

Dink.. Dink.. Dink...

Mereka berdua pun saling beradu pukulan, tinju tangan kanan dan tangan kiri mereka sangat cepat dan kuat, hingga terus terjadi tekanan udara yang dihasilkan.

"Li.lihat itu."

"Kedua jendral bertarung."

"Ayo kita lihat."

Pertarungan mereka pun menarik perhatian hingga kurang dari 10 detik, penonton pun didapat.

"Ya.yang benar saja, pu.pukulan mereka terdengar seperti baja yang beradu dengan keras" ucap Hexari merinding.

"Itulah kekuatan para Jendral." ucap Altra.

"A..apakah mereka benar-benar manusia?"

Kembali ke pertarungan. Jendral Zenitya melompat keatas dan langsung melayangkan tendangan kaki secara Vertikal.

Duar..

Terjadi ledakan asap, tepatnya abu pasir pantai. Setelah abu hilang, terlihat Jendral Guimor menangkis tendangan dengan menyilangkan kedua tangannya. Terlihat juga terjadi cekungan tanah tempat berpijak Jendral Guimor.

"Tenaga mu lebih kuat." ucap Jendral Guimor, ia pun memegang kaki kanan Jendral Zenitya dan melemparkannya.

Jendral Zenitya pun terlempar sejauh ratusan meter, menabrak para penonton dan menabrak banyak orang yang sedang berjemur juga bermain.

Duak..

Duak..

"Kyaa..."

"Apa-apaan itu, kekuatan mereka diluar batas manusia." ucap Vils ngeri.

Terlihat jendral Zenitya telah berhenti, posisinya berjongkok dan meluruskan kaki kanannya kesamping, lalu tangan kananny menyentuh tanah menopang tubuhnya

"Lumayan juga, tapi hal itu bukan apa-apa bagiku." Jendral Zenitya pun bangkit dan melompat keatas.

Scene beralih ke tempat Aerilyn, ia sedang berada di hutan tepi pantai tempat ia merenung, atau lebih tepatnya melampiaskan kekesalannya. Terlihat lebih dari 80 pohon hancur, bukan tumbang tapi hancur.

Buak.. Buak...

"Satu hari tanpa Alien memang hal yang langka, tapi bukan berarti aku harus bersantai." gumamnya sambil menghajar sebuah pohon.

Buak.. Jrush...

Pukulan terakhirnya membuat sebuah pohon langsung hancura.

"Eng... Sepertinya itu pohon terakhir, aku sampai tak menyadarinya jika aku telah menghancurkan semua pohon disekitar sini." gumamnya yang bingung karna perbuatannya, semua pohon disana ludes.

"Wah wah wah, tempat ini seperti telah terjadi badai saja." ucap suara pria dari belakang Aerilyn.

Bersambung..

Tiba-tiba aku kepikiran cara untuk memperlihatkan kekuatan para jendral, nah itu kemampuan mereka yang sebenarnya, bahkan mereka belum menggunakan obat (pil dan serum) untuk meningkatkan kekuatan mereka.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 57

Sovaren DF F
2017-07-03 00:31:35
jadi apa ini spesial chapter cerita ini? Perasaan gak ada hubungannya dengan chapter sebelumnya
Nugroho Hamisetiadi
2017-05-30 01:37:33
Wkwkwk,, ah,,uh,,ah,,uh,, 😈😈
Blackpearl Kwon Yuri
2017-04-26 06:47:34
Bener2 erotis, aku malah sampe mendesah saat baca bagian awal
Dwi Fitri
2017-04-23 13:26:46
Ini semacam filler bukan? Aliennya pada kemana kok mereka bisa liburan kwkwk..
Bocah Redoks
2017-04-22 23:45:35
Umm . . . Lebaran monyet nich
T S A
2017-04-21 21:55:18
Lagi liburan yah semua orang
Kiosuke
2017-04-21 19:56:01
kekuatan Hexari yg sebenarnya gimana??
Rudy Wowor
2017-04-21 14:27:18
Setuju sama komen bawah, akan seru jika Hexari ikut bertarung dan bisa mengimbangi para Jendral.
chichay
2017-04-21 12:58:20
apkh crta akn berlnjut.sperti hexari ikut trlbat dlm pertrungan pra jndral krn ksialannya
Kakek
2017-04-21 10:03:37
Apa Aerilyn dan hexari sedang berada di pantai yang sama??
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook