VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 55

2017-04-19 - Alien Queen > Alien Attack : World War
208 views | 13 komentar | nilai: 9.92 (13 user)


Alien Attack : World War Chapter 55

"Kau menggunakannya untuk menyerang makhluk lemah seperti ini?"

"Apa kau tak merasakan sesuatu?" tanya Gaila.

"Apa?"

"Energi kita.." ucap Gaila.

"Te..terkuras.." lanjut Saiken.

"Sial, apa maksudnya semua ini.." ucap Saiken.

"Entahlah, aku juga tidak tau, yang jelas ini adalah bencana untuk kita." balas Gaila.

"Be..benar, kita bahkan kewalahan melawan alien lemah."

Scene beralih ke sebuah, disana terdapat seekor alien aneh yang terdiam, terlihat ada sesuatu yang masuk kedalam benda yang ada di punggungnya.



"Peliharaanmu sangat bagus jendral Jelleian." ucap alien hitam setinggi 2 meter, dialah Jendral Arkaixsta.

"Terima kasih Jendral Arkaixsta, dengan makhluk ini, para manusia pasti akan mati kehabisan energi mereka." balas Jendral Jelleian.

"Tidak, tidak. Para prajurit Jendral Jainneua pasti telah membunuh mereka terlebih dahulu."

"Hahaha kau benar." terlihat tubuh terus menyerap energi. Alien jenis ini memang memiliki kemampuan untuk menyerap energi makhluk hidup yang ditargetkan dalam radius 500 meter.

"Aku rasa semua bintang ini harus turun ke medan perang agar semua manusia yang melawan akan mati."

"Ya, tapi bintang ini sangat lemah, meskipun memiliki kemampuan yang hebat. Tapi tubuhnya sangat lemah."

"Hmm selalu saja ada kekurangannya."

Scene kembali ke tempat Hexari, Ia pun mendarat dengan sempurna.

"Hmm baiklah, masalah pertama telah selesai." gumamnya.

"Sekarang.. Keluarlah.!" tegas Hexari. Seketika api mulai membakar reruntuhan bangunan, api dengan cepat meluas, muncul lah alien berbentuk manusia dari balik kobaran api

"Kurasa aku sudah ketauan yah, hmm kurasa manusia tak terlalu lemah dan payah." ucap alien itu dengan suara wanita. Dialah alien berarmor merah dengan kekuatan api Jendral Jainneua



"Ya, aku tidak menyadari kehadiranmu, kuakui kau hebat dalam bersembunyi. Tapi pedang ini." Hexari menunjukan pedangnya.

"Hiltzailea." kaget alien itu.

"Pedang ini mampu mengetahui keberadaan alien kuat, ya pada awalnya aku tak mengetahuinya, tapi pedang ini selalu bercahaya memberi tanda bahwa ada alien kuat dalam jarak yang dekat." ucap Hexari.

"Jadi Hexagon keparat itu memberikan pedang Hiltzailea pada manusia ini, jika aku dapat membunuh manusia ini, maka.." pikir Jainneua

"Hiltzailea, kau mendapatkannya dari alien bangsa Arya itu kan."

"Kau.. Kenapa kau tau? Kau mengenal Hexagon?"

"Tentu saja, karna aku dan yang lainnya yang telah membunuhnya."

"APA??!!!" Hexari langsung kaget mendengar hal itu.

"Jangan bercanda, dia masih hidup, dia sering mendatangiku."

"Hahahaha, kau bodoh, yang mendatangimu adalah sosok proyeksi pikiran saja, itu adalah sisa kekuatannya yang tertinggal."

"Cih, kau pikir aku akan percaya padamu.? Bodoh." ucap Hexari yang melangkah maju, ia menyeret pedang Hiltzailea.

"Kau masih mau melawanku, meskipun kau tau aku sangat kuat?"

"Tentu saja, tak ada hal yang dapat menahanku untuk menghajarmu. Teman-temanku sudah kujatuhkan, ya meskipun aku akan dapat masalah karna hal itu."

"Hoo Percaya diri sekali kau manusia."

"Sebenarnya tidak juga, aku malah tak yakin akan mengalahkan makhluk merah ini, kurasa kemampuannya setingkat warrior. Ya, dia tandingan Yubel, tapi aku yakin kemampuannya dibutuhkan dalam misi ini, tidak mungkin dibawah sana tak terdapat alien." pikir Hexari yang menghentikan langkahnya.

"Tapi sebaiknya aku coba dulu saja, sudah terlanjur jika mau mundur sekarang." pikir Hexari, ia pun menghunuskan pedangnya dan.

Buak..

Tiba-tiba tendangan keras menghantam perutnya, ia pun terlempar sejauh beberapa meter kebelakang.

"Ce..cepatnya, aku bahkan baru bersiap-siap."

Jainneua terlihat membuat bola api pada kedua tangannya.

Alien Attack : World War Chapter 55 - Flame Alien
Penulis : Alien Queen


Alien Attack : World War

Scene beralih ke tempat Yubel dan yang lainnya.

Mereka jatuh ke sebuah lorong yang di sepanjang dindingnya terdapat obor.

"Hexari keparat itu, apa yang ada di otak bodoh nya sih, dia malah menjatuhkan kita." kesal Yubel yang membersihkan pakaiannya dari debu.

"Dia benar-benar melakukan apa yang ia ucapkan."gumam Aulyn.

"Dan si sialan itu menggunakan bahuku sebagai batu loncatan untuk menyelamatkan dirinya sendiri, aku akan mengingat ini. Awas kau Hexari." geram Neves.

"Em.. Apa yang harus kukatakan yah.. Ows maaf nona, aku tidak memperlakukanmu dengan baik." ucap Vestaka yang masih terkapar, ia terlihat tengkurap dengan tubuh wanita yang tak sadarkan diri itu dipunggungnya.

"Hexari kenapa yah? Biasanya dia punya tujuan lain saat ia melakukan sesuatu yang membuat orang kesal." pikir Violin, ya bagaimana pun ia ingat aksi Hexari di angkatan darat yang mencoba menghancurkan alat pemusnah masal itu, ya saat itu ia mencoba menyelamatkan banyak orang, namun malah aksinya itu membuatnya jadi dibenci.

"Aku mendengar sesuatu, dari arah sana." ucap Aulyn sambil menunjuk kearah lorong dihadapannya.

"Kita urus si pengacau itu lain kali, lagipula terlalu tinggi jika kita naik keatas, selain itu kita juga punya misi." ucap Yubel.

"Mungkin kita bisa menemukan para manusia dan jalan keluar jika menyusuri lorong." ucap Violin.

"Baiklah, kita cek dulu suara apa yang di dengar Aulyn. Emm tapi akan lebih baik jika kita membagi dua tim ini"

"Aku masih linu-linu." gumam Vestaka, ia pun bangkit.

"Biar kugendong dia."ucap Violin.

"Huh.. Benar-benar orang menyebalkan, aku bersumpah tak ingin jadi partnernya." ucap Vestaka yang berjalan paling belakang.

"Apapun yang terjadi, kuharap Hexari baik-baik saja dan semoga saja dugaanku benar, dia menjatuhkan kami kesini untuk menolong kami semua." pikir Violin.

"Jika itu yang kau inginkan, kami setuju" ucap Neves.

"Baiklah, seperti ini, Violin dan Aulyn pergi ke lorong berlawanan, dan aku, Neves dan dia akan pergi ke sumber suara di lorong depan"

"Namaku Vestaka, apa hanya si sialan Hexari saja yang mau menyebut namaku." ucap Vestaka murung.

"Baiklah." mereka pun pergi dari tempat itu, Violin yang menggendong wanita yang diselamatkan itu juga Aulyn berjalan kearah lorong yang berlawanan.

Di tempat Yubel, Tak lama mereka berjalan, terlihat ada cahaya merah api dari ujung lorong yang mereka telusuri.

"Cahaya, semuanya, kalian jangan gegabah dan tetap fokus." bisik Yubel.

"Hm." semuanya mengangguk. Mereka semua pun kembali berjalan perlahan.

"Kenapa sejauh lorong tak ada satupun alien yang kita temui?" tanya Vestaka pelan.

"Mungkin saja para alien berjaga di ujung lorong depan dan ujung belakang." jawab Neves.

"Semoga saja ini bukanlah jebakan." balas Yubel. Sampailah mereka di ujung lorong, terlihat sebuah ruangan yang sangat besar dengan titik tengah terdapat pilar api. Disanalah semua warga kota berada.

"Ki..kita menemukannya." gumam Neves. tapi bukan hanya warga kota saja yang ada disana, sekitar 20 ekor alien berjaga, dan entah berapa banyak yang berada di tempat strategis bersiap dengan senjatanya.

"Rencanaku berantakan gara-gara si bodoh Hexari, namun berkat dia kita menemukan para manusia lebih cepat, namun apa yang harus kulakukan selanjutnya." pikir Yubel.

"Semuanya, jangan ada suara sedikitpun, aku harus melihat situasinya dulu." bisik Yubel. Neves dan Vestaka mengangguk tanda mengerti, namun..

"Hachimm" tiba-tiba Vestaka bersin.

"Dasar bodoh."

Tak..

Neves langsung memukul kepala Vestaka, akibat suara bersin itu, pandangan para alien pun langsung mengarah ke sumber suara.

"Kita ketauan.." panik Vestaka

"Itu gara-gara kau sialan." bentak Neves pada Vestaka.

"Maaf."

Bersambung.

Angkatan udara di tempat para prajurit, para manusia sudah diketahui keberadaannya, Angkatan darat di tempat Yubel juga para manusia telah diketahui keberadaannya. Selanjutnya membahas dimana lagi yah, angkatan udara? Angkatan laut, hmm yang mana yah yang belum di bahas lagi.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 56

Sovaren DF F
2017-07-03 00:30:29
kukira alien itu akan full armor, ternyata seperti itu bentuknya
Nugroho Hamisetiadi
2017-05-24 17:47:05
Akhirnya keluar juga 'kembaran' Hexari,, Vestaka !! Memang pantes kalo jadi 'tandemnya' Hexari !! Konyol !! Ayo semangka,, LANJUTKAN !!
Ade Aja
2017-05-18 18:28:30
Menghadapi Alien yg kuat itu memang ckp menyusahkan, nmun kemampuan Hexari jga gak bisa dianggap remeh. Smoga sja pertarungan Hexari vs Alien api gk gantung...
Zen Kureno
2017-05-04 21:33:05
ketahun ya. Ketahuan gara2 bersin
Bocah Redoks
2017-04-20 22:24:16
ketahuan kan jadinya
Grim Rieper
2017-04-20 20:57:33
Test2 apa sudah bisa coment
ThE LaSt EnD
2017-04-20 15:50:23
Hexari sperti sengaja, agar aksinya tdk dketahui.., yg akhrnya jd slah faham walau sbenarnya ingin menyelamatkn tman2nya.
Dwi Fitri
2017-04-20 04:39:53
Hexari hati2 lawanmu itu kuat loh.. berjuanglah.. :'3
BeeZero
2017-04-19 22:22:08
Yubel itu kuat !! ok next chapt !!
Kiosuke
2017-04-19 17:32:22
banyakin scene sama Hexarinya dong :G
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook