VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 54

2017-04-17 - Alien Queen > Alien Attack : World War
210 views | 14 komentar | nilai: 9.8 (15 user)

Alien Attack : World War Chapter 54

"Serahkan hal itu pada kami." ucap Gilga.

"Hm."angguk Aronia.

"Terakhir, Arana dan Lizi berjaga di belakang memantau dan melindungi kami semua, jika ada hal yang mencurigakan hubungi aku."

"Kami mengerti," ucap Lizi.

"Baiklah semuanya, misi dimulai sekarang." ucap Vilia, terlihat mereka telah sampai di kota. Berbeda dengan tempat Gravrik, disini tak ada sambutan para alien.

Scene beralih ke tempat Hexari dan yang lainnya.

Terlihat Hexari menggendong wanita yang tak sadarkan diri itu, kini ia terlihat menggendong wanita itu dipunggungnya, ia pun menghentakan kakinya.

"Apa yang kau lakukan Hexari?" tanya Violin yang jaraknya memang tak berada jauh dari Hexari.

"Kurasa tempat persembunyian para manusia ada dibawah kaki kita." jawab Hexari cuek yang belum berhenti menghentakan kakinya.

"Apa?" kaget semuanya. Bersamaan dengan hal itu, para alien pun menyerang.

Buak..

"Apa maksudmu?" tanya Yubel yang menendang seekor alien dengan keras hingga membuat tubuh makhluk itu langsung hancur berantakan.

"Ku..kuat sekali, apakah seperti itu para Warrior" pikir Vestaka.

"Aku merasa ada ruang dibawah beton ini, getarannya berbeda. Seperti dibawahnya kosong." jawab Hexari, ia menghiraukan para alien yang menyerang. Salah satu alien hendak menerkamnya dari belakang.

Duar...

Violin dengan cepat menembak makhluk tersebut.

"Kenapa kau bisa tau?" tanya Violin dan Neves secara bersamaan.

"Jika dibalik beton ini ada tanah, bunyi dan getarannya berbeda karna padatan tanah, namun ini terasa kosong, bahkan kakiku merasakannya." jawab Hexari yang masih cuek dengan para alien yang menyerang. Tiba-tiba pedang Hexari pun bercahaya lalu redup. "Bercahaya lagi, jangan-jangan?" pikir Hexari yang melihat pedang digenggamannya.

Aulyn dan Vestaka terlihat fokus menghadapi para alien,

"Di..dia, secepat itu menyadari keadaan, bukan hanya menyadari ada jebakan, tapi ia juga mengetahui lokasi tempat para alien menyembunyikan manusia." pikir Violin, terlihat seekor alien menerjang kearah Hexari dari sisi kanan, Hexari dengan santainya menebaskan pedangnya secara vertikal keatas.

Srat..

Makhluk itu langsung terbelah menjadi dua, terlihat darah makhluk itu mendidih.

Time skip. Aulyn, Vestaka, Violin dan Neves berhasil menghabisi semua alien yang menyerang.

"Para alien penjaga ini sangat lemah." ucap Neves memanggul senjatanya.

"Kita yang terlalu kuat, karna jika para Army dan Soldier yang menghadapinya, para alien ini lawan yang seimbang" balas Vestaka.

"Padahal aku baru menghajar seekor alien, kalian terlalu semangat." ucap Yubel

"Dan kau, kuharap kau tak melakukan hal bodoh lagi, apalagi hal yang dapat mengancam nyawa tim." lanjut Yubel memperingatkan pada Hexari.

"Emm soal itu akan kuusahakan." ucap Hexari enteng.

"Hmm jika markas persembunyiannya ada dibawah, bagaimana caranya kita masuk yah." ucap Violin yang menghentakan senjatanya pada beton yang diinjaknya.

"Entahlah, mungkin hal itu merupakan tantangan lain selain melawan para alien." balas Neves.

"Itu sih tinggal hancurkan saja beton ini." balas Hexari enteng.

"Jangan gegabah, kita tidak tau ada apa dibawah sana, mungkin saja kau salah." ucap Yubel datar

"Vestaka bisa kau gendong wanita ini, punggungku terasa geli karna sesuatu." ucap Hexari menurunkan tubuh wanita itu,

"Geli? Eh benar juga, jika dilihat-lihat wanita itu tak memakai pakaian, ia hanya ditutupi jaket Hexari, jadi dadanya." pikir Neves.

"Baiklah, eh tapi kancingkan dulu jaketmu itu." balas Vestaka.

"Biar aku saja." ucap Violin, ia mengancingkan jaket Hexari yang ada pada tubuh wanita itu.

"Kau mau pamer dada yah, kenapa tidak memakai baju?"tanya Neves.

"Bajuku hangus terbakar ledakan tadi, makanya aku tak memakai baju." bantah Hexari.

"Lalu kenapa tubuhmu masih utuh?" tanya Yubel.

"Ya, kukira kau akan hangus," timpal Neves.

"Kalian benar-benar ingin aku mati yah.!" bentak Hexari.

"Ya" jawab Yubel dan Neves singkat dan datar.

"Lagipula kenapa cuma bajumu yang hangus, celana dan jaketmu tidak." tambah Vestaka yang menggendong wanita tadi.

"Aku membuat pakaian khusus anti api, agar kejadian itu tak terulang lagi." balas Hexari.

"Kejadian itu? Oh iya, jika di ingat- ingat Hexari pernah telanjang bulat dihadapan semua prajurit angkatan darat pasca ledakan pesawat alien. Hmm aku jadi malu memikirkannya." pikir Violin.

"Kejadian ap.." tanya Vestaka terpotong.

"Awas semuanya.." teriak Aulyn karna tiba-tiba sebuah bola api melesat kearah mereka.

Dum..!!! Bhuwos.!!

Karna teriakan Aulyn, semuanya sigap menghindar kecuali Hexari, ia malah diam saja dan ialah satu-satunya yang kena.

"Hexari..!" teriak Violin.

"Semuanya, berhati-hatilah." ucap Yubel yang bersiaga, tiba-tiba dari langit muncul lagi sekitar 4 buah bola api dan langsung melesat kearah mereka.

"Menghindar.."

Dum...!!! Bhuwoss..!!!

Api pun membakar reruntuhan tempat itu.

"Gawat, ini memang tak sekuat misil-misil tadi, tapi tetap saja berbahaya."

"Semuanya kemarilah." ucap Hexari, ia terlihat baik-baik saja dan tetap berdiri dari tempatnya, terlihat api pun telah padam.

"Apa?" sentak Yubel.

"Ada satuhal yang ingin ku beritau pada kalian."

"Katakan saja." ucap Neves.

"Maka dari itu kemarilah.." Semuanya menghampiri Hexari.

"Ada apa Hexari?" tanya Violin.

"Sepertinya semua ini tak berjalan sesuai rencana." ucap Hexari.

"Ini semua gara-gara dirimu, bodoh" balas Yubel,

Terlihat sebuah bola api muncul lagi dari langit.

"Bersiap-siaplah." ucap Yubel,

Hexari melihat beton yang menjadi lantai telah retak karna serangan tadi.

"Yosh, jika sudah begini tinggal hancurkan." ucap Hexari.

"Apa?"

"Jangan lakukan i.."

Hexari pun menusukkan pedangnya ke beton yang retak itu dan.

Krak.. Bruak...

"Apa yang kau lakukan sialan." teriak Yubel.

"Kau" geram Neves. Beton yang mereka pijak hancur dan mereka semua akhirnya jatuh kebawah.

"Apa yang kamu lakukan Hexari?" teriak Violin.

"Aku pinjam pundakmu." ucap Hexari pada Neves tanpa menanggapi ucapan yang lainnya.

Hexari pun menginjak pundak Neves dan menggunakannya sebagai batu loncatan, Hexari kemudian melompat keatas sangat tinggi.

"Hexari Sialaaann.!!!"

Sementara yang lainnya jatuh.

"Semuanya, maafkan aku. Tidak ada cara lain selain melakukan hal ini."

Alien Attack : World War Chapter 54 - Depleted Energy
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War

beralih ke tempat Altra dan yang lainnya. Di tempat Altra

Terlihat ia membaringkan tubuh Lora dengan terlentang, ia pun mengobati luka di kaki Lora.

"Entah kenapa, aku merasa sangat kelelahan, padahal aku tak merasa aku banyak bertarung, tapi kenapa energiku terasa berkurang drastis." gumam Altra yang mengelap keringatnya.

"Apa ini cuma perasaanku saja atau memang kenyataan." lanjutnya.

Beralih ke tempat Vardex.

"Jangan so keren." ucap Vardex sambil berusaha berdiri.

"Ahaha kau benar-benar membosankan." balas Hans.

Deg..

Hans tiba-tiba tersentak.

"Apa itu barusan." ucap Hans.

"Oey jangan bengong, lihat banyak alien sialan yang menyerang." ucap Vardex yang kembali jatuh terduduk.

Bersamaan dengan itu para alien langsung menyerbu Hans, jumlahnya malah bertambah.

"Yang menyerang hanya kumpulan alien lemah, aku bisa mengatasinya." ucap Hans yang menyiapkan senjatanya, kumpulan alien pun maju menyerang mereka berdua.

Namun saat Hans mulai berlari, ia terlihat tak sehat.

"Seperti yang kuduga, energi ku memang terkuras banyak, hal itu juga terjadi pada Hans." gumam Vardex.

Buak..

Jrash...

Hans dengan cepat menghajar para alien yang menyerang.

"Tak peduli aku kelelahan, aku akan menghajar mereka semua." pikir Hans.

Jrash..

Setelah Hans menjatuhkan salah satu alien, tiba-tiba seekor alien melayangkan kaki yang runcingnya secara vertikal, sigap Hans melompat mundur.

"Hampir saja."

Bziuw..

Sebuah tembakan cahaya melesat kearah Hans dan

"Ukh.." Peluru cahaya sukses menyerempet bahu kirinya.

"Sial.." Hans pun tetap berdiri, ia merasakan energinya berkurang drastis.

"Vardex, energiku berkurang drastis, apa kau..."

"Itu yang kurasakan sejak tadi, makanya dari awal pertarungan aku terlihat lemah." potong Vardex.

"Bukan hanya kau, aku juga."

Beralih ke tempat Gaila.

"Terimakasih kau sudah datang, sepertinya aku sedikit tertolong." ucap Gaila. Saiken dan Gaila pun saling membelakangi.

"Kawan?." tanya Saiken.

"Ada apa?" ucap Gaila.

"Kau sepertinya terlihat kurang sehat."

"Mungkin ini efeknya."

"Kau menggunakannya untuk menyerang makhluk lemah seperti ini?"

"Apa kau tak merasakan sesuatu?" tanya Gaila.

"Apa?"

"Energi kita.." ucap Gaila.

"Te..terkuras.."

Bersambung.

Ada yang bilang tim Altra terlihat sangat lemah karna kewalahan menghadapi alien lemah, dan inilah alasannya, energi mereka terasa terkuras. Apa alasannya? Mungkin akan dijawab di chapter berikutnya.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 55

Sovaren DF F
2017-07-03 00:29:05
misteri baru, ada apa gerangan mengapa energi mereka dapat terkuras
Nugroho Hamisetiadi
2017-05-24 17:29:09
Emangnya kalo menggendong orang gak pake baju itu geli ya ?!? Wkwkwk,, pengen dong,, 😻😻
Ade Aja
2017-05-18 18:10:47
Sprtinya prajurit2 yg tgguh blm ada yg tewas, jka ia. Apkh ada scene yg ckp menyedihkan kelak engkau buat Aerilyn...
Zen Kureno
2017-05-04 21:19:01
mungkin akan terjawab
Bocah Redoks
2017-04-20 22:16:27
baru sempat baca lagi
ThE LaSt EnD
2017-04-18 19:54:15
eh? sejak kpan pakai celana anti api...
chichay
2017-04-18 19:44:47
hexari mengorbankan drinya lg.
Dwi Fitri
2017-04-18 05:17:32
aku baca secara offline aja yah.. sepertinya agak panjang.. sebelum gratisan internet ini habis
wahyu
2017-04-18 03:06:38
Akhirx vt kembali dan cerita kesukaanq rilis juga Asiiiiiik......
T S A
2017-04-17 22:23:37
Wahh Hexari bakal bertarung sendiri nih
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook