VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 53

2017-04-09 - Alien Queen > Alien Attack : World War
183 views | 9 komentar | nilai: 10 (10 user)

Alien Attack : World War Chapter 53

Saat jarak Hexari dan wanita itu sudah dekat, Hexari langsung melompat kearah para Alien berukuran sebesar anjing yang jumlahnya banyak. Ia mengayunkan pedangnya keatas bersiap menebaskan pedangnya.

"Hyaaat.." Sebelum Hexari sampai, tubuh para makhluk itu mengembung dan..

Duar.., duar.. Duar.. Duar..

"Sudah kuduga ini jebakan." gumam Yubel yang menghentikan langkahnya.

Belum berhenti disitu, puluhan misil yang entah datangnya darimana langsung melesat kearah tempat Hexari dan Yubel berada.

"Apa? Sialan.."

Duar..!!! Duar..!!! Duar..!!!

Terlihat terjadi ledakan lumayan besar beruntun bagaikan drum penuh minyak yang diledakan.

"Hexari..!!!"

"Ketua..!!!"teriak ketiganya, semuanya terkejut kecuali. Semuanya pun berlari kearah ledakan.

"Bodoh, jebakan seperti itu tetap saja kena, dasar manusia payah." ejek salah satu alien dari kejauhan.

"Hahahaha, itulah manusia, mudah ditipu."

Ditempat ledakan terjadi, Yubel keluar dari api bekas ledakan tanpa tergores sedikitpun.

"Ketua, apa anda baik-baik saja?" tanya Neves dari belakang.

"Ledakan kecil seperti itu takkan mampu melukaiku."

"Hexari..!!" teriak Violin yang hendak menuju kearah tempat ledakan dimana Hexari berada.

"Jangan kesana, berbahaya.!" cegah Vestaka.

"Aku tidak yakin anak itu akan selamat." ucap Yubel menatap kearah api yang membakar.

"Huh itu hampir saja." ucap Hexari, terlihat dari kobaran api terdapat sebuah siluet bayangan.

Hexari pun melompat keluar dari sana. Terlihat ia tak memakai jaketnya, jaket yang ia kenakan kini menyelimuti tubuh wanita yang ia gendong di tangan kirinya. Tangan kanannya memegang pedang Hilzailea.

"Wanita itu seperti kucing saja kau gendong seperti itu!" gumam Vestaka, ya memang benar saja, terlihat memang wanita itu di apit tangan kiri dan tubuh Hexari, ia seperti mengais binatang peliharaan.

"Ba..bagaimana bisa kau tak terluka sedikitpun.." ucap Neves tak percaya.

"Seharusnya tubuhmu hancur." tambah Yubel.

"Hah? Kalian berharap aku mati yah?" bentak Hexari yang kesal.

"Kau ternyata bisa membaca pikiranku."balas Neves.

"APA KAU BILANG?? "

"Em... Sepertinya kita kedatangan musuh." ucap Aulyn.

"Apa?" terlihat dari atas mereka terdapat sebuah UFO, disana keluarlah beberapa jenis Alien yang langsung mengepung.

"Cih, dasar. Lihatlah, ini semua gara- gara perbuatan bodohmu yang so pahlawan." ucap Yubel pada Hexari.

"Mau bagaimana lagi, aku tak bisa membiarkannya mati kan." balas Hexari.

"Naif sekali." balas Yubel yang menyiapkan senjatanya.

"Lagipula aku sudah tau ko bahwa ini adalah jebakan."

"Jika sudah tau kenapa kau tetap pergi hah?" bentak Neves.

"Ya itu benar, bagaimana jika perbuatanmu membahayakan nyawa kita." tambah Vestaka.

"Hexari sudah tau bahwa ini jebakan.?? Jangan-jangan.." pikir Violin menatap kearah Hexari.

"Ada apa?" tanya Hexari yang menyadari ia ditatap Violin.

"Hexari kau.."

"Stt.." Hexari menempelkan telunjuknya ke bibirnya.

"Ia menolong kami, bukan hanya wanita itu, tapi dia juga menolong kami. Misil sebanyak itu pasti ditargetkan untuk meledakan kami, mungkin Hexari dan ketua Yubel akan selamat, tapi kami berempat? Sudah pasti kami akan mati." pikir Violin.

Hexari masih berdiri santai walaupun terlihat di depan para alien mulai menyerang.

Alien Attack : World War Chapter 53 - First Attack
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War

Scene beralih ke angkatan laut, tepatnya di tempat Gravrik.

"Hei, kenapa dari tadi kau tak berbicara sedikitpun,? para pembaca tak menyadari keberadaanmu loh. Dari awal pula." tanya Vils pada Ruka.

"Entah, mungkin aku sedang tak ingin." jawab Ruka.

"Apa kau sedang 'itu'?" tanya Karui.

"Emb.. Kenapa kau bertanya hal seperti itu saat ada pria disekitarmu?" bentak Gravrik.

"Dasar bodoh." ucap Karina.

"Eh.. Maafkan aku, aku reflek berbicara." ucap Karui, sementara Ruka seperti Aerilyn, hanya diam tak menanggapi.

"Teman-teman, sebentar lagi kita sampai, persiapkan diri kalian semua." ucap Gravrik yang terlihat serius.

"Aku malas bertarung di darat, gerakan kita jadi terbatasi" ketus Karina,

"Ya, darat bukanlah habitat kita." tambah Karui.

"Kalian benar, kita memang mendapat arena yang tidak menguntungkan, tapi hal itu bukanlah alasan untuk kita kalah ataupun menyerah, bagaimana pun kita adalah prajurit yang bertugas melindungi para manusia dari alien." balas Gravrik.

"Ketua benar, kita akan memenangkan peperangan ini dan menyelesaikan misi meskipun kondisi tempat tak memungkinkan." balas Karina.

"Mudah mengatakan, tapi sangat sulit dilakukan. Apalagi musuh yang kita hadapi adalah alien darat, mungkin dalam waktu singkat kita akan mati." balas Ruka datar.

"Oey, setidaknya jangan membuat kita patah semangat dong." ucap Vils drop.

"Ya semoga saja hal itu tak terjadi, aku harap misi berjalan dengan lancar." balas Gravrik.

Terlihat tak jauh di depan terdapat bangunan-bangunan yang sudah runtuh.

"Itu kota nya."
ucap Aerilyn.

"Kau benar, teman-teman bersiaplah, siapkan diri kalian ma.."

Bruak... Duar...

Belum selesai Gravrik mengucapkan kata-katanya, tiba-tiba mobil yang ia kemudikan langsung terkena serangan.

"Mereka menyerang." ucap Aerilyn datar, namun terlihat ia telah bersiap bertempur.

"Bagaimana ini ketua?" tanya Vils.

"Tenang , lihat ini" ucap Gravrik, terlihat muncul senapan mesin di depan mobil.

Dor...dor..dor..dor..

Senapan mesin itupun menembaki para alien yang menyerang.

Bruak...

Tiba-tiba bagian atas mobil menjadi cembung seolah tertimpa batu besar.

"Apalagi ini.."

"Semuanya, perang dimulai." ucap Gravrik.

Beralih ke tempat Vilia.

"Semuanya, kurasa jarak kita ke kota sudah tak jauh. Persiapkan diri kalian." ucap Vilia

"Baik." jawab semuanya.

"Kita bagi tim ini menjadi beberapa kelompok.

Navira dan Aku akan langsung menyerang kota untuk mengalihkan perhatian, kemungkinan akan ada para alien yang berjaga. Kau bersedia?" ucap Vilia.

"Aku sanggup ketua." balas Navira.

"Aronia dan Gilga cari jalan untuk masuk ke tempat para manusia di sembunyikan. Bagaimana?"

"Serahkan hal itu pada kami." ucap Gilga.

"Hm."angguk Aronia

"Terakhir, Arana dan Lizi berjaga di belakang memantau dan melindungi kami semua, jika ada hal yang mencurigakan hubungi aku."

"Kami mengerti," ucap Lizi.

"Baiklah semuanya, misi dimulai sekarang." ucap Vilia, terlihat mereka telah sampai di kota. Berbeda dengan tempat Gravrik, disini tak ada sambutan para alien.

Bersambung.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 54

Sovaren DF F
2017-07-03 00:28:08
apa yang dimiliki hexari? Ko dia gak terbakar hangus? Atau terluka
Ade Aja
2017-05-18 17:57:12
Wlw sllu dianggap pengacau,, tetapi Hexari bsa membca situasi, hingga nyawa tmn2nya bsa trselamatkan. Yah wlw mereka sdkit tak menyadariny sich, good job Hexari...
Zen Kureno
2017-05-04 21:08:00
apa habitat laut enda bisa didarat?
Rudy Wowor
2017-04-19 15:33:56
Hexari emang keren, itulah yang kusuka dari Hexari.
Bocah Redoks
2017-04-18 14:49:21
fiuuhh. ceritanya makin menegang kan
T S A
2017-04-17 22:10:24
Ohh...ternyata itu tujuan hexari maju duluan
BeeZero
2017-04-09 21:29:43
ok next chapt !
Alien Queen
2017-03-22 13:27:03
enggak tau harus komen apa, tapi komentari biar nambah poin,meskipun cuma 3 poin tapi jika 200+ cerita kan lumayan.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook