VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 52

2017-04-04 - Alien Queen > Alien Attack : World War
208 views | 15 komentar | nilai: 9.69 (16 user)

Alien Attack : World War Chapter 52

"Dasar bodoh, bukannya sudah kukatakan jika berpencar ada kemungkinan kita akan terdesak, lagipula kita belum tau jenis alien yang menghadang kita. Kita bahkan tidak tau sekuat apa alien yang akan kita hadapi. Setidaknya jika melakukan nya bersama maka kita bisa saling melindungi satu sama lain kan.!" tegas Yubel.

"Ya ya aku mengerti, ayo berangkat." ucap Hexari yang bangkit dari duduknya.

"Dan satu lagi, pastikan kau tidak mengacau." ucap Yubel yang memperingatkan pada Hexari.

"Aku tidak berjanji."

"Merepotkan sekali." gerutu Yubel sambil berjalan paling depan diikuti oleh yang lainnya.

"Kota ini benar-benar hancur.." pikir Aulyn yang melihat ke sekitar, terlihat memang pemandangan kota yang telah berubah menjadi reruntuhan.

"Ada apa?" tanya Vestaka pada Aulyn. Aulyn hanya menggeleng pelan.

"Sejak pertama berangkat hingga sekarang kau belum mengucapkan sepatah kata. Apa ada masalah.?" tanya Yubel.

"Mungkin saja dia membenci Hexari dan orang itu." ucap Neves.

"Oey apa maksudmu?" ucap Hexari dan Vestaka serempak.

"Dan apa maksudmu orang itu? Kau tak tau namaku, bukankah tadi sudah berkenalan." geram Vestaka.

"Kita semua adalah teman, jangan pernah sungkan untuk berbicara atau sekedar mengobrol." ucap Violin yang berjalan di samping Aulyn.

"Hmm." Aulyn hanya mengangguk dan mengalihkan pandangan.

"Aku malas mengingat nama orang yang tak berguna sepertimu." ejek Neves.

"Apa kau bilang?!" ucap Vestaka dengan nada tinggi.

"Dia bilang kau tak berguna." balas Hexari datar.

"Emm.. Anu.." Aulyn terlihat hendak mengatakan sesuatu, tapi sepertinya ia gugup untuk berbicara.

"Jangan diperjelas juga." balas Vestaka yang panas. Padahal cuaca teduh.

"Diam.!!! Jika kalian berisik maka kita akan ketauan para alien itu." bentak Yubel. Seketika semuanya hening.

Semuanya kembali melanjutkan langkah kakinya, kali ini tak ada suara yang dikeluarkan oleh masing-masing mulut.

"Kyaaa.."
tiba-tiba terdengar suara jeritan seorang wanita,

"A..ada manusia?" gumam Neves, seketika semuanya hendak berlari namun.

"Tunggu dulu, jangan ada yang bergerak." tahan Yubel, ia melihat kesana kemari.

"Apalagi? Bukankah misi kita adalah menyelamatkan manusia?" ucap Hexari.

"Ada apa ketua?"tanya Violin.

Yubel tak menanggapi.

"Kyaa. ... Tolong.." jerit suara wanita itu, kini terlihat seorang wanita berlari keluar dari balik reruntuhan. Terlihat Hexari dan Vestaka menyiapkan senjatanya masing-masing, mereka berdua sudah bersiaga.

"Pokoknya diam dulu." ucap Yubel.

"Mana mungkin aku diam saja ketika ada orang yang membutuhkan pertolongan." ucap Hexari, terlihat kini wanita itu dikejar banyak makhluk kecil.

"Itu dia." ucap Vestaka sambil menunjuk kearah wanita yang sedang berlari.

"Jangan ada yang bergerak, kemungkinan ini adalah perangkap yang disiapkan oleh para alien." ucap Yubel.

"Ja..jadi kita sudah ketauan?" tanya Neves.

"Mungkin saja." balas Yubel.

"Itu yang hendak ingin kukatakan, kita sudah ketauan." pikir Aulyn.

"Hah terserah mau jebakan atau bukan, yang penting ada orang yang harus diselamatkan." teriak Hexari yang berlari maju kedepan.

"Oey tunggu dulu, dasar bodoh.!" teriak Yubel, ia pun berlari menyusul Hexari.



Alien Attack : World War Chapter 52 - Trap
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War

Beralih ke angkatan udara. ditempat Agosti dan Laura.

Sekitar 12 ekor alien binatang maju kearah mereka berdua.

Dor..dor..dor..dor...

Namun semuanya tumbang dengan mudah oleh Agosti,

"Ayo masuk.." teriak Agosti yang maju duluan.

"Baik." balas Laura yang menyusul dari belakang.

Saat Agosti akan masuk ke pintu UFO itu, tiba-tiba peluru cahaya melesat kearahnya. Bukan hanya satu tapi banyak. Sigap Agosti mengaktifkan pelindung berwarna hijau.

"Serangan yang payah." ucap Agosti, senjata di pundaknya mulai bergerak membidik.

"Jangan Agosti." tahan Laura yang berteriak dari belakang.

"Jika kau menembak, maka ada kemungkinan para manusia yang ada di dalam ikut tertembak." lanjutnya.

"Benar juga." Agosti pun membatalkan tembakan, setelah peluru cahaya berhenti, ia berlari masuk kedalam, diikuti Laura.

Setelah masuk, sekitar 6 alien dengan senjata yang di todongkan kedepan telah menyambut, saat mereka akan menembak, dengan cepat Agosti melompat dan mengambil pedangnya, kemudian ia langsung menebas semua alien di hadapannya.

Crat.. Crat.. Crat..

Laura pun sampai di pintu masuk,

"Alien lemah seperti ini ditugaskan untuk menghadang warrior? Jangan bercanda." ucap Agosti.

"Kau baik-baik saja?" tanya Laura dibelakang Agosti.

"Tentu saja, alien seperti itu sangat lemah, mana mungkin dapat melukaiku." ucap Agosti.

"Hmm aku merasa ada hal yang janggal," ucap Laura.

"Apa itu?"

"Emm apapun itu mungkin hanya perasaanku saja. Sebaiknya ayo kita cari ruangan dimana para manusia berada."

"Ya,"

Mereka berdua pun berlari masuk lebih dalam, lorong demi lorong mereka lewati hingga. Tak jauh dari sebuah lorong ada seorang pria yang sedang duduk.

"I..itu ada seseorang." ucap Laura sambil menunjuk kearah pria tersebut.

"Kau benar, ayo kita kesana." ucap Agosti, mereka berdua pun berlari menghampiri pria itu.

"Apa kau baik-baik saja?" tanya Agosti pada pria itu.

"Ukhuk.." pria itu memuntahkan darah.

"Bertahanlah." ucap Laura.

"La..larilah.. I..ini ukhuk..je..jebakan.." ucap pria itu yang terbata.

"Apa?"

Setelah pria itu mengucapkan kata-kata, tiba-tiba kulitnya mengembung bagaikan balon dan

Duar...

Kembali ke tempat Hexari.

"Berhenti disana dasar bodoh."teriak Yubel dari belakang Hexari.

"Kau saja yang berhenti, aku akan tetap maju. Aku tidak peduli jebakan atau bukan." balas Hexari yang masih berlari.

"Dasar pengacau."

Saat jarak Hexari dan wanita itu sudah dekat, Hexari langsung melompat kearah para Alien berukuran sebesar anjing yang jumlahnya banyak. Ia mengayunkan pedangnya keatas bersiap menebaskan pedangnya.

"Hyaaat.."

Sebelum Hexari sampai, tubuh para makhluk itu mengembung dan..

Duar.., duar.. Duar.. Duar..

"Sudah kuduga ini jebakan." gumam Yubel yang menghentikan langkahnya.

Bersambung.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 53

Sovaren DF F
2017-07-03 00:27:05
sepertinya hexari pextragon mulai berulah lagi
Zen Kureno
2017-05-04 20:54:14
benar2 engga nurut si hexari
Kleiss Effortles
2017-04-07 04:40:22
Ngasih nilai dulu ah, bacanya nanti belakangan.
ZENA LEO MONSTA X
2017-04-07 04:26:15
Dasar pengacau, dilain pihak ia itu baik tapi kadang membuat orang lain kesal
SESHOMARU INU
2017-04-07 04:21:24
Dasar hexari, selalu saja seenaknya
Bocah Redoks
2017-04-06 10:13:07
kayaknya kedatangan mereka semua sudah d tunggu
Rudy Wowor
2017-04-05 00:43:43
Jarang muncul lama, setelah muncul lama langsung kena ledakan, kasihan Hexari.
Kiosuke
2017-04-04 23:40:07
yaa bagaimana pun Hexari susah di atur,,
T S A
2017-04-04 22:22:34
Hexari selalu maju duluan
Ade Aja
2017-04-04 19:41:30
Emm,, menggelembung n meledak, bisa jdi mereka yg terkena cairan ledakan akan tertular. Atau hnya berimbas menyelakai se2org tsb hingga terluka parah. Tpi Hexari pengecualian..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook