VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 50

2017-04-01 - Alien Queen > Alien Attack : World War
214 views | 12 komentar | nilai: 9.75 (12 user)

Alien Attack : World War Chapter 50

Sheila dan Keil pun bersiap menghancurkan kaca yang terdapat pada UFO itu. Namun tiba-tiba para alien yang terbang itu menyerang mereka berdua.

"Sepertinya akan sedikit sulit." ucap Keil yang menembaki para alien yang menyerangnya.

"Ya, tapi kita tak boleh menyerah. " balas Sheila.

Ditempat Chester, ia berlari kedepan, menembak seekor alien yang hendak menyambar Aruki.

"Terima kasih banyak." teriak Aruki.

Tak berhenti disitu, Chester melompat keatas dan mencabut pedangnya, ia menebaskan pedangnya kearah seekor alien yang terbang kearahnya.

Srat...

Tubuh alien itu terbelah menjadi dua bagian.

"Bagaimana?" tanya Chester yang mendarat, terlihat Iliya memperhatikan, ia pun berlari keujung pesawat. Ia menembakan peluru dari senjatanya berturut- turut. Tak berhenti disitu, ia kemudian melompat dari ujung pesawat ke punggung salah satu alien, ia menembaki alien lain sambil menunggangi seekor alien.

"Wah mereka pamer." ucap Aria setelah menebas seekor alien.

"Aku juga tak akan kalah." teriak Aley yang mendarat diatas tubuh seekor alien setelah ia mematikan sayapnya.

"Bodoh." gumam Lemy.

Setelah alien itu terbang diatas pesawat, Iliya menembaki kepala makhluk itu dan mendarat tepat di hadapan Chester. Mereka saling bertatapan ala Alisa dan Lenka diatas pesawat. :v

Mereka berdua pun saling melompat kedepan dan menebas alien yang ada dibelakang, Iliya menebas alien dibelakang Chester. Chester menebas alien dibelakang Iliya.

"Mereka hebat." gumam Aria yang berjalan santai, seekor alien hendak menyambarnya dari sisi kiri, ia menebaskan pedangnya secara vertikal dari bawah keatas tanpa melirik.

Lemy terbang lebih tinggi, namun sekitar 4 alien menuju kearahnya.

"Jangan mengikutiku sialan." teriak Lemy yang mengarahkan senjatanya ke bawah.

Dor.. Dor.. Dor.. Dor...

Ia menembak semua alien yang mengikutinya. Aley menebas alien yang di tungganginya, ia pun jatuh ke punggung alien lain, ia kemudian menusuk punggung alien itu dan mencabut pedangnya, sayapnya kembali dinyalakan.

Seekor alien hendak menyambarnya dari depan dan dengan cepat Aley melemparkan pedangnya dan.

Sleb..

Pedang tepat mengenai kepala makhluk itu, ia pun terbang kearah alien itu dan memegang pedangnya, lalu menebaskannya keatas.

Beralih ke tempat Hexari.

"Sepertinya telingaku akan tetap merah dalam waktu lama." gumam Hexari.

"Sebentar lagi kita sampai, kalian semua bersiaplah." ucap Yubel yang fokus mengemudi.

"Apa anda punya rencana?" tanya Violin.

"Seperti itulah, semoga saja para alien belum berangkat." jawab Yubel.

"Vi..violin, apa boleh aku bertanya sesuatu.?"tanya Neves.

"Tumben kau menyebut namanya dengan benar." ucap Hexari yang memotong.

"Diamlah." bentak Neves.

"Sebaiknya jangan ikut campur urusan orang."gumam Vestaka.

"Apa itu?" balas Violin tanpa berbalik atau tanpa melirik.

"Kita sampai, semuanya, dari sini sebaiknya kita jalan kaki." ucap Yubel yang menghentikan mobilnya, hingga Neves pun mengurungkan niatnya.

Kembali ke tempat Hexagon.

"Hemm baiklah, kau yakin tidak mau kucium? Aku tidak keberatan ko." goda wanita itu.

"Ti..tidak mau.." tolak Hexagon yang perlahan mundur, namun dengan cepat wanita itu merangkul Hexagon tapi, ia menembus tubuh Hexagon.

"Proyeksi pikiran? Kau mendatangiku dengan hal itu?" ucap wanita itu yang kesal.

"Untuk berjaga-jaga."

"Huh, kenapa? Kenapa kau menolak, apa aku kurang cantik menurutmu? Apa tubuhku kurang ideal bagimu?"

"Se..sebenarnya kau adalah wanita yang sangat cantik, hanya saja emm bagaimana yah.. Aku menolak bukan karna kau tidak cantik atau apapun, tapi aku punya alasan lain.. Sudahlah, lupakan itu, ayo segera bergabung dengan yang lain."

"..huh.." wanita itu terlihat kesal, ia mengembungkan pipinya.

Mereka berdua pun terbang pergi dari tempat itu.

Time skip.

Alien Attack : World War Chapter 50 - Barokka Aire III
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War

Beralih ke sebuah tempat.

Terlihat seorang pria sedang duduk diatas batu. Pria berambut merah panjang.

Tak lama Hexagon dan wanita tadi muncul.

"Wow kau mewarnai rambutmu yah." ucap Hexagon yang melihat kearah pria rambut merah tersebut.

"Ya, aku tidak mau warna rambut itu." jawabnya cuek.

"Itu warna yang cocok untukmu." ucap si wanita.

"Terimakasih. Bagaimana keadaan Aerilyn?" tanya pria rambut merah.

"Dia baik-baik saja, dia semakin kuat dan cantik."

"Syukurlah."

"Tubuhmu? Proyeksi pikiran lagi.?" tanya pria rambut merah.

"Yap, benar." jawab Hexagon

"Kenapa kau tak datang dengan tubuh aslimu hah?"

"Emm karna aku tidak mau."

"Yang benar saja, jangan bilang kau sedang itu."

"Ya, aku sedang itu."

"Apa sih yang kalian bicarakan?" potong si wanita.

"Tidak ada,"

"Ekhem, yang jelas untuk saat hanya ini proyeksi pikiran saja yang bisa kubuat untuk bertemu kalian, aku harap kalian mengerti."

"Hm yasudahlah."

Tak lama datanglah seorang wanita yang duduk diatas seekor lebah besar, terlihat jumlah lebah sekitar 8 ekor.

"Uwaaa besar sekali." kaget pria rambut merah hingga ia mundur beberapa langkah kebelakang.

"Hai semua," sapa wanita itu dengan tersenyum manis.

"Apanya yang besar?"tanya Hexagon.

"Dadanya, eh maksudku lebahnya." jawab pria rambut merah.

"Hm jika diingat ingat madu di planet bumi memang kecil yah." gumam Hexagon.

"Mau madu?" tawar wanita itu, ia masih duduk diatas lebah.

"Tentu saja, Aku mau." ucap Hexagon.

"Kau kan proyeksi pikiran!" gumam pria rambut merah.

"Hmm aku juga." ucap si wanita.

"Kamu mau?"tanya wanita lebah itu.

"Apa-apa.. Apa lebah itu juga alien?" tanya pria rambut merah gugup.

"Bukankah kalian para manusia menyebut makhluk yang hidup diluar planet bumi adalah alien?" balas Hexagon yang balik bertanya.

"Benar juga, apa madu itu aman bagiku?"

"Apa manusia suka makan madu? Kurasa madu planet bumi dan planet ku tak jauh berbeda. Coba saja." ucap wanita yang duduk diatas lebah, ia masih tersenyum.

"Baiklah."

"Bagaimana pemantauan kalian?" tanya Hexagon membuka topik.

"Belum membuahkan hasil." jawab pria rambut merah.

"Lokasi para alien belum ditemukan,"

"Ya tapi aku dan Hexagon berhasil menyusup ke markas jendral merah itu." ucap wanita yang berdiri disamping Hexagon.

"Benarkah?" tanya pria rambut merah.

"Ya, kami bahkan membuat sedikit kekacauan."

"Kami tak sengaja menemukan pesawat jendral wanita kejam itu, jadi kami memutuskan menjahilinya." tambah Hexagon.

"Dasar Hexagon atau bisa kusebut ..."

"Ettt.." dengan cepat Hexagon membekap mulut pria rambut merah itu.

"Sebaiknya jangan menyebut nama asliku." ucap Hexagon melepas bekapan.

"Kenapa tidak boleh?"

"Biar semakin misterius saja, dan kau. Aku juga tak akan menyebut namamu, agar kau menjadi sosok pria misterius berikutnya."

"Eng... Aneh, bukannya lebih bagus kalau kita saling menyebutkan nama agar lebih jelas."

"Ya, tapi belum tepat waktunya."

"Lalu bagaimana dengan langkah selanjutnya?" tanya wanita yang ada diatas lebah.

"Akan kupikirkan nanti, untuk sekarang kalian fokus pada tugas masing-masing." jawab Hexagon.

"Baiklah."

Kembali ke pertempuran udara.

"Sheila aku punya sebuah rencana." teriak Keil yang jaraknya memang lumayan.

Srat.. Dor.. Dor... Dor...

"Apa?" balas Sheila yang mengangkat senjata apinya keatas, terlihat ujungnya mengeluarkan asap.

"Kemarilah."

Srat...

Keil menghindari sambaran salah satu alien dan dengan cepat ia menebasnya. Saat Sheila berada disampingnya, ia pun membisikan sesuatu. Di tempat Prajurit lainnya.

"Kurasa mereka semua hanya alien lemah, keunggulan mereka hanya dari jumlahnya saja." ucap Aria yang melompat dan menebas seekor alien.

Sementara Iliya dan Chester masih menembaki para alien yang mendekat.

"Berapa banyak lagi yang tersisa?" tanya Aruki.

"Kurasa sekitar 40 ekor, mereka berdua sangat bersemangat." balas Aley.

Kini terlihat Iliya dan Chester saling membelakangi. Mereka terlihat sangat kelelahan, berbeda dengan prajurit lain.

"Hah..hah..hah... 197." ucap Chester.

"hah.hah..hah..206, aku..hah..aku unggul.." balas Iliya.

"Itu hanya sementara.." teriak Chester yang berlari maju, terlihat ia menghunuskan pedangnya.

"Benarkah." Iliya belum puas, ia masih saja maju tuk melawan para alien.

"Kurasa sisanya biar mereka saja yang urus, sebaiknya kita menyusul Sheila dan Keil." ucap Lemy pada yang lainnya.

"Aku setuju." ucap Aruki.

Bersambung.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 51

Sovaren DF F
2017-05-26 10:01:33
Udah dulu bacanya, oke seeyou tommorow
Kleiss Effortles
2017-04-07 04:40:02
Ngasih nilai dulu ah, bacanya nanti belakangan.
Ade Aja
2017-04-04 19:24:14
Pertempuran yg sebenarnya akan segera dimulai, ayo Hexari babat hbis mrka. Hehehehe...
Rudy Wowor
2017-04-03 19:11:23
Hexari selalu saja munculnya dikit.
Kleiss Effortles
2017-04-03 05:22:59
Ngasih nilai 10 ke cerita orang lain, moga aja dibalas
Yami No Ouji
2017-04-01 19:54:58
Hexagon sok misterius ya..
T S A
2017-04-01 14:12:25
Kayaknya perempuan itu suka sama Hexagon
Bocah Redoks
2017-04-01 10:44:10
Misteri baru terus bermunculan
wahyu
2017-04-01 09:16:20
Eeemmmmm banyak yg misterius yg muncul...
ZENA LEO MONSTA X
2017-04-01 08:28:54
Kurasa ada cewek loli dengan dada besar ya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook