VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 49

2017-03-28 - Alien Queen > Alien Attack : World War
217 views | 16 komentar | nilai: 9.79 (14 user)

Cerita ini kubuat pada tanggal 2017-02-25, dan diedit pada tanggal 2017-03-27 rilisnya tanggal berapa yah. Emm kurasa aku harus mulai banyak menerbitkan cerita ini, karna udah penuh di daftar cerita yang belum divalidasi. Alien Attack : World War Chapter 49

"Tapi dalam kondisi seperti ini, efek sampingnya sangat berbahaya. Yah tapi daripada mati oleh para makhluk sialan ini." lanjutnya, ia pun merogoh kedalam saku bajunya, namun benda yang dicari tak ia temukan.

"Ah sialan." Sekitar 3 ekor Alien langsung berlari menuju kearahnya.

"Aku tidak mau berakhir seperti ini." geramnya, tiba-tiba..

Dum...

Tepat dihadapan Vardex terjadi ledakan kecil, seseorang mendarat di hadapannya.

"Sepertinya kau hampir mati. Vardex Vincent?" ucap pria yang berdiri di hadapan Vardex.

Beralih ke angkatan udara, tepatnya di tempat Agosti.

"Laura, jika seperti ini kita akan berakhir, sebaiknya lakukan itu." ucap Agosti.

"Baik." Kedua pesawat pun terbang kearah yang berlawanan, terlihat
puluhan robot itu berpencar menjadi dua kelompok. Pesawat Agosti dan Laura terus bermanuver di udara menghindari bola-bola besi terbang itu.

"Sekarang waktunya." ucap Agosti.

Kedua pesawat jet berputar dan berbalik arah, kini mereka melaju saling berhadapan, mereka seperti akan menabrak satu sama lain.

Pesawat jet yang ditunggangi Agosti mengeluarkan misil, begitu juga dengan pesawat jet yang di kendarai Laura. Namun terlihat pesawat milik Laura sudah mulai dimakan.

"Keluar dari sana." teriak Agosti, saat misil hampir menabraknya, ia menaikan pesawatnya keatas hingga misil mengenai robot-robot bulat yang mengejarnya. Bersamaan dengan itu, Laura menekan tombol pelontar setelah membawa perlengkapan perangnya.

Pesawatnya pun meledak setelah terkena misil yang ditembakan pesawat Agosti, dengan itu semua robot hancur.

Terlihat Laura terbang dengan sayap berwarna putih.

"Baiklah, kurasa kita harus segera menuju kota." ucap Agosti melalui alat komunikasi pada Laura.

"Baiklah, kurasa jaraknya dari sini hanya tinggal 2 KM Lagi." balas Laura, pesawat pun melaju menuju kota yang dituju. Sementara Laura terbang mengikuti dari belakang.

Karna menggunakan pesawat jet canggih, jarak dua kilometer hanya ditempuh tak kurang dari 1 menit saja. Mereka hampir sampai.

"Kurasa itu kota nya." ucap Agosti, terlihat di permukaan terdapat sebuah kota dimana terdapat dua UFO
sedang mendarat, terlihat dari kejauhan banyak manusia yang masuk kedalam piring terbang berukuran besar itu.

"Apa yang harus kita lakukan Agosti?" tanya Laura yang mulai menukik turun.

"Karna kita sudah ketahuan, serang secara terang-terangan saja." jawab Agosti.

"Dimulai dari ini." Agosti menembakkan seluruh misil yang ada di dalam pesawat, bersamaan dengan hal itu, manusia terakhir masuk kedalam piring terbang itu. Saat kedua UFO
itu menyala, mungkin hendak terbang.

Duar... Duar... Duar.. Duar...

Seluruh misil meledak,

"Kau sangat ceroboh, bagaimana dengan para warga kota yang ada di dalam pesawat itu." teriak Laura yang terlihat masih terbang turun.

"Tenang saja, karna.." asap pasca ledakan pun menghilang, terlihat kedua UFO tak tergores sedikitpun.

"Pesawat alien tak mempan dengan senjata kita." lanjut Agosti yang mendaratkan pesawatnya.

"Benar juga, aku lupa. Lalu kenapa kau menembaknya jika kau tau hal itu tidak mempan?" ucap Laura yang melayang 10 kaki diatas permukaan tanah.

"Untuk memberitau mereka bahwa ada pengganggu dalam misi mereka." ucap Agosti, terlihat Kedua UFO Tak jadi terbang, malah kini keluar puluhan alien dari dalam pesawat itu.

"Hmm kau pandai memancing musuh." balas Laura.

"Ayo kita selesaikan tugas ini dengan cepat." ucap Agosti yang telah mengenakan perlengkapan perangnya.

Beralih ke tempat Navira dan yang lainnya, karna mereka terbang dengan kecepatan penuh, mereka semua berhasil mengejar.

"Keil, kau menyusup bersamaku." ucap Navira.

"Oke."

"Teman-teman ayo hajar mereka." teriak Chester tapi tak ada tanggapan.

"Jangan sungkan, anggap saja ini permainan" ucapnya datar.

"Ya.." teriak semuanya, mereka pun menyerbu.

"Rasakan ini.." teriak Iliya yang terbang dengan cepat dan mendarat diatas pesawat itu.

Terlihat puluhan Alien yang dilewatinya langsung terpotong.

"Itu lumayan." ucap Aley, ia pun menembaki para alien terbang itu.

Lemy dan Aruki langsung mendarat diatas permukaan pesawat itu dan langsung melancarkan tembakan dan tebasan pedang kearah makhluk yang mengawal pesawat itu.

"Kira-kira ada berapa banyak jumlah mereka yah?" tanya Aria yang menghindari serangan salah satu alien dan menembaknya.

"Kurasa sekitar 400 sampai 500 ekor." jawab Agosti yang tak jauh dari Aria berada.

"Bagaimana? Mau dilanjut?" tanya Chester pada Iliya.

"Siapa takut." balas Iliya yang menembaki para alien terbang.

salah satu bentuk alien terbang yang nama dan level kekuatannya belum diketahui, makhluk yang dihadapi jendral Zenitya dan Hexari bentuknya mirip seperti ini namun dalam bentuk yang sedikit berbeda dan ukurannya jauh lebih besar. Kemungkinan yang dilawan mereka berdua adalah alien bintang yang sudah berevolusi.

Kembali ke pertarungan, merasa pesawat yang lajunya agak lambat terancam, para alien yang mengawal pun sigap menyerang para manusia.

Alien Attack : World War Chapter 49 - Borroka Aire II
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War

Beralih ke sebuah tempat, seorang wanita yang cantik berambut pirang panjang dan bermata biru sedang tiduran dengan kedua tangan dilipat dibelakang kepala sebagai bantal, ia sedang tidur di atas awan. What?

Tepatnya ia sedang mengambang udara dalam posisi tiduran, ia mengenakan celana pendek sepinggang dengan baju hitam dan dilengkapi jaket setengah badan dan lengan panjang berwarna hitam.

pria misterius atau bisa dibilang Hexagon melayang perlahan menuju wanita itu. Sepertinya ia ingin mengagetkan wanita tersebut.

"Hah, planet ini mirip sekali dengan planet kita ya kan Hexagon?" ucap wanita itu pada Hexagon yang ada dibelakangnya.

"Ah, sial apa aku benar-benar payah dalam hal ini?" ucap Hexagon yang menggaruk belakang kepalanya.

"Seperti itulah."

"Hmm kau benar, planet bumi hampir sama seperti planet kita, hanya saja massa jenis gravitasinya lebih rendah." jawab Hexagon.

"Bagaimana dengan keadaan Aerilyn?" tanya wanita itu.

"Dia baik-baik saja, hanya saja dia terlihat frustasi karna selalu sendirian."

"Hm bukankah sebaiknya ajak dia bergabung bersama kita?"

"Tidak, kurasa dia harus seperti itu."

"Eh kenapa?"

"Entahlah, kurasa dengan hal itu dia bertambah kuat dan bertambah cantik sangat pesat."

"Hmm yasudah jika menurutmu itu baik." ucap wanita tersebut yang merubah posisinya, ia terlihat duduk bersila.

"Hah, tapi itu.. Emm.."

"Apa? Mau ku cium?"

"Tidak bukan itu," sanggah Hexagon.

"Lalu apa hem?" wanita itu perlahan mendekat kearah Hexagon.

"Lu..lupakan, sebaiknya kita bergabung dengan yang lainnya." Hexagon pun berbalik dan pergi.

"Soal benda itu, apa kau yakin manusia itu bisa dipercaya?"

"Ya, lagipula aku sudah memberikan pedangku juga padanya."

"Hiltzailea maksudmu?"

"Ya, memang pedang mana lagi?"

"Lalu bagaimana caranya kau menuntaskan misi dan menjaga anak itu?"

"Cukup dengan ini saja kurasa sudah cukup" ucap Hexagon sambil mengepalkan tangan kanannya.

"Kau ini, memangnya anak itu bisa dipercaya?"

"Ya, meskipun dia payah dan sangat bodoh, tapi aku percaya padanya."

"Sangat bodoh?"

"Ya, bisa dibilang begitu, karna menghitung dari angka 1 sampai 10 pun ia tak mampu."

"Apa maksudmu sialan? Waktu itu aku tak mengingat apapun." bentak bayangan hexari.

Ditempat Hexari, terlihat ia duduk bersandar dengan menyilangkan kedua lengannya di dadanya.

"Haah sial kenapa telingaku terasa sangat panas." teriak Hexari tiba-tiba. Terlihat telinganya memang memerah.

"Ada apa Hexari?" tanya Violin.

"Entahlah, kurasa ada seseorang yang membicarakan sesuatu tentang diriku." balas Hexari.

"Bukannya biasanya bersin?"

"Jika orang lain mungkin iya, tapi tidak pada diriku. Gyaah panas sekali telingaku, kurasa orang itu menjelek-jelekan diriku."

Scene kembali ke peperangan angkatan udara.

"Kita mulai." teriak Iliya yang mulai menembak para alien terbang itu.

"Yosh." teriak Chester yang juga mulai beraksi.

"Mereka berlomba lagi, hmm kurasa aku juga mau ikutan." gumam Aley.

"Hey jangan coba-coba ikut-ikutan." ucap Lemy dari kejauhan.

"Ti..tidak ko."

(btw aku pernah salah menyebutkan char, Navira, sebenarnya dia Sheila bukan Navira, Navira adalah prajurit angkatan darat. Yang bersama Keil adalah Sheila, prajurit angkatan udara. Ah ini kecerobohanku gara2 terlalu banyak nama, jadi pusing deh.)

Sheila dan Keil pun bersiap menghancurkan kaca yang terdapat pada UFO itu.

Namun tiba-tiba para alien yang terbang itu menyerang mereka berdua.

"Sepertinya akan sedikit sulit." ucap Keil yang menembaki para alien yang menyerangnya.

Bersambung..

Ada karakter baru, dia kenal dengan Hexagon, bahkan sepertinya sangat dekat. Siapakah dia? Jawabannya nantikan aja.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 50

Sovaren DF F
2017-05-26 09:53:57
Lumayan seram juga serem aliennya
Nugroho Hamisetiadi
2017-05-24 16:45:50
Ooi,, Ooi,, aku datang !! Lalu apa hubunganan mu dengan wanita misterius itu ?!? Apakah diri mu 'Putri yang tertukar' ?!? Hoho,, LANJUTKAN !!
SESHOMARU INU
2017-04-18 16:44:39
Hexagon : segienam kan?
Kleiss Effortles
2017-04-18 16:37:42
serem juga alien bersayap nya
Zen Kureno
2017-04-06 19:52:51
hoh
T S A
2017-03-30 11:22:24
Wanita itu siapa sodara Nya Hexagon yah
Muhammad Rizal
2017-03-29 22:14:22
Jadi males bacanya,pertarungan tokoh utamanya sedikit...maaf senpai
Ade Aja
2017-03-29 20:23:32
Akh udah berulang x aq mncoba msuk keceritamu Aerilyn yg mncul cma kta eror doank,, ini benar2 aneh...
Bocah Redoks
2017-03-29 13:37:30
wanita itu salah satu ksatria jg kah ? padahal harusnya mereka semua sudah mati
Bocah Redoks
2017-03-29 13:36:33
wanita itu salah satu ks
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook