VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 45

2017-03-12 - Alien Queen > Alien Attack : World War
231 views | 13 komentar | nilai: 10 (11 user)

Nb : Senjata-senjata yang digunakan para Warrior, Knight, Guardian dan Jendral berukuran besar, seperti senjata yang ada di anime God Eater. Soldier dan Army menggunakan senjata berukuran normal, Hexari adalah pengecualian, karna pedang miliknya cukup besar. Ukurannya lebih besar dari pedang normal.

Alien Attack : World War Chapter 45

Disisi Agosti dan Laura, mereka terbang mencari UFO yang menembak kan misil tadi.

"Dimana pesawatnya?" tanya Laura. Hanya pemandangan langit biru dan awan saja terlihat.

Ngiiing...

Suara tadi kembali terdengar, kali ini sangat jelas terdengar.

"Suaranya.... dari bawah." teriak Agosti.

Scene beralih ke angkatan darat, tepatnya ke tim Altra. Terlihat mereka sudah sampai ke tempat yang di tuju, yaitu sebuah reruntuhan kota yang porak poranda.

"Baiklah, dengarkan aku semuanya. Misi kita kali ini adalah mencari jalan menuju bawah tanah, karna menurut nona jendral, semua warga kota disembunyikan di bawah tanah. Rencananya adalah, kita berpencar mencari jalan itu dan jangan sampai gerakan kita terlihat oleh alien, sebisa mungkin jangan sampai terlibat pertarungan hingga kita dapat memastikan jika semua warga kota aman." ucap Altra dengan nada rendah, mereka berada di batas paling luar kota.

"Hmm." semuanya mengangguk tanda mengerti.

"Satu lagi, meski prioritas utama kita adalah menyelamatkan warga kota, tapi kalian juga harus menjaga nyawa kalian. Jika salah satu diantara kalian diserang, maka tembakan peluru keatas sebagai sinyal SOS." lanjut Altra.

Setelah diberi instruksi, akhirnya Altra, Hans, Gaila, Vardex, Saiken dan Lora berjalan kearah yang berbeda.

"Semoga saja misi ini sukses tanpa ada satupun prajurit yang mati, nyawa mereka berada di tanganku." pikir Altra. Ia berjalan sudah lumayan jauh dari tempat semula.

Saat ia berjalan menyeret senjata besarnya, tiba-tiba ada seekor alien yang lewat, dengan cepat Altra bersembunyi dibalik reruntuhan.

"Apa mereka sudah tau kedatangan kami kesini." pikir Altra.

Tiba-tiba sekitar 5 ekor alien berbentuk manusia membawa rantai yang terikat pada leher sekitar 8 manusia.

"Itu dia, tapi darimana mereka datang?" pikir Altra.

Di tempat Vardex Vincent.

"Gawat, aku malah ketauan." gumamnya yang bersembunyi dibalik tembok, ia menyuntikan serum ke paha kanannya dan mulai mengisi ulang pelurunya, terlihat keringat membasahi wajahnya. Sekitar 5 alien berbentuk manusia mencari keberadaannya.

"Rasakan ini berengsek." gumam Vardex pelan.

Ia berlari keluar dari balik tembok dan menembakan peluru di senapan laras panjang yang ukurannya cukup besar.

Dor.. Dor.. Dor...

Sekitar 10 peluru dimuntahkan senjata Vardex, namun hanya 3 ekor alien yang tumbang.

"Gawat.."

Buak...

Hantaman kaki langsung mengenai perutnya dan ia pun terlempar dan jatuh terlentang ke tanah.

"Mungkin aku tidak kuat lagi, sial padahal ketua sudah mengatakan agar menghindari pertarungan." gumam Vardex.



Alien Attack : World War Chapter 45 - Borroka Armada I
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War

Sebelumnya. Saat ia sedang perlahan berjalan, bahkan hati-hati.

"Percuma, hanya reruntuhan yang ada di tempat ini." pikir Vardek.

Ia kembali berjalan sambil malas, bahkan ia menendang pecahan tembok.

Namun tanpa ia sangka, pecahan tembok melesat menuju kaca sebuah reruntuhan gedung dan.

Prang...

Sebuah kaca pun hancur terkenap pecahan tembok, hal itu langsung mengundang perhatian beberapa alien yang mondar mandir disana yang sepertinya tampak sedang berjaga.

"Sial aku ceroboh." gumam Vardex,seketika para alien mengarahkan perhatiannya pada Vardex, ia pun langsung lari.

"Prioritas utama adalah menyelamatkan orang-orang, tapi jangan sampai membuat nyawamu melayang." pikirnya sambil terus berlari.

Bziuw.. Bziuw...

Tembakan cahaya mulai dilancarkan kearahnya.

Kembali ke waktu sekarang.

Ia pun berusaha bangkit,

"Ya, tapi sebaiknya aku berusaha menghabisi mereka, lebih baik berusaha sampai mati daripada tak bergerak sampai akhirnya mati, iya kan Violin" gumam Vardex yang mengingat kata-kata Violin. Ia pun kembali menyiapkan senjatanya.

Beralig ke tempat Lora.

"Apa yang kulakukan, kenapa aku malah ketahuan sih." kesal Lora pada dirinya sendiri, ia bersembunyi dibalik dinding reruntuhan. Ia pun bangkit dan melompat kearah dinding lain, saat ia melayang diudara ia pun melemparkan sebuah bom asap sehingga asap mengepul disekeliling para alien itu.

Tanpa membuang kesempatan, Lord berlari kearah para alien dan mengambil pisau dengan corak garis-garis hijau bercahaya dari dalam sakunya, ia pun masuk kedalam asap itu.

Creb.. Creb.. Creb.. Srat...

Satu persatu alien langsung tumbang, asap pun menghilang, namun...

Sekitar 5 ekor alien telah mengepungnya dengan senjata tertodong kearahnya.

"Sial, skakmat." ucapnya sambil melepaskan pisaunya dan menurunkan senjata yang digendongnya.

Beralih ke tempat Gaila, saat ia berjalan perlahan menyusuri reruntuhan..

"Sebaiknya aku berhati-hati, banyak alien berlalu lalang, kurasa mereka sedang berjaga.." pikirnya, ia berjalan dengan hati-hati namun..

Duk..

Ia menendang sesuatu, dan saat ia menengok kearah benda yang ia tendang..

"Uwaaa mayat.." kagetnya yang reflek berteriak, terlihat sebuah mayat dengan kondisi mengenaskan terkapar di depannya, ia tak menyadarinya karna perhatiannya terlalu fokus pada para alien.

Karna teriakannya, semua alien yang berjaga langsung tertuju kearahnya.

"Payah, aku dan mulut sialanku." ucapnya yang langsung berlari menjauh. Saat ia berlari, sekitar 6 alien bersenjata mengejarnya.

Ia terus berlari sekuat tenaga menyusuri reruntuhan bangunan, namun tanpa ia duga, seekor alien binatang menghadangnya.

"Ya pada akhirnya aku tak mematuhi perintah."

Kembali ke tempat Altra.

"Aku lupa memberitau mereka agar memberi kode jika sudah menemukan jalan masuknya." pikirnya yang masih bersembunyi.

Namun saat ia hendak keluar, tiba-tiba peluru cahaya merah bersinar diatas langit, ada sekitar 3 peluru bersinar di tempat yang berjauhan.

"Sial, bahkan belum 1 jam kita berpisah." umpat Altra.

Perhatian para alien pun tertuju pada peluru cahaya merah yang bersinar diatas langit.

Bersambung.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 46

Sovaren DF F
2017-05-26 09:42:13
Bagus, sepertinya udah dimulai nih.
CANDRA
2017-03-14 01:12:37
Aktor utamanya mana ni,ceritanya terlalu detail dalam hal hal kecil.....!!
CANDRA
2017-03-14 01:12:24
Aktor utamanya mana ni,ceritanya terlalu detail dalam hal ha kecil.....!!
Ade Aja
2017-03-12 19:12:14
Walau pun udah berpengalaman dalam menghadapi Alien, bukan berarti gak bisa terpojok juga. Moga saja kalian tak gugur di medan perang teman...
Bocah Redoks
2017-03-12 19:07:46
misi jadi kacau balau.
chichay
2017-03-12 15:33:41
semoga smngt trus rilisnya
ThE LaSt EnD
2017-03-12 12:26:12
berpencar untk mencri warga yg dsembunyikan itu sangat berresiko.. mungkin akan ada yg mati nantinya.
T S A
2017-03-12 12:14:37
Cahaya dari mana itu ?
Rudy Wowor
2017-03-12 10:17:19
Apa salah 1 dari mereka akan ada yang mati?
TIGABELAS
2017-03-12 10:16:24
Waduh waduh,sayang pendek sekali huhuhu
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook