VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 43

2017-03-04 - Alien Queen > Alien Attack : World War
236 views | 12 komentar | nilai: 9.85 (13 user)

Alien Attack : World War

Chapter 43

Kembali ke angkatan darat.

"Aku tidak mau bersama pria pengacau itu, mohon pertimbangkan kembali nona jendral." ucap Yubel yang menolak Hexari menjadi bagian dari tim nya.

"Tidak bisa, lagipula tim yang lain sudah berangkat lebih dulu." tolak jendral Zenitya.

"Tapi aku keberatan dengan keputusan anda." ucap Yubel.

"Maaf menggangu, tapi kapan kita bisa berangkat. Bukankah lebih cepat lebih baik." seru Vestaka yang sudah bosan memerhatikan.

"Huh, baiklah, aku mengerti. Oey soldier. Jangan membuat kekacauan jika tidak ingin mendapat masalah." ancam Yubel.

"Sudahlah, cepat kalian berangkat, kalian adalah tim yang paling terlambat." bentak jendral Zenitya.

"Padahal ini hari pertama." pikir Violin.

"Baiklah, kami akan berangkat." ucap Yubel menunduk dan memberi hormat pada jendral Zenitya,

"Semuanya ayo berangkat, pastikan misi ini sukses.!" teriak Yubel dengan semangat,

"Ini yang kutunggu-tunggu." pikir Violin yang berjalan disamping Hexari membawa perlengkapannya menuju mobil.

"Aku rasa wanita itu akan menyebalkan, tapi aku tak peduli, yang penting aku dapat membunuh semua alien." pikir Hexari yang juga membawa perlengkapannya.

"Violin, aku akan menebus semua kesalahanku dengan melindungimu, apapun yang terjadi." pikir Neves yang mengangkat barang dan perlengkapannya, ia memandang wanita cantik berambut hitam sangat panjang di depannya.

(buat yang belum tau, rambut Violin itu hampir selutut. Bisa dilihat pada gambar di chapter 10.)

"Ah akhirnya tugas yang menyebalkan telah dimulai." pikir Vestaka dengan semangat

"Rekan-rekan baru, aku harap aku tidak merepotkan mereka." pikir Aulyn.

"Kuharap kalian bisa bekerja sama dengan baik, terutama kau Hexari Pextragon." pikir jendral Zenitya yang berbalik dan melangkahkan kaki berjalan kedalam markas.

Di dalam mobil, terlihat Violin duduk di depan, Neves dan Aulyn duduk berdampingan dan di bak mobil Hexari dan Vestaka berada, disana semua barang dan perlengkapan disimpan. Mobil pun mulai melaju meninggalkan markas.

"Hei soldier, aku baru pertama kali melihatmu." ucap Vestaka membuka percakapan.

"Begitu juga denganku, aku baru pertama kali melihatmu." balas Hexari yang duduk dan mengangkat kaki kanannya.

"Namaku Vestaka Amubia, Guardian ranking 18 dari angkatan darat." ucap Vestaka memperkenalkan namanya.

"Aku Hexari Pextragon, Soldier baru. Bisa dibilang aku dari angkatan laut. Atau aku ini netral."

"Netral?"

"Ya, karna aku diakui oleh tiga..."

Brugg.. Trank....

Obrolan mereka berdua terhenti ketika mobil berguncang seperti diserang.

"Ada apa?" tanya Hexari.

"Lihat di depan kita." ucap Yubel.

"Uwaaa gawat.. Puting beliung." panik Hexari yang melihat tak jauh di depan mobil yang ia tunggangi ada angin puting beliung setinggi 40 kaki.

"Berisik, jangan lebay." bentak Neves.

"Hexari, mobil ini dirancang khusus menghadapi badai apapun." ucap Violin.

"Oh yasudah."

Bak bagian belakang mobil pun mulai ditutupi hingga seperti box.

"Bersiaplah, pasang sabuk pengaman, kurasa akan terjadi sedikit getaran." ucap Yubel yang mengemudi.

"Yo kawan, senjatamu keren juga." ucap Vestaka yang melihat pedang Hexari yang ia simpan di hadapannya.

"Hmm pedang ini memang istimewa." balas Hexari.

Alien Attack : World War Chapter 43 - Grapsus
Penulis : Alien Queen



Di tempat para prajurit angkatan laut, mobil mereka telah sampai di bibir pantai.

"Baiklah, lalu bagaimana kita melewati lautan?" tanya Vilia melalui alat komunikasi yang terdapat pada mobil.

"Tenang, lihat baik-baik ini." jawab Gravrik.

Dibibir pantai tiba-tiba muncul sebuah jembatan besar yang berdiameter 6 mobil bus dengan panjang..emm entahlah, yang jelas jembatan beton tersebut panjang membelah lautan.

"Jembatan ini menghubungkan kita ke kota lain." ucap Gravrik.

"Hmm jadi begitu yah, aku sempat berpikir kenapa kita menggunakan mobil bukan kendaraan air. Ternyata ini jawabannya." ucap Vilia, kedua mobil pun melaju menuju jembatan.

"Hmm, jembatan ini dibangun untuk digunakan saat keadaan darurat saja." balas Gravrik.

Terlihat jembatan yang basah itu ditumbuhi lumut.

"Berapa lama jembatan ini ada di laut, dan kenapa tetap kokoh meskipun berada dilaut, seingatku hanya bahan itu yang tetap kuat walau berada di dalam air selama ribuan tahun sekalipun." pikir Aerilyn yang memperhatikan jalan dari kaca depan.

Namun, terlihat seekor makhluk, atau bisa disebut alien yang bentuknya hampir seperti kepiting karna memiliki dua capit besar seperti capit kepiting sedang bertengger di tengah jalan.

"Alien.." sontak Vilia dan Gravrik menghentikan kendaraan, makhluk yang sama seperti yang di hadapi jendral Guimor itu mengeluarkan busa dari mulutnya.

Ukuran yang lebih besar dari yang dilawan jendral Guimor mendakan makhluk ini alien dewasa, membuat makhluk itu tampak seperti alien raksasa kepiting, seluruh tubuhnya menutup badan jalan.

"Monster kepiting," gumam Karui.

"Aku dan tim ku akan menghadapinya, kau diam saja." ucap Gravrik pada Vilia.

"Hoo.. Kalau begitu tunjukan kemampuanmu." tantang Vilia.

"Baiklah prajurit, tunjukan kemampuan kita pada tim lawan." ucap Gravrik yang keluar dari mobil,

"Ya." semuanya mengangguk. Ia pun segera mengambil senjatanya di bak mobil, diikuti yang lainnya.

"Ngomong-ngomong jenis apa makhluk dihadapan kita ini?" tanya Vils yang mempersiapkan senjatanya.

"Itu emm.." ucap Gravrik bingung.

"Grapsus, alien dewasa. Makhluk itu dapat mengeluarkan busa dan menembakan air." ucap Aerilyn yang telah siap dengan perlengkapannya. Ia pun berlari maju.

"Ahaha itu yang hendak kukatakan." ucap Gravrik mengekor dari belakang.

"Sudah jelas kau tidak tau." gumam Karui yang juga menyusul.

"Baiklah semuanya, kita tonton permainan mereka." ucap Vilia yang duduk santai di kursi kemudi.

"Apa tidak sebaiknya kita juga turun untuk membantu mereka." saran Aronia.

"Tidak perlu, jika kita turun tangan dan membantu mereka. Itu sama saja dengan meremehkan kemampuan mereka."

Di tempat pertarungan, alien itu menyerang Gravrik dengan capit kanannya.

Dengan mudahnya Gravrik menghindar dengan cara melompat keatas, senjata api yang berukuran besar itu berubah bentuk dan di ujung depan nya terdapat pedang.

"Ini dia.." Gravrik berlari di tangan kanan makhluk itu, ia pun melompat dan melancarkan tebasan nya.

"Senjatanya berubah." ucap Vils yang hanya meperhatikan.

"Itulah warrior, punya senjata canggih." ucap Karui.

Sementara Aerilyn berlari kebelakang makhluk itu dan bersiap menembak kaki belakangnya.

"Rasakan ini." ucapnya datar tanpa ekspresi.

Namun tanpa ia duga, kaki makhluk itu bergerak dan menendangnya. Sigap ia menggunakan senjatanya untuk menahan, namun karna terlalu kuat, Aerilyn terhempas beberapa meter namun dalam posisi tetap berdiri.

"Cih merepotkan." gumam Aerilyn.

Sementara di tempat Gravrik, saat ia menebas kepala makhluk itu, ternyata serangannya tak mempan.

"Tempurungnya sangat keras." teriak Gravrik, tangan makhluk itu hendak meraih Gravrik, namun dengan sigap ia melompat mundur.

"Kau yang payah, seranganmu tak bertenaga. Kau kan belum memakan pil mu." sindir Vilia.

"Eh aku sampai lupa." ucap Gravrik.

"Payah." ucap Vils menyindir.

"Apa? Lalu apa yang kalian bertiga lakukan? Bukannya bantu kami."

"Setelah dipikir-pikir, ada dua orang kuat di tim kami, masa tak bisa membereskan seekor alien saja." ucap Karui.

"Dia datang." ucap Karina yang ternyata memang kepiting itu bergerak maju.

"Kalau begitu kalian diam saja dan lihat kemampuanku." ucap Gravrik yang berlari maju kedepan. Tak kalah Aerilyn pun berlari kedepan mengejar makhluk besar merah itu.

"Cih.." Aerilyn pun mempersiapkan senjatanya, terlihat senjata apinya bercahaya dan..

Beralih ke angkatan udara, kedua pesawat jet melaju berdampingan.

"Apa kau mendengar sesuatu?" tanya Agosti pada Laura.

"Sesuatu? Apa?" balas Laura.

"Seperti suara mendengung." balas Agosti.

"Kurasa sumber suara itu berasal dari sana." ucap Aley sambil menunjuk ke atas.

"Ga..gawat.."

Puluhan misil pun langsung menuju kearah dua pesawat tersebut.

Bersambung...

Disini akan terjadi sedikit pertarungan.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 44

Blackpearl Kwon Yuri
2017-03-23 12:54:40
alieen attack terus berlanjut, sementara cerita lain terlantar
ZENA LEO MONSTA X
2017-03-05 18:09:39
chapter 44 dipercepat rilis, padahal belum 70 view?
Vestaka Pyrokinesis
2017-03-05 09:04:22
Jiah anggota tim macam apa yang diam aja dan hanya menonton
Rudy Wowor
2017-03-04 15:19:13
Menunggu aksi Hexari. Aerilyn emang kawai.
Gouenji Shuuya
2017-03-04 14:10:19
Yah pertarungan dg kepiting terpotong
ThE LaSt EnD
2017-03-04 12:29:15
sepertinya para alien sengaja diutus untuk menghadang...
Bocah Redoks
2017-03-04 10:23:39
tinggal tunggu waktu sampai hexari berulah lagi
BeeZero
2017-03-04 09:10:42
apa hexari akan bwt ulah lgi ?
TIGABELAS
2017-03-04 09:10:38
Namaku juga dong,jadi.in monster pun boleh 😀😂
Lycxes Lezcy
2017-03-04 08:28:25
Next
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook