VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 41

2017-02-25 - Alien Queen > Alien Attack : World War
236 views | 16 komentar | nilai: 9.92 (12 user)

Alien Attack : World War

Chapter 41

Scene berada di sebuah kota, tepatnya reruntuhan kota.

Seorang pria yang identitasnya masih misterius itu sedang berada di reruntuhan kota dengan sekitar 30 alien mengepungnya.

"Hah merepotkan sekali." gumamnya, kedua tangannya berada di saku celananya, ia memakai jaket coklat dengan corak emas. Dengan cepat semua alien menyerbu pria itu. Namun..

Entah apa yang terjadi, semua alien yang menyerang langsung membeku, mereka langsung terdiam tak bergerak sedikitpun.

"Sangat membosankan, apakah tidak ada alien yang lebih kuat untuk menghadapi ku.?" ucapnya dengan kecewa, ia pun mengambil sebuah pipa bekas pagar pembatas yang biasanya di gunakan di tangga-tangga.

Ia pun menebaskan pipa itu secara horizontal, dan

Srat...

Muncul sayatan angin dan mebelah tubuh semua alien menjadi dua bagian, atas dan bawah. Ia pun kembali berjalan santai dan membuang pipa yang di pegangnya.

"Cuaca terik seperti ini enaknya melakukan apa yah?" gumamnya dengan malas.

Btw ia memakai kupluk penutup kepala yang ada di jaketnya.

Scene beralih ke tempat Hexari, setelah ia makan, ia bersama Violin berjalan menuju kamar.

"Ngomong-ngomong, apa yang dikatakan nona jendral itu benar?" tanya Violin yang berjalan di samping kanan Hexari, beberapa orang yang mereka jumpai menatap mereka atau tepatnya menatap Hexari dengan tatapan membunuh.

"Seperti biasa, selain benci padaku, mereka juga iri karna aku berjalan berdampingan dengan seorang knight." gumam Hexari.

"Abaikan saja mereka, jawab pertanyaanku.!"

"Tentang apa?"

"Tentang kau yang hampir membunuh nona jendral."

"Ah itu. Aku hanya hampir menebasnya saja karna kukira dia alien, itu saja ko." jawabnya malas.

"Ehh, tadi beliau menceritakannya lumayan panjang dan kau..."

"Sudahlah jangan dibahas, ngomong-ngomong besok aku harus ikut grup mana?" potong Hexari, ia membahas tentang grup yang akan melakukan penyelamatan manusia.

"Aku dan dirimu akan masuk ke tim Yubel, padahal aku mau masuk tim Altra." jawab Violin.

"Eng... Siapa lagi orang itu? Aku baru pertama kali mendengarnya.?" tanya Hexari yang merasa asing dengan nama itu.

"Yubel Vorixstia, seorang warrior rank 6. Dia adalah wanita yang sangat hebat, yah jika ia melawan anjing peliharaan waktu itu, pasti dia akan mengalahkannya hanya dalam waktu 5 detik saja. Dia adalah wanita yang sangat tegas. Jadi dia layak memimpin tim kita" jawab Violin menerangkan tentang wanita yang akan menjadi pemimpin di grup mereka.

"Aku penasaran dengan dia." ucap Hexari.

"Dia cantik loh."

"Bukan itu yang ku maksud, aku penasaran dengan kemampuannya bukan parasnya." sanggah Hexari.

Setelah tiba, mereka pun berjalan menuju kamar masing-masing.

Beralih ke tempat Aerilyn.

Ia sedang berada di pantai sendirian, terlihat ia menyerang sebuah pohon yang lumayan besar berkali kali.

Buak.. Buak..

Terlihat ia menendang pohon itu hingga kulit pohon terkelupas.

"Kapan aku bisa bebas, aku ingin mencarinya, aku ingin mencari Kleiss." gumamnya.

Buak...

Sebuah tendangan lurus kedepan langsung menghantam pohon tersebut hingga runtuh.

"Aku bosan, aku tidak suka pada orang-orang disini, bukan hanya orang disini. Tapi aku tidak suka pada semua orang, mereka hanya mendekatiku karna aku cantik, mereka hanya mengidolakanku tanpa memikirkan perasaanku, aku tidak suka semua itu, tak ada orang yang seperti Kleiss. Hanya dia, hanya dia yang ku suka, hanya dia yang kuinginkan." gumamnya sambil duduk di pasir pantai, terlihat tak terdapat lecet apapun ditangan dan di kakinya.

Ia menunduk dan mulai menangis. Tanpa ia sadari, sosok pria sedang memerhatikannya dari atas, tepatnya dari langit, pria itu adalah si pria misterius.

"Kau semakin kuat dan semakin cantik saja. Ae." ucap pria itu sambil tersenyum.

Menyadari ada yang memperhatikannya, Aerilyn langsung mengangkat wajahnya keatas dan

"Tidak ada apa-apa, mungkin perasaanku saja." ucapnya, terlihat pria yang melayang dilangit itu sudah tidak ada. Aerilyn pun beranjak dan berjalan pergi dari tempat itu.

"Orang-orang yang kusayangi menghilang dari sisiku. Ayah,bunda, kakak, Kleiss. Aku merindukan kalian semua. Aku mohon sekali saja, aku ingin berjumpa dengan kalian, setidaknya salah satu dari kalian aku tidak keberatan." gumamnya sambil menunduk.

Beralih ke tempat Hexari.

Di kamarnya.

"Kenapa aku tak bisa mengingat masa laluku, yang kuingat hanya pertemuanku dengan tuan Hailey dan setelah beliau meninggal, aku bergabung ke angkatan laut.

aku bahkan lupa saat hidup bersama seorang wanita dan Hexagon, yang kuingat hanya Hexagon adalah seorang alien teman kedua ku.

Aku bahkan tak ingat apa yang terjadi pada orang tuaku dan kenapa aku bisa berjumpa dengan Hexagon." gumamnya sambil tiduran menatap langit kamar.

Alien Attack : World War Chapter 41 - Past Memories
Penulis : Alien Queen



Seketika sesuatu langsung teringat di pikirannya.

Sebuah kota terlihat hancur bagaikan terkena bencana alam, sosok makhluk berukuran sebesar lapangan sepak bola terlihat menghancurkan kota dengan auman dan benda yang seperti rantai berwarna hitam.

"Makhluk apa itu?" kaget seorang pria muda(mungkin dia adalah Hexari.), keringat dingin mengucur di keningnya.

"Armageddon, dia yang pernah menghancurkan tempatku dan dia yang telah membunuh kedua orang tuaku." jawab seorang wanita muda disamping pria itu (entah siapa wanita ini.)

"Aku akan mencoba mengalihkan perhatian, kau larilah sejauh yang kau bisa." lanjut wanita itu, terlihat sebuah pedang yang sangat mirip dengan pedang Hiltzailea di genggamnya.

"Ta..tapi.."

Tiba-tiba sebuah meteor kecil pun jatuh sekitar 1 km di hadapan mereka. Ingatan nya hanya sampai disitu.

"Armageddon, apa makhluk itu yang menghilangkan ingatanku? Lalu siapa lagi wanita itu? Yang jelas orang tuaku pasti mati di kota itu, yah aku yakin kota itu adalah tempat kelahiranku." gumam Hexari.

"Tapi bagaimana aku bisa hilang ingatan? Apa mungkin Armageddon memiliki semacam gelombang yang dapat merusak urat di otak hingga menyebabkan seseorang hilang ingatan?" duga Hexari yang jelas-jelas ia tidak dapat mengingat semua hal yang menjadi masa lalunya, ia hanya mengingat sebagian, itupun samar-samar.

"Hah entahlah, yang jelas aku harus membinasakan seluruh alien yang menyerang bumi." ucapnya yang malas terlalu memikirkan tentang masa lalunya.

Malam hari tiba, Scene beralih ke tempat Violin, ia sedang tiduran sambil menatap langit kamar, ia sedang membayangkan kehidupan masa lalunya.

"Gara-gara diriku yang payah, gara-gara diriku yang terlalu egois dengan perasaanku.

Aku tidak bisa menyelamatkan siapapun, dalam kejadian itu hanya Neves yang selamat, entah apa yang terjadi. Aku gagal, aku terlambat memperingatkan semua orang.

Tapi kali ini, hal seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi, aku akan melindungi semuanya. Aku bukan lah gadis lemah seperti dahulu, aku seorang wanita yang kuat, aku seorang Knight." ucapnya dengan tekad.

Beralih ke tempat Aerilyn.

"Ahh tak kusangka aku bisa berada di kamar ini, ini sungguh luar biasa, aku pertama kalinya masuk ke kamar ini." kagum Karui yang berada di kamar Aerilyn.

"Jangan berisik, tidurlah atau aku akan menendangmu keluar.!" ucap Aerilyn dingin, atau tepatnya ia mengancam, terlihat ia merebahkan diri di ranjang membelakangi Karui. Ternyata, hal penting yang ia ucapkan tadi siang adalah ia ingin menginap semalam di kamar Aerilyn karna banyak hal terjadi pada kamarnya.

Entah kunci pintunya rusak, ranjangnya rusak, kasurnya basah, ada kecoak di kamar mandi, lampu padam, atap bocor. Pokoknya banyak alasan yang hal itu sebenarnya tidak terjadi. Hingga Aerilyn pun terpaksa mengizinkannya tidur dikamarnya dengan syarat tak menyentuh satupun barang miliknya dan tidur dibawah dengan kasur lantai.

"Se..senior sangat menggemaskan, eh ngomong-ngomong kenapa aku tidak boleh tidur diatas ranjang bersamamu?"

"Cih menjijikan, aku ini wanita normal."

"Bukan itu maksudku, tapi.."

"Kau mau tidur disana atau ku tendang keluar?" potong Aerilyn dengan nada tinggi. Ia terlihat bangkit dan duduk diranjang.

"Kau sangat imut, ba-baiklah aku akan tidur disini saja." ucapnya dengan bahagia walaupun dibentak.

"Dasar." ucap Aerilyn yang kembali merebahkan tubuhnya dan menarik selimut.

"Jika di ingat ingat, saat
aku kecil, hanya Kleiss dan kakak yang pernah tidur dengan ku, aku belum pernah tidur bersama wanita, mengingat sejak kecil aku hanya diurus oleh kakak, bunda dan ayah selalu sibuk." pikirnya.

Malam pun semakin larut.

Bersambung..

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 42

Dwi Fitri
2017-06-10 20:43:10
ketiga tokoh utama sedang memikirkan masa lalu mereka..
Sovaren DF F
2017-05-25 09:08:06
Kupluk, tapi mungkin bahasa keren nya jaket hoodie yah
Blackpearl Kwon Yuri
2017-03-23 12:46:18
Aeri bener-bener masih perawan,
Vestaka Pyrokinesis
2017-03-05 08:57:25
Peperangan belum juga dimulai
BeeZero
2017-02-26 09:03:23
ah smua msh msteri..orng kuat brkupluk,hexari dan ae mngkn saja msh ada hubngan,,,mngkn sja,,next chapt !
TIGABELAS
2017-02-25 22:03:33
Lanjut terus dah ntapsss
Bocah Redoks
2017-02-25 19:20:34
apa mungkin hexari dan kleiss adalah orang yg sama ? dan orang misterius itu adalah kakak aerilyn
Ade Aja
2017-02-25 19:09:46
Perlahan nmun pasti, masa lalu tokoh2 penting sedikit demi sedikit terkuak. Mantap Aerylin...
Gouenji Shuuya
2017-02-25 17:30:50
Ingatan yang hilang.
Kakek
2017-02-25 12:18:03
Apa Hexari adalah kleiss?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook