VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 38

2017-02-11 - Alien Queen > Alien Attack : World War
223 views | 16 komentar | nilai: 9.86 (14 user)


Alien Attack : World War

Chapter 38 : Indarrean

Scene beralih ke ruangan jendral Zenitya, disana ada Hexari, Altra, Violin dan kapten Lio.

"Sekarang apa lagi?" ketus Hexari.

"Oey sopan lah sedikit pada jendral." bentak kapten Lio.

"Hexari Pextragon, aku sudah melihat kemampuanmu yang sesungguhnya. Aku ingin menaikan tingkat prajuritmu." ujar Jendral Zenitya.

"Naik kedudukan maksudnya?" tanya Violin.

"Benar, Hexari, jika kau bersedia..."

"Aku tidak butuh hal itu. Aku malas jadi bagian dari orang-orang sombong." tolak Hexari.

"Heee..." kaget ketiganya.

"Kau bodoh ya, kenapa kau menolaknya.!" bentak Altra dan kapten Lio.

"Hmm sudah kuduga, padahal aku ingin mengajukanmu untuk menjadi warrior ke 21." ucap Jendral Zenitya.

"Apaaa?" ketiga orang itu sangat kaget.

"Wa..warrior, sehebat itukah pria bodoh ini.." kaget Altra.

"Kau pikir sehebat apa orang yang membuatku hampir terbunuh beberapa kali." jelas jendral Zenitya.

"Jadi hal itu benar? Hexari hampir membunuh anda?" tanya Violin.

"Tentu saja, maka dari itu aku kesal kepadanya."

"Aku kan sudah minta maaf." bantah Hexari.

"Bukan hanya hampir membunuhku, kau juga telah mempermalukanku." bentak jendral Zenitya.

"Tapi kan kau sudah 6 jam menghajarku, itu sudah lebih dari cukup untuk menghukum ku."

"Hah lupakan itu, jadi bagaimana?"

"Aku kan sudah bilang aku tidak mau."

"Ano maaf menyela, kenapa anda dan Hexari bisa bersama?" tanya Altra.

"Kemarin malam, aku pulang melewati kota yang sudah hancur, saat itu ada pesawat alien yang mendarat, aku menghajar semua alien itu, namun ternyata bukan hanya aku, tapi Hexari juga ada disana."

"Eh kenapa bisa kau ada disana?" tanya Violin.

"Aku melihat pesawat itu dan aku segera mengikuti pesawat alien itu, aku menggunakan motormu. Ah soal alien, di peperangan kemarin, aku melihat banyak manusia di pesawat alien." jelas Hexari.

"Hm, ternyata yang dikatakan Rank 1 benar, kurasa kota itu adalah salah satu tempat yang diserang oleh Alien, hal itu berhubungan dengan misi kita kali ini."

"Misi menyelamatkan manusia sebanyak-banyaknya." gumam Violin.

"Ya,"

"Aku masih penasaran kenapa anda sampai menghajar si bodoh ini habis-habisan." ucap kapten Lio.

"Hah, baiklah akan kuceritakan."

Alien Attack : World War Chapter 38 - Indarrean
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War

Scene berada di sebuah lorong, ketiga jendral berjalan secara berdampingan,

"Rank 1 itu, apa dia sangat hebat?" tanya jendral Zenitya.

"Seperti itulah, aku adalah orang ketiga yang mengenalnya setelah ibu dan bapak presiden." jawab jendral Erthogrul.

"Jadi sebelumnya kau pernah bertemu dengan dia?" kaget jendral Guimor.

"Tentu saja, dia berperan penting dalam peperangan ini, andaikan saja dia tidak datang, maka kemungkinan kita semua sudah mati, kemungkinan tak ada umat manusia yang tersisa." jelas jendral Erthogrul.

"Hm, dia benar-benar luar biasa. Tapi kenapa dia malah jadi prajurit?" tanya jendral Zenitya.

"Itu karna sifatnya, dia adalah orang yang cerdas, tapi dia malas, dia juga bukanlah orang yang sopan, melakukan sesuatu seenaknya, tak pernah taat aturan,jadi jika ia jadi pemimpin, maka sifatnya tak pantas menjadi pemimpin." jawab jendral Erthogrul.

"Hm jadi seperti itu ya." gumam jendral Guimor.

"Bukan hanya otaknya saja yang cerdas, tapi kemampuan bertarungnya juga luar biasa, dia sanggup menjatuhkan ratusan orang tanpa menggunakan senjata." lanjut jendral Erthogrul.

"Jadi jika dia mau, dia mampu membumi hanguskan negara kita.?" balas jendral Zenitya.

"Seperti itulah, untung saja dia berpihak pada kita." balas jendral Erthogrul

"Kemampuan yang sangat mengerikan."

Tiba lah mereka di baseman.

"Baiklah, sampai jumpa kawan lama." ucap jendral Zenitya.

"Hati-hati dijalan." balas jendral Guimor.

"Hm" jendral Erthogrul hanya mengangguk.

Time skip. Ditempat jendral Zenitya.

Ia sudah berganti pakaian, terlihat ia memakan roti sambil mengemudi.

"Hah aku sangat lapar, padahal aku makan dulu tadi." keluhnya.

Mobil terus melaju hingga memasuki reruntuhan kota.

"Inikah salah satu kota yang dihancurkan, tapi tak ada satupun manusia yang mati." gumam jendral Zenitya.

Tiba-tiba sebuah pesawat berbentuk lingkaran atau bisa disebut UFO berada diatas langit kota. Pesawat itu terlihat mengambang dan perlahan turun.

"Apa pesawat itu yang disebut oleh rank 1,? pesawat yang membawa para manusia. Eh tunggu dulu, jika pesawat ini ada disini, jangan-jangan para manusia masih ada di kota ini." gumam jendral Zenitya. Ia pun menghentikan mobilnya.

"Kalau begitu, aku harus melenyapkan mereka semua." gumam jendral Zenitya, atap mobil pun terbuka, mobil dilengkapi pelontar di jok kiri bagian depan. Jendral Zenitya bersiap dan.

Wush...

Ia menggunakan alat itu untuk melontarkan dirinya kearah pesawat alien tersebut.

Ia terlempar jauh dan sampai ke bagian atas piring terbang yang sedang mengambang.

"Khi..." dengan senyum Death Glare, jendral Zenitya memakan sesuatu dan mulai beraksi, ia melubangi pesawat dengan pedangnya. Hingga kita ketahui, untuk saat ini hanya pedang jendral Zenitya dan pedang Hexari yang mampu melubangi pesawat alien yang memiliki kepadatan luar biasa itu.

Setelah lubang cukup besar, ia pun masuk kedalam.

Tiba-tiba saja banyak alien mengepung jendral Zenitya.

"Khi... Majulah kalian semua." tantang jendral Zenitya yang telah menghunuskan pedang.

Srat.. Srat.. Srat..

Dalam waktu yang singkat sekitar 30 alien yang mengepung jendral Zenitya telah menjadi potongan tubuh.

"Terlalu mudah." gumam jendral Zenitya. Ia pun berjalan menuju suatu ruangan.

Diluar, terlihat pesawat mulai turun, namun cahaya pesawat itu perlahan memudar dan terjadi ledakan disini-sana. Dan pesawat pun mendarat dalam keadaan sebagian terbakar, Jendral Zenitya perlahan berjalan keluar dari pesawat, namun tiba-tiba.

Srat.. Tink...

Sebuah pedang akan menebasnya, reflek jendral Zenitya menangkis dengan pedangnya.

"Kaau.."

"Jendral wanitaa??" ternyata Hexari yang hendak menebas jendral Zenitya.

"Sedang apa kau disini? Dan kenapa kau mau menebasku?" mereka berdua pun menurunkan pedang.

"Aku sedang mengejar pesawat dibelakangmu itu, dan kau. Kukira kau adalah alien, makanya aku menebasmu."

"Apa?" obrolan mereka terhenti ketika puluhan alien keluar dari pesawat, bukan hanya dari pesawat, tapi dibalik reruntuhan gedung pun bermunculan banyak alien dengan berbagai bentuk.

"Para alien muncul di dalam tanah." kaget Hexari.

"Berarti mereka memiliki markas dibawah kota." balas jendral Zenitya. Mereka pun saling membelakangi.

"Kita hajar mereka semua." ucap Hexari.

"Tidak, sebenarnya aku berniat mencincang mereka semua."

"Ide yang bagus." mereka berdua pun menyerang kumpulan alien yang telah mengepung.

Bersambung.

Konflik diperpanjang lagi, padahal tadinya chapter ini menceritakan Hexari berada di angkatan udara.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 39

Dwi Fitri
2017-06-10 13:27:01
Warrior rank 21? sayang banget hexari menolaknya..
Sovaren DF F
2017-05-22 16:20:44
Mencincang, itu kata-katamu
Blackpearl Kwon Yuri
2017-02-12 20:57:46
Belum ada ceritanya alasan hexari dihajar
Night Eve
2017-02-12 20:35:45
Hampir kena tebas. Itukah penyebabnya?
Kleiss Effortles
2017-02-12 18:05:16
Nanti aja bacanya, coment dulu dan kasih nilai 10 buat cerita yang ku ikuti
Ade Aja
2017-02-11 19:13:23
Sepertinya Jendral Zenitya n Hexari sangat cocok jika suatu hari nanti menjdi patner dlm menghabisi Alien, krn sma2 mempunyai ambisi utk terus membantai Alien tanpa ampun...
BeeZero
2017-02-11 14:44:52
jdi bnr krna pelecehan pda jndral zenitya, , dn mau hijrah itu brrti pndah kesatuan apa gmna ?
ZENA LEO MONSTA X
2017-02-11 13:38:33
hexari belum juga hijrah yah
ThE LaSt EnD
2017-02-11 13:24:11
krn hal tak sengaja malah dihajar.. pdahl sdah dbantu melawan alien. . bntar. . mencoba membunuh Zenitya berkali2..? ada yg trjadi dgn hexari...
Rudy Wowor
2017-02-11 09:37:07
Bukannya beberapa kali mau membunuh Jendral Zenitya tapi kenapa di flashback cuma sekali nebasnya itu pun bisa ditangkis, atau flashback belum berakhir ya?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook