VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 37

2017-02-06 - Alien Queen > Alien Attack : World War
226 views | 15 komentar | nilai: 9.91 (11 user)


Alien Attack : World War

Chapter 37

"Rank 1 adalah prajurit netral, ia tidak berada di angkatan manapun." jawab ibu presiden.

"Baiklah, pertemuan sampai sini."

Time skip, waktu menunjukan telah malam hari. Hexari berada di atap bangunan markas. Ia sedang duduk memandang bintang-bintang yang bertebaran di langit.

"Hanya dikota utama orang-orang mendapat perlindungan, entahlah berapa kota lagi yang tersisa. Hm kenapa kalian menyerang bumi,? kenapa kalian membunuh makhluk hidup dibumi? Apa yang sebenarnya kalian inginkan?" gumam Hexari, ia pun merebahkan diri, disamping kanannya tergeletak pedangnya.

Samar-samar, ia melihat benda bercahaya bergerak dengan cepat.

"Bintang jatuh? Tidak.. Jangan-jangan itu, itu adalah pesawat alien." Hexari pun bangkit dan berlari menyeret pedangnya pergi dari tempat itu.

Di ruang perawatan.

"Sampai kapan kau akan terus menemaniku? Kau pergi sana." ujar Violin yang merebahkan diri di ranjang.

"Aku mau tidur di sini saja." Altra terlihat duduk di sofa yang tersedia di tempat tersebut.

"Hm terserah lah." Violin membalikan badan dan memutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

Di tempat Hexari, ia masuk ke kamar Violin yang memang tidak terkunci.

"Hmm rapi sekali kamar ini, eh tidak ada waktu, aku harus mencari kuncinya." Hexari segera membuka laci ia berusaha menjaga agar barang-barang milik Violin tidak berantakan, hingga ia pun menemukan apa yang dicari.

"Ini dia kuncinya." Hexari segera merapikan kembali semua barang, ia pun segera pergi, terlihat pedang nya kini berada dipunggungnya mulai bercahaya.

Ia pun berlari menyusuri lorong menuju garasi, malam yang larut membuat keadaan sudah sunyi, para prajurit telah terlelap.

Di garasi, Hexari menuju motor milik Violin, ia pun segera memarkirkan motornya.

"Aku harus segera pergi." gumam Hexari, ia pun mulai menyalakan motornya.

Keesokan harinya. Di ruang perawatan.

"Violin, bangun, hei ayolah." Altra menggoyangkan tubuh Violin

"Apa?" Violin mulai membuka matanya.

"Jendral Zenitya sudah kembali, semua prajurit diperintahkan untuk menuju ke halaman markas." balas Altra.

"Heee."

"Apa kau sanggup berjalan?" tanya Altra.

"Ya, kurasa aku sudah pulih sepenuhnya." jawab Violin.

"Baguslah, kalau begitu ayo kita pergi." Altra pun bergegas pergi diikuti oleh Violin.

Scene beralih ke halaman markas.

"Wah wah wah, apakah seperti ini ekspresi kalian saat menyambutku.?" tanya jendral Zenitya tegas pada para prajurit di hadapannya yang memasang ekspresi ketakutan.

"Tidak, bukan itu, tapi apa yang terjadi pada Hexari Pextragon." ucap Neves yang mewakili semua prajurit untuk bicara, terlihat Hexari terkapar babak belur dan wajah berantakan juga penuh debu kotoran, terlihat kepalanya diinjak oleh jendral Zenitya.

"Baiklah kurasa sudah cukup hukumannya." lirih Hexari lemah.

Beralih

Alien Attack : World War Chapter 37 - Three Generals Back
Penulis : Alien Queen



Beralih ke angkatan udara. Terlihat semua prajurit berbaris dengan rapi, angin pagi bertiup begitu kencangnya disana.

Lapangan diangkatan udara begitu luas, permukaan nya terbuat dari logam, pemandangan sekeliling sangat indah karna terdapat taman disekitar lapangan, langit tampak begitu cerah.

Lokasi angkatan udara adalah di langit, markas mereka berbentuk pesawat maharaksasa.

"Selamat datang kembali jendral." ucap Freyal yang berdiri paling depan, rambut putih panjangnya berkibar indah tertiup angin, ia berada dalam posisi istirahat ditempat.

"Sepertinya semua dalam keadaan baik-baik saja, apakah semuanya hadir?" tanya jendral Erthogrul.

"Soal itu, warrior ranking 13, Arora Kazarina terluka ringan, ia ikut serta saat terjadi peperangan di permukaan." jawab Freyal.

"Hmm, lalu bagaimana dengan keadaan markas?"

"Tidak terjadi serangan apapun."

"Baiklah, perhatian semuanya, ada hal yang ingin kusampaikan pada kalian." tegas jendral Erthogrul. Keadaan hening, hanya hembusan angin yang kencang yang terdengar. Jendral Erthogrul pun memberitaukan apa yang dibahas pada rapat kemarin.

"Rank 1, tak ada satupun prajurit yang pernah bertemu dengannya, dia sangat misterius, beruntung ketiga jendral bertemu dengan nya." pikir Freyal.

Di angkatan laut.

Di halaman markas, semuanya sudah berbaris dengan rapi.

Tak lama jendral Guimor pun memasuki lapangan.

"Selamat datang kembali jendral." ucap para prajurit. Di angkatan laut, udara pagi begitu asin, burung camar berterbangan diatas mereka. Mentari terbit dari laut, seolah biru nya samudra memuntahkan sang bola bulat bercahaya yang hangat itu.

"Hmm, ah kumulai darimana yah, yang jelas aku tidak akan banyak basa-basi pada kalian." ucapnya.

"Ekhemm dengarkan semuanya, aku punya pengumuman penting untuk kalian semua." jelas jendral Guimor dengan berdiri tegap.

Beralih ke angkatan darat terlihat Hexari duduk di samping kanan jendral Zenitya, rambutnya berantakan, seluruh tubuhnya dipenuhi debu.

"A-apa yang terjadi disini? Kenapa Hexari babak belur." gumam Violin yang baru saja tiba.

"Apa kalian tidak ingin mengucapkan padaku selamat datang?"

"Selamat datang kembali jendral."

"Hmmh payah." ketus Hexari.

Buak...

Tendangan keras menghantam wajah Hexari hingga membuatnya terkapar ditanah.

"Aw, itu sakit, kau tau." gumam Hexari.

"Padahal aku sudah menghajarnya dari tadi malam, tapi dia masih sadarkan diri, apakah pria ini benar-benar manusia." gumam Jendral Zenitya.

"Ano maaf menyela, tapi kenapa anda menghajar pria bodoh itu?" tanya Altra.

"Dia, si berengsek ini hampir membunuhku tadi malam." jawab jendral Zenitya yang masih kesal.

"Heeee"

"Apaaaaa???" semua prajurit sangat terkejut dengan semua pernyataan tersebut.

"Aku kan sudah meminta maaf, bahkan aku menerima siksaan mu selama 6 jam." bentak Hexari yang kembali duduk.

"Kau tiga kali hampir membunuhku, beberapa kali kau hampir menebasku, aku sangat kesal padamu."

"Bukankah kita sudah impas, lagipula aku hanya hampir menebasmu saja kan. Tapi kau menghajarku habis-habisan." bantah Hexari.

"Diam, ekhem. Semuanya, aku memanggil kalian bukan untuk hal ini, tapi ada hal yang sangat penting yang harus ku sampaikan pada kalian semua." tegas Jendral Zenitya, ia terlihat begitu serius.

Hexari terlihat duduk bersila sambil menopang dagu. Jendral Zenitya pun menerangkan tentang apa yang dibahas di kediaman presiden.

"Rank 1??" semua prajurit terkejut mendengar hal itu, sama halnya dengan angkatan udara.

"Memangnya sekuat apa sih rank 1 itu, begitu melegenda nya dia." ketus Hexari.

"Hah, Violin akan menjelaskan nya padamu, sekarang dengarkan aku dulu." ucap Jendral Zenitya.

"Dengarkan aku." semua prajurit kembali hening. Posisi mereka dalam keadaan istirahat ditempat.

"Ada misi yang harus kalian jalani, maka dari itu, aku..."

Bersambung.

Hexari dihajar habis-habisan kemarin malam, apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat jendral Zenitya sangat marah hingga menghajar Hexari? Di chapter selanjutnya akan dibahas.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 38

Dwi Fitri
2017-06-10 13:07:53
Akhirnya Rank 1 ngilang lagi.. '-'
Sovaren DF F
2017-05-22 16:17:58
Kejamnya, kaya kamu
Blackpearl Kwon Yuri
2017-02-12 20:56:07
hexari sayang, kamu kenapa?hiks.hiks.. Kamu kok bisa dihajar
Imortal
2017-02-07 14:04:29
Keren dah
ThE LaSt EnD
2017-02-06 22:32:57
3 jendral itu sebenarnya rangking Brapa?
chichay
2017-02-06 21:31:43
pnsarn.d tunggu lnjutnya
Ade Aja
2017-02-06 18:35:33
Aq menduga, pesawat yg dinaiki oleh jendral Zenitya ketika mlm itulah yg hendak dihancurkan oleh Hexari. Ia mengira itu pesawat Alien, nmun dugaanNy salah. Ya tpi msih mgkin sich, bhehehe...
BeeZero
2017-02-06 16:21:36
pasti ada alasanya knpa hexari dhjar smpai bgtu...
Gouenji Shuuya
2017-02-06 15:58:32
Hahaha.. bonyok tuh hexari
Kleiss Effortles
2017-02-06 13:35:07
Selalu kasih nilai 10
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook