VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 36

2017-01-30 - Alien Queen > Alien Attack : World War
219 views | 13 komentar | nilai: 9.85 (13 user)

Alien Attack : World War Chapter 36

Scene beralih ke tempat Aerilyn. Ia sedang tiduran di kamar nya , terlihat semua barang tertata rapi.

"Armageddon, alien menakutkan, seekor alien raksasa yang pernah ku lihat, makhluk itu membuatku harus meninggalkan temanku." gumamnya sambil membayangkan betapa dasyatnya kerusakan yang dibuat oleh Armageddon di masa lalu.

"Kleiss, apakah kau pergi mencariku atau kau tetap tinggal?" gumamnya.

"Kurasa dia pergi untuk mencariku, mengingat tak pernah ada jawaban saat aku melakukan panggilan, Kleiss aku ingin melihat wajahmu yang sekarang, apakah kau sudah tumbuh menjadi pria tampan dan gagah, atau.."

Tok... Tok...

Tiba-tiba suara ketukan membuyarkan lamunan Aerilyn.

"Senior, ini aku Rui." sahut suara wanita dari luar.

Aerilyn bangkit dan berjalan menuju pintu, i a pun membuka pintu.

"Ada apa?" tanya Aerilyn cuek.

"Bolehkah aku masuk.?" pinta Karui.

"Tidak, katakan apa urusanmu.!" tolaknya dan langsung to the point.

"Tidak enak membicarakannya diluar, jadi sebaiknya kita masuk dulu." balas Karui

"Tidak boleh, jika tidak penting jangan ganggu aku, aku sedang sibuk." ucap Aerilyn hendak menutup pintu.

"Tu..tunggu dulu.!"

Brak..

Pintu pun ditutup dengan keras.

"Hah dia selalu seperti itu, ah tapi dia memang sangat manis, aku bahkan tak keberatan dengan sifatnya. Eh tunggu dulu." Karui pun tersadar bahwa ada sesuatu yang ingin disampaikan.

"Senior tolong buka pintunya, tidak akan lama ko."

"Katakan saja apa yang akan kau sampaikan." sahut Aerilyn dari dalam dengan nada datar.

"Baiklah.."

Skip. Didalam kamar Aerilyn kembali merebahkan diri diatas ranjang. Ia membayangkan kembali saat ia dan pria berambut hitam berantakan bernama Kleiss saat berusia 15 tahun. (btw apa aku sudah mencantumkan usia Aerilyn, Hexari, Arora dan Violin? Kalau udah, itu ralat, yang bener ini Hexari berusia 20 tahun, Violin dan Aerilyn berusia 19 tahun, Arora 20 tahun. Nah itu aja, karakter yang lain nanti dibahas.)

Scene berada di sebuah bukit, waktu menunjukan senja. Seorang pria bernama Kleiss sedang berlari, ia memiliki rambut runcing berantakan.

"Ayolah Ae, masa kau tidak mampu mengejarku." ejek Kleiss pada Aerilyn yang tertinggal jauh dibelakang.

"Hah..hah... Aku lelah, tunggu aku." terlihat Aerilyn mengenakan pita merah di kepalanya dan memakai kaos hitam dan celana pendek putih.

"Kau sangat lelet."

Bruk.. tiba-tiba Aerilyn jatuh secara tengkurap, ia tidak bergerak.

"Eh? Ae kau tidak apa-apa? Apa jangan-jangan.... Gyaah jangan- jangan Aerilyn mati." teriak Kleiss yang panik dan berlari turun menghampiri Aerilyn.

"Hei, Ae, kau kenapa? Ayolah jangan bercanda, jangan membuatku kuatir." panik Kleiss, ia membalikan tubuh Aerilyn dipangkuannya. Tiba-tiba Aerilyn pun membuka matanya dan tersenyum.

"Kau menghawatirkanku?" tanya Aerilyn yang bangkit lalu mencium pipi kiri Kleiss.

"Eh, barusan apa yang kau lakukan?" tanya Kleiss polos.

"Hmm entahlah, tapi orang dewasa sering melakukan itu." jawab Aerilyn pura-pura tidak tau.

"Emm itu aneh, rasanya.." Kleiss memegang pipi bekas ciuman tadi.

"Sudah lah, sekarang gendong aku keatas sana, bisa-bisa kita melewatkan pemandangan nya." potong Aerilyn, ia tersenyum kecil.

"Hm, yasudah, naiklah. Aku akan menggendongmu." Kembali ke waktu sekarang.

"Hmm, kapan yah hari-hari seperti itu akan terulang kembali? Apakah aku dapat mengalami hal itu lagi? Bermain bersama dan memandang mentari senja." pikirnya.

Alien Attack : World War Chapter 36 - Desagerpen
Penulis : Alien Queen



Kembali ke tempat Violin.

"Baiklah-baiklah aku akan membawa makanan lagi." bujuk Altra, terlihat Violin ngambek.

"Hmh." Violin membuang pandangan.

Tak lama masuklah Hexari kedalam ruangan itu,(padahal biasanya ngetuk pintu dulu, ini malah maen nyelonong aja.)

"Hexari apa yang kau bawa?" tanya Violin, yang memang terlihat Hexari membawa sesuatu.

"Ini hanya snack." Hexari pun menurunkan pedangnya dan duduk diatas sofa.

"Bagaimana dengan keadaan Arora? Apa kau tau keadaannya?" tanya Altra.

"Arora tidak apa-apa, ia memakai pakaian baja, ya meskipun peluru tetap menembusnya, tapi berkat pakaian nya, luka nya tidak dalam, sekarang dia berada di angkatan udara." jelas Hexari sambil memakan makanan ringan yang dibawanya.

Kembali ke tempat rapat

"Tapi bukan hanya itu saja yang akan kusampaikan, ada hal lain yang ingin kukatakan." ucap rank 1.

"Lalu apa yang ingin kau sampaikan?" tanya jendral Guimor.

"Aku mulai darimana yah? Emm, aku tau. Selain terjadi penyerangan yang dilakukan oleh para alien, ternyata mereka juga melakukan sesuatu." rank 1 pun beranjak dari jendela, ia berjalan ke sebuah meja dibelakang kursi BAPAK presiden. Ia pun duduk disana.

"Telah terjadi penculikan secara besar-besaran dilakukan oleh mereka." lanjutnya.

"Penculikan manusia maksudmu?" tanya Jendral Zenitya memastikan.

"Ya, penculikan manusia di beberapa kota, setelah keberangkatan kalian bertiga, beberapa unit pesawat alien dikerahkan menuju beberapa kota dan menculik semua warga kota. Menghancurkan kota adalah hiburan bagi mereka." lanjut rank 1 menerangkan.

"Apa?"

"Apa kau tau untuk apa mereka menculik manusia?" tanya pak presiden pada Rank 1.

"Perkiraanku, mereka akan melakukan eksperimen, menjadikan manusia sebagai bahan percobaan." jawab Rank 1.

"Percobaan apa?" tanya ibu presiden.

"Entahlah aku juga kurang tau, tapi yang harus kalian bertiga lakukan adalah membebaskan para warga kota yang belum dibawa ke tempat persembunyian para alien itu.!"

"Ini di wilayah darat kan, jadi hal ini adalah tugas Zenitya." ucap Erthogrul.

"Apa? Aku.."

"Tidak tuan jendral, terdapat sekitar 7 kota yang diserang, salah satu kota nya yaitu tempat terjadinya perang angkatan darat tadi."

"Lalu apa kami juga harus turun tangan?" tanya jendral Guimor.

"Ya, sejauh yang kutau, hanya satu kota saja yang para warga nya sudah dibawa. Tersisa 6 kota lagi. Tuan, bisa anda perlihatkan peta." pinta Rank 1 pada pak presiden.

Pak presiden pun bangkit dan beranjak mengambil sebuah peta, peta yang lumayan besar itu pun di buka diatas meja.

"Ini adalah peta negara kita dan negara tetangga." ucap pak presiden.

"Baiklah, akan kuberitau dimana saja kota yang diserang." semuanya memperhatikan peta.

"Angkatan laut, menuju kota ini dan ini, kedua kota ini dekat dfngan laut." ucap Rank 1. Sambil menunjuk lokasi di peta.

"Aku mengerti," ucap Jendral Guimor.

"Angkatan udara, menuju kota ini dan disini." ucap rank 1 yang kembali menunjuk lokasi di peta.

"Kenapa jaraknya berjauhan?"

tanya jendral Erthogrul.

"Angkatan udara adalah prajurit penerbang, bukan hal masalah jika soal jarak."

"Benar juga."

"Terakhir, angkatan darat, ini adalah dua kota terakhir, posisinya berada di antara lokasi angkatan udara dan laut berada, ini kotanya dan ini. Dan kebetulan dua kota ini berdekatan pula." jelas Rank 1 sambil menunjuk ke lokasi.

"Kalian pasti tau dimana saja lokasi tersebut berada, operasi kita kali ini adalah menyelamatkan umat manusia sebanyak mungkin." ucap pak presiden.

"Kota yang aman pun belum tentu tidak ada penyerangan, kita harus membuat penjagaan pada kota-kota yang belum diserang." tambah ibu presiden.

"Siap laksanakan." ucap ketiga jendral serempak.

"Baiklah tuan-tuan dan nyonya-nyonya, izinkan saya undur diri."
rank 1 pun perlahan mundur dan melompat keluar dari jendela.

"Ngomong-ngomong, rank 1 berada di angkatan mana?" tanya jendral Guimor.

"Rank 1 adalah prajurit netral, ia tidak berada di angkatan manapun." jawab ibu presiden.

Bersambung.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 37

Dwi Fitri
2017-06-10 12:48:06
Rank 1 ciri2nya seperti apa ya.. apa sudah dijelaskan dicerita?
Sovaren DF F
2017-05-22 16:15:21
Rangking 1 adakah yang terkuat yah.
Vestaka Pyrokinesis
2017-02-04 19:24:23
Hm, jadi apa akan terjadi peperangan
Sqouts Shadows
2017-02-03 04:59:30
Siapa sosok asli ranki 1
Bocah Redoks
2017-01-30 21:47:25
Kata ia sebaiknya gk usah di pisah. Juga kata dengan salah huruf atu biji. Maaf sebelumnya
Ade Aja
2017-01-30 19:05:43
Tokoh2 kuat bermunculan,, lalu hubungan Aerylin dgn pria rank 1 itu msih blm jelas, yah aq brharap Hexari yg bkal mengisi hati Aerylin....
ThE LaSt EnD
2017-01-30 12:26:39
jadi namanya Kleiss.. rangking 1...?
Gouenji Shuuya
2017-01-30 12:16:13
Untung aku gak ikut diculik alien
chichay
2017-01-30 09:59:04
muncul akhrnya hexari.
BeeZero
2017-01-30 09:43:51
hbat juga rank 1 itu ya. .bsa seenaknya bgtu, , msh pnasaran dng kkuatan matanya itu,,
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook