VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 35

2017-01-25 - Alien Queen > Alien Attack : World War
238 views | 12 komentar | nilai: 9.83 (12 user)

Alien Attack : World War Chapter 35

"Apa?" kaget ketiga jendral, ibu dan ayah presiden.

"Ta-tapi menurut Hexari, Armageddon itu kelas Mega." tutur jendral Zenitya.

"Kelas mega adalah Armageddon yang masih berusia muda, tapi makhluk yang muncul beberapa waktu lalu adalah Armageddon dewasa. Tentang kemunculan Armageddon itu bukan hal kebetulan, tapi itu disengaja. Karna terjadi penyerangan alien secara besar-besaran." jelas rank 1 yang tak berpindah tempat, ia duduk dijendela dan hal itu memang sangat tidak sopan.

"Itu benar, sebelum aku kesini, terjadi penyerangan alien." gumam Jendral Zenitya.

"Tapi, itu bukan penyerangan, sebenarnya para alien itu berkumpul disuatu tempat dan merencanakan sesuatu. Tapi bukan hanya itu saja yang akan kusampaikan, ada hal lain yang ingin kukatakan."

Scene beralih ke suatu tempat. Tempat yang terlihat seperti bangunan zaman kuno, terdapat banyak alien berlalu lalang, diantara mereka terlihat seorang alien berbadan kekar dan tinggi dan tubuhnya bersisik. Dialah Jelleian,(pertama kali muncul di chapter 26)

ia sedang berdiri tegap, terlihat tak jauh sebuah pesawat turun dan mendarat di depan Jelleian. Seekor atau seorang yah?. Pokoknya ada alien yang turun dan menghadap ke Jelleian.

"Lapor, tuan kami membawa ratusan manusia di pesawat sesuai dengan permintaan anda."

"Kerja bagus, segera bawa para manusia itu keruangan bawah tanah." ucapnya dengan nada menyeramkan

"Baik." alien itu pun menginstruksikan pada rekan nya di dalam pesawat agar menurunkan semua manusia.

Pintu pesawat pun terbuka, dan terlihat banyak manusia yang kedua tangannya diborgol turun dari pesawat, tak sedikit dari mereka yang ketakutan, belum lagi dengan anak-anak yang jelas-jelas sangat ketakutan melihat para wujud alien itu. Semua orang berjalan perlahan. Terlihat alien didepan memandu mereka, dan dibelakang barisan ada alien yang menodongkan senjata.

"Sempurna, jika manusia sebanyak ini, maka semuanya akan berjalan sesuai rencana."

Alien Attack : World War Chapter 35 - Friend
Penulis : Alien Queen



Beralih ke tempat Violin.

Terlihat Violin sedang tertidur di ranjang perawatan. Tak ada siapapun diruangan itu. Diam-diam Neves masuk dan duduk disamping ranjang.

"Sepertinya kondisimu mulai membaik." ucap Neves dengan nada rendah, ia memperhatikan Violin.

"Seperti itulah." balas Violin yang perlahan membuka matanya.

"Eh? Kau bangun." kaget Neves, ia beranjak hendak pergi.

"Kenapa? Jangan pergi, kau ingin mengatakan apa?"

"Kau selalu seperti itu, selalu memikirkan orang lain tanpa melihat keadaan dirimu." ucap Neves yang kembali duduk, terlihat Violin mengalihkan pandangan.

"Tidak juga." ucap Violin lemah.

"Violin, a..aku. Aku minta maaf padamu." Neves menunduk

"Soal apa?"

"Soal kejadian waktu itu, aku tidak seharusnya.."

"Bukankah aku sudah mengatakannya kalau kita lupakan saja hal itu, lagipula aku sudah memaafkanmu ko." potong Violin.

"Aku.. Aku sadar, aku tidak berhak untuk mendapatkan cintamu lagi, aku pantas untuk kau benci, jadi mulai sekarang... Aku tidak akan mengganggu kehidupan mu lagi." jelas Neves. Tiba-tiba pintu dibuka dan

"Vio aku membawakan .." ucapan Altra terhenti ketika melihat Neves ada disana.

"Kau sedang apa disini?" bentak Altra pada Neves.

"A..aku.." Dengan cepat Altra menarik tangan Neves dan mendorongnya keluar ruangan.

"A.altra.." Mereka berdua memang memiliki tubuh yang kekar dan atletis sehingga Altra mampu mendorong Neves keluar.

"Kuperingatkan padamu jangan ganggu kehidupan Violin lagi.! Tidak cukupkah kau untuk perbuatanmu yang waktu itu? Apa kau ingin terus menyakiti perasaannya hah.!" bentak Altra sambil menutup pintu, Altra pun berjalan kearah ranjang dan duduk disamping ranjang.

"Kau terlalu berlebihan padanya." ucap Violin.

"Itu pantas dia dapatkan, aku tidak ingin sahabatku dilukai lagi oleh pria bajingan." balas Altra sambil mengambil segelas air dan makanan yang tadi dia bawa.

"Kau sangat baik padaku."

"Apapun untuk dirimu." ucap Altra.

Violin pun duduk diatas ranjang dan kemudian Altra menyuapinya makan.

"Ngomong-ngomong kau sudah punya kekasih?" tanya Violin yang telah menelan makanan dimulutnya.

"Eh, kenapa kau bertanya tentang itu?" tanya balik Altra yang kini terlihat gugup.

"Tidak ada, tapi aku takut ada yang merasa cemburu ketika kau melakukan hal ini." jawab Violin

"Soal itu em.. Aku baru melakukan pendekatan." ucap Altra sambil memasukan sesendok makanan kemulutnya.

"Benarkah." Violin terlihat terkejut. Altra hanya mengangguk menanggapi hal itu.

"Siapa wanita itu?" tanya Violin semangat.

"Soal itu emm... Rahasia.." balas Altra yang kembali memasukan sesendok makanan kemulutnya.

"Kau mau main rahasia padaku, pada sahabatmu sendiri?" Violin terlihat kesal.

"Jangan marah dong, baiklah aku akan memberitaukan nya padamu."

"Benarkah? Kalau begitu katakan padaku.!" Altra pun menyimpan piring diatas meja.

"Tapi jangan beritau siapapun yah.!"

"Oke, rahasiamu aman padaku." Altra kemudian
mendekatkan diri pada Violin, menyingkabkan rambut hitam tebal yang menutupi telinganya, Altra lalu membisikan sesuatu pada Violin

"Apa?? Benarkah itu?" kaget Violin.

"Hu'um." Altra mengangguk. Ia pun mengambil makanan tadi dan memakannya.

"Kalau begitu semoga berhasil."

"Terima kasih."

"Tunggu dulu, kau membawa makanan itu untuk ku atau untukmu? Kenapa kau yang memakannya?" tanya Violin yang melihat Altra makan

"Ahaha ini, aku sampai lupa. Kalau begitu ini dia, buka mulutmu.aa" Altra kembali Menyuapi Violin.

"Kau ingat saat pertama kali aku menyuapi mu?" tanya Altra sambil memasukan sesendok makanan ke mulut Violin.

"Ya, waktu itu aku sedang sakit, hanya kau yang tau kalau aku sakit, em terima kasih banyak karna kau merawatku. Jika tidak ada dirimu, aku pasti akan mati."

"Bukan itu, tapi makanan apa yang kuberikan padamu, aku rasa aku tak pernah memakannya sejak saat itu."

"Aku ingat, setiap kali kau menyuapi ku, kau juga memakan makanan makanan nya. -_- . Ternyata kebiasaan mu tak pernah berubah."

"Ahaha, aku bahkan tidak sadar kalau aku juga ikut memakan makanan mu." ucapnya sambil makan.

"-_-. Soal makanan itu, aku pernah memakannya di angkatan laut. Kurasa sekarang hanya disanalah terdapat makanan itu."

"Kalau begitu kapan-kapan kita kesana."

"Hm baiklah. Tapi berhentilah memakan makanan nya, aku belum kenyang."

"Ups, maaf Vio, aku menghabiskan semuanya."

"Aaah kau ini.."

Bersambung.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 36

Dwi Fitri
2017-06-10 12:32:16
Rank 1 *-* #berbinar-binar
Sovaren DF F
2017-05-22 16:11:07
Nyuapin makan emang romantis, tapi malah makan sendiri.
ZENA LEO MONSTA X
2017-01-29 20:32:06
Rilisnya lebih cepat tuh
SESHOMARU INU
2017-01-27 08:12:15
Sama kayak yang dibawah, hexari enggak muncul
chichay
2017-01-26 15:41:50
hexari nya tk tmpil
Bocah Redoks
2017-01-26 12:32:47
Chapter kali ini kok rasanya seperti sebuah prolog untuk sebuah kejutan lain
Rudy Wowor
2017-01-26 10:23:16
so sweet.
Gouenji Shuuya
2017-01-26 04:00:06
Siapa yang diincar altra ya
T S A
2017-01-25 21:37:08
Jadi penasaran apa yg di bisikan altra ke violin ?
BeeZero
2017-01-25 19:36:14
knpa manusia dkmpulkan,apa mau dbwt eksperimenkah ??
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook