VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 34

2017-01-16 - Alien Queen > Alien Attack : World War
234 views | 15 komentar | nilai: 9.9 (10 user)

Biarpun lagi Prakerin, cerita ini tetap berlanjut, hanya cerita ini yang dilanjut karna hanya cerita ini yang ada ide, hanya saja mungkin bakal jarang update dan jarang baca cerita kalian. Cerita ku yang lain
delay dulu.

Alien Attack : World War

Chapter 34 : Aire

Scene beralih ke tempat Jendral Zenitya,

Srat.. Srat... Srat...

Dengan gerakan yang cepat dan bagaikan menari, ia memainkan pedangnya untuk menebas kumpulan Alien yang menyerangnya.

"Khi.." sambil memegang topinya dan mengeluarkan senyum jahat seperti Esdeath, Jendral Zenitya berhasil menebas semua alien dengan mudah.

Ia pun menebaskan pedangnya untuk menghilangkan darah yang ada di pedangnya.

"Hanya segini saja? Ayolah aku bahkan belum berkeringat."

Duar..

Tiba-tiba dinding tanah hancur dan keluar sosok alien berbentuk binatang berwarna coklat setinggi 1.5 meter menyerang jendral Zenitya,

Ia merunduk dan menebaskan pedang secara vertikal keatas dan membelah tubuh makhluk itu.

"Jiwa prajurit ku kembali bergejolak, aku ingin lebih banyak membunuh lagi." gumamnya dengan wajah menakutkan.

"Tapi kurasa sudah tidak ada lagi makhluk yang akan menyerangku, yasudalah." ia kembali ke ekspresi layaknya wanita, ia pun memasukan pedangnya ke dalam sarung pedang dipinggangnya.

"Untung saja mobilku tidak terbalik." gumamnya yang berjalan masuk kedalam mobil.

"Aku akan mengikuti lorong ini, semoga saja ada jalan keluarnya."

Beralih ke tempat Jendral Erthogrul.

Ia terbang melesat ke arah salah satu alien dan

Srat..

Kepala makhluk itu terpenggal, disaat yang sama para alien lain menembakinya, reflek ia menggunakan tubuh mayat alien yang baru saja tewas olehnya sebagai tameng.

"Ini terlalu mudah." ia pun melemparkan mayat itu kearah 3 alien yang menembakinya dan

Jduar...

Mayat itu meledak, ternyata jendral Erthogrul menempelkan sebuah bom di tubuh mayat alien itu.

Tinggal tersisa dua alien, namun karna pandangan kedua alien itu terarah pada ledakan, mereka tak menyadari akan diserang dan.

Srat...

Entah bagaimana caranya, namun tubuh kedua alien itu langsung terpotong menjadi dua.

"Ini terlalu mudah, aku bahkan belum kelelahan." gumam Jendral Erthogrul.

"Eh tunggu dulu, jam berapa ini? Astaga aku akan terlambat." paniknya dengan ekspresi konyol.

"Sebaiknya aku bergegas." ia pun terbang dengan kecepatan penuh, sambil menyimpan kembali pedang cahaya nya.

Ditempat jendral Guimor.

"Bentuk mu seperti kepiting, sebenarnya kau ini makhluk apa? Emm sudah jelas dia itu alien peliharaan kan." ucap Jendral Guimor yang pastinya ucapannya tidak akan dimengerti oleh alien dihadapannya.

Makhluk besar itu menyerang dengan tangan kanannya yang mirip capit kepiting.

"Kau bodoh yah."

Duar... Duar... Duar.. Duar..

Jendral Guimor menembakan seluruh pelurunya kearah makhluk besar itu.

"Aku yakin kau belum mati." Jendral Guimor pun meluncur menuju arah kaki makhluk itu. Terlihat memang makhluk itu mengambang diatas air karna permukaan tubuhnya yang lebar.

"Skakmat."

Srat.. Srat.. Srat...

Semua kaki makhluk itu bahkan tangannya terpotong. Entah bagaimana caranya Jendral Guimor berada diatas makhluk itu.

"Serangan terakhir.." tanpa memberi kesempatan, jendral Guimor langsung menebas alien itu dengan katana panjangnya, ia berada didepan makhluk itu dengan gaya Robot power Ranger yang berhasil menebas monster raksasa yang menghancurkan kota :v.

"Eh tunggu dulu, ini bukan waktunya bergaya keren, aku sudah terlambat." ia pun segera mengambil jaketnya dan berusaha keras membalikan speedboatnya.

"Gyaaah ini berat sekali." teriaknya.

"Jika disini ada penyerangan, maka kemungkinan besar penyerangan terjadi secara besar-besaran."

Ia berhasil membalikan speedboatnya dan segera menyalakannya.

"Untung saja benda ini sudah ku modifikasi." gumamnya, ia segera mengemudikan speedboat itu menuju kota utama ketempat ayah presiden dan ibu presiden :v .

Alien Attack : World War Chapter 34 - Aire
Penulis : Alien Queen

Alien Attack : World War

Scene beralih ke markas angkatan darat. Tepatnya diruang perawatan, terlihat beberapa prajurit juga Violin sedang dirawat disana. Disana ada Altra menemani Violin.

Sovaren dan Hexari datang ke tempat itu.

"Vio apa kau tidak apa-apa?" tanya Hexari.

"Dia hanya kehabisan tenaga dan mendapat luka dalam karna ia memakai 2 serum sekaligus." ucap Altra.

"Serum?" bingung Hexari, ia tidak tau tentang serum.

"Kau tidak tau?"

"Aku tidak tau, memangnya apa itu serum?"

"Nanti juga kau tau, senior bagaimana perangnya?" ucap Violin yang memang ia tidak pingsan.

"Perang dimenangkan oleh kita, tak ada korban jiwa, hanya banyak prajurit yang terluka termasuk Arora Kazarina." jelas Sovaren.

"Lain kali jangan gunakan serum secara berlebihan, gunakan satu dalam sekali perang." lanjutnya.

"Hm, aku aku mengerti."

"Mengerti apanya? Kau dari dulu selalu seperti itu, selalu memaksakan diri dan mementingkan orang lain tanpa melihat keadaan dirimu." bentak Altra yang kuatir. Violin hanya tersenyum menanggapi hal itu.

"Lagipula kenapa kau malah menolong pria berengsek itu sih?" tanya Altra kesal.

"Emm itu.. Eh Hexari, bagaimana keadaan Arora?" tanya Violin mengalihkan topik.

"Dia mengalihkan topik pembicaraan. " pikir Altra.

"Em itu dia tidak apa-apa, hanya sedikit terluka saja. Untung dia memakai pakaian logam yang keras. Ya meskipun tetap saja lasernya tembus, tapi tidak dalam lukanya." jawab Hexari.

"Hmm, alien mempunyai laser yang dapat menembus logam, sementara semua peluru dan laser kita tak mampu menembus logam pesawat alien." gumam Sovaren.

Scene berpindah ke kota utama di istana presiden.

Di ruang rapat, terlihat ibu dan ayah presiden. (bhuft.. Apaan tuh ayah presiden?) ibu dan bapak presiden sudah menunggu, disana terlihat ada jendral Erthogrul. Tiba-tiba Jendral Zenitya tiba dan membuka pintu.

"Maaf Yah, Bu, saya terlambat."

"Yah? Apaan tuh? Emang gue bapakmu?" bentak ayah presiden. (Ralat :v )

Jendral Zenitya berjalan masuk dan membungkuk.

"Maaf pak, bu. Saya terlambat." ucap Jendral Zenitya.

"Hah, aku sudah bosan menunggumu." keluh bapak presiden.

"Ano, soal itu ada sedikit kendala." bela Jendral Zenitya.

"Erthogrul juga sama, tapi dia tepat waktu." ucap ibu presiden unjuk bicara.

"Emm..." Tiba-tiba pintu dibuka dan Jendral Guimor pun datang dengan tergesa- gesa.

"Selamat datang jendral.." ucap pak presiden dengan nada kesal.

"Ah maaf aku terlambat, tadi aku dimakan ali.."

"Sudahlah jangan banyak bicara lagi, ada hal yang ingin ku diskusikan bersama kalian berempat." jelas pak presiden memotong ucapan.

"Duduk dulu." ucap ibu presiden.

"Baiklah." Jendral Guimor pun duduk begitu juga dengan Jendral Zenitya.

"Jadi apa yang anda ingin katakan tuan dan nyonya presiden?" tanya Jendral Guimor membuka topik pembicaraan.

"Tunggu dulu, satu orang lagi belum tiba." ucap Ayah presiden.(what? Kenapa selalu bilang ayah sih? Karna memang author di sini suka begitu, suka mencantumkan ayah ibu, jadi aku juga ikut-ikutan aja.)

"Siapa itu?" tanya Jendral Zenitya.

"Maaf semuanya aku terlambat." ucap suara pria yang berasal dari jendela tempat itu.

"Warrior ranking pertama." ujar ibu presiden yang melirik kearah jendela.

"Apa? Jadi kau warrior ranking satu itu?" kaget jendral Guimor.

"Salam kenal." ucap rank. 1, terlihat ia memakai jaket berlambangkan warrior dipunggunya.

"Dia adalah prajurit utama kita, kalian belum pernah bertemu dengannya kan.!" ucap ayah presiden.

"Kau sangat tampan." kagum Jendral Zenitya dalam hati.

"Hm." terlihat jendral Erthogrul biasa saja.

"Sebaiknya sampaikan pada mereka apa yang ingin kau sampaikan." ujar Ibu presiden pada rank 1.

Rank 1 pun duduk di jendela dan menyampaikan sesuatu

"Hah tapi dia itu sangat tidak snpan." pikir Jendral Zenitya

"Baiklah aku mulai. Ekhem Dengar semuanya, kalian sudah tau kan tentang penyebab gempa beberapa waktu lalu. Yah penyebabnya adalah alien hitam maha raksasa Armageddon dengan kelas Exa."

"Apa?" kaget ketiga jendral, ibu dan ayah presiden(tapi serius loh enggak enak didenger, jadi menurut kalian ibu ayah atau ibu bapak bagusnya?).

"Ta-tapi menurut Hexari, Armageddon itu kelas Mega." tutur jendral Zenitya.

Bersambung...

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 35

Dwi Fitri
2017-06-10 12:16:05
Kyaa.. rank 1 muncul uohh tampannya *ngayal* udah ah kenapa aku malah jadi lebay
Sovaren DF F
2017-05-22 16:06:36
Rata-rata penyebutan orang tua ayah ibu, tapi memang itu ngga sesuai dengan antonim dan sinonimnya, btw sovaren disini apa sepertiku?
Kleiss Effortles
2017-01-25 10:01:48
Nilai 10 untuk cerita yang ku ikuti
wahyu
2017-01-20 02:01:21
mana nih kelanjutanx om
T S A
2017-01-17 22:56:16
Ibu bapak aja , next
SESHOMARU INU
2017-01-17 17:41:50
Perumpaaan nya kaya esdeath mulu, emang wajahnya mirip esdeath yah?
Bocah Redoks
2017-01-17 06:49:32
mungkinkah yg muncul itu raja alien. dan warrior tingkat 1 ? siapa dia ?
BeeZero
2017-01-17 01:52:28
kekuatan para jndral mnakutkan. . . dan warrior rank 1,,siapa dia ??
ThE LaSt EnD
2017-01-16 22:31:56
tentang serum? tntang w.rangking 1 dan kelas Armageddon..? jwbny next chaptr.
Gouenji Shuuya
2017-01-16 22:06:22
Bapak ibu.. itu yg benar..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook