VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Alien Attack : World War Chapter 33

2017-01-09 - Aerilyn Chan Kawai > Alien Attack : World War
150 views | 14 komentar | nilai: 9.55 (11 user)

Alien Attack : World War

Chapter 33 : 3 Jendral

Scene berada ditempat Violin

Terlihat ia menjadi penembak, posisinya berada diluar jangkauan musuh. Diatas motor.

"Hm, diluar dugaan, mereka bersembunyi dibalik reruntuhan gedung." gumam Violin, sasarannya terfokus dan.

Bziuw..

Peluru langsung menembus 3 alien sekaligus.

Tiba-tiba ia melihat Neves yang sedang terdesak dari teropongnya.

"Aku harus membantunya," pikir Violin.

Dengan cepat ia segera mengisi pelurunya, dan segera membidik.

"Entah kenapa aku merasa simpati padanya, apakah aku masih punya perasaan padanya?" gumamnya sambil mulai fokus.

"Tidak, sudah cukup untuk masa lalu itu saja, aku tidak ingin hal itu terulang kembali."

Bziuw..

Seketika Alien yang mengepung Neves mulai berjatuhan.

Saat Violin fokus pada sasaran, entah datang darimana, seekor Alien tiba-tiba menerjang namun.

Srat..

Seseorang tiba-tiba menebas alien itu.

"Terimakasih atas bantuannya." ucap Violin tanpa berbalik.

"Hmm, seperti biasa.. Kawan lama." ucap seorang pria sambil memanggul pedang besar.

Beralih ke tempat Hexari.

"Mau bagaimana lagi, kau akan jatuh jika tidak ku peluk. Aku tidak mau kau terluka." bentak Arora.

"Eh kenapa malah dirimu yang marah?" gumam Hexari.

"Hmmh.." Arora membuang pandangan.

"Kita urus hal ini nanti, Arora didalam pesawat ada banyak orang, kurasa itu adalah orang-orang dikota ini." teriak Hexari agar ucapannya terdengar.

"Apa? Pantas saja aku tak menemukan seorang pun di kota."

"Ya, kita harus segera menyelamatkan mereka."

"Baiklah." Arora terbang menuju salah satu pesawat alien dengan Hexari tentunya.

Namun saat mereka mendekat, kedua pesawat itu terbang pergi, kecepatannya tak tertandingi oleh Arora.

"Cepat sekali." gumam Hexari.

"Ada apa itu? Kenapa pesawatnya kabur?" tanya pria dibelakang Violin.

"Kurasa mereka kabur." jawab Violin yang pandangannya fokus pada musuh di arena perang. Terlihat alien berbentuk manusia itu memakai pakaian khusus dengan senjata laser, bukan hanya alien bentuk manusia saja, disana juga ada alien bentuk binatang.

"Kurasa aku juga harus turun tangan." ucap Pria itu yang berjalan ke samping Violin.

"Tapi kau kan tidak diperintahkan untuk turun ke medan perang." kata Violin.

Bziuw.. Bziuw...

"Tenang saja, lagipula jendral kan pergi, dia tidak akan tau."

"Tapi aku ada disini, aku tau kau keluar tanpa izin Altra." bentak Sovaren melalui alat komunikasi.

"Haha aku tidak peduli." Altra pun segera berlari menuju pasukan alien yang mendesak para prajurit.

"Hah, itulah Altra, dia selalu seperti itu." ucap Violin.

Kembali ke tempat Hexari.

"Jadi apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" tanya Hexari.

"Kita mainkan permainan ini, kita bahkan belum membunuh seekor alien." ucap Arora yang melihat kebawah.

"Bagaimana soal orang-orang yang diculik itu?"

"Kita urus itu nanti, yang paling penting saat ini adalah aku harus menang darimu."

"Apa?" Arora pun segera turun ke permukaan

Beralih ke tempat jendral Zenitya,

Ia keluar dari mobilnya.

"Hah, bagaimana caranya aku kembali keatas." gumamnya, tiba-tiba dengan cepat seekor alien berbentuk cacing raksasa dengan gigi kraken Pirates of the Caribbean (kraken yang memakan Jack.) menyerang Jendral Zenitya. Dengan merapikan topinya,

Srat...

Entah apa yang terjadi, makhluk itu melewati Jendral Zenitya dengan tubuh sudah terbelah menjadi dua.

"Khi.." dengan ekspresi Death Glare (tatapan membunuh ala Esdeath) Jendral Zenitya menghunuskan pedangnya.

"Majulah kalian binatang menjijikan, akan kutunjukan betapa menakutkannya diriku." ucapnya. Tiba-tiba segerombolan makhluk yang sama muncul dari setiap penjuru.

Alien Attack : World War Chapter 33 - Tiga Jendral
Penulis : Aerilyn Chan Kawai

Alien Attack : World War.

Scene beralih ke tempat jendral Erthogrul.

Asap mulai menghilang, terlihat ia masih berdiri kokoh tanpa terluka sedikitpun pasca terkena ratusan laser.

"Hanya segini? Hal seperti ini Tak akan mampu membunuhku. Akan kutunjukan kemampuan tiga jendral yang membumi hanguskan satu negara tanpa tersisa." gumam Jendral Erthogrul dengan memasang ekspresi Smirk Evilly (Senyum jahat ala Esdeath juga.)

Dengan satu kedipan mata, Jendral Erthogrul sudah menghilang dari pandangan dan sekitar 10 meter di depan, ia mengacungkan pedang cahayanya keatas dan

Duar... Duar... Duar.. Duar..

Semua bayi-bayi langsung meledak.

Namun itu hanyalah pengalihan karna tiba-tiba saja jendral Erthogrul sudah dikepung oleh sekitar 12 alien berbentuk manusia dengan alat dan senjata khusus.

"Majulah kalian semua." tantang Jendral Erthogrul yang belum menurunkan pedangnya.

Ditempat Jendral Guimor.

Tiba-tiba alien yang memakannya langsung meledak.

Duar..

Jendral Guimor langsung terhempas dan berdiri diatas air,

"Dimakan oleh makhluk sepertimu sangat tidak nyaman, aku tidak ingin merasakannya lagi." teriaknya sambil melepaskan bajunya, dan melemparkan bajunya ke speedboat yang mengambang di atas air dengan keadaan terbalik.

Terlihatlah otot-otot kekarnya, ia memanggul sebuah peluncur dan dikedua tangannya ada katana khusus. Terlihat juga air di laut itu tercampur oleh darah hijau alien yang meledak tadi.

"Aku akan menyelesaikan ini dengan cepat." gumamnya, seketika sekitar 6 ekor alien berbentuk binatang didalam air langsung menyerang jendral Guimor.

"Payah." Ia pun menebas semua alien yang menyerangnya dan

Sring.. Sring... Sring...

"Potongan yang sempurna." gumamnya, namun muncul seekor alien yang sangat besar, ukurannya sebesar ikan paus dewasa berwarna merah.

"Majulah." tantang Jendral Guimor dengan menyeringai.

Ditempat Hexari.

"Kita mulai." Hexari dan Arora pun mulai membunuh para alien itu, ditambah Kazuya dan yang lainnya telah tiba.

"Wah.. Wah ini baru namanya pesta." Kazuya langsung melompat dari mobil dan menembakan peluru dari senjata besarnya.

Duar..

Ledakan besar terjadi hingga membunuh sekitar 20 alien sekaligus.

"Dia gila." gumam salah satu soldier yang menghindari serangannya.

"Pasukan bantuan sudah datang, kemenangan berada di tangan umat manusia." gumam Violin.

"Astaga, dia selalu seperti itu." gumam Altra sambil memanggul pedang besarnya.

Srat..

"12." teriak Hexari Yang menebas 4 alien sekaligus.

Duar..

"19" teriak Arora yang meledakan 8 alien sekaligus.

"Aapa?" kaget Hexari.

"Aku unggul."

"Jangan harap, aliennya masih banyak." teriak Hexari. Namun saat ia akan menyerang alien yang tersisa .

Srat.. Srat.. Duar.. Duar..

Pasukan bantuan menghabisi sisanya hingga tak ada alien yang masih hidup.

"A..a..a.." Dengan ekspresi Jaw drop, Hexari menjatuhkan pedangnya. Ia kalah.

"Aku menang jadi A.." belum selesai mengucapkan kalimatnya Arora melihat seekor alien berbentuk manusia yang bangkit dan hendak menembak Hexari.

"Hexari awas."

Bziuw..

Makhluk itu menembak namun Arora dengan cepat memeluk Hexari dan menjadikan tubuhnya sebagai tameng.

Crat...

Peluru mengenai tepat di punggung kanan bagian bawah.

"Apa?"

Bziuw..

Violin dengan cepat menembak Alien itu, ia pun membuang senjatanya dan berlari menuju Hexari, namun ia kehilangan keseimbangan dan jatuh, reflek Altra menangkap Violin.

"Violin." teriak Neves.

Arora pun tumbang di pelukan Hexari.

"Kau, kenapa kau?..." kaget Hexari.

"Sudah kubilangkan, Aku tidak mau kau terluka." ucap Arora sambil tersenyum. Semua prajurit hanya diam.

"Dasar bodoh. Bukan berarti kau harus melindungiku juga kan."

"Apapun itu, aku yang menang ja.." belum selesai ia mengucapkan kata-katanya, ia langsung pingsan.

Ditempat Violin.

"Ah sial, ini gara-gara aku memaksakan diri." kata Violin yang berada dipelukan Altra. Neves pun mendekati Violin namun.

"Berhenti disitu.!" ucap Altra dengan keras memperingatkan.

"Tapi ... Vi.."

"Berhentilah pura-pura peduli padanya, pria berengsek, kau masih berani mendekatinya setelah apa yang kau perbuat padanya." bentak Altra.

"Sudahlah, kau bisa bantu aku pergi dari sini." pinta Violin dengan lemas.

"Hm tentu saja." ucap Altra sambil memangku Violin, terlihat rambut Violin terurai panjang hampir menyentuh tanah saat ia diangkat.

"Kazuya." teriak Altra.

"Yo." Kazuya pun berlari menuju Altra.

"Tolong bawa senjataku dan senjata milik Violin."

"Serahkan padaku Brother."

Altra pun berjalan menuju mobil miliknya.

Neves hanya bisa diam tertunduk mengingat apa yang dikatakan Altra adalah faktanya.

Bersambung.

Perangnya singkat banget yah.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 34

Vestaka Pyrokinesis
2017-01-13 07:16:32
Kazuya itu warrior yah, pantas saja dia mampu menghabisi 20 alien sekaligus
ZENA LEO MONSTA X
2017-01-12 09:27:29
Setidaknya ceritanya panjang
Kleiss Effortles
2017-01-11 15:16:54
Karna aku fans nya aerilyn, kuberi nilai 10
Ki Shuro Ikhoro
2017-01-10 16:25:50
kenapa hexari jadi lengah spti itu ??
D Generation X
2017-01-10 10:33:07
Mlindungi orang yang di suka
Rudy Wowor
2017-01-10 08:34:43
Arora is dead.
Gouenji Shuuya
2017-01-10 04:52:11
Apa yang sebenarnya terjadi dengan violin di masa lalu
ThE LaSt EnD
2017-01-09 22:38:50
3 jendral yang hebat.
Bocah Redoks
2017-01-09 21:27:10
kalau gini mah 1000 capter pun bolehlah
Sqouts Shadows
2017-01-09 20:55:46
Ditunggu cerita berikutnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook