VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Alien Attack : World War Chapter 32

2017-01-06 - Aerilyn Shilaexs > Alien Attack : World War
143 views | 14 komentar | nilai: 9.75 (8 user)

"Senior, apa-apaan ini, tak ada alien ditempat ini, apa maksudmu?" tanya Kazuya melalui alat komunikasi yang berbentuk headset kecil.

"Tunggu dulu, eh benar juga. Radar disini tak menemukan alien nya, tapi tadi jelas terdapat banyak alien di tempat itu." ucap Sovaren.

"Jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Kazuya.

"Sebaiknya kalian ke tenggara saja, melawan musuh yang bersembunyi akan sangat berbahaya. Kalian bantu pasukan lain ditenggara."

"Baiklah, hah sangat membosankan." Kazuya pun memutus komunikasi.

"Baiklah semuanya, kita ke tenggara."

"Apa? Hah sialan, merepotkan saja." ketus Calista.

"Ya mau bagaimana lagi, hanya ditempat itu yang ada penyerangannya."

"Apa sebaiknya kita mencoba menelusurui dulu hutan ini. Mungkin saja mereka bersembunyi." ucap Frans.

"Tidak perlu, andaikan jika mereka bersembunyi, itu akan sangat berbahaya karna alat kita tidak dapat menemukan keberadaan alien." jelas Kazuya.

"Begitu ya, semuanya kita ke tenggara." teriak Izuyu.

Scene beralih ke tempat Hexari.

"Tidak Vio, jika mereka mati, pasti ada mayatnya. Meskipun tak ada mayat, tapi pasti ditemukan bekas darah." ucap Hexari.

"Yah apapun itu, semoga saja tidak ada yang mati." kata Arora.

"Lalu bagaimana caranya menjatuhkan pesawat alien itu?" tanya Violin.

"Hancurkan dari dalam." gumam Arora.

Hujan peluru pun berhenti.

"Oh aku baru ingat sesuatu yang luar biasa." lanjutnya.

"Apa itu?" tanya Violin.

"Aku punya game dengan Hexari, dan aku pasti yang akan menang." ucap nya yang terbang menuju sebuah pesawat alien.

"Apa? Ini curang, aku bahkan tidak bisa terbang. Heei." teriak Hexari. Sudah jelas ia akan kalah dalam permainan.

Hexari pun melihat kesana kemari, dan ia melihat sebuah gedung yang miring 270 derajat dan tepat mengarah ke pesawat Alien.

"Vio, lihat gedung yang ada disana."

"Ya, ada apa me.... Jangan jangan kau mau..."

"Ya.. Bersiap-siaplah." Hexari menyalakan motor dan melaju menuju gedung yang dilihatnya tadi. Motor mulai menyusuri gedung dengan kecepatan penuh.

"Aku akan melompat ke pesawat, sisanya kuserahkan padamu." teriak Hexari agar ucapannya terdengar.

"Baiklah, kurasa tanganku sudah sembuh."

"Secepat itu?"

"Kurasa iya."

"Yosh." terlihat motor melaju dengan kecepatan penuh dan hampir menuju puncak gedung.

"Ini dia, Vio tarik gasnya." teriak Hexari, yang perlahan berdiri,dan melangkah ke depan motor. Violin mengambil alih kemudi motor.

"Apa ini? Padahal aku hanya pura-pura kuat saja tadi, tapi ini benar-benar nyata. Tanganku tidak sakit lagi. Kurasa tanganku sudah sembuh." pikir Violin yang tak lagi merasa sakit saat ia memegang stang motor.

Motor pun melompat.

"Sekarang." Hexari pun melompat jauh, setinggi 5 meter dan

Grap...

Ia berhasil meraih bagian pesawat.

"Keren." gumam Violin dan Arora.

"Apa-apaaan itu? Mana ada manusia yang melompat setinggi itu?"

"Mustahil."

Tanpa para army dan soldier duga, dibalik reruntuhan bangunan muncul banyak alien berukuran sepanjang 2 meter berbentuk binatang.

Brak...

Violin mendarat dengan sempurna.

"Apa yang kalian tunggu? Musuh berdatangan, ini lah perang untuk kalian.!" teriak Violin yang menghentikan motornya.

"Tapi bagaimana jika pesawat itu menembak lagi.?"

"Tidak, pesawatnya tidak akan menembak lagi, percayakan pada dua orang disana." tegas Violin.

"Kami percaya pada Arora, tapi army itu..."

"Jangan banyak bicara, kalian mau mati hah?"

Para alien pun mulai menyerang.

"Gawat." Violin mengambil widowmaker dipunggungnya, ia masih duduk diatas motornya, Violin kemudian bersiap menembak.

"Violin benar, semuanya ayo maju." teriak Neves.

"Yaa.."

Pertempuran antar manusia dan alien pun terjadi.

"Kenapa dia menyebut namaku dengan benar? Hah biarkan sajalah, lagipula aku tidak peduli lagi padanya." pikir Violin.

Ditempat Hexari.

Ia menebas semua senjata yang ada dipesawat, begitu juga Arora, sehingga kedua pesawat tidak dapat menembakan peluru apapun termasuk laser.

"Hexari, aku tidak akan kalah darimu." ucap Arora melalui alat komunikasi.

"Begitu juga dengan ku hyaat..." Hexari menebas pedangnya ke pesawat alien dan

Sring..

Logam pesawat yang katanya padat, berhasil ditembus oleh pedang Hexari. Ia pun masuk setelah berhasil membuat lubang yang cukup.

"Kau hebat, itulah pria idamanku." puji Arora melalui alat komunikasi, ia pun mencoba melubangi pesawat, ia menebas dan menembak bagian pesawat yang menurutnya paling rapuh.

Namun tak membuahkan hasil, karna logam pesawat sangat padat.

Ditempat Hexari, ia berhasil masuk dan tepat disebuah ruangan yang sangat penting.

"Apa? Ternyata ka..."

Bziuw..

Ucapan Hexari terhenti ketika beberapa Alien langsung menembaki dirinya, reflek ia menggunakan pedang sebagai tameng. Namun karna kuatnya tekanan peluru alien. Ia pun terlempar jauh hingga keluar, dan

"He.. Aku jatuh uwaa..." teriak Hexari, ternyata ia terlempar dan jatuh.

"Hexari." Arora yang melihat hal itu langsung terbang secepat mungkin menggapai Hexari dan..

Grap..

"Berhasil." ucap Arora yang berhasil menangkap Hexari, dan Hexari pun jatuh ke pelukan Arora. (jatuh ke pelukan? -_- )

"Hah untuk sesaat kukira aku akan mati, eh tunggu dulu. Sudah Kubilangkan tidak ada adegan peluk-pelukan." ucap Hexari yang menyadari dirinya berada dipelukan Arora.

"Mau bagaimana lagi, kau akan jatuh jika tidak ku peluk. Aku tidak mau kau terluka." bentak Arora.

"Eh kenapa malah dirimu yang marah?" gumam Hexari.

"Hmmh.." Arora membuang pandangan.

"Kita urus hal ini nanti, Arora didalam pesawat ada...."



Alien Attack : World War Chapter 32 - Alien Erasoa
Penulis : Aerilyn Shilaexs



Scene beralih ke tempat Jendral Guimor.

"Hm, aku tidak yakin meninggalkan angkatan laut saat terjadi serangan, tapi aku percaya padamu. Fred." gumamnya. Saat ia mengendarai speedboat keren miliknya, tiba-tiba dibawah air ada segerombol makhluk mengejarnya dengan kecepatan yang luar biasa.

Radara miliknya pun mendeteksi keberadaan alien.

"Alien.. Dimana? Apa di.." belum selesai jendral Guimor mengucapkan ucapannya, tiba-tiba speedboat terangkat, atau tepatnya terlempar keatas.

"Dibawah." lanjutnya,

Ia segera mengambil senjata api dan katana khusus di speedboatnya.

"Sudah kuduga aku akan dihadang." gumamnya ia pun jatuh tepat ke mulut alien yang sangat besar seukuran ikan paus di dalam air.

"Makan ini." Jendral Guimor menembak makhluk itu dengan misil dan

Boom...

Alien itu mati, dan tenggelam, Jendral Guimor pun mendarat sempurna diatas air karna ia sudah menggunakan sepatu khusus. Belum selesai disitu, alien berbentuk binatang seukuran ikan hiu melompat dan siap menerkam jendral Guimor.

"Sudah kuduga." dengan santai ia menebaskan katana nya dan

Srat..

Alien itu terbelah, ternyata tidak hanya satu ekor, masih banyak alien itu didalam air. 3 ekor alien langsung melompat dari arah depan, kiri dan kanan menuju kearahnya.

Dengan santai ia merunduk dan memutar katananya,

Srat.. Srat.. Srat..

Tiga ekor alien itu langsung berubah menjadi beberapa potong.

Namun tiba-tiba dari bawah kakinya ada alien yang muncul dan memakan Jendral Guimor, ia tak sempat menghindar karna tak menyadari keberadaannya.

Ditempat Jendral Erthogrul.

Ia terbang dengan menggunakan sayap drago keren berwarna merah.

Tiba-tiba dibelakang nya muncul benda bulat sangat banyak, jumlahnya ratusan, benda yang disebut bayi oleh Arora itu pun menembakan laser.

"Apa-apaan itu? Kukira akan ada alien yang menghadang ku, tapi ternyata cuma sekumpulan robot kecil." gumamnya.

Duar..

Terjadi sebuah ledakan di posisi jendral Erthogrul.

Scene beralih ke tempat Aerilyn, di luar markas tepatnya. Aerilyn sedang memandang luasnya hamparan laut.

"Armageddon dan serangan alien. Aku jadi teringat dengan kakak dan sahabatku, apakah aku dapat melihat kalian lagi? Kakak? Kleiss...."

Ia pun berjalan sendirian menyusuri pantai.

"Kakak, kapan kau akan kembali? Aku sangat merindukanmu." gumamnya yang berjalan tertunduk, air matanya mengalir deras tanpa ia bisa menahannya, meskipun ia dingin dan acuh, meskipun ia keras dan kasar, tapi perasaan nya sangat rapuh.

Ditempat lain, tepatnya disebuah hutan, seorang pria yang dari tadi terbang kini berjalan menyusuri lebatnya pepohonan.

"Hah, melelahkan sekali, tapi bagaimana lagi, jika tidak kulakukan hal ini maka para Draconian itu akan berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan." gumamnya.

Tiba-tiba sekumpulan alien bentuk manusia menghadang, mereka membawa senjata lengkap.

"Tuan-tuan, kusarankan kalian menurunkan senjata." ucapnya santai.

Namun mereka tak mendengarkan apa yang diucapkan pria itu dan malah menembaki pria itu dengan peluru laser.

Bziuw... Bziuw... Bziuw...

Namun apa yang terjadi? Semua alien itu yang tumbang, entah apa yang terjadi, tiba-tiba semua alien itu tumbang dan peluru laser menghilang.

"Emm, ada apa dengan kalian? Apa kalian mengantuk? Hm kalau begitu aku permisi dulu." pria itu pun berjalan pergi dengan santainya.

Tangannya berada dibelakang kepalanya.

"Hoamm.. Aku juga jadi mengantuk, kalau dipikir-pikir kemarin aku belum tidur yah." gumamnya dengan malas, ia terus melangkahkan kaki dan tak jauh di depan ada sebuah gua.

"Itu dia tempatnya." pria itu pun berlari menuju gua tersebut.

Beralih ke tempat jendral Zenitya. Saat ia sedang memacu kendaraannya. Tiba-tiba tanah gersang didepannya amblas..

"Apa?" karna ia melaju dengan cepat, ia tak sempat mengerem dan jatuh kebawah tanah yang amblas.

"Alien." gumamnya yang sedang jatuh.

Bersambung.

- alien berbentuk binatang(termasuk alien peliharaan) yaitu alien yang bentuknya seperti monster,

- alien bentuk manusia yaitu alian yang keadaan tubuh dan fisiknya seperti manusia. Memiliki kaki,tangan, tubuh dan kepala seperti manusia. Hanya kulit dan ada banyak bagian tubuhnya yang sedikit berbeda.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 33

Raanee
2017-01-19 10:27:28
Perang sudah dimulai
Spectra Phantom
2017-01-08 13:46:29
tumben nih enggak ada yang ngasih nilai, biasanya nilai tembus 8 user.
Saint Shamrock
2017-01-08 09:12:06
apa yg dlhat hexari ? dn spa orang itu. . apa dia jga spti hexari !?
Mutia 4Ra
2017-01-06 18:22:48
bru sempt bc.krn,lg berduka
Rudy Wowor
2017-01-06 11:52:29
Hexari waktunya mengamuk.
Sqouts Shadows
2017-01-06 10:47:16
Ditunggu cerita berikutnya
Jack El Jacqueline
2017-01-06 10:45:56
Mungkin pria tadi bakal jadi Rival Hexari
Ludfy N
2017-01-06 09:30:55
Keren gan
Gangster V
2017-01-06 09:13:21
Siapakah pria itu ya
ZaNdZ
2017-01-06 08:56:35
ke3 jendral mendapat serangan. eh ada apa? ada penduduk di kapal itu..?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook