VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 31

2016-12-31 - Aerilyn Shilaexs > Alien Attack : World War
249 views | 15 komentar | nilai: 9.92 (12 user)

Sebelumnya, jika ada typo mohon dimaklum, karna yah itukan kesalahan yang tak disengaja. Yang harus dikoreksi itu bukan typo tapi kesalahan penggunaan kata atau kalimat yang tidak sesuai dengan KBBI dan EYD. Typo menurutku wajar-wajar aja, toh seorang penulis yang udah profesional juga tak jarang terdapat typo di dalam hasil karyanya. Btw aku juga ngga pernah mengkoreksi typo, jadi jangan komentari tentang typo, komentari aja kekurangan ceritanya atau apapun, entah pembahasan cerita atau apa yang akan terjadi berikutnya.

Cerita ini sedikit berbelok dari sinopsisnya, ya karna munculnya berbagai ide ketika saat pembuatan berlangsung.

Ya, niatnya sih cuma 30 atau 40 chapter, setelah kemunculan armageddon harusnya tamat, itulah yang dicantumkan di sinopsis. Tapi muncul lagi banyak ide.

Malah akan ada pembahasan kisah masalalu Hexari, masa lalu Violin dan masa lalu Aerilyn, dan jumlah chapter pun bertambah dan akan semakin jauh dari sinopsis yang ada. Kemungkinan cerita Alien Attack : World War akan tembus 100 chapter.

Alien Attack : World War

Chapter 31 : Desagertuko

"Kau benar, kita mulai beraksi. Hexari tambah kecepatannya." Violin pun menyiapkan senjata andalannya. Terlihat tangannya bergetar karna memaksa mengangkat senjata berat itu.

"Kurasa aku harus memakai serum." pikir Violin.

"Kau tidak apa-apa Vio?" tanya Hexari sedikit kuatir.

"Aku baik-baik saja." jawab Violin, ia pun menyuntikan sesuatu ke tangan kanannya.

Motor pun melaju lebih cepat memasuki kota.

Ditempat ke 3 orang yang sebelumnya.

"Frans apa kita akan ke tenggara? Tapi bagaimana dengan alien yang diselatan?" tanya pria warrior yang sedang memegang senjata pada pria yang sedang mengemudi, dialah Kazuya Yamada, Warrior ranking 10.

"Entahlah." jawab pria yang mengemudi. Frans, knight ranking 9.

Tak lama panggilan masuk dari warrior rangking 4. Sovaren.

"Kemana Calista?" tanya Sovaren.

"Kurasa dia sudah duluan, ada apa memangnya?" tanya Izuyu.

"Perubahan rencana, kalian tangani alien yang berada di selatan, biarkan sisanya yang menangani alien yang berada ditenggara."

"Baik."

Panggilan pun terputus.

di ruang kontrol, Sovaren menguhubungi prajurit secara masal.

"Perubahan rencana, untuk Warrior ranking 12, guardian ranking 1, dan 5 dan knight ranking 10, segera menuju selatan."

"Diterima."

Calista Aerola, Lora Ariesta, Vardex Vincent, dan Liz Yumisaki berubah arah dan segera menuju selatan. Dan sisanya tetap menuju tenggara.

"Selatan adalah kawasan hutan, berhati-hatilah, ada kemungkinan terdapat alien jenis baru, entah kemana tujuan para makhluk itu." ucap Sovaren melalui alat komunikasi.

"Hah jadi kita bertarung dihutan?" tanya Kazuya.

"Seperti itulah, ini pertama kalinya kita berperang dihutan," ucap Izuyu.

"Lalu bagaimana dengan tenggara?" tanya Kazuya.

"Tenggara adalah daerah kota, menurut informasi ada beberapa pesawat aneh yang telah menghancurkan kota." jelas Izuyu.

Tak lama ada sebuah panggilan masuk.

"Disini Calista, teman-teman apa kalian sudah sampai di lokasi?" tanya Calista, terlihat ia mengendarai motor roda 4.

"Disini Izuyu, kita belum sampai, kurasa sekitar 5 menit lagi kami akan tiba, kau dimana?"

"Aku emm entahlah, tapi kurasa aku memerlukan waktu 8-10 menit untuk sampai kesana." ucap Calista sambil membuka koordinat titik penyerangan.

Dimarkas angkatan laut.

"Apa-apaan itu? Semua alien menuju daratan." kaget Fredriks.

Tak lama Aronia, Karui dan Karina pun datang dengan pakaian lengkap.

"Senior." ucap Aerilyn.

"Ada apa Aerilyn?" tanya Fredriks.

"Kurasa makhluk itu dipanggil ke suatu tempat."

"Eh? Apa maksudmu."

"Gempa tadi, kurasa ada hubungannya dengan hal ini. Para alien muncul bukan untuk menyerang, tapi untuk menuju suatu tempat." ucap Aerilyn dengan nada lemah.

"Manisnya." pikir orang -orang yang ada disana.

"Kurasa kau benar, K1. Periksa arah tujuan para alien." ucap Fredriks.

"Baik." ucap seorang pria, ia terlihat menekat banyak tombol dengan cepat.

Aerilyn menatap layar digital itu dengan mata biru yang indah itu.

"Kapten, para alien menuju sebuah hutan."

"Hutan?"

"Kapten senior, apa kita harus beraksi?" tanya Karui.

"Kapten senior???"

"Kurasa tidak perlu, lagipula jarak mereka dengan tempat ini masih sangat jauh." ucap Fredriks.

"8 KM, Jarak mereka dari sini adalah 8 KM."
gumam Aerilyn.

"Wah senior hebat bisa mengetahui jarak alien." kagum Aronia.

"Dilayar sudah tertera jarak nya." ucap Fredriks, dan semuanya pun sweatdrop karna tingkah Aronia, Aerilyn acuh tak menanggapi hal itu.

Beralih ke tempat Arora, ia berada di depan sebuah gedung.(buat yang ingin tau seperti apa pakaian dan peralatan perang yang Arora gunakan, contohnya kaya Takamiya Mana Date A Live, kurang lebih seperti itu. Ada sayap, misil dan sebuah pedang. Juga dilengkapi pelindung warna hijau. Tau lah kalau udah nonton Date A Live.)

"Kenapa kota ini sangat sepi? Apa semua orang sudah dievakuasi? Tapi disepanjang jalan aku tidak melihat ada orang yang menjauh dari kota." gumam Arora, ia pun terbang menuju sebuah pesawat hitam berbentuk aneh berukuran besar.

Alien Attack : World War Chapter 31 - Desagertuko
Penulis : Aerilyn Shilaexs



Alien Attack : World War.

Terlihat terdapat sekitar 2 pesawat besar terbang diatas kota yang terbakar dan sebagian sudah hancur.

Arora pun menembak pesawat besar itu.

Bziuw.. Bziuw...

Jduar... Jduar...

Terlihat ledakan terjadi, namun setelah asap menghilang.

"Tak tergores sedikitpun." gumam Arora.

Kapal itu pun menembakan banyak misil.

Siuw... Siuw... Siuw...

"Gawat." Arora sigap menghindari berbagai peluru, namun saking banyaknya, ia pun kewalahan. Dengan cepat ia mencabut pedang.

Duar... Duar... Duar...

Tiba-tiba peluru misil yang mengarah pada Arora langsung meledak.

"Eh apa yang terjadi." gumam Arora bertanya-tanya, ia terlihat mengambang diudara.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Violin, terlihat Hexari dan Violin telah datang.

"Violin, Hexari." Arora pun turun. Hexari menghentikan motornya.

"Bagaimana dengan prajurit lain?" tanya Arora.

"Kurasa 2 sampai 3 menit lagi akan tiba disini." jawab Hexari.

Bziuw... Bziuw...

Pesawat yang lain menembakkan misil menuju kota, peluru-peluru itu menghancurkan gedung-gedung di tempat itu.

"Tidak bisa diandalkan." ketus Arora.

"Lalu bagaimana caranya menjatuhkan benda raksasa itu?" tanya Hexari.

"Entahlah, pesawat alien sangat keras, tidak bisa dihancurkan dari luar." ucap Arora.

Kini semua pesawat alien menembakan misil, bukan hanya misil tapi juga laser.

"Gawat." ucap Hexari.

"Menghindar."
ucap Violin.

Namun tiba-tiba Arora membuat pelindung
berbentuk lingkaran warna hijau berukuran cukup besar untuk mereka bertiga.

"Kurasa tidak perlu." ucap Arora.

"Wah ini keren." ucap Hexari kagum. Terlihat semua serangan tak mampu menghancurkan pelindung warna hijau itu.

"Ada hal yang mengganjal di benakku." ucap Arora.

"Apa itu?" tanya Violin.

"Orang-orang dikota ini menghilang." ujar Arora.

"Mereka mungkin sudah di evakuasi." ucap Hexari.

"Itu yang tadi kupikirkan, tapi selama aku terbang tadi, aku tak menemukan seorang pun yang menjauh dari kota." ucap Arora.

"Apa mungkin mereka semua mati?" tanya Violin. Sementara serangan terus dilakukan oleh pesawat alien itu, terlihat tepat itu mulai rata dengan tanah.

"Tidak Vio, jika mereka mati, pasti ada mayatnya. Meskipun tak ada mayat, tapi pasti ditemukan bekas darah." ucap Hexari.

Tak lama para prajurit pun datang.

"Apa-apaan itu? Perang ini bukan untuk army dan soldier." ucap salah soldier.

"Ini benar-benar peperangan."

Di angkatan udara. Tepatnya diruang kontrol.

"Para alien menyerang." ucap salah seorang pria.

"Jaraknya sekitar 7 km dari sini."

"Apa? Segera nyalakan alarm darurat." ucap Freyal.

"Nona, Para alien turun ke permukaan." ucap seorang wanita.

"Apa? Apa maksudnya. Bisa kau perlihatkan gambarnya?"

"Maaf, tapi jaraknya terlalu jauh. Aku tidak bisa."

"Alien terus turun ke permukaan." ucap seorang pria.

"Apa-apaan itu?" gumam Freyal.

"Nona, sinyal alien menghilang." ucap seorang pria.

Di tempat Kazuya, mereka sudah sampai di depan hutan. Diikuti yang lainnya.

"Apa ini, tak ditemukan tanda-tanda keberadaan alien." ucap Kazuya.

"Mungkin alatmu rusak, biar kuperiksa dulu." ucap Calista, ia pun mengeluarkan benda seperti radar.

"Benar juga, dari alatku aku tak menemukan tanda-tanda keberadaan alien."

"Apa aliennya menghilang." ucap Izuyu.

"Hubungi senior."

"Akan kulakukan." Kazuya pun segera menghubungi Sovaren.

"Senior, apa-apaan ini, tak ada alien ditempat ini, apa maksudmu?" tanya Kazuya.

"Tunggu dulu, eh benar juga. Radar disini tak menemukan alien nya, tapi tadi jelas terdapat banyak alien di tempat itu." ucap Sovaren.

Bersambung.


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 32

Dwi Fitri
2017-06-10 10:05:31
Terlalu banyak yang kagum pada Aerilyn entah kenapa hal itu malah menggangguku..
Sovaren DF F
2017-05-20 06:46:09
Dari pengamatanku, para prajurit memanggil senior pada prajurit yang kedudukannya lebih tinggi.
Night Eve
2017-01-19 10:16:26
Kemna perginya alien" itu, apkh ada hubunganya dgn hilangnya penduduk kota?.
BeeZero
2017-01-08 08:51:52
knpa bSa hlang..??
Vestaka Pyrokinesis
2017-01-01 18:42:59
pasukan dibagi menjadi dua
ThE LaSt EnD
2016-12-31 20:37:56
para penduduk mungkin dbawa alien...
ZENA LEO MONSTA X
2016-12-31 20:14:47
jangan pedulikan typo, yang penting ceritanya selalu seru. Princess alien kawai chan.
wahyu
2016-12-31 16:56:48
lanjut om
Rudy Wowor
2016-12-31 16:00:24
Hexari mengamuklah.
T S A
2016-12-31 15:21:06
perang besar... lanjut
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook