VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Alien Attack : World War Chapter 27

2016-12-18 - Aerilyn Shilaexs > Alien Attack : World War
157 views | 15 komentar | nilai: 10 (11 user)

Alien Attack : World War

Chapter 27 :

Gertakari Bitxi (Kejadian Aneh)

"Ya, bisa kau teliti pedang ini." tunjuk Jendral Zenitya kearah pedang Hexari yang disandarkan didinding.

"Pedang macam apa itu? Luar biasa keren." kagum Kenta. Jendral Zenitya pun berjalan kearah pedang itu dan bermaksud mengambilnya, namun saat ia akan menyentuh pedang itu tiba-tiba.

"Kyaa....."

Bruk..

Jendral Zenitya terlempar dan menghantam meja. Terlihat sarung tangan di lengan kanan nya hancur.

"Jendral.." kaget Kenta.

"Ows, ini sakit."

"Apa anda tidak apa-apa?"

"Ya, hanya telapak tanganku saja tergores."

"Tergores apanya, sudah jelas telapak tangan mu seperti terbakar." gumam Kenta.

"Jendral.,"

"Kenta, kurasa selain pemiliknya, tidak ada orang lain yang mampu menyentuh pedang itu."

"Kurasa anda benar, sebaiknya luka tangan anda segera diobati."

"Aku tidak apa-apa, luka seperti ini bukan apa-apa bagiku."

"Saya tau anda adalah wanita yang hebat, tapi.."

"Jangan kuatirkan aku, yang terpenting aku ingin pedang ini."

"Apa? Tapi itu mustahil, anda sendiri yang bilang kalau hanya pemiliknya saja yang mampu memegang pedang ini."

"Kau benar tapi, aku yakin ada cara lain agar aku mendapatkan kloning pedang ini."

"Kalau begitu saya akan berusaha."

"Aku mengandalkanmu."

"Serahkan pada ku."

Flashback end

"Jadi bagaimana sekarang?"

"Saya tidak tau, pedang itu terbuat dari logam yang sangat padat namun ringan, logam keemasan seperti itu tidak ada di planet bumi." jelas Kenta.

"Apa maksudmu?"

"Menurut saya, pedang itu bukan buatan manusia, tapi buatan alien."

"Kau yakin akan hal itu?"

"Ya jendral, bahkan logam itu lebih padat dari berlian."

"Jadi kau tidak bisa membuat kloning pedang itu yah?"

"Benar, saya membutuhkan bahan dasar dari pedang itu."

"Hah sial, padahal aku berharap banyak."

"Maafkan saya karna saya tidak berguna." ucap Kenta sambil membungkuk.

"Tidak, ini bukan salahmu. Berdirilah."

Beralih ketempat Hexari.

"Eh kenapa pedangnya bisa jatuh?" Violin pun mengambil pedang itu, namun saat ia akan menyentuh pedang itu.

"Kyaaa..."

"Violin.."Hexari yang mendengar teriakan Violin segera memakai handuk dan segera keluar dari kamar mandi.

Terlihat Violin tergeletak tak sadarkan diri, telapak tangan kanannya melepuh seperti terbakar. Hexari pun berlari menghampirinya.

"Violin kau tidak apa-apa? Hei bangunlah." ucap Hexari sambil menepuk-nepuk pipi Violin. Ia pun menyentuh urat nadinya.

"Dia tidak apa-apa, tapi kenapa bisa dia pingsan dan tangan nya terluka?" bingung Hexari.

"Sebaiknya aku merebahkan tubuhnya di ranjang." Hexari pun memangku Violin dan menidurkan nya di ranjang miliknya.

"Hah sebaiknya aku berpakaian, tidak baik berpenampilan seperti ini saat sekamar dengan wanita."

Scene beralih ke tempat Aerilyn.(Ada yang ngefans dengan karakter wanita tercantik ini. Makanya diceritakan lagi.) Terlihat Aerilyn dan 3 orang lainnya sedang mereka lakukan.

"Itu dia speedboatnya." kata seorang wanita berambut hitam panjang, ia memakai pakaian renang berwarna merah.

"Ya Rui, ayo." ajak seorang wanita berambut panjang diikat, ia memakai pakaian renang berwarna hitam. Terlihat Aerilyn termenung. Ia memakai tanktop hitam dan celana pendek loreng selutut.

"Ada apa senior?" tanya seorang wanita berambut abu-abu disamping Aerilyn.

"Tidak..aku tidak apa-apa." jawab Aerilyn dengan nada rendah yang terdengar sangat merdu.

"Senior, Karina apa yang kalian tunggu? Ayo." teriak Rui dari kejauhan, terlihat ia dan wanita lain. Sebut saja namanya Aronia sudah naik speedboat, Rui atau nama lengkapnya Karui Ergarina duduk di kemudi.

Aerilyn dan karina pun berjalan menuju mereka berdua. Setelah sampai.

"Kau kenapa senior? Apa kau baik-baik saja?" tanya Aronia.

"Ya senior, wajah cantik dan imutmu jadi hilang loh.?" tambah Rui.

"Aku tidak apa-apa." jawab Aerilyn singkat.

"Ya sudah kalau begitu, jalan." ucap Rui yang kemudian menjalankan Speedboat tersebut menuju hamparan laut biru.

Alien Attack : World War Chapter 27 - Gertakari Bitxi
Penulis : Aerilyn Shilaexs

Alien Attack : World War

Speedboat pun melaju ke tengah lautan.

"Kurasa dipulau sana tempat yang bagus untuk menghabiskan libur kita." ucap Karina yang melihat sebuah pulau melalui teropong.

"Senior?" tanya Rui.

"Ada apa?"

"Emm kenapa kau tidak melepaskan pakaianmu?"

"Aku tidak mau, aku tidak ingin memamerkan tubuhku."

"Hee kenapa? Tidak ada pria disini, kau boleh melepaskan pakaianmu." ujar Karina.

"Aku tidak mau, lagipula aku tidak terbiasa dengan hal itu." tolak Aerilyn dingin. Meskipun begitu, suara lembutnya malah membuat ia berucap dengan imut.

"Rui bisa kau hentikan speedboatnya." pinta Aronia yang terlihat ia memandang ke bawah laut.

"Ada apa Nia?" tanya Karui.

"Lihat didalam air." ucap Aronia.

Seketika semuanya melihat ke bawah laut.

"Apa itu?"

Beralih ke tempat Hexari.

Terlihat ia sedang mengobati dan memperban tangan kanan Violin.

"Hah dia itu kenapa sih? Kenapa bisa tangan kanannya bisa terluka. Ah ditambah dengan pingsan, kau benar-benar membuatku kuatir. Aku bahkan sampai melupakan makananku." ketus Hexari sambil membalut telapak tangan itu dengan perban putih.

"Hah selesai juga, tinggal menunggu ia siuman. Tapi... Ah sebaiknya aku sarapan dulu." ucapnya.

Ia pun berjalan menuju sebuah meja yang diatasnya terdapat sepiring makanan yang tadi dibawa Violin.

Ia pun duduk diatas meja itu dan mulai menyantap sarapannya. "Whoa ini enak sekali, aku tidak akan membaginya pada siapapun."

Ditengah kenikmatan lidahnya, tiba-tiba saja pintu diketuk.

Tok.. Tok..

"Hexari.. Ini aku kekasihmu, Arora." sahut suara wanita dari luar.

"Bhuk, ukhuk..ukhuk.." mendengar hal itu Hexari langsung tersedak dan segera berlari entah kemana untuk mencari minum.

Setelah ia minum."Ya, tunggu sebentar." Saat ia akan membuka pintu, tiba-tiba pedangnya kembali jatuh. Kaget Hexari langsung melompat keatas ranjang.

"Aku masuk ya." ucap Arora dari luar. Ia pun membuka pintu dan pemandangan tak terduga ia lihat. Terlihat Hexari berada diatas ranjang bersama Violin yang belum sadar.

"Hexari apa yang kau lakukan?" kaget Arora.

"Tu..tunggu dulu Arora, ini tidak seperti yang kau bayangkan, aku bisa menjelaskannya."

"Kaau.. Beraninya melakukan itu padanya." bentak Arora dengan nada tinggi, ia tak mendengarkan.

"Aku mohon dengarkan aku dulu." ucap Hexari yang turun dari ranjang.

"Kalau begitu.."
ucapnya masih dengan nada tinggi..

"Lakukan juga padaku.." lanjutnya dengan nada imut, ia pun merangkul Hexari.

"Heeee..".

Karna berisik, Violin pun bangun.

"Berisik sekali sih, apa yang kalian la.." ucap Violin yang langsung bangun.

"Vio..bantu aku." pinta Hexari, terlihat di lantai ia dipeluk dan ditindih Arora.

"Ah tubuhmu benar-benar hangat dan wangi." ucap Arora.

"Bi..bisakah kau melepaskanku, payudaramu menggangguku." pinta Hexari pelan.

"Tidak bisa."

Kegiatan mereka pun terganggu ketika ada guncangan hebat terjadi.

"Kyaa ada gempa, aku takut." teriak Arora yang semakin erat memeluk Hexari.

"Baiklah, tapi setidaknya biarkan aku berdiri."

"Sudah cukup main-mainnya Hexari, aku merasakan firasat buruk. " ucap Violin yang turun dari ranjang.

"Siapa juga yang main-main, Arora aku punya permintaan padamu."

"Apa itu?"

"Lepaskan aku dulu."

"Hmm baiklah." mereka berdua pun bangkit.

"Pengumuman untuk para prajurit.. Telah terjadi gempa besar, harap segera.."

"Hexari ayo.." ucap Violin yang kemudian berlari meninggalkan kamar.

"Baiklah." Hexari pun bergegas, tak lupa ia membawa pedangnya yang sempat terjatuh.

Diruang utama.

"Ini adalah kejadian aneh, kupikir gempa disebabkan faktor alam." gumam Jendral Zenitya yang sedang memperhatikan layar utama.

"Jendral, pusat gempa terdeteksi di arah selatan, tepatnya dilaut."

"Apa? Tempat itu, tapi tempat itu dekat dengan angkatan laut." kaget Jendral Zenitya.

Beralih ketempat Aerilyn sebelum terjadi gempa.

"Ini aneh." kata Rui.

"Ya, benda apa sebenarnya yang ada dibawah sana."

Gelembung-gelembung udara pun mulai muncul kepermukaan.

"Ini kejadian aneh. Ayo kita cari tau." ujar Aerilyn, ia pun terjun kedalam air.

"Wah itu lompatan yang indah." kagum ketiganya.

"Eh apa yang kita tunggu, kita juga harus terjun." ucap Karui menyadarkan kedua temannya dari kekaguman.

"Benar juga." mereka bertiga pun terjun kedalam air.

Bersambung.


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 28

Saint Shamrock
2017-01-08 06:35:24
woaaa gdis2 cantik. . hexari kok bsa tahan ya ?! itu jndral kuat jga,,vio aja pngsan
Vestaka Pyrokinesis
2016-12-20 08:53:06
perkiraan bener, mereka terkena luka bakar
Dzibril Al Dturjyana
2016-12-19 23:41:13
ada yg ane dgn vio.. apa dya sehat tak merasa sakit dan tidak bertanya tentang pedang itu. trasa cepat sekali ceritanya ya.
SESHOMARU INU
2016-12-18 19:06:41
violin langsung kuat aja setelah bangun
ZENA LEO MONSTA X
2016-12-18 18:54:55
enak banget jadi hexari(mimisan)
Blackpearl Kwon Yuri
2016-12-18 18:34:46
wah arora sampe segitunya
Akazu hakuchi
2016-12-18 12:29:01
Mungkin ada petrick sama spongebob lagi mainan gelembung di bawah laut
Spectra Phantom
2016-12-18 12:08:59
whoaa aerilyn chan datang lagi (mata love love)
Mutia 4Ra
2016-12-18 09:55:37
d tunggu selalu lnjutnny
Ade Aja
2016-12-18 07:58:08
Aq tak menyangka Hexari bgtu polos, udah byk kesemptan buat berbuat mesum dibuang sia2. Untung sja krakter dia bkan pria mesum, kalo tdk bsa2 dia dijuluki Hexari si pria mesum...
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook