VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 26

2016-12-14 - Aerilyn Shilaexs > Alien Attack : World War
243 views | 18 komentar | nilai: 9.55 (11 user)



Alien Attack : World War

Chapter 26 : Pedang Pembunuh Alien Hiltzailea.

"Kenapa? Secepat itu kau pergi? Lalu siapa yang akan menemaniku disini?"

"Ada wanita cantik itu yang akan menemanimu, kurasa kau tidak akan kesepian dalam waktu dekat."

"Tapi kenapa? Kenapa kau akan meninggalkan bumi? Kenapa kau akan meninggalkanku?"

"Karna ada tugas yang harus kuselesaikan."

"Tugas? Tugas apa?"

"Hexari, aku adalah seorang ksatria dari planetku, Hexagon adalah nama ksatria ku yang berarti aku adalah ksatria keenam dari urutan Ksatria. Dan tugas terakhirku sebagai prajurit keenam belum ku selesaikan."

"Tugas apa?" tanya lagi Hexari.

"Emm apa yah? Rahasia.."

"Hei.."

"Tapi.. Ambilah ini, ambilah pedangku." ucap Hexagon yang mengambil pedang dari punggungnya.

"Untuk apa? Aku tidak membutuhkannya. Andaikan aku butuh pedang pun, aku bisa mendapatkannya dimanapun."

"Hah kau ini, pedang ini bukan pedang biasa, pedang ini adalah pedang pembunuh alien Hiltzailea." ucap Hexagon sambil menghunuskan pedang itu.

"Kenapa harus memakai pedang itu untuk membunuh para alien?"

"Karna alien itu kulitnya keras dan tebal, tidak mempan dilukai oleh senjata biasa. Maka dari itu aku juga harus memperingatkan pada manusia lain."

"Hah yasudahlah."

Flashback end.

"Pedang membunuh alien Hiltzailea. Akan kugunakan benda ini untuk memusnahkan para alien itu." gumam Hexari. Ia pun merebahkan tubuhnya diranjang.

Scene beralih disebuah tempat.

Terlihat alien berbentuk manusia sedang berjalan di sebuah lorong, ia memiliki ekor, dengan tubuh bersisik. Tak jauh didepannya ada sebuah pintu besar dengan dijaga oleh 2 makhluk. Untuk pertama kalinya ditampilkan percakapan antar alien. Bahasa nya aneh dan tak bisa dimengerti, tapi kupermudah aja dan diterjemahkan aja lah kedalam bahasa manusia.

"Buka pintunya." perintah alien tadi.

Kedua penjaga itu pun membuka pintu, alien itu pun masuk.

"Yang mulia kaisar." ucapnya sambil menunduk memberi hormat pada sosok makhluk yang sedang duduk dibalik kegelapan ruangan itu.

"Ada apa Jelleian?"

"Yang mulia, para pasukan telah selesai dengan tugasnya." ucap alien bernama Jelleian itu.

"Itu bagus, kita harus mulai bergerak."

"Tapi yang mulia, ada kabar buruk."

"Apa kabar buruknya?"

"Yang mulia, saya mendapat laporan bahwa ada manusia yang memiliki salah satu dari 6 pedang pembunuh alien."

"Apa? Bukankah semua para ksatria sudah dibunuh? Bahkan planetnya sudah dihancurkan.?"

"Yang mulia, menurut saya ada satu ksatria terakhir yang selamat." ucap salah seorang alien bersuara wanita, tak lama datanglah sosok alien berbentuk tubuh wanita dengan rambut merah panjang. Ia kemudian membungkuk memberi hormat.

"Apa maksudmu Jainneua? Bukankah ke 6 ksatria sudah dibunuh?"

"Ya yang mulia, tapi ksatria ke 6 terbunuh saat berada di atmosfer planet ini, kemungkinan ksatria ke 6 itu memberikan senjatanya pada manusia sebelum ia terbunuh." ucap alien bernama Jainneua.

"Itu juga bisa terjadi, tapi untuk apa ksatria itu memberikan pedangnya pada manusia yang lemah itu.?" tanya seekor Alien berbadan kekar dan tinggi. Tingginya kira-kira 2.3 meter.

"Hahaha ksatria bodoh itu mungkin berpikir bahwa manusia rendahan itu dapat membunuh para alien untuknya." ejek sang kaisar.

"Lalu pedang apa yang dimiliki oleh manusia itu?"

"Hiltzailea."

"Apa?" semuanya kaget mendengar nama pedang itu.

Waktu pun berlalu, Scene beralih ke tempat Hexari.



Alien Attack : World War Chapter 26 - Pedang Pembunuh Alien Hiltzailea
Penulis : Aerilyn Shilaexs



Alien Attack : World War

Waktu berlalu, scene beralih ke tempat Hexari.

"Jalan buntu.." ucap Hexari.

"Ini gawat, para alien sudah mendekat." ucap wanita yang dipegang tangannya oleh Hexari.

"Hexari, kurasa ini adalah perpisahan, aku bahagia bisa mengenalmu."

"Apa maksudmu.. Tunggu dulu"

"Hexari pergilah cepat.!!"

"Ti-tidak, aku tidak bisa pergi

tanpamu."

"Hexari, kau harus hidup dan balaskan dendam kami.!" wanita itu pun mendorong Hexari ke lautan.

"Tidaaaaakkkk..." teriak Hexari yang jatuh, bersamaan dengan hal itu para alien pun datang dan.

Jduarrr..!!!

Ledakan besar terjadi diatas.

Byur...

Hexari pun tenggelam kedalam air. Ia terus tenggelam karna ia tidak menggerakan badannya.

"Kenapa? Kenapa kalian merenggut kehidupanku? Kenapa? Aku... Aku tidak mau hidup lagi jika harus seperti ini.." perlahan Hexari mulai kehabisan napas, ia masih terus tenggelam.

Hingga napasnya benar-benar habis.

"Tunggu dulu ada apa denganku, aku.. Kenapa aku tidak hilang kesadaran.. Bahkan aku tidak bernapas..kenapa dengan tubuhku.. Aku.. Aku tidak bisa pingsan." pikirnya.

"Aku bahkan sudah berhenti bernapas, kurasa banyak air yang masuk kedalam paru-paruku.."

"Gaaah... Sesak sekali." teriak Hexari saat bangun dari tidurnya..

"Mimpi itu lagi, kenapa aku bisa memimpikan hal itu lagi? Padahal sudah beberapa hari ini aku sudah tak memimpikannya. Dan gadis itu, siapa dia sebenarnya? Bukankah dia wanita yang hidup bersamaku dan Hexagon. Tapi kenapa aku tak mengingatnya." gumam Hexari.

Ia pun beranjak dari ranjangnya dan membasuh wajah,

Tok.. Tok..

"Hexari aku masuk yah." sahut Violin dari luar, ia pun masuk. Ternyata pintunya tidak dikunci.

"Hexari, kamu dimana? Aku bawa sarapan untukmu loh." ucap Violin yang mencari keberadaan Hexari.

"Ada apa?" sahut Hexari dari dalam kamar mandi.

"Aku membawa sarapan untukmu karna kamu tidak datang ke tempat makan."

"Ya sudah taruh saja di meja."

"Baiklah."

Violin pun menyimpan sepiring makanan diatas meja. Saat ia akan pergi.

Prak...

Pedang Hexari jatuh kelantai.

"Eh kenapa pedangnya bisa jatuh?" Violin pun mengambil pedang itu, namun saat ia akan menyentuh pedang itu.

"Kyaaa..."

"Violin.."Hexari yang mendengar teriakan Violin segera memakai handuk dan segera keluar dari kamar mandi.

Beralih ke tempat Jendral Zenitya.

"Anda memanggil saya jendral." ucap seorang pria.

"Ya Kenta, kau lihat kan saat aku mencoba memegang pedang Hexari." ucap Jendral Zenitya

sambil membuka sarung tangannya.

"Ya Jendral. Saat itu anda..."

Flashback saat Hexari akan dihukum.

"Lakukan,! Bukankah kau akan menerima hukumannya, apapun itu.?" tegas jendral Zenitya.

"Benar juga. " Hexari perlahan membuka bajunya.

"Sudah."

"Baiklah, Violin dan Lio, bawa dia ke mobil, aku akan menyusul nanti."

"Baik."

Mereka bertiga pun pergi meninggalkan ruangan.

"Kenta, bisa kau keruanganku." pinta Jendral Zenitya pada seseorang melalui sebuah alat komunikasi.

"Baik jendral, saya akan segera kesana."

Tak lama pria bernama Kenta pun datang, dia adalah ahli senjata di angkatan darat.

"Anda memanggil saya jendral?"

"Ya, bisa kau teliti pedang ini." tunjuk Jendral Zenitya kearah pedang Hexari yang disandarkan didinding.

"Pedang macam apa itu? Luar biasa keren." kagum Kenta.

Jendral Zenitya pun berjalan kearah pedang itu dan bermaksud mengambilnya, namun saat ia akan menyentuh pedang itu tiba-tiba.

"Kyaa....."

Bersambung.

Ada yang penasaran tentang pedang pembunuh alien itu? Lalu apa yang terjadi pada Violin dan jendral Zenitya? Nantikan chapter berikutnya.


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 27

Dwi Fitri
2017-06-09 15:03:44
Aku masih penasaran sama Hexagon.. dan wanita yg mendorong Hexari ke laut..
Sovaren
2017-05-19 10:11:40
Ada misteri baru
Night Eve
2017-01-18 23:27:08
Mungkin tanganya terbakar?? Kesetrum??
Blackpearl Kwon Yuri
2016-12-18 18:40:21
hm apa yang terjadi
SESHOMARU INU
2016-12-17 07:16:45
whoa ada alien nya
Grim Rieper
2016-12-16 06:13:57
Kpan rilis lagi ?
Vestaka Pyrokinesis
2016-12-15 12:35:07
nilai 10 untuk ceritamu
Dzibril Al Dturjyana
2016-12-15 07:05:08
emm
ZENA LEO MONSTA X
2016-12-14 15:46:50
ksatria ke 6 itu pasti teman hexari
Kleiss Effortles
2016-12-14 14:24:45
pedangnya memang keren
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook