VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Alien Attack : World War Chapter 25

2016-12-12 - Princes Alien Kawai > Alien Attack : World War
161 views | 18 komentar | nilai: 10 (9 user)

wah pada kemana nih cerita, bukan nya beberapa waktu yang lalu banyak cerita baru bertebaran. Kenapa ngga dilanjut? Mana tanggung jawabnya? View dikit bukanlah sebuah alasan, salah sendiri membuat judul cerita yang ngga menarik dan chapter awal ngga meninggalkan kesan penasaran. Bahkan dari judulnya aja udah ketebak alur jalan ceritanya.

Cuma ada berapa yah cerita yang dilanjutkan, ngga berhenti di chapter 5. Tapi terserahlah. Lagipula masih banyak cerita lain yang belum kubaca.

Ya cukup segitu basa-basinya, kita lanjutkan aja kecerita.



Alien Attack : World War

Chapter 25 : Jendral Kejam

Dalam waktu kurang lebih 5 menit, mereka berdua sudah sampai ditempat tujuan.

"Apa ini?" kaget Violin.

"Gyaaah apa yang kalian lakukan?" kaget Hexari.

"Kami sudah menghabisi para makhlu sialan ini." ucap seorang pria dengan jaket berlambangkan Guardian, ia bernama Vardex Vincent, Guardian ranking 5. Terlihat ia memanggul senjata api berukuran besar.

"Kalian terlambat." ucap seorang wanita dengan jaket berlambangkan guardian, ia bernama Naia Rurumu guardian ranking 7.

"Ya, kami sudah menghabisi semuanya." ucap seorang wanita yang tiba-tiba mendarat diatas tumpukan mayat para alien itu.

ia adalah Arora Kazarina.

"Vioyan aku yang menghajar mereka loh." ucap seorang pria yang sudah tau lah dia adalah Neves.

"Aku tidak bertanya dan apa-apaan itu? Kenapa rambutmu meniruku?" bentak Violin.

"Bhuft.. Vio, ternyata jelek sekali gaya rambutmu digunakan seorang pria."ledek Hexari.

"Kau mengejekku hah?" kata Neves dengan nada tinggi.

"Ya, lagipula gaya rambutmu jelek sekali, sangat tidak cocok."

"Apa katamu?" Neves pun mulai memanas.

Kalian ingin tau gaya rambut pria aneh ini, bisa dilihat dibawah.



"Sudahlah hentikan, lagipula aku yang paling banyak menghajar para alien itu." ucap Arora yang turun dari atas tumpukan mayat.

"Hee, aku juga menghajar banyak alien itu.." sergah Neves.

"Tapi aku yang lebih banyak menghajar para alien itu." bantah Arora.

"Apa?? Kurasa aku yang lebih banyak."

Violin dan Hexari sweatdrop memperhatikan pertengkaran mereka berdua.

"Vincent, apa kita harus memisahkan mereka?"

"Tidak, biarkan saja mereka seperti itu." jawab Vincent. Mereka berdua duduk diatas motor.

"Aku yang paling banyak."bentak Neves.

"Tapi aku lebih banyak darimu."

"Memangnya kau membunuh berapa?"

"12"

"Haha berarti aku lebih banyak karna aku membunuh 13."

"Oey, alien nya juga cuma ada 8 ekor." ucap Hexari dengan nada rendah.

"Apa? tapi yang 2 Vincent yang membunuhnya bukan kau."

"Tidak juga, kami membunuhnya secara bersamaan." bantah Arora.

"Mana ada hal seperti itu."

"Tentu saja ada, kau saja yang tidak melihatnya."

"Tetap saja itu tidak dihitung, karna kau dibantu Vincent."

"SUDAHLAH HENTIKAN PERTENGKARAN KALIAN, AKU TIDAK PEDULI SIAPA YANG PALING BANYAK MEMBUNUH ALIEN ITU. TAPI GARA-GARA KALIAN KESEMPATANKU UNTUK MEMBUNUH ALIEN JADI HILANG.!!!" teriak Hexari dengan nada tinggi.

Seketika hal itu membungkam mereka berdua.

Tak lama datang ke 7 soldier tadi.

"Wah semuanya sudah tewas yah." ucap salah satu soldier.

"Tentu saja, aku yang mengalahkan mereka semua." ucap Neves bangga sambil memegang kedua pinggangnya ala superhero.

"Apa? Aku yang membunuh mereka." bantah Arora.

"Jangan mulai lagi," bentak Violin.

"Baiklah." ucap keduanya serempak.

"Hexari aku hebat kan.?" ucap Arora yang memeluk tangan kanan Hexari.

"Vioyan aku luar biasa kan.?" ucap Neves yang memegang kedua tangan Violin.

"Apa hebatnya, seenaknya sajakalian turun tangan tanpa perintahku." ucap Jendral Zenitya melalui alat komunikasi.

"Khii.. Jendral marah."

"Sudah kuduga." ucap Vincent pelan.

"Bagaimana ini?" tanya Naia

"Hahaha kau dengar, jendral kejam itu marah padamu.." kata Hexari sambil menunjuk Neves.

"Kau juga Hexari Pextragon, siapa yang menyuruhmu pergi kesana.!" bentak jendral Zenitya.

"Matilah kita." ucap Violin lesu.

"Tenanglah Vioyan, aku akan melindungimu dari kejahatan jendral." ucap Neves sambil memegang kedua tangan Violin.

"Aku mendengarmu berengsek." bentak Jendral Zenitya.

Alien Attack : World War Chapter 25 - Jendral Kejam
Penulis : Princes Alien Kawai



Alien Attack : World War.

"Tenanglah Vioyan, aku akan melindungimu dari kejahatan jendral." ucap Neves sambil memegang kedua tangan Violin.

"Aku mendengarmu berengsek." bentak Jendral Zenitya.

"Jangan pegang-pegang." ucap Violin yang melepaskan tangannya.

"Kau juga, berhetilah menempel ditanganku." ucap Hexari berusaha melepaskan pelukan dari Arora.

"Aku tidak mau berhenti.."

"Hei, aku sudah punya kekasih tau."

"Apa?" kaget Arora, ia pun melepaskan pelukannya.

"Siapa kekasihmu.?" tanya Arora dengan nada naik.

"Aku." Violin pun berjalan kesisi Hexari.

"Apa??" teriak Neves dan Arora.

"Vioyan, kau pacaran dengan pria bodoh itu." ucap Neves yang murung.

"Aku tidak percaya. Buktikan kalau kau kekasih Hexari." kata Arora yang tak mempercayai hubungan mereka yang sebenarnya hanya pura-pura.

"Baiklah." Violin pun mendekap Hexari, karna perbedaan tinggi,Violin menjinjitkan kakinya kemudian mencium pipi kiri Hexari.

"Heee...."
semuanya kaget, bahkan Hexari.

"Tidaaak..." teriak Neves.

"A..aku benar-benar tidak percaya ini." ucap Arora.

"Vi... Vio.."

"Ssst..." Violin menutup mulut Hexari dengan jari telunjuknya.

"Baiklah kalau begitu.." tegas Arora yang kemudian berjalan kearah Hexari.

"Aku akan.... Menjadi kekasih kedua mu." ucapnya dengan nada imut, Arora pun merangkul dan mencium bibir Hexari.

"Hee..."

"Apa-apaan itu?"

"Pengacau itu mencium senior Arora!" kaget para soldier.

"Whoaaa pria itu sangat beruntung." ucap Naia dengan mata berbinar.

"Aku tidak keberatan kalau harus berbagi." ucap Arora yang melepaskan bibirnya.

"Hei tunggu dulu.. Aku bahka....." ucapan Hexari terputus ketika sebuah hantaman keras mengenai wajahnya. Hexari pun terhempas.

"Hexari." ucap Violin dan Arora serempak.

"Dasar berengsek, bukan hanya memiliki Vioyanku, tapi kau juga ingin memiliki warrior ini juga." teriak Neves yang berhasil melayangkan pukulan pada wajah Hexari.

"Gyaah sakit sekali." lirih Hexari. Ia pun bangkit.

"Siapa juga yang ingin mem..."

"Diam dasar serakah, bertarunglah denganku." potong Neves.

"Hentikan drama kalian, cepatlah kembali ke markas." bentak jendral Zenitya dari alat komunikasi.

"Yah karna semuanya sudah tewas, kita kembali saja." ucap salah satu soldier.

"Kita juga harus kembali." ucap Vincent pada Naia.

"Baik."

"Vioyan kita kembali bersama-sama yuk."

"Hanya dalam mimpimu." pikir Violin.

"Maaf, tapi aku bersama Hexari saja."

Time skip.

Waktu menunjukan malam hari, Di kamar Hexari.

Terlihat wajahnya berantakan. Dan dia luka-luka kecil, terlihat ia sedang mengobati Violin.

"Kejam sekali jendral itu, meskipun seorang wanita. Tapi dia lebih menyeramkan dari jendral Guimor." lirih Hexari

"Aku setuju denganmu, aw.. Pelan-pelan.. Itu sakit.. Aduh.. Dia tidak membedakan wanita dan pria." lirih Violin, terlihat tangan kanannya sedang diolesi obat oleh Hexari.

Di kamar Neves..

"Gyaaahaaa...bisakah kau sedikit lebih lembut. Vincent."

"Diamlah, badanku juga linu-linu." ketus Vincent.

Beralih ke tempat pemandian.

"Hah inilah yang kubutuhkan." ucap Zenitya yang merendam tubuhnya kedalam kolam yang berisi air hangat.

"Tapi jendral, anda sangat kejam pada mereka." ucap Arora yang juga merendamkan tubuhnya kedalam kolam yang sama.

"Apa kau lupa betapa kejamnya aku?"

"Ehehe, aku sampai lupa karna terlalu lama diangkatan udara."

"Soal angkatan udara, apa disana baik-baik saja."

"Ya seperti biasa, sering terjadi penyerangan kecil dan kami selalu berhasil menanganinya."

"Apa sudah kalian temukan motif penyerangan alien ini?"

"Tidak, sejauh ini para alien bergerak menuju kota-kota terdekat dan menghancurkannya tanpa alasan."

"Begitu ya, lalu ada berapa jenis alien yang sudah didapat datanya?"

"Sekitar 8 jenis alien, 5 diantaranya hanya alien peliharaan."

"Hmm begitu yah, apa ada alien yang kalian tangkap hidup-hidup?"

"Tidak ada,"

Beralih ke kamar Hexari.

"Sudah selesai." ujar Hexari.

"Em, terimakasih banyak Hexari, dan em soal yang tadi sore, aku minta maaf karna mencium mu."

"Soal itu, sebaiknya jangan lakukan lagi, meskipun aku suka, tapi kau bukanlah kekasihku yang sebenarnya."

"Sekali lagi aku minta maaf."

"Ya ya sudahlah lupakan, sekarang tidurlah, hari sudah larut."

"Emm, eh tapi bagaimana dengan luka mu?"

"Sudah sembuh. Lihat.."

"Em aku lupa kalau kau punya keistimewaan, baiklah sampai jumpa besok."

"Ya."

Violin pun beranjak dari kamar Hexari.

"Hah sungguh hari yang melelahkan."gumam Hexari, ia pun mengambil pedang berwarna emas yang dilapisi cahaya putih itu. Ia pun mengusap-usap pedangnya. Ia pun kembali mengingat saat pedang itu pertama kali berpindah ke tangannya.

"Hexagon itu sebenarnya bukan nama asliku." ucap Hexagon.

"Apa? Jadi siapa namamu?" tanya Hexari pada pria kekar berambut pirang di hadapannya.

"Namaku ya em... Rahasia,"

"Hei.."

"Tapi Hexari, namamu itu bukan nama dariku."

"Haaa bukankah kau yang memberiku nama itu?"

"Sebenarnya aku dan keluargaku pernah kebumi saat kau masih dalam kandungan, aku dan kedua orang tuaku bertemu ayahmu dihutan."

"Jadi?"

"Jadi saat kelahiran mu, ayahku lah yang memberikan nama itu padamu."

"Apa?? Jadi..."

"Ceritanya sangat panjang. Tapi yang jelas aku tidak akan lama lagi akan meninggalkan bumi."

"Kenapa? Secepat itu kau pergi? Lalu siapa yang akan menemaniku disini?"

"Ada wanita cantik itu yang akan menemanimu, kurasa kau tidak akan kesepian dalam waktu dekat."

"Tapi kenapa? Kenapa kau akan meninggalkan bumi? Kenapa kau akan meninggalkanku?"

"Karna...."

Bersambung.

Nah asal usul pemberian nama Hexari Pextragon itu memang dari alien, lihat aja di sinopsis cerita ini. Dan nama Hexari Pextragon itu ada artinya, nanti akan dibahas.


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 26

Anne Marie
2017-01-18 23:19:21
Hexari pextragon mmg nma yg aneh.. Baguslah anti mainstream
Rudy Wowor
2016-12-13 14:31:36
Nextlah pokoknya.
SESHOMARU INU
2016-12-12 21:06:03
neves lumayan keren, tapi kenapa violin malah menghindarinya?
Ade Aja
2016-12-12 19:10:57
Yg mMbuat q suka dgn crita ini, alur critaNya gk ngebosenin. Yah Smoga asl2 usul hexari dichpter dpn mkin dekat.. Lnjut ceritaNy kakah..
Anton Lova
2016-12-12 16:44:20
lanjutkan..
CANDRA
2016-12-12 15:03:04
lanjut wae lah
ThE LaSt EnD
2016-12-12 14:59:16
scan dihajar jendral Zenitya gak di critakan.. .hmm trnya nama Hexari diambil di nama alien.
Newbie Karbitan
2016-12-12 11:52:09
Kalo aku sih viesw udah lumayan banyak... Cuma terkadang aku ada kesibukan.
Dzibril Al Dturjyana
2016-12-12 11:36:55
pertengkaran anak kecil ya
hairurrozikin
2016-12-12 09:02:33
next aja
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook