VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 24

2016-12-09 - Princess Alien > Alien Attack : World War
236 views | 13 komentar | nilai: 9.83 (12 user)

Yo semua, karna ulanganku udah selesai. Maka cerita ini dilanjutkan, sebelum kecerita, adakah yang tertarik untuk membaca cerita yang judulnya Killer. Emang sih chapter awal atau bisa dibilang season 1 itu sangat membosankan karna hanya bercerita tentang kehidupan Jill dan Brave yang dilatih. Tapi season 2, yaitu chapter sebelumnya sampai seterusnya Gore, Action, Horor dan Mysteri nya akan muncul. Bahkan di chapter sebelumnya hingga chapter terbaru sedang mengisahkan tentang pembunuhan.

Hanya sampai segitu basa-basinya, kita lanjutkan ceritanya.



Alien Attack : World War

Chapter 24 : Jatuh

"Hm, mereka sudah bergerak sejauh ini, tapi kemana para Draconian yah?"

"Sepertinya aku juga harus mulai bergerak." ucapnya yang kemudian terbang menjauh.

Scene beralih ke tempat Hexari.

"Mudah saja,"

"Ya apa itu."

"Aku mau kau jadi kekasihku."

"Apa? Jangan bercanda. Aku tidak mau."

"Dengarkan aku dulu, kau tidak harus jadi benar-benar menjadi kekasihku. Hanya berpura-pura saja."

"Untuk apa aku pura-pura jadi kekasihmu?"

"Nanti kau akan tau, jadi ikuti saja rencanaku."

"Yah kalau itu maumu aku tidak akan menolaknya."

"Oke sudah disepakati. Sekarang ikuti aku." Violin pun menarik tangan Hexari.

"Tunggu dulu."

"Ada apa?"

"Aku harus membawa pedangku."

"Untuk apa?, sekarang kan belum ada serangan."

"Tapi serangan bisa terjadi kapan saja. Kita tidak tau hal itu kan?"

"Kau benar juga, yasudah cepatlah."

"Oke." setelah Hexari membawa pedanya, ia pun ditarik keluar kamar.

Namun saat mereka jalan berdua, tiba-tiba alarm tanda bahaya pun berbunyi.

"Serangan." gumam Hexari.

"Hah kenapa disaat yang tidak tepat sih."

"Kita urus hal ini nanti, sebaiknya kita segera... Eh kau mau kemana?"

"Aku mau ganti pakaian dan membawa senjataku, tidak mungkin kan aku bertarung memakai rok?"

"Benar juga, yasudah aku duluan." Hexari pun pergi.

Mundur beberapa menit. Ditempat jendral Zenitya.

"Jadi kenapa kau bisa berada disana dan ada kapal alien yang jatuh?"

"Sebenarnya waktu itu.."

Flashback.

Sebuah benda raksasa melayang diangkasa, ukurannya 3x lebih besar dari lapangan sepakbola. Dan tingginya sekitar tinggi sebuah gedung 20 lantai. Itu adalah markas angkatan udara, markasnya berupa kapal raksasa yang melayang di atas langit.

"Jendral, ada pesawat tak dikenal mendekat."

"Perjelas layar." perintah sang jendral, terlihat seorang pria berpenampilan rapi sedang duduk.

Layar pun diperjelas dan diperbesar.

"Jendral itu adalah kapal alien."

"Ada berapa unit?"

"Sejauh ini yang dapat ditangkap radar hanya satu unit."

"Baiklah segera kerahkan soldier untuk menjatuhkan kapal itu."

"Baik."

Tiba-tiba dilayar terlihat 3 prajurit terbang ke arah pesawat itu.

"Apa-apaan itu, bahkan kami belum memberi instruksi." ucap seseorang.

"Bagaimana ini jendral?"

"Wanita itu tidak bisa diatur yah, yasudah biarkan saja, mereka yang akan menjatuhkan kapalnya."

Beralih ke tempat 3 prajurit yang sedang terbang.

Terlihat banyak benda aneh bermunculan dari kapal.

"Dale, kau hancurkan bayi-bayi itu. Agosti dan aku akan menghancurkan kapalnya." perintah seorang wanita yang ternyata ia adalah Arora.

"Tapi bagaimana aku menghancurkan benda aneh itu? Jumlahnya sangat banyak." ketus Dale.

"Kau sangat payah, kalau begitu jangan mengaku warrior jika kau tidak mampu menangani bayi-bayi kecil itu." Arora pun menambah kecepatan, terlihat ia menyuntikan sesuatu ke tangannya. Hal itu juga dilakukan Dale dan Agosti.

"Dia mengejekku. Hah akan kuperlihatkan kemampuan warrior ranking 20." teriak Dale yang kemudian melesat kearah kumpulan benda aneh berbentuk lingkaran seukuran bola basket itu yang disebut bayi.

Siuw.. Siuw...

Benda-benda itu mengeluarkan laser dan menembaki Dale.

Arora pun menembak kaca kapal itu dan ia menerobos masuk, iikuti oleh Agosti.

"Kau yakin ingin menghancurkan kapal dari dalam?" tanya Agosti ragu.

"Tentu saja, kau tau sendiri kan kapal alien itu sangat keras dan mustahil dihancurkan dari luar."

"Kau benar juga, kalau begitu a.."

Jduar..

Obrolan mereka terpotong pada saat gerombolan Alien datang dan menembak mereka berdua.

Dibalik asap ledakan.

"Kau tidak apa-apa Arora?"

"Ya, sekarang ayo kita habisi mereka."

"Oke." mereka berdua pun mengambil pedang dan menyiapkan tembakan misil di kedua pundak.

"Maju."

Jduar..

Mereka menembakan misil dan berlari kearah pasukan Alien itu.

Dalam waktu kurang dari 10 menit pesawat pun mulai oleng dan terjadi beberapa ledakan di beberapa badan pesawat alien itu.

Terlihat Dale juga sudah menghancurkan semua bayi itu.

"Mereka berhasil." gumam Dald

Flashback terpotong.

"Jadi bagaimana pesawat itu jatuh dan kau turun ke darat?"

"Ceritanya seperti ini.."

Dilanjutkan

Alien Attack : World War Chapter 24 - Jatuh
Penulis : Princess Alien



Alien Attack : World War

"Jadi bagaimana pesawat itu jatuh dan kau turun ke darat?"

"Ceritanya seperti ini.."

Dilanjutkan

"Ah akhir nya semua mati, ini yang terakhir." ucap Arora yang kemudian menembakan misil.

"Tunggu dulu ja.."

Jduar..

Ucapan Agosti terlambat, Arora sudah menembak alien terakhir yang berdiri didepan meja kontrol.

"Kenapa memangnya?"

"Kau bodoh ya, lihat itu kau menghancurkan sistem kontrolnya." bentak Agosti, terlihat ia sangat marah.

"Jadi?"

"Kita akan jatuh.." teriak Agosti yang langsung melarikan diri.

"Eh benar juga.. Kyaaa aku akan jatuh, hey tunggu aku. Dasar keparat, teman macam apa kau? Meninggalkanku sendirian seperti ini."

Arora pun lari mengejar Agosti, terlihat dari sebuah lorong muncul ledakan.

"Ini gawat.. Ini gawat.. Aku bisa mati.. Aaah dimana jalan keluarnya." teriak Arora panik, ia berlari menyusuri lorong yang berbelok- belok bagaikan labirin.

Jduar... Jduar...

Lorong-lorong itu mulai meledak.

"Kyaaa jika seperti ini, warrior cantik dan imut ini akan benar-benar mati terpanggang." teriaknya sambil menjauh dari ledakan. Terlihat ledakan beruntun terjadi dibelakangnya.

Namun tiba-tiba lorong didepannya pun hancur. Pesawat bergetar hebat menandakan kalau pesawat itu sudah jatuh.

"Mau bagaimana lagi. Aku akan melakukannya." Arora pun berlari menuju sebuah ruangan yang tak meledak, ia kemudian menembakan misil dan menyalakan nos di kedua sayapnya. Setelah misil meluncur kearah dinding, ia pun terbang dengan kecepatan penuh.

"Aku harap dindingnya hancur." gumamnya dan beberapa saat kemudian.

Duar...

Dinding pun hancur dan terlihat didepan adalah jalan keluarnya Arora pun keluar dari pesawat itu.

Saat ia mengambang diudara. "Fyuh aku tepat waktu, pesawatnya benar-benar jatuh dalam keadaan terbakar." ucapnya lega.

Terlihat pesawat alien yang terbakar itu sudah berada dibawahnya. Ia pun melihat kebawah.

"Eh.. Ada manusia.. Mereka akan tertimpa pesawat.. Gawat aku harus menghancurkannya." ucapnya yang melihat Hexari, Violin, Lio dan jendral Zenitya dibawah.

Arora pun dengan kecepatan penuh terbang menukik kebawah.

"Aku harus sampai.."gumamnya.

Setelah jaraknya lumayan dekat. Ia pun mengerahkan seluruh peluru yang ada di perlengkapan perangnya menuju pesawat itu dan bom..

Pesawat itu pun hancur.

Flashback end.

"Bagaimana bisa kau seceroboh itu? Hah kukira muridku sudah bertambah pintar." sindir Jendral Zenitya.

"Ahaha. Itulah kecerobohanku."

Tiba-tiba alarm tanda bahaya pun berbunyi.

"Baiklah, kurasa ada serangan lagi. Sekarang tunjukanlah kemampuanmu pada para prajuritku." ucap jendral Zenitya yang bangkit dan berjalan kearah Arora.

"Siapa tau Hexari Pextragon akan terkesan dengan aksimu dan memuji kemampuanmu." lanjutnya yang sejenak berhenti dibelakang Arora.

"Kyaaa jika aku berhasil membunuh semua alien yang menyerang, maka Hexari akan... Eh tunggu dulu. Bukan saatnya bahagia. Aku harus segera bergegas." Arora pun segera keluar dari ruangan itu dan secepatnya mengenakan perlengkapan perangnya. Tak lupa ia juga menyuntikan sesuatu ke lengan kanannya. "Baiklah Aku siap." Ia pun segera berlari pergi.

"Hah dasar anak itu Hexari Pextragon, aku yakin kau pasti akan diperebutkan oleh wanita." gumam Jendral.

"Pengumuman untuk para prajurit, ada beberapa alien yang mendekat menuju markas, untuk soldier segera..." ucap sebuah suara yang mengumumkan penyerangan itu.

"Apa saja dia lakukan sih, kenapa dia lama?" gumam Hexari sambil melihat koordinat lokasi para alien yang menyerang melalui sebuah tab.

Di garasi.

Violin sudah berada disana, ia pun segera memarkirkan motornya dan segera pergi.

Diluar markas, terlihat Hexari kelelahan karna berlari.

"Hah...hah.. Kaki ku keram gara-gara tadi siang."gumamnya.

Tak lama sebuah motor pun datang."Hexari apa yang kau lakukan? Cepatlah naik.!" perintah Violin yang mengendarai motor itu.

"Baiklah," Hexari pun naik. Motor pun kembali melaju.

"Hahh.. Ngomong-ngomong kapan aku boleh mencoba mengendarai motormu?"

"Kapan-kapan."

"Yasudah."

Motor melaju dengan kecepatan 80 km/h melewati reruntuhan sisa bangunan gedung.

Di ruang kontrol.

"Tampilkan layar utama." perintah jendral Zenitya yang masuk.

"Baik."

Layar pun menampilkan beberapa Alien sedang berlari dengan cepat.

"Alien jenis Krockill yah." kata jendral Zenitya yang duduk di kursinya.

"Anda tau alien ini?"

"Ya, alien ini liar, bisa dibilang makhluk itu adalah hewan peliharaan." ucapnya.

"Jendral, 2 orang guardian, 1 orang warrior, 1 orang army dan 2 orang knight meninggalkan markas."

"Apa? Siapa mereka?"

"Warrior ranking 13. Arora Kazarina. Knight ranking 2. Violin Elvaretta, knight ranking 3. Neves Greydar. Guardian ranking 5. Vardex Vincent dan guardian ranking 7. Naia Rurumu. Dan
yang terakhir seorang army, Hexari Pextragon."

"Apa? Aku bahkan tidak memerintahkan mereka.! Dasar, lalu bagaimana dengan para soldier?"

"Soldier yang dikerahkan berjumlah 7 orang, mereka sedang dalam perjalanan."

"Hah, apa aku harus jadi kejam dulu untuk mengatur mereka.!" keluh jendral Zenitya.

Ditempat Hexari.

Dalam waktu kurang lebih 5 menit, mereka berdua sudah sampai ditempat tujuan.

"Apa ini?" kaget Violin.

"Gyaaah apa yang kalian lakukan?" kaget Hexari.

Bersambung.


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 25

SovarenDF Furinkazan
2017-05-18 09:51:30
Hexari dan vio ngga diperintahkan tuh, btw ada kesalahan penggunaan kata, sepertinya kamu sengaja
Blackpearl Kwon Yuri
2016-12-11 07:09:40
viewnya 63, kurang 7 lagi
SESHOMARU INU
2016-12-10 17:45:36
"Kyaaa jika seperti ini, warrior cantik dan imut ini akan benar-benar mati terpanggang.". Dalam keadaan darurat masih aja sempet memuji diri sendiri
ZENA LEO MONSTA X
2016-12-10 06:59:17
yo ulanganku juga udah selesai
Vestaka Pyrokinesis
2016-12-10 05:07:09
10 buat cerita kamu
Kleiss Effortles
2016-12-09 11:25:43
kalau dilihat lihat cerita inilah yang ratingnya yang paling tinggi
Jack El Jacqueline
2016-12-09 09:40:51
ditunggu kelanjutannya sevira...
chichay
2016-12-09 08:35:31
d tunggu lnjutnnya.killer juga d tunggu lnjutnnya
Gouenji Shuuya
2016-12-09 05:56:00
Mungkin aliennya jadi jinak
ThE LaSt EnD
2016-12-09 05:55:55
jenis alien baru muncul.. mungkin jendral Yenitya trtrik jg sama Hexari..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook