VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 22

2016-11-29 - Aerilyn Shilaexs > Alien Attack : World War
254 views | 20 komentar | nilai: 9.59 (17 user)

Sedikit penjelasan Di chapter sebelumnya,

Hexari tidak berubah menjadi Alien, ia seutuhnya tetap manusia. Mungkin 99% manusia dan 1% alien. Secara, sesuatu yang kita makan menjadi bagian dari tubuh kita kan. Apalagi telur. Dan di chapter sebelumnya Hexari berusaha mengendalikan sesuatu, itu bukan mengendalikan alien yang berada pada tubuhnya.

Tapi maksudnya dapat mengendalikan rasa sakit karna tubuhnya menolak sel-sel alien, Tepatnya benda yang berada dalam tubuh Hexari yang menolaknya sehingga terjadi perang antar sel :v . Pokoknya itulah penyebab Hexari selalu merasa kesakitan. Dan kenapa matanya berubah? Ya hal itu karna efek aura lain yang muncul dari tubuhnya.



Sebelumnya.

"Kyaaa.. Ne..ne.neves, kenapa ka.kau disini?" tanya Violin gemetaran.

"Aku baru keluar dari ruang perawatan dan aku memutuskan untuk datang kesini melihat pertarungan para warrior." ucapnya dengan senyum lebay.

"Mengerikan." pikir Violin.

"Dan kita pun bertemu, mungkinkah kita memang berjodoh."

"Hanya dalam mimpimu." pikir Violin.

"E..eh, a.aku permisi dulu, aku kebelet. Dahh.."

Namun.

"Tunggu dulu Vioyan.." Neves memegang tangan Violin.

"Oh tidak, siapapun tolong aku.."pinta Violin dalam hati.

"Aa..ada apa? Hee.." terlihat Neves membungkukan badan ala menyatakan perasaan pada wanita.

Next story

"Apa..ap.a..apa yang kau lakukan?" kaget Violin.

"Selama ini aku.."

"Kyaaa lihat aliennya bangkit lagi." potong Violin sambil menunjuk ke lapangan.

"Mana, whoa benar." ucapnya yang berdiri dan melihat ke arena, bahkan ia melepas tangan Violin.

"Tapi aku yakin.. Eh Vioyan kau kemana?" bingung Neves yang tak menemukan Violin. Dia sudah lari terbirit-birit.

"Mungkin dia benar-benar kebelet, Vioyan aku berjanji akan mendapatkan cintamu.." ucapnya dengan semangat membara.

"Woy minggir, kau menghalangi ku."

"Ya minggirlah berengsek." bentak para penonton yang pandangannya terhalangi.

"Maafkan aku." Neves pun segera pergi.

Kembali ke arena pertarungan.

Saat salah satu anjing akan menerkam Calista, Kazuya dengan sigap menembaki Kepala makhluk itu. Calista pun sigap melompat dan menghantamkan tinju nya yang bersarung tangan kan metal itu.

2 anjing telah kalah.

Ditempat Izuyu, ia mengambil senapan di pinggangnya dan menembak kedua mata anjing itu.

"Aku tidak akan meleset lagi..

Hyat.."

Ia melompat dan menebas leher anjing itu.

Scene beralih ke tempat Violin.

Terlihat ia sedang berlari menyusuri lorong.

"Kyaa... Kenapa aku bisa bertemu lagi dengan si pangeran drama itu,? mimpi apa aku semalam.? Sangat mengerikan." gumamnya sambil berlari.

Saat ia berlari, tiba disebuah belokan ia menambrak seseorang.

Bruk..

Keduanya pun jatuh.

"Ma-maafkan aku, aku tidak se... Hexari?"

"Ows.. Kau kenapa lari-lari sih?"

Ternyata yang ditabrak Violin adalah Hexari.

"Syukurlah kau ada disini. Kau darimana saja?"

"Ada apa memangnya mencariku?"

"Aku butuh bantuanmu."

"Yasudah, nanti saja setelah aku makan dan menerima hukumanku." ucap Hexari yang berdiri, ia pun berjalan.

"Em. Baiklah." Violin tampaknya setuju, ia pun bangkit.

"Ngomong-ngomong celana dalam yang bagus."

"Kyaaa. Lancang sekali, kau melihatnya."

(Violin memakai rok pendek.)

"Aku melihatnya tak sengaja, saat tadi kau jatuh."

"Sudahlah jangan dibahas."

"Yasudah, aku duluan."

"Oke." Violin pun kembali berlari.

"Kenapa dengannya yah? Seperti dikejar alien saja." bingung Hexari. Ia pun melanjutkan langkah kakinya.

Time skip.

Waktu berlalu, Scene beralih ke tempat jendral Zenitya.

"Jadi apa hukumannya?"
tanya Hexari.

Disana juga ada Lio dan Violin.

"Simpan dulu semua senjatamu.!" tegas jendral Zenitya.

"Baiklah." Hexari pun menurunkan pedang dari punggungnya, tak lupa ia mengeluarkan sebuah senapan dan bom(tapi seukuran geranat)

"Sudah." ucap Hexari.

"Buka bajumu.!"

"Apa?? Aku tidak mau, apa-apaan itu.!" tolak Hexari dengan wajah konyol.

"Lakukan saja.!" perintah Violin.

"Untuk apa aku harus membuka baju ku?"

"Karna ini bagian dari hukumanmu." bentak Lio.

"Hukuman macam apa yang mengharuskan telanjang hah?"

"Siapa bilang kau harus telanjang, kau boleh memakai celana." ucap Violin.

"Tapi tetap saja..."

"Lakukan,! Bukankah kau akan menerima hukumannya, apapun itu.?" tegas jendral Zenitya.

"Benar juga. " Hexari perlahan membuka bajunya.

Alien Attack : World War Chapter 22 - Panas
Penulis : Aerilyn Shilaexs



Alien Attack : World War.

"Lakukan,! Bukankah kau akan
menerima hukumannya, apapun itu.?" tegas jendral Zenitya.

"Benar juga. " Hexari perlahan
membuka bajunya.

Scene beralih ke sebuah dataran, tepatnya tanah gersang tanpa ditumbuhi tanaman apapun. Cuaca begitu panas terik (tengah hari).

"Huwaaa apa-apaan ini? Hukuman macam apa ini.. Huaaa..."
teriak Hexari, ia terlihat dikejar mobil

"Terus berlari. Ayo semangat."
ucap Violin tersenyum.

"Gyaa haaa aku tidak butuh dukungan darimu, apalagi senyuman so imut itu." teriak Hexari.

"Jangan banyak bicara dan teruslah berlari.!" perintah kapten Lio.

"Berisik, dasar kapten bodoh."

"Kau.." Mobil pun bertambah cepat.

"Gyaah kenapa lebih cepat, dasar jendral keparat. Ini bukan hukuman namanya, tapi penindasana. Akan kubalas kau." geram Hexari.

Hexari pun berlari ke tengah jalan yang terbuat dari aspal.

"Huwaa kenapa kakiku semakin panas saja." teriak Hexari.

"Apa-apaan ini? 50 km/h. Anak ini sanggup berlari 50 km/h?" kaget Lio.

"Sangat cepat untuk manusia biasa kan?" ucap jendral Zenitya.

"Jadi.."

"Kau benar Violin, aku tertarik dengan anak ini. Jadi tujuanku menghukumnya adalah ingin mengetahui apa keistimewaannya." ucap jendral Zenitya.

Saat mereka melihat ke depan.

"Hee kemana Hexari?" tanya Violin. Terlihat didepan mobil tak terlihat ada Hexari yang seharusnya sedang berlari.

"Dia tidak tertabrak kan?" tanya Lio. Ia pun menginjak pedal rem(Lio yang mengemudi.)

"Aku rasa tidak, jangan-jangan dia langsung tiarap pada saat kita tidak memperhatikannya." ucap Zenitya.

"Itu bisa jadi."

"Lio, cepat kembali putar arah."

"Baik."

Ditempat Hexari.

Ia terkapar lemas, ia pun membalikan tubuhnya menjadi terlentang.

"Pa.panas.. Dan lelah.hah.hah.hah.hah." Ia pun memejamkan matanya karna sinar matahari menyilaukan matanya.

"Jika orang lain pasti sudah pingsan, tapi akukan tidak bisa pingsan. Hah..hah.. Kenapa hari ini cuaca begitu panas yah."

Tak lama sebuah mobil datang. Dan berhenti saat jarak nya dengan hexari sejauh 2 meter.

3 orang pun turun.

"Hah kukira apa? Kau sudah kelelahan, baru saja 1 km." sindir Zenitya.

"Aku kepanasan dan kaki ku sampai melepuh. Bisa beri aku air.?"

"Lio.."

"Baik.." Lio pun mengambil air, tepatnya 1 ember air dan menyiram kannya ke tubuh Hexari yang sedang terlentang itu.

Byur..

"Hah, aku merasa hidup lagi."

"Payah, kau bilang ingin membinasakan semua Alien. Tapi berlari saja tidak mampu." sindir jendral Zenitya.

"Diam, lari itu sangat melelahkan, aku belum pernah seperti ini, apalagi sambil dikejar mobil. Lagipula apa hubungannya membunuh alien dengan hal ini?"

"Tentu saja ada."

"Eh ngomong-ngomong kenapa mataharinya semakin besar yah.?" bingung Hexari.

Ketiganya pun melihat keatas.

"Kyaaa itu bukan matahari.." teriak Violin histeris.

Bersambung.

Tifa Lockhart Chan


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 23

Dwi Fitri
2017-06-09 04:05:31
dari pada penasaran langsung baca yg selanjutnya deh..
Sovaren
2017-05-18 09:09:29
Mekanisme tubuh hexari seperti apa hingga ia tak pernah bisa pingsan?
Night Eve
2017-01-18 21:50:57
ada apa tuh diatas?
Nugroho Hamisetiadi
2016-12-06 00:47:32
Telat baca nih min,, koneksi Lagi terganggu,, terganggu dompet,, hehe,, LANJUT !! 😉😉
Vestaka Pyrokinesis
2016-12-05 14:52:27
bagian tubuh nya alien?
Blackpearl Kwon Yuri
2016-12-02 10:07:58
kasian hexari, btw view nya udah 70. Jadi cepat rilis new chapter
Gouenji Shuuya
2016-12-02 05:44:51
1 km dengan kecepatan 50km/jam... berarti hexari berlari dalam waktu 72 detik..
Anton Lova
2016-12-01 17:14:47
next
SESHOMARU INU
2016-11-30 20:11:33
luar biasa
Ade Aja
2016-11-29 19:09:49
Buset Hexari mampu berlari sejauh 50 km, benar2 diluar batas normal pd manusia. Dan sprtiNy msh byk lagi bakat yg blm Hexari ketahui, lgi pula kyk ntu doi gk nyadar x ya ama kmampuanNy..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook