VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Alien Attack : World War Chapter 19

2016-11-20 - Princes Alien Kawai > Alien Attack : World War
155 views | 8 komentar | nilai: 9.54 (13 user)

Lalu bagaimana dengan Hexari? Ia terlihat berada di bawah tubuh alien yang sudah mati itu. Tepatnya ia di tindih.

".A..aku lebih suka Aerilyn atau Vio yang menindih tubuhku."

ucapnya yang sepertinya sesak karna bobot tubuh alien itu.

"Dan wajahnya sangat menyeramkan jika dilihat sangat dekat, berbeda dengan mereka."

Beberapa detik atau tepatnya 1 menit berlalu, Hexari menyingkirkan tubuh Alien itu.

Tembakan berbagai peluru cahaya telah berhenti.

Ia pun berdiri..

"Hee kenapa kau telanjang?" kaget Violin yang keluar dari bawah kapal.

"Kyaa..." kedua wanita itupun memalingkan wajah dan menutup matanya.

"Gyaah.h kalian jangan lihat." teriak Hexari yang menutupi ularnya.

"Selain bodoh dia juga mesum." ucap Mey.

"Ularnya lebih menyeramkan dari alien." ucap Yumi.

"Jangan samakan dengan alien. Hey kau, pinjamkan celanamu. Kau pakai celana dalam kan." ucap Hexari pada ken.

Ke sisi Lio,

"Pengacau itu, dia mengoprasikan alat alien dan menghancurkannya." ucap Lio.

"Tapi karna dia nyawa kita terselamatkan." ucap Neves.

Disinilah terjadi kesalah pahaman, Lio menganggap alien yang mengoprasikan alat itu sebagai Hexari.

Dan hal itulah yang disampaikan pada jendral Zenitya, bahkan ia sama sekali tidak memakai teropong untuk melihat peristiwa yang dilakukan Hexari.

Peperangan berakhir dengan kacau, banyak prajurit yang terluka karna peluru itu. Yang mati sudah jelas tak terhitung.

Flashback end.

"Jadi seperti itu yah, lalu kenapa sifatnya jadi berubah drastis?"

"Entahlah saya juga tidak tau. Lalu hukuman apa yang akan anda berikan padanya?"

"Hmm, entahlah, tapi sebelum itu aku akan mengintrogasinya dulu."

Kembali ke kamar Hexari.

"Tapi apa kau tidak apa-apa?" tanya Violin.

"Aku tidak apa-apa, hanya saja kepalaku sangat sakit."

Btw saat bercerita Hexari sempat mengatakan "Yah, bahkan kemampuanku tak dapat membaca sesuatu yang bisa dimakan atau makhluk hidup."

Yang mengartikan bahwa Violin sudah mengetahui Kemampuan Hexari, jadi darimana dia tau. Kita Flashback saat Hexari dan Violin sedang di perjalan menuju Angkatan darat.

Dimulai pada saat mereka berbincang.

"Aku tau itu, tapi akan ada saat dimana kalian terdesak dan memerlukan bantuan. Akan ada saat dimana kalian membutuhkan seseorang. Saat itulah aku akan datang." ujar Hexari.

"Kau benar, pegang kata-katamu itu. Jangan

kau ingkari. Suatu hari aku akan membutuhkanmu diatas ku."

"Diatas? Etoo..."Hexari pun memikirkan sesuatu.

"Apa yang kau pikirkan, magsudku kemampuanmu yang diatasku, dan kau berada disampiku berjuang bersama."

"Ahah aku juga berpikir seperti itu ko."

Mereka memasuki sebuah kota, tepatnya reruntuhan kota.

"Hm tempat ini sangat menakutkan." ucap Violin.

"Aku setuju dengan mu, para alien itu benar-benar memberi kehancuran pada bumi ini."

"Kau benar, maka dari itu. Kita harus terus berlatih dan berjuang."

"Ya, tapi aku tidak perlu berlatih."

"Eh sombong sekali kau, memangnya kau bisa apa?" ledek Violin.

"Sebenarnya aku punya kemampuan khusus loh." ucap Hexari dengan nada bercanda.

"Benarkah, coba buktikan." ucap Violin tak percaya.

"Baiklah. Seperti ini." Hexari pun menyentuh bagian belakang motor itu dan memejamkan mata.

"Bahan bakar motor ini masih penuh ya, kendaraan ini mampu melesat 350 km/h. Dari keadaan mesin dan tenaga, kau merawatnya dengan baik. Tapi dibagian leher ada sedikit kerusakan sehingga hal itu membuat kendaraan ini kadang sulit dibelokan, dan whoaa apa itu? Di dalam jok nya berisi...."

"Sudah cukup, aku percaya padamu." potong Violin.

"Sudah kukatakan, eh tunggu dulu, kenapa aku memberitaukannya padamu? Aku kan harus merahasiakannya."

"Itu karna kau ceroboh."

"Hah, yasudah, tapi aku minta padamu jangan beritau hal ini pada siapapun."

"Baiklah, kau bisa percaya padaku."

"Jadi boleh kan aku mencobanya?"

"Baiklah, saat ada waktu luang saja."

Mereka pun telah melewati kota mati itu.



Alien Attack : World War Chapter 19 - Efek
Penulis : Princes Alien Kawai



Flashback end.

Kembali ke waktu sekarang.

"Jika seperti itu, kenapa pedangmu tidak hancur?"

"Seperti yang sudah kukatakan, pedang itu adalah pedang aneh."

"Hm, seperti itu yah, baiklah semoga keadaan mu membaik."

"Hm, bisa kah kau tinggalkan aku saja?"

"Itu tidak bisa, aku takut akan terjadi sesuatu padamu."

"Vio, saat ini aku tidak bisa mengendalikan emosiku. Bahkan nafsuku. Jangan memancingnya, aku tidak akan bisa menahan."

"Aku tidak keberatan ko, lakukan saja."

"Dasar bodoh. Pergi sana, aku mau tidur."

"Tidak mau."

"Hei, jangan keras kepala."

"Yasudah." Violin pun beranjak dan meninggalkan kamar Hexari.

Hexari turun dari ranjangnya dan mengunci pintu namun.

"Aaaa..." erang Hexari sambil memegang kepalanya, ia langsung berguling-guling karna sakit disekujur tubuh terutama kepala yang luar biasa.

Ia pun membuka matanya dan hal aneh terjadi, mata kirinya berubah.

"Aaa.." ia pun berteriak keras dan tak sadarkan diri.

Kita tinggalkan dulu Hexari yang pingsan, entah apa yang terjadi padanya efek makan telur itu.

Flashback ke tempat Violin.

Saat ia sedang berjalan-jalan dipantai, ia berjalan ke arah pepohonan

Dan terlihat disana seorang pria berambut pirang sedang bersandar di pohon, tubuhnya kekar, wajahnya tampan dan matanya mirip Aerilyn

"Kakak?" kaget Violin,

Ia pun berlari kearah pria itu namun saat sampai..

Tidak ada seorang pun disana.

"Kakak, apa itu kau? Aku sangat merindukanmu kakak." Aerilyn pun menangis dan ia pun mengingat kata-kata kakaknya saat dulu.

Entah apa yang dia katakan, karna dalam ingatan Aerilyn, mereka tidak memakai bahasa yang sekarang ia pakai, entah bahasa inggris, jerman, belanda atau apa karna mengingat Aerilyn berambut pirang dan mata biru. Kemungkinan ia bukan berasal dari negara itu.

Aerilyn pun kembali berjalan dan menyusuri pantai.

Ia pun duduk. Terlihat Aerilyn merenung dipantai sendirian, ia memakai celana pendek loreng. Dan tanktop hitam. Ia duduk di pasir pantai.

"Apakah dia orangnya?" gumam Aerilyn, angin pun berhembus mengibaskan rambut pirangnya yang terurai indah.

"Jika dia orangnya, aku tidak akan melepaskannya." gumamnya Ia pun berdiri dan mengangkat sebuah senapan dan

Dor..

Dengan tangan kanan nya ia

menembak dan jatuhlah burung camar yang sedang terbang diatas laut.

Flashback End.

Jadi yang dipikirkannya Hexari atau kakaknya? Jawaban nya Akan dibahas nanti di beberapa chapter mendatang.


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 20

Kleiss Effortles
2016-12-07 04:10:46
cie ada aerilyn lagi, entah kenapa setelah melihat wajahnya aku jadi ngefans sama aerilyn
Rudy Wowor
2016-11-20 19:19:12
Apakah Hexari jadi bisa berubah Alien sepenuhnya? Ternyata masih misteri pemirsa.
Grim Rieper
2016-11-20 15:24:28
Lanjut
chichay
2016-11-20 12:02:40
d tunggu dgn penuh ksbrn klnjutnnya.mau nanya dong buknnya hexari ga bisa pingsan y senpai knp d crt td hexari na pingsan
Ade Aja
2016-11-20 11:14:50
Ditggu kelanjutanNya kakah... Ceritanya keren..
Jack El Jacqueline
2016-11-20 08:31:30
di tunggu aja deh
Gouenji Shuuya
2016-11-20 07:59:40
Hexari jadi alien
Princes Alien Kawai
2016-11-16 09:33:02
"Kakak?" kaget Violin, . Haha padahal harusnya aerilyn bukan violin, typo salah nama.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook