VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Alien Attack : World War Chapter 18

2016-11-18 - Aerilyn Shilaexs > Alien Attack : World War
145 views | 11 komentar | nilai: 9.58 (12 user)

Kembali ke tempat Violin, Ia mengarahkan senjatanya tepat ke depan pintu kapal itu dan

"Ini dia."

Duar....

Suara ledakan yang dikeluarkan oleh senjata itu lumayan keras.

Peluru pun melesat Lurus ke arah ke 8 garjare namun

"Tidak kena?" kaget Violin

Terlihat semua alien itu langsung menyebar ketika mendengar letusan senjata Violin.

Peluru melesat entah kemana.

"Ah aku gagal yah," ia pun bersiap mengambil peluru lagi dan

"Eh pelurunya belum berkurang, lalu apa yang ku pakai tadi?"

Tiba-tiba..

Duar...

Terjadi ledakan dalam kapal, itu disebabkan tembakan Violin.

Beralih ke tempat Hexari, karna ledakan itu, terjadi sedikit guncangan.

"Gyaah kali ini apa lagi."

Terlihat jauh didepan Hexari tepatnya dibelakang para alien. Ada luapan api yang memenuhi lorong itu. Terlihat menuju kearah Hexari.

"Gyaah kenapa aku harus melakukan pekerjaan berbahaya ini.." teriak Hexari yang melarikan diri.

Luapan api yang besar itu bergerak dengan cepat hingga membakar semua prajuri alien juga api itu telah berada di belakang Hexari.

"Matilah aku..."

Tekanan api lebih cepat dari lari Hexari.

Beralih ke tempat Lio.

"Kapalnya terjadi kerusakan, ini kesempatanku."

Ia membawa machine gun dan maju kedepan. Terlihat para pasukan alien sudah berkurang, mereka tidak mengejar para prajurit yang melarikan diri.

Hanya sebagian prajurit yang masih bertahan.

"Kalian cepatlah mundur.." teriak seorang pria yang tak jauh dari belakang Lio, ia juga berlari maju.

"Neves?" ucap Lio yang melirik ke arah pria itu. Terlihat ia memakai jaket berlambangkan guardian.

Tak jauh dibelakangnya ada 4 pria yang juga sedang berlari mereka juga berlambangkan knight.

"Maaf kami terlambat," ucap Neves.

"Kenapa hanya 5 orang?" teriak Lio.

"Tenang saja, kami bisa menanganinya." ucap Neves.

"Semuanya maju," lanjutnya.

Ke tempat Violin.

"Senior lihat disana." ucap Ken.

"Ada apa?"

"Itu Aniki."

"Gkhi..." mendengar hal itu, Violin langsung begidig ngeri. Ia bahkan menjatuhkan widowmakernya.

"Senior?" kata Yumi.

"Sebaiknya aku segera membereskan semua alien yang ada disini dan segera melarikan diri" pikir Violin.

"Lupakan dia, kalian bertiga ikuti aku, kita akan membereskan makhluk itu." teriak Violin yang berlari kedepan menyeret senjatanya.

"Senior tunggu kami."

Kembali ke tempat Hexari.

"Matilah aku. Gyaah aku terbakar." ucapnya, ia menahan tekanan api dengan pedangnya, namun karna tekanan api terlalu kuat, ia terdorong jauh. Terlihat memang ia setengah terbakar.

Ia terus terdorong sejauh ratusan meter hingga sampai ke sebuah ruangan yang memang tidak ada pintunya, ia pun terkapar disana. Tubuhnya mengeluarkan asap, bajunya terbakar habis.

"Kenapa harus aku...."

Hexari pun menyentuh lantai tempat itu untuk mengetahui lokasinya dan.

"Itu dia." ucapnya, ternyata benda itu ada 500 meter dihadapannya.

Terlihat benda yang sangat besar dan ada seekor makhluk yang sedang mengoprasikan alat itu.

"Oey kau, kusarankan jangan lanjutkan pekerjaanmu." teriak Hexari pada makhluk itu. Ia pun langsung berdiri.

"50 detik." gumamnya yang melihat angka menghitung mundur.

"Hee jadi aku hanya punya waktu 50 detik lagi, hei tuan kau minggirlah. Aku harus mematikan alat itu." teriak Hexari yang berlari kearah makhluk itu.



Alien Attack : World War Chapter 18 - 50 Detik
Penulis : Aerilyn Shilaexs



Beralih ke tempat Lio.

"Hyaat..."

Dor.. Dor..

"Kau semangat sekali." ucap seorang pria.

"Dengan begini kita bisa memenangkan peperangan ini." ucap Lio.

"Alatku merasakan ada radiasi sangat besar dari kapal itu." ucap Neves.

Ia pun menebas beberapa alien.

"Apa?"

"Iya a.."

Bruak...

Ucapan Neves terpotong saat ada alien yang menyerangnya dari atas.

Ia menghindar dengan melompat kebelakang.

"Aku tak menyadari keberadaannya."

"Aku juga."

Munculah 6 alien garjare yang tadi berada di depan pintu masuk kapal.

"Satu lawan satu, sepertinya menarik."

"Kau benar Hans. Kita kalahkan mereka dalam 50 detik." ucap Neves bersemangat, ia pun berlari kearah salah satu alien dan menghunuskan pedangnya.

"50 detik? Itu terlalu singkat."

"Kau terlalu meremehkan makhluk ini." teriak Lio.

Ke lima orang itupun menyusul Neves.

Kita lihat keadaan Hexari.

Saat ia menghunuskan pedang.

Makhluk itupun berbalik dan

"Gyaah kau sangat menyeramkan." ucap Hexari yang menghentikan langkahnya."

"42 detik." gumam Hexari.

"Aku harus segera mengalahkannya." ia pun kembali berlari kearah makhluk itu dan menebaskan pedangnya.

Tring..

"Keras sekali." gumam Hexari.

Buak..

Makhluk itu pun menendang Hexari, ia pun terhempas jauh hingga menabrak dinding.

"Ows ini sangat sakit.." Hexari pun bangkit setelah sebelumnya jatuh.

Ia kemudian mengambil senapan di pinggangnya namun.

"Ko tidak ada, gyaah aku telanjang..." kaget Hexari, ternyata bukan hanya bajunya yang terbakar, tapi celananya juga.

"Mau bagaimana lagi, aku tidak peduli. Lagipula makhluk itu bukan wanita. Aku tidak perlu malu." ia pun kembali berlari kearah alien itu dan

Srat...

Srat...

Srat...

Berbagai tebasannya tidak mempan, alien itu bagaikan memakai pelindung.

Buak..

Alien itu pun meninju Hexari
dengan tangan tangan kanan yang besar.

"Gah..." Hexari kembali terhempas.

"9detik lagi." gumam Hexari.

Ia pun segera bangkit dan segera berlari

"6... 5..." ia terus berlari ke arah makhluk itu.

"4..3..."
ia belum menghentikan larinya.

Beralih ke tempat Violin.

"Kenapa kita malah menuju belakang kapal musuh?" tanya Yumi.

"Kau tidak lihat banyak Alien disana," ucap Violin.

"Baiklah, Mey ayo kita tembaki."

"Yosh.."

Saat mereka akan menembak tiba-tiba.

Jduar...

Bagian atas kapal meledak.

"Apa yang terjadi,?".

Ke tempat Lio sebelum bagian atas kapal meledak.

Neves dan guardian lain juga Lio kewalahan melawan para garjare yang bergerak cepat.

Dor.. Dor.. Dor..

Hans dan Frans menembaki 2 alien lawan mereka, namun para makhluk itu bergerak sangat cepat.

"Terlalu cepat."
gumam Hans.

Buak..

Alien itu meninju perut Hans. Ia pun terpental.

"Hans.." teriak Neves.

Buak..

Dari atas seekor siluman menghantamkan tinjunya.

Neves yang menahannya sampai membungkuk..

Duak..

Lio terkena pukulan dan ia pun terpental.

Semua knight terpental,

Merekapun bangkit dan..

Mereka kembali di hajar.

"Kenapa makhluk ini bisa sangat kuat, berbeda dari data yang kita dapat. Gaahh."

Semuanya pun terkapar.

"50 detik, bahkan aku belum menggores makhluk itu. Gah.." perut Neves langsung di injak.

"Itu karna kau terlalu sombong." ucap Lio yang terkapar.

"Tamatlah kita.."

"Kita? Kau saja.."

Tiba-tiba..

JDuar...

bagian atas kapal meledak..

Terlihat peluru cahaya menyebar ke segala arah.

Bziuw.. Bziuw... Bziuw..

Dan hujaman peluru mengenai para alien garjare.

Alien yang jauh dari kapal pun terkena dan semuanya tewas.

Para prajurit yang melarikan diri pun sebagian ada yang kena.

Tembakan itu membabi buta, peperangan jadi kacau, para prajurit dan para alien berlarian menghindari peluru.

Beralih ketempat Violin..

Sedangkan Violin dan 3 knight lain berlindung dibawah kapal.

"Berlindung seperti ini bersama senior adalah hal yang paling luar biasa dalam hidupku." ucap Ken.

"Ya, pasti para praurit lain pada pada kita."

"Diamlah kalian, dan jangan bicara." bentak Violin.

Mundur ke beberapa detik sebelum ledakan, scene beralih ke tempat Hexari.

Terlihat alat itu telah bercahaya dan siap menembakan peluru.

"3... 2..." ia pun melemparkan pedangnya ke arah kepala alien itu dan .

Wush..

Ting..

Pedangnya memantul ke belakang makhluk itu dan menancap ke senjata penghancur yang ada dibelakang alien itu.

"1..."

Jduar...

Senjata itu pun meledak dan menghempaskan tubuh makhluk itu menabrak Hexari.

Ratusan peluru menembak ke segala arah, sasarannya sudah tidak terfokus pada manusia.

Lalu bagaimana dengan Hexari? Ia terlihat berada di bawah tubuh alien yang sudah mati itu. Tepatnya ia di tindih.

".A..aku lebih suka Aerilyn atau Vio yang menindih tubuhku."

Beberapa detik atau tepatnya 1 menit berlalu, Hexari menyingkirkan tubuh Alien itu.

Ia pun berdiri..

"Hee kenapa kau telanjang?" kaget Violin yang keluar dari bawah kapal.

Bersambung..

Flashback belum berakhir, tapi seperti itulah kejadian perang

""yang membuat Hexari di hukum.


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 19

Spectra Phantom
2016-12-07 04:09:28
ya iyalah hexari, ditindih tubuh cewek itu emang enak
Nugroho Hamisetiadi
2016-11-21 00:21:53
👍👍👍👍
Blackpearl Kwon Yuri
2016-11-19 13:39:09
violin kenapa ngeri mendengar nama neves? Apa ia pernah dipaksa main ayah bunda diranjang?
ZENA LEO MONSTA X
2016-11-18 18:15:27
selanjutnya ikkeh ikkeh
Vestaka Pyrokinesis
2016-11-18 18:09:48
bwahahaha telanjang
Grim Reaper
2016-11-18 13:56:36
apa tidak malu hexari telanjang di depan cewek ?
Mutia 4Ra
2016-11-18 13:38:20
trmksh sdah d lnjutkn.d tunggu klnjutn crta yg laenya
Minke Opoli
2016-11-18 12:41:26
next...
Shark
2016-11-18 11:35:52
Lanjut
LaZiEsT SiLeNt DiZzY
2016-11-18 10:55:44
wah.. logis, trbkar sampai hbis, eh tp knpa hexari,. apa dia trkna luka bkar?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook