VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 17

2016-11-15 - Aerilyn Shilaexs > Alien Attack : World War
254 views | 11 komentar | nilai: 9.38 (16 user)

Next Story.

Makhluk itu tampak tertidur, ternyata Hexari memasuki ruangan itu karna ia menggunakan jalan pintas. Ia melangkah dengan hati-ati.

"Tak ada waktu untuk membereskan mereka semua, senjatanya akan aktif." pikirnya.

Setelah keluar dari tempat itu. Ia pun kembali menyentuh dinding dan memejamkan mata, ia menerawang seluruh tempat hingga sampai ke ruangan dimana alat itu berada. Jika dilihat dari luar kapal, senjata itu jelas terlihat karna hanya dibatasi kaca super kuat. Dan ujung senjata berada di atas kapal menjulang bagakan antena.

"Sedikit lagi."

Namun saat ia membuka sebuah pintu,

"Huwaa.. Benar saja kecurigaanku." teriak Hexari histeris.

Terlihat di dalam ruangan itu banyak prajurit alien sudah menanti.

"Tidaakkk..." Hexari pun berlari meninggalkan tempat itu, namun ternyata para prajurit alien dengan senjata yang lengkap itu tak membiarkan Hexari begitu saja, mereka mengejar Hexari. Terlihat di dalam ruangan itu banyak prajurit alien sudah menanti.

"Tidaakkk..." Hexari pun berlari

meninggalkan tempat itu, namun ternyata para prajurit alien dengan senjata yang lengkap itu tak membiarkan Hexari begitu saja, mereka mengejar Hexari.

Terlihat 10, 20 wah jumlah mereka sangat banyak hingga tidak diketahui jumlahnya.

"Aku tidak punya waktu menghajar mereka, hal itu akan percuma jika alatnya aktif." ucap Hexari panik, karna dibelakangnya para alien mengejar.

Bziuw..

Reflek Hexari menghindar, entah bagaimana ia mengetahui serangan dari belakang.

Bziuw... Bziuw....

Para alien itupun menembaki Hexari dengan senapan canggih mereka, terlihat peluru yang dikeluarkan nya juga berbentuk cahaya.

"Huwaaa... Gawat..gawat..a aku bisa mati jika begini." teriak Hexari.

Entah Hexari yang terlalu gesit menghindar atau para alien yang payah, tak satupun peluru cahaya yang mengenai Hexari.

"Ah jika begini tidak ada pilihan lain." Hexari menghentikan langkahnya dan ia pun berbalik dan mencabut pedang dari punggungnya. Ia pun berbalik dan

"Majulah kalian semua,(padahal semua alien sudah maju kearahnya) akan kutunjukan teknik pedang tuan Hailey." teriak Hexari.

Beralih ke tempat Violin.

"Apa-apaan itu, kenapa garjare ada banyak.?" kaget Violin. Terlihat di depan pintu kapal ada sekitar 6 alien garjare.

"Baiklah akan kuhabisi kalian semua." ucap Violin yang menurunkan widowmaker senjata andalannya.

Namun saat ia menyiapkan amunisi.

Bruak...

Tiba-tiba ada alien garjarg yang menyerangnya dari atas. Violin reflek menahannya menggunakan widowmaker. Namun hal itu membuat retakan ditanah tempat pijakan Violin.

"Gyaah sangat kuat.." Makhluk itu terus menekan Violin dengan tangan kanannya. Namun.

Jduar..

Sebuah misil menghantam alien itu hingga membuatnya terhempas. "Yo senior, maaf kami terlambat." ucap suara wanita yang memegang senjata besar, itu adalah bazoka.

"Kami terhempas oleh serangan makhluk itu." ucap suara pria, ia juga tak kalah dengan ukuran senjata yang dibawanya.

"Ken, Mey, Yumi." ucap Violin.

Ternyata mereka adalah 3 knight yang tadi bersama Hexari.

"Aku senang bisa membantumu." ucap Yumi.

"Jangan banyak gaya, cepat lindungi aku. Aku akan menembak mereka semua." bentak Violin yang menunjuk kearah kumpulan garjare.

"Baiklah." ketiganya pun murung, berharap mendapat pujian dari Violin, eh ternyata malah dibentak.

Dibelakang Violin terlihat Alien lain bersiap menebas tubuh Violin, namun.

Srat..

Ting...

"Serahkan perlindungan pada kami." ucap Mey yang menangkis tebasan alien itu dengan pedangnya.

"Baiklah."

Violin pun bersiap dengan senjata andalannya yang berat itu. Sementara Yumi dan Ken menembaki alien yang menuju ke arah mereka.

Yumi menjatuhkan bazoka nya dan mengambil senjata seperti shotgun dari punggungnya namun ukurannya lebih besar dari shotgun.

"Rasakan ini."

Bam.. Cklek.

Bam.. Cklek.

Terlihat senjata itu hanya mampu menembakan satu peluru dan harus segera isi ulang untuk menembak lagi.

Namun efek ledakan peluru nya luar biasa. Dengan senjata yang sama Ken menembaki alien.

"Dengan begini aku bisa fokus. Selagi mereka belum bergerak." Violin memasukan peluru yang bentuk nya beda dari yang awal, kini ukurannya lebih besar.

Kembali ke tempat Hexari.

Alien Attack : World War Chapter 17 - Army
Penulis : Aerilyn Shilaexs



Kembali ke tempat Hexari

Terlihat ia mulai menebas satu persatu.

Srat...
Srat...

3 alien yang berada didepannya terbelah.

Ia pun berlari kedepan, kearah kumpulan alien, sambil menghindari berbagai peluru. Ia berlari menyeret pedang yang dipegangnya ditangan kanan.

Bagaikan angin, gerakan Hexari sangat cepat dan ia pun mengayunkan pedangnya keatas dan
Crat.. Crat.. Crat...

8 alien langsung terpotong.

Ia kemudian melompati dinding-dinding koridor tempat itu ke atas sambil menghindari berbagai peluru yang tertuju ke arahnya. Diatas ia pun melompat.

"Hyaat.." Sambil berputar, ia mengayunkan pedangnya dengan horizontal.

Ketempat Aerilyn.

Berbeda dengan tempat Hexari, di tempat Aerilyn keadaan sangat damai.

Terlihat Aerilyn merenung dipantai sendirian, ia memakai celana pendek loreng. Dan tanktop hitam. Ia duduk di pasir pantai.

"Apakah dia orangnya?" gumam Aerilyn, angin pun berhembus mengibaskan rambut pirangnya yang terurai indah.

"Jika dia orangnya, aku tidak akan melepaskannya."

gumamnya Ia pun berdiri dan mengangkat sebuah senapan dan

Dor..

Dengan tangan kanan nya ia menembak dan jatuhlah burung camar yang sedang terbang diatas laut.

Itulah seorang knight ranking 1. Kemampuan menembaknya bagaikan sniper.

Kembali ke tempat Hexari, Ia terlihat terengah engah.

"Masih sangat banyak, aku tidak punya banyak waktu.Hah...hah...hah..hah." ucapnya.

Bziuw...

Bziuw...

Beberapa tembakan mengarah

kepadanya, ia pun menangkisnya dengan pedangnya.

Di tempat Violin,

Saat ia akan menembak.

Buak...

Hantaman pukulan mengenainya, ia pun terhempas dan tangannya masih memegang widowmaker itu.

"Senior..."

"Kyaah.. Kalian benar-benar tidak bisa diandalkan." bentak Violin.

"Maafkan kami."

Duar..

Ken menembak alien yang

memukul Violin tadi.

"Aku akan berada dibelakangmu." ucap Yumi bersiaga.

"Beri aku waktu untuk konsentrasi.! Ows... Sakit sekali.." Violin mengusap-usap pipi kirinya.

Di tempat kapten Lio,

ia menggunakan peluncur misil dan berhasil membunuh seekor alien garjare.

"Semuanya cepat mundur."

teriak Lio.

Kembali ke tempat Violin, Ia mengarahkan senjatanya tepat ke depan pintu kapal itu dan

"Ini dia."

Duar....

Suara ledakan yang dikeluarkan nleh senjata itu lumayan keras.

Peluru pun melesat.

Bersambung lagi.

Aerilyn mikirin siapa yah? Apa yang ia alami selama Hexari tidak ada. Apa ada orang yang ia temui? Mungkin iya, mungkin juga engga.


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 18

Sovaren
2017-05-17 12:40:29
Aerilyn ceritanya suka menyendiri yah
Dwi Fitri
2017-04-24 08:04:55
ae mungkin lg galau haha
Night Eve
2017-01-18 21:13:02
Mikirin hexari kali
Kleiss Effortles
2016-12-07 04:08:59
yeh aerilyn hebat
Rudy Wowor
2016-11-17 20:26:03
Aerilyn sepertinya akan menghabisi hexari.
Grim Rieper
2016-11-17 19:25:23
Lanjut bray !
chichay
2016-11-15 16:23:30
yg d pkirin aerilyn psti hexari.d tunggu klnjutnnya
Gouenji Shuuya
2016-11-15 14:43:52
Violin nembak siapa?
ThE LaSt EnD
2016-11-15 14:37:45
ini msh flashback.. ya.. sepertinya hexari akn brhasil tinggal sdikit lg. mungkin orang yg tak akn dilepaskn adalah.. hexari. next cptr..
SESHOMARU INU
2016-11-15 11:28:30
jadi violin itu gampang marah?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook