VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 15

2016-11-08 - Aerilyn Shilaexs > Alien Attack : World War
264 views | 15 komentar | nilai: 9.54 (13 user)

Skip story..

Scene berada dikoridor, terlihat Hexari, Violin dan kapten Lio pemimpin perang saat itu.

Tok.. Tok..

Seperti biasa, Hexari langsung masuk.

"Aku belum menyuruh mu masuk.!" ucap jendral, ia terlihat memakai seragam lengkap.

"Sudah kubilangkan aku malas menunggu diluar."

"Apa seperti itu sikapnya pada jendral Zenitya?" tanya Lio pada Violin.

"Seperti itulah dia, dia bertindak seenaknya." jawab Violin.

"Kalian bertiga duduklah."

'Ini sangat menyebalkan pasti aku akan dihukum lagi, tapi terserahlah aku tidak peduli. Kalian ingin tau penampilan jendral Zenitya saat ini.? Lihat dibawah



Kurang lebih seperti itu.

Setelah semuanya duduk. Lupa menerangkan, Hexari selalu membawa pedangnya kemanapun, bahkan saat ini ia sedang membawa pedang.

"Kudengar perang kemarin sangat kacau." ucap Jendral Zenitya dengan wajah serius.

"Itu benar." jawab Lio.

"Dan kekacauan itu disebabkan olehmu Hexari Pextragon."

"Ya, semua itu kesalahanku, apa aku akan dihukum?"

"Anak ini percaya diri sekali. Apa dia belum tau betapa menakutkannya jendral." pikir Lio.

"Hexari." gumam Violin.

"Guimor mengatakan padaku kalau kau adalah orang yang ceroboh dan bisa saja mengacau, tapi aku tidak menyangka perbuatanmu jauh dari perkiraanku."

"Jadi apa hukumannya?" tanya Hexari to the point.

"Woy aku bahkan belum menyampaikan pengaduanku." bentak Lio.

"Sudah jelaskan, sebagian besar alien mati, sisanya mundur dan banyak prajurit terluka karna perbuatanku. Lalu apalagi yang harus di bicarakan." jelas Hexari.

"Maafkan saya jendral karna saya tidak bisa membimbing Hexari dengan baik." ucap Violin.

"Aku pergi dulu, beritaukan saja hukumannya pada Vio, besok aku akan menjalankan hukumanku. Apapun hukumannya." ucap Hexari yang kemudian beranjak.

"Hexari. Diam ditempat mu.!" bentak Zenitya yang berdiri dari posisi awal.

"Anak itu sangat tidak sopan." pikir Lio. Hexari tidak mendengarkan dan terus berjalan menuju pintu. Tiba-tiba.

Zing...

Tring..

Zenitya menghunuskan pedang kearah Hexari, sigap Hexari mencabut pedang nya dan menahan serangan Zenitya.

"Beraninya kau menentang ku."

Sring...

Zenitya menebaskan pedangnya secara vertikal. Hexari mengelak dan sabetan itu berhasil membelah pintu.

"Memangnya siapakau seenaknya memerintahku."

Hexari balas menyerang.

Sring..

"Jendral." teriak Lio

"Hexari hentikan." teriak Violin.

Zenitya menahan tebasan Hexari dengan pedangnya dan.

Tang..

Pedang Zenitya patah.

"Hyaat.." Hexari bersiap menghunuskan pedang namun.

"Hexari sudah cukup." bentak Violin, ia terlihat memeluk Hexari.

"Aku tidak peduli kau siapa, aku tidak akan menurutimu. Hanya perintah tuan Hailey yang akan ku turuti." Hexari pun melepas pelukan Violin dan pergi.

"Akan kujalani hukumanku esok hari." ucap Hexari yang memasukan pedang itu ke sarung pedangnya dan kemudian pergi.

"Dia hampir menebasmu jendral."

"Pedang macam apa itu, luar biasa keras. Hingga mampu memotong pedang kebanggaanku."

Violin pun mengikuti Hexari.

Scene beralih ke kamar Hexari, didalam kamar terlihat ia langsung terjatuh.

"Sakit sekali kepalaku, apa mungkin.."

Tok..tok..

"Hexari kau tidak apa apa?" panggil Violin dari luar.

"Tidak, aku tidak apa-apa. Kau ada perlu apa kemari?"

"Buka dulu pintunya."

"Tunggu sebentar." Hexari pun bangkit dan menyembunyikan rasa sakitnya.

"Ada apa?"

"Biarkan aku masuk."

"Tidak boleh, cepat katakan ada perlu apa? Aaah."
Hexari tak bisa menahan sakitnya, ia pun kehilangan keseimbangan dan jatuh kehadapan Violin.

"Hexari..." Violin langsung menangkapnya. Ia kemudian membopong Hexari ke ranjangnya.

"Berengsek, bahkan saat seperti ini pun aku tidak pingsan." kesal Hexari pada tubuhnya yang tidak bisa pingsan, bahkan saat mengalami rasa sakit yang tak tertahankan.

"Kau kenapa?"

"Aku sudah bilangkan. Aku tidak apa-apa."

Violin pun nahk keatas ranjang

"Tunggu dulu, apa yang akan kau lakukan?" tanya Hexari dengan menahan sakit di kepalanya.

"Aku akan memaksamu."

"Tunggu, tunggu. Jangan lakukan itu, aku akan memberitaumu. Ahh.." erangnya.

"Kau tidak apa-apa?" Violin turun dari atas ranjang dan memegangi kepala Hexari.

"Ini sangat sakit. Dengarkan aku, saat aku masuk kedalam kendaraan aneh itu. Aku tak sengaja menyentuh bagian benda itu dan aku langsung membaca seluruh apa yang ada di kendaraan itu. Salah satunya adalah alat gelombang yang dapat membunuh manusia."

"Seperti itu kah? Lalu."

"Aku menelusuri setiap tempat itu hingga aku tiba di salah satu ruangan, dan didalam ruangan itu banyak benda yang seperti kepompong. Aku membuka salah satunya dan memakannya. Hal itu yang membuatku seperti ini."

"Apa? Kau sangat ceroboh, seenaknya saja kau makan sesuatu yang tidak kau ketahui."

"Yah, bahkan kemampuanku tak dapat membaca sesuatu yang bisa dimakan atau makhluk hidup."

"Apa hal itu juga mempengaruhi emosimu?"

"Seperti itulah."

Alien Attack : World War Chapter 15 - Embrio Alien
Penulis : Aerilyn Shilaexs

"Lalu kenapa kau memakan benda itu?"

"Karna senjata itu, senjata itu hanya bisa dioperasikan oleh alien. Aku juga membaca bahwa di beberapa ruangan ada alat khusus yang dapat membunuh makhluk selain alien."

Flashback saat Hexari masuk.

Saat ia masuk ke dalam, ia menyentuh bagian kendaraan itu yang mungkin uratnya.

"Apa ini?" gumam Hexari, ia pun memejamkan mata dan Ia dapat melihat bagian-bagian kendaraan termasuk cara kerjanya.hingga ke sebuah alat pemusnah manusia.

"Jika benda itu bekerja maka semua manusia akan mati, tapi bagaimana caranya aku kesana. Jika aku memasuki ruangan yamg salah maka aku akan mati, karna ruangan itu khusus untuk alien." ucap nya sambil berlari.

"Aku tau, jika aku alien maka aku tidak akan mati, tapi bagaimana caranya agar aku bisa seperti alien. Hmm hanya satu caranya."

Flashback terpotong.

"Lalu apa yang ada difikiranmu saat itu?"

"Aku berfikir jika aku memakan makanan alien maka aku akan seperti alien. Darah dan kulit ku tidak akan terdeteksi sebagai manusia tapi akan terdeteksi sebagai alien"

"Lalu?"

"Lalu aku...."

Flashback dilanjut.

Hexari tiba di sebuah pintu, dan saat dibuka.(pintunya memang tidak terkunci.)

"Whoa apa ini?"

flashack dipotong lagi.

"Jadi disana kau menemukan benda itu?"

"Ya, awalnya kupikir benda itu adalah kepompong karna menggantung. Setelah kubuka, terlihat benda didalamnya seperti agar-agar warna hijau."

"Lalu benda itu apa?"

"Itu adalah telur, tepatnya ebrio alien."

"Kenapa kau memakannya jika kau tau itu adalah telur?"

"Awalnya aku tidak tau, tapi setelah aku memakan benda bulat berwarna hijau seukuran telur. Aku menyimpulkan bahwa yang kumakan itu adalah telur, beda dengan agar-agarnya. Benda itu rasanya seperti telur mentah."

Flashback dilanjut.

"Baiklah kurasa aku kekenyangan, aku tidak sanggup menghabiskannya."

"Jika aku makan embrio alien, kemungkinan tubuhku akan dikenal sebagai alien oleh alat itu. Tapi kemungkinan ada efek sampingnya." pikir Hexari yang kemudian membuka pintu dan diluar terlihat alien Garjare telah menunggu.

Flashback End.

Sementara Hexari bercerita, kita beralih ke tempat jendral Zenitya.

"Jadi bagaimana ceritanya, Lio?" tanya Jendral yang duduk diatas meja.

"Saat Alien garjare muncul, Violin bilang padaku agar menarik para prajurit untuk mundur. Anda tau kan alien itu sangat berbahaya."

"Jadi alien itu muncul, lalu ada berapa kapal musuh?"

"Hanya satu."

"Lalu."

"Aku melihat anak itu masuk kedalam kapal musuh melalui teropong. Ia mengoprasikan sebuah senjata, Dan.."

Dan apa? Kita flashback saat perang aja biar tau kisah selengkapnya.

Satu serangan membuat keempatnya terhempas. Ternyata serangan itu berasal dari Garjare.

"Hati-hati, dari data yang kita dapat. Alien itu sangat berbahaya." ucap si pria.

Tiba-tiba Alien itu telah berada di belakang mereka, tepatnya dibelakang Hexari.

"Dia mengincar si army bodoh." ucap si wanita.

Alien itu mencengkram leher Hexari

"Gyah.. Hei tuan ini menyakitkam, bisakah kau melepaskanku?"

Kemudian Alien itu menembakan sesuatu yang ada di tangan kanannya(tangan kiri sedang mencengram leher Hexari)

Bziuww...

Hexari terhempas jauh, apa yang terjadi padanya? Nantikan aja chapter berikutnya.

Bersambung

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 16

Sovaren
2017-05-17 12:38:35
Ceritanya penuh dengan flashback, tapi paham lah penjelasannya
Dwi Fitri
2017-03-25 17:59:53
hmm.. jadi begitu alasannya. masuk akal.. '-'
Night Eve
2017-01-18 19:29:24
Chapter ini banyak flasback
Kleiss Effortles
2016-12-07 04:06:40
kemampuan hexari keren
PUZIENK
2016-11-09 18:10:14
sugoi
Nugroho Hamisetiadi
2016-11-09 16:37:50
Aku mau dong telurnya !! Buat bikin nasi goreng nih !! 😄😄
Vestaka Pyrokinesis
2016-11-09 11:39:11
benar-benar diluar dugaan, kukira hexari itu bodoh. Makan makanan sembarangan, ternyata ia punya rencana dibalik hal itu.
Blackpearl Kwon Yuri
2016-11-08 18:09:47
padahal remas aja oppai si jendral, siapa tau dia jadi suka padamu hexari
Ade Aja
2016-11-08 18:07:47
Keren ceritaNya,, ditggu kelanjutanNy Mbak Tifa...
chichay
2016-11-08 16:43:21
moga lnjutannya cepat senpai.*^_^*
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook