VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Alien Attack : World War Chapter 14

2016-11-06 - Aerilyn Shilaexs > Alien Attack : World War
121 views | 14 komentar | nilai: 9.62 (13 user)

Kembali ke tempat Hexari.

"Tempat ini luar biasa, tapi kemana para penumpangnya yah?" bingung Hexari yang melihat kesana kemari, tapi tak satupun alien ditemukan.

Ia pun berlari maju. Hingga ke sebuah pintu, ia membuka pintu itu dan.

"Woha, apa ini,?" terlihat didalam ruangan itu banyak benda berwarna abu-abu seperti kepompong dan menggantung. Jumlahnya ratusan. Berukuran sebesar 2 kali bola basket.

Hexari pun langsung masuk.

"Benda apa ini yah? Apakah telur?" gumam Hexari, ia pun menyentuh salah satu benda itu.

"Gyaah ternyata kenyal dan empuk seperti oppai Aerilyn." ucapnya sambil meremas-remas benda itu.

"Hm, lalu ini benda apa yah?" Hexari pun mencoba merobek benda itu, namun karna kenyal bagaikan oppai. Benda itu tidak bisa di sobek atau dihancurkan.

"Baiklah."

Srat..

Hexari pun menebas benda itu dan sobek, keluarlah benda hijau berbentuk telur, teksturnya lembut seperti agar-agar jelly. Bahkan warna hijau nya pun hijau agar-agar.

"Wah ada agar-agar. Kebetulan sekali." tanpa basa-basi Hexari memakan agar-agar itu.

Terlihat ditengah benda itu(dalam inti) ada benda kecil berwarna hijau, bentuk dan ukurannya seperti ketimun.

"Mm, kukira rasanya akan manis, tapi ternyata hambar. Tidak ada rasanya sama sekali." gumam Hexari.

2 menit kemudian.

Terlihat Hexari sudah memakan setengahnya, ia kemudian memakan benda seperti ketimun itu.

"Ah baiklah aku sudah kenyang, aku tak sanggup menghabiskan agar-agar ini. Sebaiknya aku keluar dari tempat ini."

Hexari pun berjalan keluar dan saat diluar pintu.

"Huwaaa..."

Diluar kendaraan.

Terlihat 3 knight sedang menembaki alien didepan pintu kendaraan.

"Kupikir kita harus masuk dan membantunya." ucap si pria.

"Ya pria bodoh itu belum juga keluar." lanjut si wanita.

"Kalau begitu ayo kita masuk..!" ajak wanita satunya.

Saat mereka akan masuk.

"Huwaaa.... Lari... Cepatlah...." teriak Hexari dengan wajah konyol. Ia berlari keluar melewati 3 knight itu.

"Si bodoh itu apa yang dia lakukan."

Ketiganya langsung sweatdrop.

"Woy bodoh. apa magsudmu kita harus lari hah?" teriak si wanita.

Hexari pun menghentikan langkahnya.

"Pokoknya lari saja, ada banyak monster yang mengamuk." teriak Hexari.

"Monster a.." ucapannya terpotong ketika muncul sebuah makhluk setinggi 2 meter dibelakang mereka.

"Huwaa."

"Kyaaa.aa..."

"Kyaaa.a"

3 knight itu pun berlari menujuHexari,

"Kenapa kau tidak bilang dari tadi hah?" teriak si pria. Mereka berempat lari bagaikan dikejar banci.

"Kau tuli yah, aku kan sudah bilang daritadi." bentak Hexari.

"Siapa yang kau bilang tuli hah?"

"Tentu saja kau."

"Tunggu dulu, kenapa kita harus lari,?" ucap si wanita.

"Benar juga, kita kan bertugas membunuh semua alien kan?"

"Cepatlah lari saja, alien itu bukan tandingan kita. Mereka tandingan para warrior."

"Apa maksudmu?"

"Para monster itu tidak mempan dengan senjata. Tadi aku sudah mencobanya."

Sebelumnya.



Alien Attack : World War Chapter 14 - Garjare
Penulis : Aerilyn Shilaexs

Sebelumnya.

Saat Hexari keluar dari pintu itu,

"Huwaa.." hexari berteriak histeris.

"Ada apa Hexari.?" tanya Violin dari alat komunikasi.

"Vio cepat perintahkan semua pasukan untuk mundur.!"

"Ada banyak monster didalam kendaraan ini."

Terlihat didepan Hexari terdapat barisan alien berbentuk aneh,



Alien Garjare.

Salah satu dari Mereka pun menyerang Hexari dengan tangan tajam nya.

Wush..

"Cepat sekali."

Hexari pun menghidar dan menembak makhluk itu dengan sebuah senjata yang mirip Uzi, tapi ukurannya lebih panjang dan lebih besar.

Do.do.do.do.do.dor...

Ting.ting.ting.ting.

Semua peluru tak mempan oleh senjata yang dimuntahkan peluru itu.

"Tidak mempan, kulitnya keras sekali."

Buak..

Tiba-tiba dari belakang, seorang atau seeokor yah?. Pokonya ada alien yang menyerang Hexari. Ia pun terhempas.

"Gyaah, eh kenapa denganku." gumam Hexari.

"Hexari kau tidak apa-apa?" tanya Violin yang kuatir dengan Hexari.

"Tanganku mati rasa, dan kepalaku pusing." ia membuang senjatanya, namun pedangnya masih menempel dipunggungnya.

"Hexari tunggu aku, aku akan masuk."

"Jangan Violin, sudah kubilang perintahkan semua prajurit untuk mundur. Aku akan segera lari."

"Tapi.."

"Cepatlah.."

Hexari pun bangkit dan.

Buak...

"gahh.." Hexari kembali terhempas ketika terkena tendangan.

Terlihat sekitar 10 alien berbentuk yang sama bersiap menembak Hexari.

"Matilah aku. Huwaaa" Hexari pun melarikan diri, ia pun terus berlari dan menghindari berbagai serangan.

Sampai ia keluar dan masih berteriak.

Kembali ke saat ini.

Terlihat para prajurit mulai mundur. Sebelumnya ditempat Violin.

Ia memerhatikan kendaraan aneh itu menggunakan teropong,

"Makhluk apa itu?" ucap Violin yang melihat seekor makhluk keluar dari pintu besar itu.

"Kapten lihat ini," ucap Violin yang memang sedang berdiri disamping sang kapten yang memimpin semua prajuritnya.

"Aada apa?"

"Coba lihat disana."

Saat sang kapten melihat.

"Ga..garjare..." ucapnya gemetaran.

"Hexari memerintahkan agar semua prajurit mundur."

"Tentu aku harus menarik semua prajurit, kalau tidak mereka akan mati. Untuk semua prajurit, kuperintahkan mundur. Musuh sangat berbahaya."

"Tron, panggil bantuan pada Warrior untuk menangani musuh.!" perintah Violin pada seorang Guardian yang tak jauh berada dibelakangnya.

"Baik."

Kembali ke tempat Hexari.

Terlihat Hexari mulai lambat berlari.

"Hoi bodoh, kenapa denganmu?"

"Kepalaku pusing dan aku kehabisan tenaga."

Gubrak...

Hexari pun terjatuh.

"Ah dasar berengsek, kenapa kau malah pingsan." si pria pun segera menggendong Hexari.

Terlihat para alien Garjare mulai bermunculan dan mulai menghabisi para prajurit yang berada di garisan depan.

"Terlambat, mereka mulai menyerang." geram kapten.

Violin pun langsung berlari maju membawa machine gun. Ia melihat Hexari yang pingsan di wilayah musuh.

"Ada apa dengan mu Hexari, kenapa bisa kau tak sadarkan diri?" pikir Violin yang terus berlari.

Di tempat Hexari.

"Hei bisa lebih cepat lari nya?" ucap Hexari.

"Eh bukannya kau pingsan?"

"Tidak juga, aku adalah satu-satunya manusia yang tidak bisa pingsan." ucapnya seperti orang yang mabuk..

"Dia mabuk?" ketiganya sweatdrop.

"Maka dari itu cepatlah berlari, lihat si tampan itu sudah mendekat loh."

"Makanya gunakan kaki mu, dan lari sendiri." bentak si pria.

"Tampan dengkulmu, makhluk menakutkan itu kau bilang tampan." kesal si wanita.

"Dia benar-benar mabuk."

Tiba-tiba.

Jduak...

1 serangan menghempaskan mereka berempat dan..

Bersambung.


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 15

Annemarise
2017-01-18 19:13:25
Hebat sekaligus mengerikan,
Kleiss Effortles
2016-12-07 04:06:05
satu-satunya manusia yang tidak bisa pingsan? Wow
Nugroho Hamisetiadi
2016-11-09 16:25:00
Teler,, 😤😤
Blackpearl Kwon Yuri
2016-11-08 18:07:37
perumpamaan nya ke oppai, apa mungkin karna menggantung dan teksturnya
Gouenji Shuuya
2016-11-07 23:46:32
Next
Yagure Yasha
2016-11-07 16:15:49
kalau diingat-ingat hexari memang pernah megang oppai aerilyn,
Kira Tanha999
2016-11-06 17:33:47
di tunggu lanjutanya !
Sqouts Shadows
2016-11-06 16:27:54
Next.........
Dzibril Al Dturjyana
2016-11-06 16:16:10
emm agar-agar ya
Zena Leomosta Kun
2016-11-06 14:40:13
wah alien yang tampan, (ketularan mabok)
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook