VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Alien Attack : World War Chapter 11

2016-10-25 - Aerilyn Chan Kawai > Alien Attack : World War
155 views | 16 komentar | nilai: 9.29 (14 user)

Hexari pun masuk.

"Aku belum menyuruhmu masuk.!" bentak jendral.

"Terserah, eh kenapa kalian berpakaian seperti itu.?"

"Aku kan wanita, apa salahnya?" jawab kedua wanita itu serempak.

"Bukan itu magsudku, hanya saja itu sedikit menggangguku."

"Menggangu apanya?" tanya Aerilyn.

"Apalagi kalau bukan oppai kalian."

"Dasar mesum." ucap keduanya serempak.

"Eh, aku tidak mesum tau. Keadaan dan author yang membuatku terlihat seperti orang mesum."

"Berisik.! Aku memanggil kalian bukan untuk membahas tentang hal mesum. Hexari kau duduk dulu.!" bentak Jendral.

'Violin pun pindah posisi ke kursi kiri, membuat kursi tengah kosong.

"Eh, sebelum itu, Apa kau dari tadi memperhatikannya jendral?" tanya Hexari.

"Apa?"

"Ya mereka berdua."

"Tidak, daritadi juga aku sudah memejamkan mata."

"Huh pantas saja, kalian juga kenapa berpakaian minim sih."

"Hexari, lupakan hal itu. Ada hal yang ingin ku tanyakan padamu."

"Tentang lukaku?" tebak Hexari.

"Ya, tentang Luka mu. Menurut Violin dan Aerilyn, lukamu sembuh dengan bepat, apa kau mempunyai kemampuan regenerasi?" tanya Jendral.

"Tidak juga, kenapa kau bertanya seperti itu? lagipula menurutmu aku ini apa hah? Kau pikir aku alien?"

"Ya. Sempat kupikirkan hal itu."

"Apa? Aku 100% manusia, aku punya ayah, ibu, adik, paman, teman, dan orang-orang yang dekat denganku. Semuanya dibinasakan oleh alien dan..." Hexari marah dan sampai ia berdiri.

"Hexari,"

Violin dan Aerilyn pun ikut berdiri

"Tenanglah, aku hanya memprediksi saja." ucap Jendral Guimor.

"Maaf, aku tidak seharusnya berkata seperti itu. Tapi aku bersumpah aku benar-benar manusia." ujar Hexari dengan nada rendah, suara kerennya kembali muncul.

"Tenangkan dirimu." ucap Violin

"Duduklah." ucap Aerilyn

Mereka bertiga pun duduk.

"Lalu kau bisa jelaskan bagaimana luka itu bisa begitu cepat sembuh!" ujar Jendral.

"Tidak, aku tidak bisa menceritakannya pada siapapun termasuk padamu." kata Hexari.

"Kenapa?" tanya Jendral.

"Aku sudah pernah mengatakannya padamu, bahwa setiap orang memiliki rahasianya masing-masing yang orang lain tidak boleh tau."

"Kenapa kau tidak mau memberitauku? Kau takut ditangkap? Takut dibunuh dan tubuhmu dijadikan tes percobaan?"

"Tidak, aku yakin meskipun aku memberitaunya padamu, kau tidak akan melakukan itu. Aku percaya pada orang yang tuan Hailey percayai."

"Lalu kenapa ?"

"Karna hal itu adalah janjiku, aku tidak akan membocorkan apapun kecuali temanku yang mengizinkannya."

"Teman mu? Kalau begitu aku tidak akan memaksamu."

"Kalau begitu aku permisi.."

"Tunggu dulu."

Alien Attack : World War Chapter 11 - Menuju Angkatan Darat
Penulis : Aerilyn Chan Kawai

"Tunggu dulu, aku memintamu datang kesini bukan hanya ingin menanyakan hal itu, tapi aku ingin memberi taumu sesuatu."

"Apa itu?"

"Mulai besok kau akan dipindahkan ke angkatan darat."

"Secepat itu? Bahkan aku belum menerima pelatihan."

"Hexari, apa yang akan orang lain katakan jika melihatmu sudah pulih sepenuhnya." ucap Violin.

Hexari hanya diam tertunduk.

"Mereka akan bertanya-tanya tentang dirimu. Pasti orang-orang berfikir bahwa dirimu adalah alien." ucap Aerilyn.

"Maka dari itu, besok kau dan Knight ranking 2 akan berangkat. Aku telah menginformasikan kepada jendral angkatan darat." terang Jendral.

"Baiklah jika begitu, tidak ada alasan bagiku untuk menolak."

"1 lagi, menurut kakakku, kau punya pedang aneh."

"Ya, aku memiliki sebuah pedang."

"Bawalah benda itu, kurasa pedangmu akan sangat berguna. Apalagi keterampilan tangan mu lumayan."

"Baiklah jendral." terlihat Hexari begitu formal, berbeda dengan Hexari yang pertamakali masuk. Kini wibawa nya, ketampanan nya, terlihat jelas. Bahkan kedua cewek itu bergetar dan jantungnya berdebar debar dibuatnya.

"Hanya itu yang kusampaikan."

"Kalau begitu, saya permisi." ucap Hexari yang memberi hormat dan beranjak pergi. Violin dan Aerilyn juga sama. Mereka memberi hormat dan beranjak.

Diluar ruangan, terlihat Hexari sudah berjalan jauh di depan mereka berdua.

"Ae, kau lihat tadi.?" tanya Violin.

"Ya, dia keren. Eh tidak juga. Biasa saja, kenapa kau membahas hal itu." jawab Aerilyn.

"Aku tidak membahas apapun, aku kan cuma bertanya apa tadi kau melihatnya.? Cuma itu."

Seketika wajah Aerilyn memerah, ia malu.

"Ae, besok dia berangkat bersamaku."

"Lalu, apa hubungannya denganku?"

"Disana aku akan bersamanya setiap hari, makan bersama, bertarung bersama, mandi bersama dan tidur bersama."

"Tentu saja kau tidak boleh melakukan itu."

"Kau cemburu yah?"

"Vio, bukan itu magsudku."

"Aaah masa? Akui saja kalau kau menyukai Hexari." Violin terus Menggoda Aerilyn.

Scene beralih ke ruangan putih, yah itulah kamar Hexari.

"Angkatan darat yah. Huh." gumam Hexari, ia pun menutup matanya

Kalian tau bagaimana aku bisa sembuh dengan cepat? Akan ku ceritakan.

Alien temanku menanamkan sesuatu padaku pada saat aku sedang sekarat diambang kematian, benda itu pun membuat ku hidup kembali, ternyata benda itu tak di ambil lagi oleh temanku.

Yah benda itu masih ada didalam tubuhku, efek dari benda ini sangat banyak, salah satunya adalah meningkatnya IQ
pada diriku, dan aku tidak bisa pingsan.

Apa benda yang ada pada tubuhku? Entahlah, aku juga tidak tau. Nah pada saat kemarin, aku terluka parah. Kurasa benda itu bereaksi lagi. Benda itu menyembuhkan luka ku. Kurang lebih seperti itu lah perkiraanku. Selebihnya author yang tau.

'Malam pun berlalu. Tengah malam.

"Entah kenapa, bahu kiri dan kananku terasa ada yang memindih dan kenapa ini? Dibawah ketiak kanan dan kiri ku ada sesuatu yang terasa empuk dan kenyal. Ah mungkin hanya perasaanku saja." gumam Hexari, ia pun kemudian melanjutkan tidurnya.

Keesokan harinya.

"Kenapa perasaan tadi malam belum berubah." gumam Hexari yang belum membuka matanya.

Ia pun merasakan hal yang lain.

"Sekarang ada sesuatu diatas perutku dan kakiku juga dihimpit. Dan apa ini? Ini rambut." Hexari pun membuka matanya dan

"Heee... Violin...Aerilyn.. Kenapa kalian disini?" teriak Hexari.

'Ternyata dari semalam 2 wanita cantik itu tidur bersama Hexari, tepatnya tidur satu ranjang sambil memeluk Hexari.

"Hai," sapa Violin.

"Selamat pagi," sapa Aerilyn.

"Menyingkirlah. Kenapa kalian bisa tidur bersamaku? Aku tidak melakukan apa-apa kan? Apa aku..."

"Stt..." Violin membekap mulut Hexari.

"Dengarkan aku, aku kesini untuk memastikan dirimu baik-baik saja." ucap Violin.

"Aku kesini untuk memastikan bahwa Vio dan dirimu tidak melakukan apapun." ucap Aerilyn.

"Mmmh, lalu kenapa kalian tidur bersamaku. Dengan pakaian itu lagi?"

"Kami duduk diatas ranjang mu sampai ngantuk." ucap Violin.

"Kami malas kembali ke kamar, jadi tidur disini deh."

"Jadi benar, semalam aku tidur dengan kalian.?"

"Ya, tapi tenang saja. Tidak terjadi apapun diantara kita, lihat saja buktinya."

"Iya juga.Tapi..."

"Sudahlah, kami mau mandi dulu, dah." mereka berdua pun beranjak dari ranjang dan pergi berlalu.

"Hee. Aku masih trauma dengan wanita," Hexari pun kembali membayangkan saat ia dimainkan bagaikan boneka oleh ke 6 prajurit wanita yang seksi nan agresif.

"Aku benar-benar bersumpah bahwa aku cuma ingin punya 1 istri saja."

Scene beralih ke kamar Hexari yang dulu.

"Apa itu pedangnya?" tanya Violin yang melihat Hexari memegang sebuah pedang.

"Iya, aneh bukan."

Kurang lebih seperti ini pedangnya.



"Ya, tapi keren juga. Baiklah ayo berangkat." ajak Violin.

"Tapi aku belum berpamitan pada Aerilyn." ucap Hexari.

"Tidak perlu, semalaman tidur diranjangmu sudah lebih dari cukup bukan."

"Eh.. Tumben kau pakai celana pendek."

"Kita kan naik motor, kau mau aku memamerkan celana dalam?"

"Tidak juga. Tapi aku lebih suka seperti ini."

"Apa magsudmu aku tidak pantas memakai rok?"

"Bukan itu, tapi setiap kau memakai rok. Entah kenapa..."

"Jangan dilanjutkan, ayo kita segera berangkat."

Mereka pun berjalan keluar rumah dan terlihat motor beroda 4 telah terparkir.

"Kau bisa mengendarai motor itu Hexari?"

"Mmm entahlah, aku belum pernah mencobanya."

"Ya sudah ayo berangkat menuju angkatan darat."

"Yosh."

Bremm....

Akhirnya mereka pun berangkat.

Bersambung.

Lalu Aerilyn bagaimana? Entar di ceritakan lagi.

Mau ngasih nilai? Silahkan saja jika kalian menyukai ceritaku. Tapi jangan lupa sering-sering mampir.

Tifa Lockhart Chan


Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 12

FansnyaFujiokaNagisa
2017-02-01 08:13:58
Aku agak nggak ngerti "Lukamu sembuh dengan bepat itu apaan?" beteweh aku ikuti ini cerita soalnya bagus :3
Aisyah Arr
2017-01-18 18:36:15
Tifa Lockhart Chan itu siapa?
Kleiss Effortles
2016-12-06 18:40:26
Rezeki
Nugroho Hamisetiadi
2016-11-09 16:12:44
😘😘
Aruga Hiruya
2016-10-27 05:42:52
Hexsari beruntung... saya juga mau *abaikan*. Tapi semangat...
Ade Aja
2016-10-26 19:44:00
Ukh Hexari,, kau bgtu beruntung sekali, ijinkan aku...!? Akh sudahlah, ditggu kelanjutanNy mbak Tifa...
Abix Syadzily
2016-10-25 23:29:41
selalu kasih 10 untuk cerita Author2 senior..!!
Die And DeAth
2016-10-25 19:40:07
benda itu.? alien itu? hmm.. sepertiny Hexari akn disukai bnyk wanita.. nantinya.
Shark
2016-10-25 14:43:09
Lanjut
Blackpearl Kwon Yuri
2016-10-25 13:34:13
adegan panas, btw mereka pake baju atau tidak?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook