VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Alien Attack : World War Chapter 9

2016-10-22 - Aerilyn Shilaexs > Alien Attack : World War
261 views | 18 komentar | nilai: 9.57 (14 user)

"Mulailah meminta maaf!" ujar Violin.

"Baiklah." Hexari pun menghampiri seorang pria.

Setelah jarak mereka kira-kira 1 meter.

"Mmh, aku... Ak.."

"Aku sudah memaaf kanmu." potong pria itu.

"Siapa juga yang mau minta maaf."

"Hee, dasar kau.."

Tak...

Violin menyentil kepala Hexari.

"Minta maaf lah yang benar.!"

"Baiklah."

"Tenang saja, semua orang sudah memaafkanmu. Hanya saja mereka ingin menagih permintaan darimu." kata pria itu.

"Kenapa? Bahkan aku belum meminta maaf." bingung Hexari.

"Pextragon, hukuman mu telah di umumkan pada kami. Jadi kami sudah tau."

"Yh seperti itu, jadi apa permintaanmu."

"Aku ingin makan bulu babi, kau carilah di pantai. Kutunggu 15 menit dari sekarang.!"

"Apa? Tapi bagaimana menangkapnya? Aku tidak mau.." tolak Hexari.

"Sudahlah lakukan saja, ayo ku bantu." ujar Violin.

"Tapi kenapa kau memakai rok sih?"

"Aku kan wanita, apa salahnya?"

"Bukan itu yang ku magsud, terserah lah. Ayo pergi." Hexari pun keluar ia berjalan menuju pantai diikuti Violin.

"Jadi apa yang kau lakukan hingga kau mendapat hukuman?" tanya Violin dari belakang.

"Saat perang, aku membuat ledakan yang menciptakan gelombang besar hingga gelombang air itu menyapu mereka."

"Apa? Bagaimana kau melakukannya?"

"Tentu saja menggunakan laser."

"Heee... Kau bercanda kan? Laser hanya boleh dipakai oleh warrior, tapi dirimu Bahkan kau belum resmi menjadi prajurit. Itu jelas pelanggaran."

"Bukan hanya itu, aku juga mengambil kendaraan, katana, bom, misil..."

"Apa? Banyak sekali yang kau ambil. Seharusnya hukumanmu adalah dibunuh."

"Ya, kemarin Jendral bodoh itu membatalkan eksekusi ku. Dia mengganti hukumanku."

Mereka pun sampai di pantai.

"Jadi bagaimana caranya menangkap bulu babi?"

"Akan kuajarkan."

Mereka berdua berjalan di batu karang yang berada dibibir pantai.

Angin bertiup lumayan kencang hingga mengibaskan rambut Violin dan bukan hanya rambutnya saja, tapi rok nya juga sehingga celana dalam nya terlihat jelas oleh Hexari.

"Kyaa... Anginnya ternyata kencang, jangan lihat kesini Hexari!" kata Violin yang berusaha memegangi roknya.

"Sudah kuduga akan terjadi seperti ini." kata Hexari yang mengalihkan pandangannya.

tak lama kemudian Hexari melihat beberapa bulu babi di sela batu karang.

"Hei lihat disana." hexari menunjuk ke arah batu karang.

"Kau menemukannya?"

"Ya, ayo."

Setelah mereka mendekat, Violin langsung berjongkok agar rok nya tidak tertiup angin lagi.

"Sudah kubilang kan." ujar Hexari.

"Mmh, aku lupa kalau dipantai anginnya kencang. Baiklah ayo kita tangkap beberapa."

Setelah selesai. Mereka langsung menuju ke tempat pria tadi. Setelah sampai, Hexari langsung memberikannya pada orang itu.

"Waah bahkan durinya sudah di bersihkan. Terimakasih banyak." pria itu pun langsung memecahkan bulu babi dengan tangannya dan hendak memakannya.

"Eh kau mau memakannya mentah-mentah?" tanya Hexari.

"Tentu saja, ini sangat enak loh. Kau kau mau?" tawar pria itu.

"Tidak terimakasih. Selain itu aku masih punya hukuman."

"Ayo Hexari." Violin menarik tangan Hexari.

Mereka berdua berjalan di lorong.

"Soal tadi..."

"Jangan dibahas, itu memalukan." potong Violin yang wajahnya memerah.

Kalian ingin tau apa yang terjadi pada saat kami menangkap bulu babi? Yang pasti hal itu memalukan dan sedikit jorok. Ku ceritakan dengan singkat.

Saat aku menangkap bulu babi dengan perlahan, aku kaget karna makhluk itu bergerak, aku pun melemparkannya dan tanpa sengaja makhluk itu masuk ke dalam baju Violin dan durinya menusuk oppainya.

Kalian tau bagaimana cara menangani luka dari tusukan duri bulu babi? Tidak? Akan kuberi tau. Caranya yaitu dikencingi.

Kalian sudah mengerti kan kenapa hal itu memalukan dan sedikit jorok?

'Tiba lah Hexari dan Violin di kumpulan cewek-cewek prajurit.

Alien Attack : World War Chapter 9 - Meminta Maaf
Penulis : Aerilyn Shilaexs

Saat mereka masuk.

"Kami sudah menunggumu." ucap wanita itu dengan tatapan membunuh.

"Kau kemana saja? dasar pengacau." ucap yang lain dengan tatapan membunuh juga.

"Eh.... Maaf."

"Kau harus mengabulkan permintaan kami."

"Te-tentu sa.jaa." Hexari malah gemetaran berhadapan dengan 6 wanita yang lumayan cantik.

"Hey nona manis, bisa kah kau keluar?" pinta salah satu dari mereka.

"Tentu." ucap Violin.

"Tu-tunggu Violin, kau akan meninggalkanku? Lihat tatapan jahat mereka. Mereka akan melakukan sesuatu padaku." ucap Hexari gemetaran.

"Maaf, untuk kali ini mereka tidak mengizinkan ku ikut." ucap Violin yang kemudian keluar.

"Tunggu."

"Baiklah kita akan bersenang-senang." ucap salah satu wanita yang kemudian mengunci pintu.

"Tidak.. Jangan...."

'20 menit berlalu, terlihat Hexari dan Violin berjalan. Hexari tampak berantakan.

"A-aku sangat lemas, me-mereka sangat agresif. Aku bersumpah aku hanya ingin memiliki satu istri saja." ucap Hexari yang terlihat trauma.

Kalian mau tau apa yang mereka lakukan padaku? Mereka memperlakukanku seperti boneka. Mereka bahkan menelanjangiku dan berebut memainkanku. Huh rasanya aku kehilangan sesuatu. Jika ku ceritakan mungkin celana dalam kalian akan basah.

'Mereka datang ke tempat makan, disana terlihat banyak orang.

"Oey kau," teriak salah satu pria.

"Ya, apa permintaan mu?"

"Bawakan aku makanan disana.!"

"Baiklah."

'Permintaan orang-orang pun sangat banyak.

"Tolong masakan daging itu!"

"Buatkan aku minuman.!"

"Bayarkan makananku.!"

"Ambilkan makanan itu sambil merangkak.!"

'Permintaan yang sangat banyak membuat ia kelelahan, Hexari duduk lemas diatas meja makan.

"Tinggal aku saja yang belum meminta sesuatu darimu." kata seorang pria disebelah Violin.

"Ya, lalu apa permintaanmu?"

"Kau lihat wanita yang baru datang itu."

"Yang mana?"

"Wanita cantik berambut pirang itu."

"Oh yang itu, lalu?"

"Permintaanku adalah, cium bibirnya.!"

"Apa?"

"Hexari berjuanglah." kata Violin.

"Aku tidak mau." tolak Hexari.

"Jika kau melakukannya, maka kau tidak perlu mengabulkan permintaan teman-temanku."

"Ada berapa temanmu?" tanya Violin.

"Ada 6 orang, sebentar lagi mereka datang."

"6 orang yah. Baiklah kalau begitu." ucap Hexari setuju yang kemudian beranjak dan menghampiri wanita yang sedang berdiri mengantri.

"Kau tau, sepertinya kau harus membantunya." kata Violin.

"Seperti itu yah, baiklah."

'Saat jarak Hexari dengan wanita cantik itu sekitar 1 meter.

"Ano nona." panggil Hexari sambil mendekat.

"Ya," wanita itu menoleh dan wajah imutnya kian terlihat jelas.

'Tiba-tiba pria tadi mendorong Hexari yang kemudian Hexari menabrak wanita cantik itu dan mencium bibirnya.

'Mereka terjatuh dengan posisi Hexari berada diatas. Hexari belum melepaskan ciumannya hingga.

"Ah, maaf."

"Kau meremas oppaiku,..!!!" teriak wanita itu dan benar saja, bukan hanya menciumnya. Ternyata kedua tangan Hexari sedang meremas 2 oppai wanita itu.

"Gyaah.." Hexari pun bangkit.

Duak....

'Sebuah tendangan sangat keras menghantam Hexari hingga membuatnya terlempar menabrak meja dan kursi.

"Hahaha. Dia adalah Knight ranking 1. Wajar saja sangat kuat." ucap pria tadi.

Wanita itu berjalan menghampiri Hexari hendak menghajarnya untuk kedua kalinya.

"Hentikan." ucap Violin sambil menghampiri Hexari yang sedang terkapar.

"Pria mesum, beraninya kau melakukan itu..!!!" terlihat wanita itu masih marah.

"Maafkanlah dia, dia tidak sengaja ko." ucap Violin yang duduk disamping Hexari.

Hexari pun bangun dan bersujud

"Maafkan aku, aku tidak seharusnya melakukan itu. Sungguh itu bukan kesengajaan, tapi jika kau mau menghajarku karna itu silahkan saja. Aku akan bertanggung jawab karna perbuatanku." ucap Hexari dengan nada datar dan suara yang keren,cool yang belum pernah ia keluarkan. Ia terlihat begitu serius.

Wanita itupun menghampiri Hexari dan...

Bersambung.

Di chapter berikutnya akan ada pict yang menampilkan wajah Hexari, Violin dan wanita galak nan cantik berambut pirang ini.

Bersambung ke Alien Attack : World War Chapter 10

Sovaren
2017-05-16 06:13:49
Violin pasti sakit tuh ketusuk duri bulu babi
Dwi Fitri
2017-03-24 08:06:12
waw cwek itu pasti Aerilyn,kan?
Lyokovich the Death
2017-01-29 14:36:23
Njirt apakah bulu babi bisa dimakan?
Night Eve
2017-01-18 18:08:43
Hmm pasti hexari teelihat sgt tampan
Kleiss Effortles
2016-12-06 18:24:53
sampe bersujud segala
Nugroho Hamisetiadi
2016-11-09 15:54:30
Wah !! Kalo kemaren aku komen hexari yang "mesum",, kalo yang ini mah yang mesum,, hahaha,, Padahal yang bikin cerita kan cewek ?!? 😘😘 LANJUTIN min !!
Nugroho Hamisetiadi
2016-11-09 15:54:06
Wah !! Kalo kemaren aku komen hexari yang "mesum",, kalo yang ini mah yang mesum,, hahaha,, Padahal yang bikin cerita kan cewek ?!? 😘😘
Blackpearl Kwon Yuri
2016-10-23 16:24:03
Hexari udah nyium dan meramas oppai 2 cewek. Kali ini cium aku dong dan remas oppaiku
kyoushi
2016-10-22 21:54:09
Next
ZENA LEO MONSTA X
2016-10-22 20:24:19
penasaran dengan wajah mereka
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook