VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
The Fighter Chapter 13

2017-01-09 - Aerilyn Shilaexs > The Fighter
50 views | 7 komentar | nilai: 10 (7 user)

The Fighter Chapter 13

Awal kejadian.

Scene berada di sebuah ruangan yang terlihat seperti tempat persembunyian, seorang pria sedang merakit senjata. Dialah yang kita kenal sebagai King Cobra.

"Senjata rakitan yah, sebenarnya untuk apa kau membuat benda semacam itu.?"
tanya pria berambut panjang yang diikat, ia menghampiri King atau sebut saja Kleiner.



"Haha, apa kau masih benci senjata Arier?" ejek Kleiner.

"Tidak, aku sudah tidak takut lagi." bantah pria berambut panjang bernama Arier tersebut.

"Benarkah." tiba-tiba Kleiner menodongkan pistol kekepala Arier.

"Uwaa apa-aapan kau? Turunkan benda itu, itu sangat berbahaya, seseorang bisa terluka karna hal itu." panik Arier atau lebih tepatnya takut.

Bruak...

Tiba-tiba seorang pria ambruk di depan pintu.

"Neir.." kaget mereka berdua yang melihat pria yang jatuh terkapar di depan pintu itu adalah Neir. Dengan cepat mereka berdua menghampiri Neir.

"Bertarung lagi?" ucap Arier. Kleiner membopong Neir ke kursi.

"Hahaha, bagaimana lagi, itu adalah hobiku, aku suka menghajar orang-orang itu." ucap Neir yang kelelahan, meskipun terlihat lelah, tak terdapat luka sedikitpun ditubuhnya. Neir mengenakan kaos hitam dan celana panjang.

Tak..

Arier memukul kepalanya.

"Aw.. Apa-apaan kau ini.?"

"Sudah kukatakan jangan bertarung jika tidak diperlukan." bentak Arier.

"Mau bagaimana lagi, itu adalah hobiku." balas Neir santai.

"Maka dari itu, hilangkan kebiasaan burukmu itu." bentak Arier lagi.

"Aku tau kau memiliki tubuh dan kekuatan yang hebat, kemampuanmu diluar batas manusia normalnya, tapi jangan sok kuat gara-gara hal itu, sekuat apapun kulitmu. Jika benda ini melesat kearahmu, maka kulitmu akan tertembus benda ini." ucap Kleiner menasehati Neir sambil menusukan peluru ke leher Neir dengan pelan.

"Uwaa.. Apa-apaan itu? Aku bisa mati jika itu terjadi." panik Neir yang bangkit.

"Maka dari itu."

"Hah sudahlah, ayo kita main keluar." ajak Arier.

Time skip

Hari sudah gelap.

"Hah, aku senang pemerintah menyerahkan distrik 21 pada kita." ucap Arier sambil duduk di atas pembatas gedung.

"Ya, ini membuat kita memiliki wilayah sendiri." balas Kleiner.

"Tempat itu sepertinya seru." ucap Neir sambil menunjuk kearah sebuah gedung tua yang terlihat bersinar.

"Hm, bagaimana kalau kita kesana?" ajak Arier.

"Oke."

"Aku yang pertama sampai." teriak Neir sambil melompat dari gedung itu ke gedung lain.

"Kau curang." teriak Kleiner. Mereka berdua pun melompat menyusul Neir.

Aksi berlari dan melompati gedung pun dimulai. Terlihat Neir melompat ke gedung yang lebih rendah, ia mendarat dengan sempurna dan kembali berlari, di depan terdapat tembok pembatas setinggi pinggang orang dewasa, ia tak ragu dan berlari sekencangnya, ia melompat dan terlihat di depan adalah gedung yang akuh lebih tinggi, sehingga Neir masuk ke balkon dan masuk kedalam bangunan, ia terus berlari melewati lorong gelap, hingga diujung lorong ter dapat jendela tanpa kaca,

Ia berlari sekuat tenaga dan melompat ke jendela, menembus keluar gedung dan.

Grap..

Tangan kanannya berhasil menggapai dinding pembatas atap gedung lain.

Kleiner dan Arier melompat melewati Neir dan mendarat diatap gedung dengan sempurna.

"Kami duluan." ucap Arier.

"Haah aku tidak akan kalah." Neir menggunakan kedua tangannya untuk menggapai dinding, ia berusaha naik dan berhasil, ia berhasil naik dan kemudian kembali berlari dan bersiap melompati atap gedung.

The Fighter Chapter 13 - Run & Jump
Penulis : Aerilyn Shilaexs


The Fighter

Hingga gedung terakhir. Kleiner melompat dan memutar tubuhnya kedepan ia melayang sambil berputar dan blush..

Ia berhasil masuk kedalam jendela.

Arier berlari santai dan melompat, ia memutar tubuhnya dan salto kebelakang. Dan blush.

Ia juga berhasil masuk kedalam jendela. Yang terakhir Adalah Neir, ia berlari dan tersandung kakinya sendiri, namun meskipun begitu, ia tetap bisa menyeimbangkan larinya namun karna hal itu, ia tidak melompat dengan gaya dan langsung saja melompat dan..

Bruak..

Kepalanya membentur bagian atas jendela dan ia pun berhasil masuk dalam keadaan terkapar.

"Yo kalian bertiga." sapa seorang pria.

Terlihat disana terdapat ratusan orang.

"Yo Nork, apa yang sedang kalian lakukan disini?" tanya Kleiner.

"Kau tiak diberitau yah, bahwa kita sedang mengadakan pertemuan seluruh gengster."

"Ahaha aku lupa memberitau kalian berdua." ucap Neir yang masih terkapar.

"Memangnya ada apa?" tanya Arier.

"Kita akan membentuk kelompok gengster. Kalian ada minat?"

"Sepertinya menarik, kita ikut." ucap Arier.

Disanalah kelompok geng pertamakali dibentuk.

"Apa nama geng kalian?"

"Hmm apa yah.." bingung Arier.

"Bagaimana kalau Blacksnake, kita kan selalu memakai pakaian hitam dan gesit bagaikan ular." saran Neir.

"Baiklah geng kami namanya Blacksnake."

"Lalu anggota kalian?"

"Hanya kami bertiga."

"Tidak bisa, geng harus beranggotakan minimal 10 orang dan untuk pertama membentuk geng harus minimal 5 orang."

"Kalau begitu aku akan mencari anggota dulu."

"Disini banyak orang, kau bisa merekrut anggota."

"Tidak, kami akan mencarinya ditempat lain." tolak Arier.

"Kapan pendaftarannya berakhir?" tanya Kleiner.

"2 hari dari sekarang."

"Baiklah, aku akan mencari anggota lain sebelum waktunya habis." ucap Arier.

Keesokan harinya.

Pagi hari mereka bertiga sedang berjalan di trotoar jalan.

"Wah wah, bagaimana ini, kita harus mencari dua orang lagi, satu orang saja sangat sulit, apalagi dua orang." keluh Neir yang berjalan paling belakang. Mereka bertiga pun berbelok ke lorong antar gedung. Disana terlihat ada beberapa orang yang tampaknya sudah menunggu kedatangan mereka.

"Akhirnya kau datang juga." ucap seorang pria yang memegang pipa besi.

"Ah ternyata kedatanganku disambut dengan baik." ucap Neir santai.

"Aku akan membalas perbuatanmu kemarin."

"Sudah kuduga, dia mencari masalah." keluh Arier.

"Semuanya, hajar mereka bertiga."

Tiba-tiba sekitar 12 orang muncul mengepung mereka bertiga.

"Jadi satu orang melawan 4 orang yah." gumam Kleiner.

"Permainan baru, siapa yang paling cepat menghajar orang orang ini adalah pemenangnya." ucap Neir dengan semangat.

"Kita mulai permainannya." ucap Arier.

pertarungan pun terjadi di tempat itu. Terlihat semua musuh membawa senjata tumpul, jelas ini tidak adil.

Bersambung

Bersambung ke The Fighter Chapter 14

Suga Bulletproof
2017-01-13 07:11:10
Kalau diliat2 nama belakang mereka sama hurufnya. R
Zena Leomosta Kun
2017-01-12 09:22:04
Jiah takut pistol
Gouenji Shuuya
2017-01-11 12:14:56
Nyumbang klik dulu kapan2 kalau ada waktu ku baca mari kita buat hubungan mutualisme.. kutunggu di ceritaku
Grim Reaper
2017-01-11 06:32:56
Hobi koq bertrung knpa gk makan rumput aja ?
Sqouts Shadows
2017-01-10 20:46:52
Ditunggu cerita berikutnya
Cloud Xiicorss
2017-01-10 10:41:17
Hobinya bertarung keren... next
Rudy Wowor
2017-01-10 09:10:40
Wajah dan rambut Kleiner mirip temanku.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook