VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
The Fighter Chapter 12

2017-01-07 - Aerilyn Shilaexs > The Fighter
60 views | 5 komentar | nilai: 10 (8 user)

The Fighter Chapter 12

Scene beralih ke markas Blacksnake.

"Apa? Mereka bukan pelakunya?" kaget Green.

"Mereka pasti berbohong." sentak Python tidak percaya.

"Apa yang mereka katakan adalah jujur, aku berani jamin itu." ucap Viper.

"Kau payah, kau pasti ditipu oleh wanita jalang itu." kata Tiger.

"Tidak, mereka benar-benar bukan pelakunya." bantah Boa.

"Ssst.. Jika mereka bukan pelakunya, lalu siapa lagi?" ucap Cobra.

"Aku benar-benar tidak percaya hal ini." geram Python.

"King, bagaimana selanjutnya?" tanya Viper.

"Masalah kedua akan segera datang, aku belum memiliki solusi apapun, lalu masalah kematian Corn, aku pikir pelakunya bukan penduduk districk 21. Aku dan Adder sudah menelusuri seluruh wilayah dan tak ada satupun yang melihat atau memiliki samurai."

"Di tempat kejadian tak ditemukan apapun, bahkan tak ada bekas darah. Kemungkinan Corn dibunuh ditempat lain." jelas Tiger.

"Kasus ini sangat rumit, aku malas memikirkannya." pikir Rattle.

Terlihat White hanya memainkan pisaunya saja, ia tak berbicara sedikitpun.

"Lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" tanya Blackmamba.

"Masalah kematian Corn akan kuatasi, aku berjanji akan menemukan pelakunya." tegas Viper.

"Aku ikut," pinta Python.

"Aku juga," pinta Green

"Aku ingin menemukan pelakunya." lanjut Boa.

"Aku akan membantumu Viper." ucap White.

"Maaf semuanya, aku yang akan mengurus masalah ini sendirian, sisanya kuserahkan padamu king."

"Kau mampu melakukannya sendirian?" tanya Boa disamping Viper.

"Ya, aku akan menemukan pelakunya."

"Semuanya, dengarkan aku.." King menjelaskan semua rencana nya.

Time skip, di sebuah ruangan King duduk disebuah kursi dan memikirkan kembali apa yang dikatakan beberapa waktu lalu.

"Aku dan Carl menemukan tempat orang pemerintahan itu, waktu nya sangat tepat, saat kami datang, mereka sedang membahas sesuatu." ucap Viper memberikan informasi.

"Apa yang mereka bicarakan?" tanya King.

"Mereka membahas tentang pemusnahan districk 21. Semua penduduk disana akan dibunuh dan districk 21 akan diratakan dengan tanah, 1 minggu dari sekarang." jelas Viper.

"Apa?" semuanya kaget.

Kembali ke waktu sekarang.

"Jika hal itu terjadi maka," King pun beranjak dan keluar ruangan.

Beralih ke tempat Viper, ia sedang berjalan di trotoar jalan.

"Pertama-tama apa yang harus kulakukan, hmm, ya aku tau."

Viper pun berlari, entah kemana ia berlari.

Ditempat lain, disebuah pinggiran jalan. Terlihat Brenda sedang membeli minuman, ia terlihat memakai pakaian bebas.

"Hah, apa yang harus kulakukan yah untuk menghabiskan libur ku ini?" gumamnya sambil membuka minuman bersoda.

Saat ia minum, tiba-tiba ada seorang pria yang mengambil dompetnya.

"Wah mudah sekali mencuri dompet seorang polisi." ucap pria itu yang ternyata Viper.

"K..kau, kau yang waktu itu."

"Kau masih mengingatku yah? Hm, baiklah sampai jumpa lagi." Viper pun berlari membawa dompet milik Brenda.

"Eh itu kan dompetku? Oey, tunggu dulu ,apa yang kau lakukan." teriak Brenda, ia pun mengejar Viper.

"Kembalikan." teriaknya lagi.

"Tangkap aku dulu." balas Viper berteriak di
depan.

Ia terus berlari ke tempat yang sepi, tempat dimana bangunan-bangunan tak digunakan lagi.

Viper pun berhenti dan berbalik.

"Hah..hah..hah.. Akhirnya kau berhenti juga, kembalikan dompetku." ucap Brenda yang terengah engah, ia membungkuk dan kedua tangannya menyentuh lutut.

"Boleh aku mengambil uangnya?" tanya Viper.

"Aku akan membaginya jika kau mau."

"Baik sekali kau pada penjahat."

"Kau bukanlah penjahat."

"Hmm benarkah, kalau kau bilang seperti itu ambilah, kukembalikan dompetmu." Viper pun melemparkan dompet nya kearah Brenda.

Saat Brenda menangkap dompetnya, terlihat semua uangnya utuh.

"Ikuti aku." ucap Viper yang berbalik pergi.

"Sudah kuduga, dia tidak membawa pistol." pikir Viper

The Fighter Chapter 12 - Samurai
Penulis : Aerilyn Shilaexs

The Fighter.

"Kenapa aku harus mengikutimu?" tanya Brenda.

"Ikuti saja, ada hal yang luar biasa yang harus kau lihat."

Brenda pun mengikuti Viper dari belakang, ia terus berjalan hingga di depan sebuah bangunan kosong terdapat sebuah mobil.

"Kau kenal mobil itu?" tanya Viper.

"Ya, itu mobil milik komandan."

"Aku lihat pemiliknya didalam bangunan bersama seorang pria dan seorang wanita."

"Memangnya ada apa?"

"Lihat saja." Viper pun berjalan ke dalam bangunan di sebelah bangunan yang di dalamnya ada Komandan dan dua orang lainnya.

Saat menemukan tempat yang tepat.

"Lihat lah disana." bisik Viper.

"Kya.." dengan cepat Viper membekap mulut Brenda.

"Kusarankan padamu jangan berteriak, mereka akan tau." bisik Viper. Brenda terlihat hanya mengangguk. Viper melepaskan bekapannya dan berbisik.

"Hmm, setelah minum, gerakan wanita itu sangat liar." bisik Viper. Terlihat ke 3 orang itu sedang minum minuman keras dengan tanpa busana, bahkan setelah itu mereka melakukan itu.

"Wah, apakah kau juga akan seperti wanita disana?"

"Tentu saja tidak." Brenda pun berbalik dan melangkah pergi.

"Bagaimana, apakah itu yang disebut penegak keadilan." ucap Viper yang berjalan mengikuti Brenda.

Hari semakin gelap.

"Aku tidak percaya, seorang polisi melakukan hal itu."

"Seperti itulah kota ini."

"Terimakasih kau mengajak ku kemari, dengan begini aku bisa lebih waspada lagi."

"Sebenarnya bukan hanya itu saja, ada hal yang ingin kutanyakan padamu."

Mereka berdua pun duduk dijendela bangunan tua itu, terlihat mereka berada dilantai 5.

"Apa itu?"

"Kau mendapat bonus
ya karna berhasil menangkap banyak mangsa ya?"

"Selain pejudi, disana ada banyak PSK, lalu di gedung tua kami menyita banyak narkoba dan menangkap belasan pelaku, aku sangat berterimakasih padamu."

"Hm, apa yang kulakukan sehingga kau berterimakasih padaku?"

"Sudah jelas kan, kau yang.."

"Cukup, pertanyaanku yang sebenarnya adalah. apa di pemerintahan ada yang memiliki samurai?"

"Setauku tidak, kota ini tak memproduksi samurai."

"Hm begitu ya."

"Memangnya kenapa? Apa kau mau membeli samurai?"

"Bukan itu, aku hanya ingin tau saja apa dikota ini ada pengguna samurai."

"Soal pengguna samurai, ada kelompok elit yang disewa khusus oleh pemerintah, mereka pengguna samurai terlatih."

Seketika jawaban itu membuat Viper tersentak kaget.

"Aku sudah tau siapa pelakunya." pikir Viper.

"Hm jadi seperti itu, kalau begitu sampai jumpa, aku pergi dulu." ucap Viper yang beranjak pergi.

"Tunggu dulu, siapa namamu.?"

Viper menghentikan langkahnya dan sedikit tersenyum.

"Namaku Neir, kau bisa memanggilku Viper, Viper The Fighter." ucap Viper yang melanjutkan langkahnya.

"Viper ya, namaku Brenda." balas Brenda, bersamaan dengan hal itu, mobil yang terparkir pun mulai melaju meninggalkan tempat.

Bersambung

Bersambung ke The Fighter Chapter 13

Rudy Wowor
2017-01-07 13:52:31
Intinya yang membunuh teman Viper adalah Pemerintah. Betul tidak?
ReyTrOnz Strider
2017-01-07 13:09:42
Ada samurainya
LaZiEsT SiLeNt DiZzY
2017-01-07 11:22:01
kelmpok elit.. yg disewa pemerintah. gak biasanya polisi liburan gk bawa pistol. apalg dia dibidan. kriminal yg brbhaya.
Suzumiya Haruhi
2017-01-07 10:47:05
Apa yg dilakukan polisi itu?
Sqouts Shadows
2017-01-07 10:09:03
Ditunggu cerita berikutnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook