VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Scratches Tellus Online Beginning Chapter 11

2016-12-28 - NicoRock > Scratches Tellus Online Beginning
115 views | 11 komentar | nilai: 9.75 (4 user)

Tingkatan kemampuan Elite Fighter atau Elite Magicians yang digunakan di kerajaan Eveaven Kingdom

Trainee 1-10

Fighter/Magicians-Bronze ( lvl 10-pemilihan job) = 11-40 (2bintang) (1 bintang berarti 10 lvl)

Fighter/Magicians-Silver =41-70 (3bintan)

Fighter/Magicians-Gold
=71-110 (4bintang)

Fighter/Magicians-Spirit =111-150 (4bintang)

Fighter/Magicians-Dragon = 151-250 (10 bintang)

Fighter/Magicians-Master = 251-500 (25 bintang)

Fighter/Magicians-Grand Master =501-1000 (50 bintang)

++ Tingkatan Char ++

Laria Callia = Bronze

Anne Weiner = Bronze

Luxgard Callia = Bronze bintang 1

Ted Lagon = Bronze bintang 1

Grace = Bronze bintang 1

Briar = Bronze bintang 2

Alicia Escoffier Prthvee XXIII = Silver bintang 1

Xiaozhi Miu = Silver bintang 2

Ratu Eveaven = Vuselia Prthvee XXI = Grand Master bintang 3

Scratches Tellus Online Beginning Chapter 11 - Crystal Beast
Penulis : NicoRock



Angin dingin berhembus melewati tengkuk belakang leherku, membawa serta udara dingin dan jeritan sengsara dari para pemburu yang di hajar oleh para monster.

Tanpa sadar aku berjalan melewati semak dan pepohonan rimbun di tengah hutan gelap yang berlampukan kunang-kunang, mataku menyusuri sekitar seperti radar yang bisa mendeteksi bahaya tapi aku tidak menangkap gerakan mencurigakan apapun dari hutan ini, sangat aneh bahwa monster-monster tidak berpesta gila didalam hutan melainkan menjauh dari hutan.

'Apa mereka sejenis hewan nokturnal yang akan berburu di malam hari dan tidur pada siang hari?' pikirku.

Di dunia manapun, tidak perduli siang atau malam, monster selalu menyerang pemukiman penduduk tak terkecuali di dunia ini, 'kecuali..'

-GOORRSSS.. GOORRRSS..!!!

Hembus napas marah menghentikan langkah kaki ku, tanah bergetar dihentak oleh sebuah kaki besar yang muncul dari dalam gua.

-GOORRSSS.. GOORRRSS.. GOORRRSS..!!!

Sepasang mata merah muncul dari dalam gua, dia memiliki empat lengan tangan dengan bulu cokelat menyelimuti seluruh tubuhnya, wajahnya hitam arang dan gigi taring yang mencuat dari mulutnya yang lebar, mahluk ini membawa kesan hewan buas yang haus akan darah dan pertarungan.

Monster kera besar setinggi empat meter berdiri dengan dua kaki dan salah satu dari empat tangannya menggengam sebuah gada dari batang pohon yang berlilitkan batu besar.

"Kehh.. jadi ini sebabnya kenapa monster-monster tidak ada di dalam hutan!"
Ucapku menyimpulkan setelah memperkirakan bahwa monster ini berkali-kali lebih kuat dari monster yang ku lawan sebelumnya.

Kera besar itu terus manarik napas kesal karena keberadaan ku, lalu sebuah ayunan gada menghantam tanah hingga membuat tanah retak dan menyisakan lubang di tanah.

"GOORRSSS.. kau terlalu sombong untuk ukuran manusia..!!!"
Suara serak keluar dari mulut kera besar hingga mengagetkan ku, "kalian manusia bangsat selalu mencoba merebut Crystal Beast miliku, sebanyak apapun kalian dan sekuat apapun kalian aku akan menghancurkan kalian semua hingga menjari arang, GOORRSSS..!!!" lanjut monster itu berbicara sembari menunjuk sebuah kristal berwarna biru terang dengan bentuk segi enam di kepalanya.

-Pinngggg..!!

Notifikasi berkedip di sudut mataku, sebuah gulungan tua muncul dan melayang di samping monster besar itu menandakan bahwa dia tertarik padaku atau dia menganggapku sebagai lawannya.

[Name: Ape Rage Destruction

Tingkat : Menengah

Elemen : Kayu

Kemampuan Unik : Memangil Armor Batu]

"Gezz.. aku cukup terkejut mendengar seekor monyet besar yang berbicara kasar seperti tempat sampah keluar dari mulutnya." Ucapku mengkritik dengan kedua tanggan memegangi pinggang.

"GOORRSSS.. maksudmu berbicara kasar seperti ini, SMASHING MONKEY ROOTT..!!" Teriak monster itu mengaktifkan sebuah skill hingga udara naik cepat dalam sekian detik dan
membuatku kesuliatan untuk bernapas.

-GEBUUUUKKKK..! GEBUUUUKKKK..! GEBUUUUKKKK..!

Hantaman bertubi-tubi menghujani tanah yang ku pijak menyebabkan tanah bergoyang cukup keras. Aku mencoba berlari menjauh, tapi gada besarnya tepat di atas kepala ku, berlari mundur akan sangat tidak mungkin karena monyet itu bergerak cukup cepat.

Aku bertaruh pada keberuntunganku dengan menerjang kedepan dan menarik sakura musim semi, lalu menyerang lengan monyet itu meskipun dia dengan sigap melepaskan tanganya dari gada sehingga dia hanya mendapatkan goresan kecil dari seranganku barusan, tapi itu cukup bagiku untuk melemahkan pertahanannya.

Serangan berikutnya aku arahkan pada lututnya, menyerang tubuh bagian atas adalah sebuah kesalahan di mana empat lengannya dapet bergerak dengan bebas, meski begitu ada sedikit kemungkinan jika aku dapat melukai satu kakinya dia akan jatuh dan dengan mudah aku dapat mengalahkannya.

"GOORRSSS.. Manusia naif, kau pikir sudah berapa kali aku bertarung dengan cara seperti ini?" Dia bergumam hingga mengeluarkan uap dari hidungnnya.

"Hahhh..!!" Aku segera melompat mundur merasakan ada yang salah dari apa yang ku pikirkan selama ini.

Wajah hitam Ape Rage Destruction muncul begitu saja di depanku, matanya merah menyala
seperti obor di malam hari, dengan sigap aku menyerangnnya.

-PRANKKKKK..!!

Sakura musim semi terpental dengan serpihan Kristal segi enam yang terbelah menjadi dua bagian, dan salah satu bagian lainnya masih menempel pada kepala monster Ape Rage Destruction.

Aku mendarat di tanah meski terdorong mundur oleh efek benturan tadi tetapi itu tidak terlalu jauh, aku bersiap mengalirkan ZEN (mana yang dihaluskan)
pada Sakura musim semi namun kepalan tangan Ape Rage Destruction muncul di depanku, menghantam tubuhku hingga terlempar puluhan meter keluar dari hutan dan menabrak sebuah benda dengan keras hingga merobohkannya.

-KA-BOOOMMMMMM

Asap debu menjulang setinggi tiga meter menunjukan seberapa dahsyat pukulan Ape Rage Destruction berikan padaku.

"Aku benar-benar bodoh, ini bukan soal kekuatan, kekuatan telah di atur oleh system jadi seberapa kuat
tenaga yang ku keluarkan itu masih dalam batas wajar manusia. Aku harus meningkatkan levelku dan statistic untuk mengimbangi septiap monster yang akan ku lawan" Keluhku memegangi kepala yang terasa hampir pecah terkena serangan Ape Rage Destruction.

Perlahan debu mulai memudar meninggalkan sosok gadis berambut perak yang terduduk dengan debu menempel di wajahnya yang cantik, kedua matanya tertutup dan bibirnya terkatup-katup dengan napas cepat.

Keindahan dari planet dan bintang-bintang yang seperti permata di malam hari seolah berkurang di banding gadis cantik yang duduk di depanku, aku tidak bisa memalingkan mataku darinya hingga dia berlahan membuka matanya dan kami saling bertatapan.

".." mulutnya terbuka tapi tidak ada suara yang keluar, dia menatap ku dengan heran lalu pandangannya turun ke bawah.

Seekor monster serigala besar tergeletak pingsan di bawah pantatku, sepertinya saat aku terlempar karena pukulan Ape Rage Destruction aku menghantam monster ini.

'kuh.. jika saja tidak ada monster ini, tubuhku pasti benar-benar akan hancur menghantam tanah' itu yang terpikirkan pertama kali di otaku.

-GEEERRRRR..

Geraman serigala-serigala menyadarkan pikiranku, aku mencoba berdiri menghindari pertarungan dengan monster-monster untuk saat ini, tapi itu terlambat karena serigala-serigala sudah mengempung kami dengan tatapan marah.

Aku bisa mengalkulasi kekuatan dari monster serigala cukup kuat tapi itu bisa dengan mudah untuk di tangani.

Tapi untuk gerombolan besar srigala itu akan menjadi hal yang sulit jika kita keluar tanpa luka di sekujur tubuh.

"Teman-temanku ada di bagian utara tidak jauh dari sini." Suara lembut mengalir kedalam telingaku membuat ku tertarik untuk melihat orang yang berbicara itu.

"Mereka monster berelemen angin, aku akan mengunakan elemen api meski tidak akan bertahan lama karena manaku sudah habis tapi, jika kita bisa sampai ke tempat teman-temanku berada aku yakin mereka bisa mengulur waktu untuk kita." Gadis itu berdiri dengan tubuh gemetar seolah hampir roboh.

Tapi tidak sempat dia merapal mantranya sekelompok kecil serigala yang marah berlari menghampirinya dengan niat membunuh, gadis itu mencoba menghindar tapi cakar serigala itu bergerak lebih cepat hingga melukai lengan tanggannya dan melanjutkan serangan cakaran untuk melukai tubuhnya.

-CRRAAANNNNKKKKK..

Sekali lagi pedang sakura musim semi berbenturan, aku mendorong mundur serigala itu dengan satu tangan dan tangan lainnya menahan gadis itu agar tidak jatuh.

Wajahnya yang cantik berada di dadaku, meski ternoda oleh darah dan debu tapi itu tidak mengurangi kecantikannya, dari dekat aku bisa mencium wangi aroma vanilla dari tubuhya.



Meskipun dia mencoba terlihat untuk menjadi wanita yang kuat tapi dari matanya terdapat kesan kesejukan dan kelembuatan, seolah dia terpaksa untuk menjadi wanita perkasa.

Aku mencoba mengalirkan ZEN pada sakura musim semi meski hanya sedikit yang bisa ku alirkan, karena delapan serigala berlari menghampiriku dengan cakar mereka di udara.

Dengan cepat aku mengayunkan Sakura Musim Semi dengan diiringi suara 'Bezing..' yang muncul akibat angin yang terpotong oleh pedang, meski hanya sedikit ZEN yang ku alirkan setidaknya itu cukup untuk membuat monster itu terluka sedikit, pikirku.

Tapi kenyataannya monster serigala itu terbelah menjadi potongan-potongan yang jatuh dari langit, melihat kejadian itu membuat mulut gadis itu turun, lalu suara gemuruh datang dari belakangnya, Monster Ape Rage Destruction keluar dari balik hutan dengan urat muncul di seluruh tubuhnya karena marah.

"Tch.." aku mengecap mulutku karena risih.

Saat Ape Rage Destruction belari kearah kami monster serigala mencoba bangkit dari pingsannya, monser serigala besar itu terlihat linglung dan ketika Ape Rage Destruction cukup dekat dengannya dia mulai merasa panic dan takut lalu memerintahkan monster serigala kecil untuk menyerang Ape Rage Destruction.

Ini menjadi pertarungan para monster, monster tingkat menengah melawan mini boss tingkat mudah tahap akhir sebelum evolusi, di saat seperti ini mungkin aku akan menonton dan bertaruh tapi di sini hanya ada seorang gadis cantik yang terluka dan hampir mencapai ajalnya.

Aku menyentuh pundaknya dan menggendongnya, wajahnya memerah karena malu tapi dia tidak menolaknya, aku berlari pelan mengikuti arahan gadis itu sebelumnya dan menjauh dari pertarungan para monster itu.

Komen dong senpai..

Bersambung ke Scratches Tellus Online Beginning Chapter 12

Yukki Amatsu
2017-09-11 16:33:32
Haha, gak sengaja toh siVenno...
Under1
2017-05-28 19:48:55
Belum terlalu hebat bertarung dia malah mencari yang kuat.
Grim Rieper
2017-01-06 07:07:03
baru update dah delay lagi,kemana perginya nie orang ?
Grim Rieper
2016-12-31 15:59:10
kapan rilis lagi ?
Sqouts Shadows
2016-12-29 09:56:02
Akhirnya dilanjut lagi nih cerita,, lanjut vroh
chichay
2016-12-29 07:50:52
trmksih sdh rilis certanya
ThE LaSt EnD
2016-12-28 11:56:08
stidaknya dah dikasi tingkatan kelas bintang... sdikit lupa alur crita sbelumnya... tapi mana pemuda itu tdk trbatas, kn?
Rudy Wowor
2016-12-28 11:47:06
Bintan atau bintang? Di hajar atau dihajar? Menjari atau menjadi? Mahluk atau makhluk? Kesuliatan atau kesulitan? Dapet atau dapat? Septiap atau setiap? Mengempung atau mengepung?
Inuyasha
2016-12-28 11:21:31
Di tunggu lanjutanx
Jack El Jacqueline
2016-12-28 11:05:15
Lama amat rilisnya, padahal ceritanya seru lo.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook