VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 59

2017-09-01 - Kizaemon > Knight Diary
194 views | 15 komentar | nilai: 10 (7 user)

Rawa Keheningan.

*blink!*

Kilauan cahaya sesaat. Menggunakan gate, Ichiro muncul di depan istana kecil Williabelle.

"Aku pulang larut sekali... kuharap Belle sudah tidur..."

Setelah pertarungan intens dengan Vion hingga menggunakan Demonification, seluruh otot di tubuh Ichiro menjerit kesakitan. Dia ingin segera membersihkan dirinya dan langsung tidur, tidak peduli meski melewatkan makan malam. Ichiro sudah tidak punya lagi tekad yang tersisa untuk bertahan dari amukan Belle hari ini.

Tanpa mengetuk pintu, Ichiro langsung masuk dan berjalan menuju kamarnya.

Ketika Ichiro sampai, tidak ada siapa-siapa di situ. Belle dan Lea tidak ada di sini.

"Huh? Mereka tidak dirumah?"

Mengumpulkan stamina terakhirnya, Ichiro bergerak memeriksa kamar-kamar lain. Dia tidak menemukan Lea dan Belle dimana pun.

Hanya ketika Ichiro membuka pintu kamar Gisela, Ichiro menemukan Gisela tengah duduk di tempat tidurnya, membaca sebuah buku. Telinga gadis serigala itu berkedut ketika menyadari Ichiro yang berdiri di depan pintu.

Gisela memiliki indera yang tajam. Ia sudah lama tahu kalau Ichiro baru saja pulang lalu berjalan mondar-mandir tidak jelas.

"Umm... Gisela, kau belum tidur? Aku bertanya-tanya apa kau--"

"Nona Belle dan Lea pergi ke kota tadi siang, sekarang masih belum kembali."

"Ya?"

Ichiro kehilangan kata-kata karena Gisela sudah menjawab sebelum dua selesai bicara.

"Tunggu, mereka ke Schroder!? Masih belum kembali!? A-apa mungkin Belle dan Lea menemui suatu masalah? Ah, tidak, kalau dipikir-pikir lagi, sepertinya itu tidak mungkin...."

Bisa dibilang, Ichiro jadi agak lega. Meskipun mereka tidak pulang, Ichiro yakin kalau Lea baik-baik saja bersama Belle. Lagi pula, memangnya ada yang berani memprovokasi Williabelle? Bahkan Ichiro yang seorang Hero haruh berpikir beberapa kali lagi. Orang yang berani mengusik gadis vampir itu hanyalah orang yang sudah bosan hidup.

"Fyuh... kurasa semuanya akan baik-baik saja. Maaf karena sudah mengganggu waktumu, Gisela. Kalau begitu aku--....!"

Setelah manyapu pandangan pada kamar ini, Ichiro agak
terkesima. Di tempat tidur, Gisela dibalut piyama putih tipis yang memperlihatkan secara samar lekuk tubuhnya. Dua kancing baju teratasnya sengaja dibiarkan terbuka, menunjukkan pemandangan dari jurang dalam yang menggoda. Di hadapan pesona unik gadis bertelinga hewan, Ichiro hampir jatuh.

T-tidak! Ini buruk!

"Hm? Kau terlihat berantakan... Ichiro, apa kau bertarung dengan seseorang? Kemarilah, lepas pakainmu, biarkan aku memeriksa--"

"Oh! Aku baru ingat kalau ada sesuatu yang harus kulakukan. Aku pergi!"

Ichiro hanya sempat memikirkan alasan klise seperti itu. Sebelum situasi jadi di luar kendali, dia kabur secepatnya dari situ.

***

.


Knight Diary Chapter 59 - Hutang
Penulis : Kizaemon

Setelah meletakkan Efreet dan Diary ke atas rak, Ichiro menjatuhkan dirinya ke kasur.

"Hah.... hah.... capek...."

<Kau tadi hampir saja terlibat dalam skandal klise antara pembantu dan majikan, aku benar-benar tidak mengerti kenapa kau tidak bersemangat.>

"Oi, Diary, bisa kau tutup mulut sialanmu yang menyebalkan itu meski hanya sebentar? Aku sedang mencoba beristirahat di sini." menggerutu, Ichiro mengeluarkan buah blue apple dari storage ring dan menggigitnya. Setidaknya itu mampu membantunya mengembalikan tenaga lebih cepat.

<Haa... asal kau tahu saja Ichiro, situasiku dulu jauh lebih sulit darimu. Para gadis tidak akan pernah membiarkanku beristirahat. Mereka terus saja menggangguku setiap malam. Meskipun aku seorang Hero, staminaku juga ada batasnya, kau tahu....>

"........"

Entah Diary itu sedang mengeluh atau pamer, Ichiro tidak yakin harus menanggapinya seperti apa. Tapi yang pasti, sekarang Ichiro memiliki dorongan yang kuat untuk merobek-robek buku itu menjadi serpihan dan membuangnya ke tempat sampah.

"Diary, sekarang aku mengerti kenapa kau mati muda. Itu karena kau pada dasarnya memang musuh semua lelaki. Kesampingkan pasukan Raja Iblis, aku sama sekali tidak heran jika ada tak terhitung jumlahnya orang yang mengutukmu dalam hati mereka di masa lalu..."

<Kejamnya.... tapi jangan lupa, kau itu juniorku, cepat atau lambat, kau akan mewarisi kutukanku.>

"Aku tidak mau mewarisi sesuatu yang konyol dan berbahaya seperti itu!!"

Haah.... Ichiro sudah tahu kalau setiap kali dia memulai percakapan dengan Diary, itu akan berakhir dengan topik tidak jelas begini.

<Dari pada bicara itu, lebih baik kita membahas apa yang terjadi di gurun tadi.>

Merasakan tekanan berat dari suara Diary, ekspresi Ichiro ikut berubah serius.

Sesaat, Ichiro kembali mengingat percakapannya dengan Vion setelah duel mereka.

*****

.

"Sesuai kesepakatan, kau harus memenuhi satu permintaanku apapun itu. Apapun, lho..."

Mengatakan itu, Ichiro tersenyum tipis pada Vion.

Bukan, lebih tepatnya, itu Diary yang sedang mengambil alih raga Ichiro tanpa peringatan terlebih dulu.

'Oi, apa yang kau rencanakan tiba-tiba? Perasaanku jadi tidak enak..... D-diary, bisakah kau kembalikan kontrol atas tubuhku?'

<Santai saja, Ichiro. Membuat seorang putri dari Zeragon yang seperti naga betina ini bersedia mematuhi apapun keinginanmu, ini adalah peluang sekali seumur hidup. Mana mungkin aku menyia-nyiakan kesempatan ini...>

'Oi Woi! Kata-katamu semakin membuatku takut! Keluar! Cepat keluar dari tubuhku, kau arwah jahat!'

Seberapa keras pun Ichiro mencoba, dia yang sekarang masih belum mampu untuk melawan kekuatan spiritual Diary yang mendominasi tubuhnya.

Dalam ruang dimensi putih yang ada di alam bawah sadar Ichiro, Ichiro sedang beradu pukulan dengan Diary. Namun karena perbedaan pengalaman bertarung yang terlalu jauh, tidak ada satu pun serangan Ichiro yang berhasil menyentuh Diary meski hanya seujung jari.

Tentu saja Vion sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi di dalam kepala Ichiro. Vion bisa merasakan perubahan samar pada sikap dan aura Ichiro, membuatnya ragu sejenak. Namun gadis itu segera kembali menunjukkan senyum liciknya.

"Ehh? Kau mau aku mengabulkan permintaanmu? Ufufu, sungguh lucu! Kenapa juga aku, Putri ke-2 Kekaisaran Zeragon, harus melakukan itu?"

"Apa kau tidak mau menepati janjimu atau hanya sedang pura-pura pikun? Saat bertarung tadi, siapa dengan penuh percaya diri mengatakan 'Fufufu, bagaimana kalau kita taruhan? Yang kalah harus mematuhi apapun keinginan si pemenang!'. Sebagai seorang ksatria dan bangsawan, apa kau masih punya harga diri?"

"Ufufufu, apa harga diri? Aku pernah mengatakan sesuatu semacam itu? Pasti iya. Tapi maaf saja ya, saat mengatakan itu, aku menyilangkan dua jariku jadi sama sekali tidak ada keharusan bagiku untuk menepati janji itu! Hee, atau mungkin kau menganggap serius basa-basi itu? Fuhehehe~ sungguh kasihan!"

Mendengar kata-kata Vion itu, Ichiro yang sedang mengejar-ngejar Diary di dunia putih langsung tersandung. Dia marah bangkit berdiri.

'Si jalang ini! Jadi sejak awal dia tidak pernah berniat memegang kata-katanya? Kuhajar saja dia!'

Tidak seperti Ichiro, Diary selalu tenang seperti permukaan danau, masih mampu menjaga senyum tipisnya. Orang lain akan sulit menebak apa yang dia pikirkan.

Bahkan Pois, yang dari tadi hanya diam berbaring di belakang Vion, jadi menggeleng-gelengkan kepalanya. Tuannya hanya benar-benar tidak tahu malu.

"Pois, ayo pergi. Urusan kita di sini sudah selesai." jelas Vion sembari melompat ke atas pelana di punggung naganya.

Merenggangkan tubuhnya, naga itu bangun dan membuka sayap besarnya. Tapi sesaat sebelum Pois lepas landas, seseorang menepuk bahu Vion dari belakang. Suara bisikan mengalir ke telinganya.

"Mau pergi? Jangan terburu-buru, tuan putri ke-2. Masih ada banyak hal yang perlu kita bahas..... kan?"

"Aa, dengar ya, tuan Pahlawan, bangsawan sekaligus jendral militer sepertiku punya jadwal yang sa~ngat padat. Aku mengerti kalau kau masih mau bermain-main denganku, tapi sayang sekali, lain kali saja, oke? Atau mungkin kau sudah bersedia jadi bawahanku dan bersedia mengikutiku ke Zeragon? Ah, ngomong-ngomong, bisa kau singkirkan tanganmu itu dariku? Fufufu...."

Mereka berdua memang saling tersenyum, tapi siapa yang tahu apa yang sedang mereka pikirkan?

Tiba-tiba...

*Boom!* Seperti petir, serangan Vion menghantam perut Ichiro. Tapi meskipun terkena serangan telak, Ichiro sama sekali tidak bergeming.

[Iron Skin]

"Mau berkelahi lagi? Kau itu memang gadis yang tidak tahu kapan harus menyerah, eh.... Haruskah aku menunjukkan seberapa besar perbedaan kekuatan kita?"

"Tidak berguna.... terbuat dari apa kau ini? Pois, giliranmu!!"

"GrrrRRROOOOOOAAAAARRRRR!!!"

"!?"

Ini [Dragon's Cry]!!

Jeritan luar biasa yang mampu menggetarkan seluruh tubuh hingga ke dalam jiwamu. Bahkan Diary juga dibuat terkejut sehingga reaksinya lambat.

Setahu Diary, biasanya seekor naga(terutama sub-spesies yang tinggal di Zeragon) hanya bisa menggunakan skill ini ketika mereka telah terdesak dan terluka parah demi menghubungi kawanannya. Raungan itu juga bisa memberikan guncangan mental yang kuat pada lawan. Mungkin Pois mampu menggunakan kemampuan ini dalam keadaan normal karena dia dari spesies langka yang bermutasi. Meskipun dia tidak bisa menggunakan Dragon Breath, Pois punya banyak metode untuk menutupi kekurangannya itu.

"Ugh....!"

Tidak siap menghadapi tekanan yang luar biasa itu, Ichiro diterbangkan cukup jauh hingga mendarat dengan bunyi keras di suatu bukit pasir.

"Seperti yang kuduga, kau takkan bisa menangkis itu. Sejauh apapun jaraknya, semua bawahanku akan mendengar perintah Pois dan mengetahui lokasiku. Karena 'kunjungan' kita sudah selesai, kami semua undur diri. Ayo pergi, Pois. Kita ke Wyvenor, ibukota kekaisaran Zeragon kita."

Meninggalkan kata-kata itu, mereka terbang pergi. Sosoknya dengan cepat menghilang di cakrawala.

*****

...

Kembali ke waktu sekarang.

Ichiro menggigit apel di tangannya dengan ganas.

"Tch.... awas saja kalau aku bertemu dengannya lagi, aku tidak akan menahan diri dengannya! Akan kubuat dia menangis hingga memohon ampun! Dan ketika dia sudah bilang 'K-Kumohon berhenti! Aku minta maaf! Ampuni aku!' maka akan kutambah siksaannya! Ha, hahahaha! Aku sudah bisa membayangkan air matanya!"

<....Sekarang kau terdengar seperti karakter antagonis.>

"Diam! Kau pikir semua ini salah siapa, hah? Kenapa dia bisa melarikan diri darimu dengan begitu mudahnya? Apa gunanya aku membiarkanmu meminjam tubuhku saat itu?"

<Yah.... karena lawan adalah gadis manis, mau bagaimana lagi.>

"........."

Dijawab dengan alasan itu, Ichiro tidak tahu harus berkata apa lagi. Meskipun sudah pernah mati, sepertinya isi kepala orang ini cuma ada perempuan. Benar-benar sudah tidak bisa di perbaiki lagi.

Dalam hening mengambil Diary, Ichiro membuka telapak tangannya yang lain.

"Fire ball."

<Tunggu, Ichiro, kita bisa bicarakan ini baik-baik, oke? Aku bisa menjelaskan semuanya.>

Di bawah ancaman Ichiro, Diary berhenti bercanda dan memberitahu alasan sebenarnya.

"Bicaralah, kenapa kau membiarkan Vion kabur?"

<Begini, kalau kau mengira aku melepaskannya begitu saja, kau salah besar. Sebelum Vion dan naganya menyerangku, aku mengukirkan rune Dimension Gate satu arah pada bahunya. Tentu saja dia takkan bisa menghapus itu meskipun dia menyadarinya. Dengan begini, kita bisa langsung melompat ke hadapannya kapanpun kita mau. Selama dia masih ada di dunia ini, sembunyi dimana pun tidak ada gunanya.>

Mata Ichiro berbinar karena takjub.

"Wha!? Serius!? Jadi dimension gate juga bisa digunakan seperti itu, huh...... Tapi.... bagaimanapun aku memikirkannya, 'menandai' tubuh seorang gadis tanpa persetujuannya lebih dulu itu terdengar seperti hal yang tidak bermoral....."

<Hm? Menurutku biasa saja, aku sering melakukan ini di masa lalu, dan tidak ada yang pernah protes.....>

".........."

Sekali lagi, Ichiro kembali memiliki dorongan yang kuat untuk membakar buku tidak jelas ini.

Hal yang Ichiro tidak tahu, itu wajar jika Diary bersifat agak arogan. Ketika dia masih hidup, dia adalah eksistensi puncak yang tak tertandingi! Hanya dengan mendengar namanya, orang-orang akan menggigil. Sementara kekuatan Hero lainnya setara dengan bencana alam, hanya dengan dirinya sendiri, jika dia mau,
Pahlawan ke-8 mampu membelah daratan dan meruntuhkan langit sekali dia melambaikan pedangnya.

Karena pemahamannya yang sempurna tentang hukum dan atribut Ruang, baginya dunia yang luas ini hanya selebar halaman belakang rumahnya. Mendatangi berbagai tempat di seluruh dunia, membuatnya memiliki pengetahuan luas. Entah raja ataupun seorang kaisar, mereka tidak berani bersikap tidak sopan di hadapannya.

Namun sayang, beberapa bulan setelah mengalahkan Raja Iblis yang menyebarkan kegelapan pada dunia, dia malah terbunuh karena dijebak oleh orang-orang terdekatnya.

Sampai sekarang, Ichiro masih belum tahu bagaimana tepatnya Diary mati. Karena Diary tidak pernah mau cerita, Ichiro juga tidak mau mengambil inisiatif untuk menanyakan hal yang mungkin Diary tidak ingin bicarakan.

Di ambang kematiannya, Pahlawan ke-8 masih sempat menyegel pecahan jiwa, kesadaran, dan sebagian kekuatannya ke dalam sebuah jurnal perjalanan yang selalu dia bawa kemana-mana selama hidupnya. Itulah benda yang saat ini tengah bicara dengan Ichiro.

Setelah dijelaskan oleh Diary, Ichiro semakin berpikir kalau cara penggunaan gate yang seperti itu akan sangat berguna nanti. Jika dia menerapkan itu pada teman-temannya, dia bisa langsung datang membantu mereka saat ada bahaya kapan pun dan dimanapun!

<Akan kupastikan Vion membayar hutangnya pada kita, tapi tidak sekarang. Karena dia adalah bangsawan Zeragon asli, aku punya rencana yang besar untuknya.>

"Oke, untuk sekarang aku tidak akan bertanya tentang rencana busuk macam apa yang kau pikirkan. Tapi, ada satu hal lagi yang menggangguku. Ini..... tentang Efreet."

Mengambil pedang iblis itu, Ichiro perlahan mengelus bilahnya. Pedang itu terlihat seolah kehidupan telah meninggalkannya. Itu redup tanpa kilauan cahaya merah seperti bara api yang menyala-nyala, menyebarkan kesan panas dan sengit.

"Ini..... sekarang jadi pedang biasa? Setelah segelnya terlepas, aku jadi tidak bisa merasakan keberadaan Ef sama sekali. Bahkan ketika aku memanggilnya, dia tidak menjawabku... Apa yang terjadi? Jika Ef benar-benar lenyap, aku...."

Karena ingin menyembunyikan identitasnya sebagai Hero, Ichiro menyimpan Black Star dan hanya menggunakan pedang iblis itu. Ichiro lebih sering menggunakan Efreet dibanding senjata legendarisnya sendiri. Meskipun pertemuan pertama mereka benar-benar buruk, Ef sudah banyak membantu Ichiro hingga sekarang.

"Sialan, si Vion itu.... terbuat dari apa senjata yang dia gunakan itu, sampai bisa membuat Ef jadi begini.... Uhh..."

<Tenang, tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Seingatku, Efreet adalah salah satu pemimpin pasukan Raja Iblis yang terkuat. Apinya hanya sedikit kalah dari Pahlawan ke-2. Aku tidak tahu apa yang terjadi sehingga Efreet bisa berakhir dengan tersegel dalam pedang ini. Tapi yang pasti, saat seseorang dari Ras Iblis disegel ke dalam suatu relik kuno, maka tubuh mereka akan--.... Hm?"

"Zzzz..... zzzz....."

<........>

Diary terdiam saat mendengar dengkuran.

<Oi, apa penjelasanku memang sebegitu membosankannya? Jangan tertidur saat aku.... Ah, lupakan saja.>

Setelah semua yang terjadi hari ini, Ichiro memang sudah kelelahan.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 60

Alien Queen
2017-09-28 13:13:40
Pasti akan terjadi hal tak senonoh lagi. Seperti ichiro tiba-tiba datang pada vion yang sedang ada di kamar mandi atau diranjang saat ia bugil karna berusaha menghapus tanda yang ada dipundaknya.
Hiatus
2017-09-10 01:50:18
Ko skrag kg rutin rilis seminggu sekali kek dulu gan???????
kakoyuki
2017-09-09 17:49:25
Enaknya Ya Kalau Muncul Di Depan Vion Yang Tengah Mandi
Grim Rieper
2017-09-06 18:38:10
kpan rilis lagi udah penasaran banget pengen tahu lanjutanya
Bocah Redoks
2017-09-01 21:31:52
Malah tambah penasaran jadi nya
BeeZero
2017-09-01 18:58:26
vion ingkar janji !! damn,,!! hrusnya naganya dbnuh dulu itu gaan... ,wow kmana efret ??!
Jack El Jacqueline
2017-09-01 13:20:00
KELAMAAN OI RILIS NI CERBUNG, GAK TAU APA NI CERBUNG SELALU DITUNGU2 SETIAPA SAAT!!!
RoronoaMarimo
2017-09-01 09:36:39
Makin seru aja nih,,Next.. GPL ya Broo(Gak Pake Lama)
Sqouts Shadows
2017-09-01 09:15:16
Ditunggu chapter berikutnya
Zen Kureno
2017-09-01 09:07:54
Jangan" Efreet bebas dan aku kecewa karena hadiahnya dibiarkan kabur
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook