VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 58

2017-07-29 - Kizaemon > Knight Diary
240 views | 23 komentar | nilai: 10 (7 user)

"Hei, Ichiro, kau bisa mendengarku?"

"....."

"Fufufu, bagaimana? Sekarang kau sudah mengakui kekalahanmu? Kau beruntung aku hanya menyuruh Pois untuk menggunakan racun pelumpuh, jika tidak, kau sudah lama mati, lho... Itu artinya ini kemenanganku~!"

Duduk di punggung Ichiro adalah Vion yang tertawa penuh kemenangan. Ia menusuk-nusuk pipi Ichiro yang terbaring di tanah menggunakan jarinya.

Pois yang berdiri di dekatnya mendengus setelah melipat sayap besarnya. Sisik tajam di seluruh tubuhnya tidak lagi berdiri tegak seperti tadi.

"Hmph, untuk sekarang memang tidak berbahaya, tapi cepat atau lambat, racun pelumpuhku akan menyebar ke seluruh tubuhnya. Dan menurutmu apa yang akan terjadi saat racunku mencapai paru-paru dan jantungnya? Kekeke, pastinya pria ini akan mati lemas atau terkena serangan jantung."

"Apa!? Tunggu, Pois, bukannya aku sudah melarangmu untuk memakai racun sekuat itu!?"

Pois tercengang saat tuannya memarahinya balik.

"Grrrrrrrr..... tidak ada pilihan lain! Putri, apa kau tidak tahu siapa yang kita lawan? Dilihat dari skill khususnya yang beratribut Spasial, orang bodoh ini pastilah penerus dari Pahlawan Ke-8. Orang yang mewarisi kekuatan dari hero terkuat dan raja iblis. Saat menghadapi orang setingkat ini, apa menurutmu racun yang setengah-setengah akan berpengaruh? Bahkan cakarku hanya mampu membuat goresan kecil di kulitnya..."

"Bla bla bla siapa peduli dengan semua itu? Sekarang cepat tarik kembali racunmu dari tubuhnya. Semuanya akan sia-sia kalau dia mati. Jika aku berhasil merekrut seorang hero ke pihak kita, itu akan sangat luar biasa."

"Putri, kau serius ingin membawa orang ini pulang? Sepertinya agak berbahaya..."

"Jangan khawatir! Dia sendiri yang menerima tantanganku. Nah, Ichiro, karena kau sudah kalah, aku ingin agar kau menjadi tangan kanan kepercayaanku mulai sekarang, oke? Fuhahahaha~!" setelah membisikkan itu ke telinga Ichiro, Vion tertawa lepas.

Namun kegembiraannya itu tidak berlangsung lama.

"...Rupanya... kau itu seorang tuan putri, eh..... Duel ini... belum berakhir..."

"A-apa!?" walau samar, Vion yakin kalau ia mendengar Ichiro bergumam.

Ichiro perlahan berusaha bangkit dari tanah.

Karena Pois belum mengangkat racunnya, seharusnya Ichiro bahkan tidak bisa menggerakkan satu jari pun, apa lagi berdiri.

Ichiro masih memegang erat pedang iblis.

"Mustahil! Bagaimana bisa kau--...!?"

Alarm dalam diri Vion berbunyi keras. Kemampuannya dalam melihat masa depan memberitahunya jika bahaya akan terjadi.

"Overheat....."

Suhu udara di sekitar naik dengan drastis. Kobaran api gila mengelilingi Ichiro dan Efreet.

"Kuh...!" tidak mau ambil resiko, Vion dari tadi sudah menjauh dari Ichiro.

Namun itu belum cukup.

"BLAST!!!!"

BOOOMM!!!!

Ledakan dahsyat yang menyapu segalanya terjadi dengan Ichiro sebagai pusatnya. Sebuah cekungan raksasa tercipta di daratan selama prosesnya. Di sini begitu panas sampai-sampai bebatuan yang ada di sekitar meleleh menjadi lahar yang berpijar merah.

"Ugh....."

Vion selamat karena Pois bereaksi cepat melindungi diri mereka dengan sayapnya sebagai perisai. Tapi bahkan seekor naga juga tidak bisa lolos tanpa cedera.

"Pois!"

"Grrrrh... ini cuma luka kecil. Tapi yang lebih penting, apa yang terjadi? Racunku menghilang begitu saja dari tubuhnya."

"Hahaha, kalian terkejut? Aku juga. Tapi maaf saja....."

"!?"

Muncul dari balik kobaran api, Ichiro dalam wujud yang berbeda.

Ada sepasang tanduk aneh yang terbakar di kepalanya dan sayap hitam legam di punggungnya. Pedangnya juga berubah, Efreet tumbuh lebih besar dan tebal.

"...Racun tidak akan berpengaruh pada 'Iblis'"

***

Knight Diary Chapter 58 - Akhir dari Pertempuran
Penulis : Kizaemon

Kekuatan yang meluap-luap.

Aku merasakan diriku dipenuhi kekuatan hingga aku khawatir apakah tubuhku akan meledak.

Tubuhku memanas. Bukan karena aku sedang bergairah atau apa, tapi karena energi iblis ini sungguh liar dan eksplosif. Ini lebih sulit dikendalikan dari yang kukira.

Sialan..... kalau begini terus, aku akan menggila! Bakar, bakar dan bakar, hal itu terus berputar di kepalaku.

"Jadi begitu, ya.... Kau menggunakan kekuatan iblis api. Tapi memangnya kenapa? Kalau racun Pois tidak bekerja, aku hanya tinggal menebasmu, kan!"

Sekarang Vion mulai berlari ke arahku. Ia sangat cepat. Pedangnya mendekatiku dari atas. Kekuatannya itu sudah cukup untuk merobohkan dinding kokoh benteng Schroder.

TRAANG!!

Namun kali ini aku tanpa ragu menahannya menggunakan Efreet yang kupegang di satu tangan. Tanah dimana aku berdiri tidak mampu menahan beban sehingga hancur. Serpihannya bertebaran kemana-mana.

Kulihat mata gadis maniak bertarung ini terbuka lebar karena terkejut. Tapi ia dengan segera kembali menyeringai.

Setelah mengatur ulang pusat gravitasi tubuhku, aku mengubah kuda-kudaku dan memberinya serangan balik. Vion menggunakan kemampuannya melihat masa depan untuk membaca gerakanku dan menghindarinya dengan mudah.

Saling bertukar serangan, udara dan tanah bergetar hebat setiap kali pedang kami berbenturan.

Saat ini peliharaan gadis itu hanya melihat dari jauh dan tidak ikut campur.

"Ichiro-sama, anda yang sekarang masih belum sanggup untuk mempertahankan mode [Demonification] lebih dari satu menit. Tolong selesaikan duel ini secepatnya." pedang yang terus mengeluarkan lidah api di tangan kananku bicara begitu.

Satu menit..... itu bahkan lebih singkat dari durasi kemunculan Ultraman di bumi.....

Aku sudah tidak punya waktu lagi. Kekuatan penuh yang kupinjam dari Efreet bisa berefek nagatif pada tubuhku.

"Ha, Fuhahahaha~! Entah sudah berapa lama aku tidak bertemu dengan lawan yang bisa memacu adrenalinku sejauh ini! Haaa!! Drag Strike!!!"

"Sayang sekali, waktu main-mainnya sudah habis....."

SWIIISH.... BRAAKKK!!!

Setelah mengelak dan membuat serangan Vion hanya menghantam tanah kosong, aku melompat tinggi jauh ke belakang. Kuarahkan telapak tangan kiriku ke langit.

"Tadinya aku bingung memikirkan cara mengalahkanmu karena kau bisa melihat masa depan lalu mematahkan semua seranganku. Tapi sebenarnya, solusinya cukup sederhana....."

Energi berkumpul di telapak tanganku, membentuk pusaran api, membesar dan terus membesar. Dalam sekejap, itu tumbuh membentuk bola api raksasa yang membara layaknya sebuah meteor. Itu sama besar dengan kawah yang terbentuk dari ledakanku sebelumnya.

"Aku hanya perlu melancarkan serangan yang mustahil kau hindari meski kau melihat itu datang! [Hell Impact]!!"

Menurunkan tangan kiriku, aku menjatuhkan 'bom' itu menuju Vion.

"Kuh...! Sungguh naif! Aku tidak akan dikalahkan semudah itu! [Sword of Dragon Lord]!"

Menyambut seranganku, pedang Vion diselimuti aura yang sangat luar biasa, membuatnya terlihat seperti bilah pedang itu yang memanjang hingga membelah langit.

SLASH!!!

Bwoossshhhhh.....

Dengan satu ayunan, bola api kolosal yang kujatuhkan terbelah jadi dua secara vertikal. Itu menghilang seperti asap seolah tidak ada yang terjadi.

"Haa.... bagaimana... dengan itu?" napas Vion sudah tidak teratur. Jelas skill tadi menguras banyak mana-nya.

"Bagus kau bisa menahannya. Kita lihat apa kau bisa melakukan itu lagi."

"Ap-... Lagi!?"

"Jika kau terkena ini, bukan hanya daging, bahkan tulang hingga jiwamu juga akan ikut terbakar menjadi abu!"

Wajahnya memucat saat ia melihatku menggunakan Hell Impact sekali lagi. Dalam mode ini, aku tidak perlu mengkhawatirkan jumlah mana yang kugunakan. Sama seperti balon yang terus membesar, aku bisa meledak jika aku tidak mengeluarkan energi dalam diriku.

Ha, hahahahaha, aku tidak menyangka kalau ia juga bisa menunjukkan ekspresi kacau begitu.

<Ichiro, apa kau tidak waras? Ini terlalu berlebihan.>

Berisik sekali. Kau tidak lihat aku sedang bersenang-senang di sini? Apa kau ingin kubakar juga?

<.....Ini tidak bagus. Si bodoh ini akan kehilangan akal sehatnya.>

Serius, dari mana buku ini berasal. Mengganggu saja....

BOOMMMM!!!

Diiringi suara yang memekakkan telinga, sosok Vion ditelan ledakan besar. Ini akan tampak seperti kubah api raksasa dari kejauhan. Sangat indah!

Setelah semua asap dari ledakan tertiup angin, gadis itu terlihat lagi, berlutut di tengah kawah merah. Rupanya ia masih utuh, cuma beberapa bagian dari armornya yang telah rusak dan terlepas.

"Hou, jadi peliharaanmu masih sanggup melindungimu, eh..."

"Sudah kubilang, jangan panggil nagaku hewan peliharaan!"

Naga itu berdiri di depan Vion dan menerima dampak langsung dari seranganku. Dilihat dari luar, naga itu hanya mengalami luka ringan. Benar juga, naga punya resistensi yang bagus terhadap api.

"Hehehe, ini menarik. Tapi seranganku yang berikutnya akan memberimu keputus asaan yang--....Ugh!?"

<Nah, tetaplah bersamaku, Ichiro.>

"Huh? Diary? Apa.... apa aku melewatkan sesuatu?"

<Yah, kau hanya kehilangan dirimu sendiri untuk sesaat, tapi sekarang sudah tidak apa-apa.>

"Ah, begitukah? Aku tidak tahu apa yang kau lakukan, tapi terima kasih."

Seperti seember air es telah disiramkan ke atas kepalaku. Rasanya aku bisa berpikir lebih jernih sekarang.

"Kuh... masih belum!"

Berpegangan pada pedang besarnya, Vion dengan susah payah berdiri dan berniat maju lagi, namun peliharaannya menghalanginya.

Ah, aku baru ingat kalau aku sedang bertarung dengannya...

"Sudahlah, ini tidak berguna. Kau sudah kehabisan mana."

"Tidak akan! Kita menang atau mati, hanya itu pilihannya!"

"Kematian itu bukan lelucon. Kau tahu perbedaan kekuatan kita dengannya itu terlalu jauh. Bahkan sampai sekarang, dia masih belum menggunakan senjata legendarisnya."

Hee, naga itu memang lebih bijak dari pada tuannya.... walaupun sebenarnya aku sama sekali tidak punya niatan menggunakan Black Star...

"Tch....!" Vion, yang telah diberi ceramah panjang dari hewan peliharaannya sendiri, kini melotot padaku.

"Aku.... kalah."

"Hmm? Apa kau mengatakan sesuatu? Aku tidak bisa mendengarmu karena terlalu jauh..."

"Aku bilang, aku mengaku kalah! Yah, meskipun sangat disayangkan. Padahal aku ingin menjadikanmu pengikutku selama sisa hidupmu... Tapi jangan kira aku sudah menyerah untuk mendapatkanmu. Suatu hari nanti, aku akan menantangmu lagi hingga membuatmu bersujud di bawah kakiku! Lihat saja!"

".....Kau itu memang suka bicara blak-blakan ya..." aku menggaruk pipiku yang sebenarnya tidak gatal.

Yah, terserahlah. Aku siap kapan pun ada orang yang berani mencari masalah denganku.

Setelah melepas Demonification, aku kembali menggantung Efreet di pinggangku. Perasaan brutal yang mendidih dalam dadaku perlahan mereda.

Hal yang paling penting, aku berhasil menyelesaikan misi yang diberikan oleh Kin padaku, membuatku menyeringai tanpa sadar.

"Sekarang, karena aku yang menang..."

"Ah!?"

Aku berteleport kehadapan Vion, membuatnya agak terkejut.

Sambil sedikit mengangkat dagunya, aku memaksanya menatap lurus ke mataku.

"Aku menginginkan hadiahku."

*****

.

"UOOOOOHHHHHH!!! Ini kemenangan kita!!!"

"Hidup Schroder!!! Hidup Schroder!!!"

Di Schroder, sorakan semacam itu terdengar dimana-mana. Benar sekali, pertempurannya telah usai. Semua adventurer Schroder kini bisa bernafas dengan lega. Pasukan Zeragon yang tersisa mundur dari Schroder.

"Wah, tadi itu benar-benar gila. Kupikir aku akan mati beberapa kali."

"Para penunggang naga itu memang sesuatu. Dalam pertempuran ini, meskipun kita tidak tahu kenapa pasukan Zeragon langsung mundur begitu saja tanpa alasan yang jelas, tapi syukurlah."

"Aku dan temanku terkena Dragon Breath kemudian mati terpanggang. Sampai sekarang aku sudah mati 11 kali dalam pertempuran. Ini rekor baru!"

"Bodoh! Kalian itu seharusnya malu! Kalian terlalu merepotkan Dewi kita!"

"Tidak apa-apa, ini memang tugasku sebagai Pahlawan Ke-1. Kalian semua sudah bekerja keras di garis depan, jadi setidaknya biarkan aku juga melakukan apa yang bisa kulakukan."

"Ohhhhh! Rika-sama sungguh mulia!"

Di jalan utama, sambil di kawal oleh semua anggota Divisi Royal Knight dan Artillery, dan didampingi juga oleh Kin, Rika kembali menuju istana Schroder sambil menyapa para adventurer. Dibalut dalam pakaian dan jubah putih bersih yang dihiasi sulaman benang emas, Rika berjalan memimpin kumpulan Priestess yang merupakan anggota cabang pasukan Schroder yang dipimpin oleh Pahlawan Ke-1, yakni Divisi Healer.

Perlu dicatat di sini bahwa setiap ada pertempuran, Schroder pada akhirnya tidak pernah mendapat korban jiwa satu orang pun. Itu karena skill Pahlawan Ke-1 yang menyalahi hukum alam.

Skill [Resurrection], menghidupkan kembali orang yang sudah mati seolah tidak ada yang terjadi. Selama kematian orang itu terjadi tidak lebih dari 3 jam, walaupun yang tersisa dari jasadnya hanyalah sehelai rambut, Rika masih bisa menyelamatkan orang itu.

"Di pertempuran kali ini ada banyak sekali orang kita yang mati. Kuharap aku tidak ketinggalan membangkitkan satu orang pun... Uhh..."

".....Wajahmu sudah sangat pucat. Jangan memaksakan diri."

Rika tiba-tiba terhuyung saat berjalan dan Kin secara reflek mendukung tubuhnya.

"Kin, aku baik-baik saja. Aku masih bisa--... Uh..."

"....Kau sudah mencapai batasmu. Istirahatlah. Serahkan segala urusan pasca perang pada guild master dan aku."

Tanpa meminta persetujuan lebih dulu, Kin membawa Rika dengan gendongan tuan putri.

"A-apa yang kau...."

Rika merasakan wajahnya mulai memanas dan jantungnya berdetak liar. Ia berusaha protes namun akhirnya menyerah. Bahkan untuk menggerakkan bibir saja sudah sangat melelahkan.

"Oi! Kin, tunggu aku!!"

Yang datang menghampiri Kin dan Rika adalah Yuuta. Walaupun keadaannya tampak menyedihkan, dia sudah mampu berlari dengan energik.

".....Ada apa dengan penampilanmu itu? Kau terlihat seperti baru saja melakukan bom bunuh diri."

"K-keparat kau! Kenapa kau masih bertanya? Bukannya kau melihat sendiri saat aku diledakkan!? Dan juga, sejak kapan kau dan adikku jadi begitu lengket!?"

".....Ngomong-ngomong, tentang gadis yang menghajarmu dan membawa Putri Malia pergi, kira-kira dimana dia sekarang?"

"Huh? Soal itu mana ku tahu. Kulihat dia langsung pergi setelah mengalahkan banyak prajurit Zeragon.Tapi kalau kau mau mencarinya, tanya saja Ichiro." dia sama sekali tidak sadar kalau Kin hanya sedang mengganti topik pembicaraan.

"Ada urusan apa kalian para Hero mencariku?"

"Hiiiiii!!?"

Benar-benar tidak terduga bahwa Williabelle sendiri yang datang menghampiri mereka. Yuuta menjerit sepertk tikus yang ditatap oleh ular, dia masih agak trauma dengan kejadian sebelumnya.

Saat ini Lea sedang berdiri sambil berpegangan pada tangan Williabelle. Dilihat dari matanya yang tertutup dan terbuka sesekali, anak itu sepertinya tidak sanggup lagi untuk tetap terjaga. Itu wajar karena sekarang ini malam sudah sangat larut.

"Biar kukatakan ini lebih dulu, kalau kalian ingin merampas anak ini dariku, apapun alasannya, aku tidak terima!"

Kin menggelengkan kepalanya.

".....Bukan begitu. Kami tidak akan melakukan tindakan seegois itu."

"Lantas.... apa yang kalian inginkan?"

".....Hal ini tidak bisa dibicarakan di sini. Bisakah kau dan gadis kecil ini ikut dengan kami ke istana? Setidaknya untuk malam ini."

"Fumu..... apa boleh buat..."

Bersambung ke Knight Diary Chapter 59

Bocah Redoks
2017-08-28 21:39:06
Apa kizaemon dah hiatus ?
Kiosuke
2017-08-14 09:50:12
Wokwok menang juga akhirnya
Grim Rieper
2017-08-08 22:21:07
lajutanya mana lama amat
Rita En
2017-08-05 11:10:42
Apa ya hadiah yang diminta Ichiro?
Jack El Jacqueline
2017-08-04 21:05:52
oi KIZAEMON lama amat ni cerbung,emang ngapain aja ente di DUTA?
RoronoaMarimo
2017-08-03 19:11:29
Di Percepat ya Rilis nya
Grim Rieper
2017-08-02 19:44:14
akhirnya cerita yg ane tunggu rilis juga
Aerosmith
2017-07-31 05:04:57
Apakah permintaan itu adalah meminta mundur pasukan penunggang naga? Entahlah. Tapi intinya.. Lanjut.
BeeZero
2017-07-30 06:40:14
keren latihan ichiro tdk sia2,,apa yg dia dpt dri vion ?! hmm sptinya istana akan heboh !! keluarga ichiro matsumoto ! bhehehe
Hiatus
2017-07-30 01:02:07
Akhirnya kluar jg nih crita
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook