VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 56

2017-06-09 - Kizaemon > Knight Diary
220 views | 22 komentar | nilai: 9.89 (9 user)

"Kami akan serius sekarang." ucap gadis itu sambil mengambil sikap dengan pedang besarnya.

Serius? Yah, dari tadi ia hanya menangkis dan menghindari semua seranganku seolah ingin mempermainkaku. Satu-satunya serangan yang ia lakukan yaitu serangan pertama di awal, yang kekuatannya bahkan tidak mampu ditahan oleh pedang iblis.

Lawanku adalah seorang ksatria naga yang juga memiliki kemampuan melihat masa depan. Itulah situasiku sekarang.

Secepat apapun aku berteleport, ia berhasil mengantisipasi setiap gerakanku seolah sudah tahu dimana aku akan muncul dan serangan seperti apa yang akan kulancarkan. Ia menebak semuanya dengan sempurna.

Tapi, bisa melihat masa depan itu agak... tunggu sebentar...

"Kau bilang bahwa matamu itu bisa melihat masa depan, kan? Tapi kenapa kau dan nagamu berhasil kupisahkan dari pasukanmu? Seharusnya kau bisa mengantisipasinya, kan?"

Merespon keraguanku, ia tersenyum seakan sudah menduga aku akan menanyakan ini.

"Menurutmu sendiri bagaimana?"

Suatu kemungkinan terlintas di pikiranku.

"Jangan bilang... kau sengaja?"

Kemudian, ia langsung tertawa.

Senyumannya memang menawan, membuatku semakin frustasi. Ini lawan paling merepotkan yang pernah kutemui. Rasanya aku hanya menari di telapak tangannya saja.

Meski aku belum tahu seberapa jauh ia bisa melihat ke masa depan, tetap saja kemampuan seperti itu benar-benar curang.

Aku memang sudah terbiasa melawan musuh yang bersenjatakan pedang besar karena sering bertarung melawan Belle yang menggunakan dua great-sword sekaligus. Tapi Vion ini agak berbeda. Serangannya tidak bisa diblok!

Apa boleh buat, sepertinya aku harus menggunakan itu.

(Diary.)

<...Apa? Bukannya tadi kau bilang tidak perlu bantuanku? Meskipun kau bersujud sambil menangis sekarang, aku tidak akan memberikan bantuanku kali ini. Anggap saja ini sebagai salah satu bentuk latihan.>

(Tidak tidak, aku bukan sedang ingin meminta bantuanmu. Aku hanya ingin persetujuanmu.)

<Hmm?>

(Aku akan melepas segel Efreet.)

<Oh...>

Ehh, Diary bereaksi biasa saja. Mungkin dia sudah mengira hal ini.

<Aku bertanya-tanya kemana kau pergi tiap tengah malam bersama pedang iblis itu akhir-akhir ini, jadi ini yang cona kau lakukan... Yah, lakukan apa yang kau mau. Aku akan mengawasi dan baru bertindak jika terjadi sesuatu.>

(Terima kasih.)

Hatiku terasa lebih ringan sekarang.

Selanjutnya...

"Ef, kita lakukan bersama."

"Tentu, Ichiro-sama. Keinginan Ichiro-sama adalah perintah bagi saya."

Menggenggam Ef lebih erat, aku mengalirkan Mana-ku padanya.

Ef juga melakukan hal yang sama. Sejumlah besar Mana dari pedang iblis langsung memasuki tubuhku. Kumpulan energi yang liar, ganas, membara, dan bergejolak. Ini adalah kekuatan yang dianggap tabu, tapi aku tidak peduli. Waktu pertama kali aku melakukan ini, aku langsung pingsan. Tapi sekarang aku sudah sanggup mengendalikannya.

Mana kami terus bersirkulasi. Aku bisa merasakan kekuatan yang eksplosif. Kobaran api intens meledak dan menyelimuti pedang iblis. Retakan pada bilahnya berdenyut dengan warna merah terang seperti besi yang sedang ditempa. Tampaknya itu mulai meregenerasi sendiri.

Melihat apa yang sedang kulakukan, bukannya merasa terintimidasi, lawanku malah tertawa kegirangan. Dasar penggila pertarungan.

"Ah? Fuhuhuhu, bagus, ya benar, begitu! Kerahkan semua kemampuan yang kau miliki!" memberikan hentakan kuat pada tanah, Vion melesat ke arahku dengan membawa pedang besarnya. Di saat yang bersamaan, peliharaannya yang menakutkan terbang rendah namun cepat mengikuti tuannya.

Serangan kombinasi, eh...

Aku dan Ef masih belum bisa menyerang. Pengaktifan skill baru ini memang memakan banyak waktu.

Melihat lebih teliti, atmosfir yang kurasakan dari naga hitam itu jauh berubah. Kesan yang kurasakan ini mirip saat melihat seekor landak yang menegakkan seluruh duri di badannya.

Dari belakang kepala dan leher, di sepanjang tulang punggung hingga ke ujung ekornya, sisik-sisiknya yang besar dan tajam bagai belati itu berdiri dan ujung ekornya tampak seperti tombak.

Apa... Apa-apaan itu!? Aku merasa tubuhku akan langsung tercabik-cabik hanya dengan naga itu lewat di sampingku.

<Oh? Naga hitam dengan banyak sisik tajam yang mencuat... rasanya aku pernah melihat sesuatu seperti ini di masa lalu...>

"Eh? Diary, kau tahu sesuatu?"

Bagus. Biasanya di saat seperti ini, pengetahuannya akan sangat membantu. Diary memang bisa diandalkan.

<Naga... Naga... Naga... Ah, sekarang aku ingat. Naga hitam itu dari spesies yang agak langka memang. Dulu aku pernah melawan satu, dan seingatku, waktu itu aku hampir mati.>

"Ap-..."

Di saat aku kehilangan kata-kata, Vion telah berada di hadapanku.

Knight Diary Chapter 56 - Thousand Poisonous Dragon
Penulis : Kizaemon

"Coba tahan ini, Ichiro! Ha!" memegang pedang besarnya dengan kedua tangan, Vion melancarkan tebasan vertikal dari atas ke bawah.

Aku tidak cukup bodoh untuk menuruti kata-katanya. Hanya dengan satu tangan, kekuatan ayunan pedangnya sudah cukup untuk meremukkan pedang iblis. Apa yang akan terjadi jika ia menggunakan kedua tangannya?

Aku mengambil langkah mundur sejauh mungkin.

BAMM!

Tak perlu dijelaskan lagi apa yang terjadi pada tanah tempat dimana aku berdiri sebelumnya. Itu meledak.

Vion maju mengejarku dan terus menyerang. Tapi aku berhasil menghindari semua serangannya dengan aman. Kelemahan senjata besar adalah arah lintasannya yang mudah terbaca.

"Ah! Jangan lari! Berhenti bergerak-gerak dan terima seranganku dengan berani! Aku ingin beradu pedang denganmu!"

"Bodoh! Mana ada orang yang mau menerima serangan gila semacam itu!" secara reflek aku membalas teriakannya karena meminta hal yang tidak masuk akal.

Vion dengan cepat maju lagi untuk memperpendek jarak di antara kami.

Tapi sebelum itu, aku merasakan suatu niat haus darah dari belakangku.

<Ichiro... di belakangmu...> Diary memberitahuku dengan nada malas seolah dia sudah bosan karena terus mengatakan hal yang sama.

Naga itu sudah menungguku.

A-Aku dikepung!?

"Uwaa!" berbalik, aku sekuat tenaga merendahkan postur tubuhku.

Tepat setelahnya, ekor raksasa dengan ujung seperti tombak menyapu udara tepat dimana posisi kepalaku sebelumnya berada.

Aku bahkan tidak diberi kesempatan untuk menarik napas.

Mulut penuh gigi dan cakar raksasa datang ke arahku dengan kecepatan yang tidak sesuai dengan tubuh besarnya.

Aku berhasil menyingkir dari jalur mulutnya di saat kritis, namun cakar naga itu mencabik bajuku di bagian pundak.

"Kuh!"

Itu sakit! Aku sudah mengaktifkan Iron Skin, tapi seperti yang diharapkan dari seekor naga, dia masih mampu melukaiku. Tapi aneh, meskipun lukanya hanya berupa goresan kecil yang memanjang, perihnya minta ampun.

Belum sempat aku memperbaiki postur tubuhku, gelombang serangan berikutnya datang tanpa jeda.

Pedang besar Vion mendekatiku dari samping. Timing serangannya begitu akurat.

Karena tidak punya pilihan lain lagi, aku menjauh dari jangkauan mereka berdua menggunakan Instant Jump.

Aku menghela napas lega. Itu tadi benar-benar berbahaya. Naga itu sangat tahu caranya bertarung dalam jarak dekat.

"Ufufufu~, lumayan, Ichiro. Kau sungguh gigih, tapi sayang, semua usahamu itu sia-sia saja. Sebaiknya, akui saja kekalahanmu sekarang dan turuti semua keinginanku."

Sekali lagi, gadis Dragunir itu tertawa seolah kemenangannya sekarang sudah dipastikan.

Betapa menyebalkannya...

Tapi situasi ini bagus juga. Jika ia terus mengoceh, ini bisa membantuku mengulur waktu sampai persiapanku dan Ef selesai.

Aku harus terus mengajaknya bicara.

"Ngomong-ngomong, kenapa kau sengaja membiarkanku memisahkanmu dari pasukanmu dan membawamu kemari?"

"Ehh!? Jadi kau masih belum mengerti!?" mendengar pertanyaanku, mata Vion terbuka lebar. Wajahnya terlihat syok.

Huh? Ada apa dengan reaksinya itu?

Segera, ia merubah ekspresinya menjadi super serius dan menatap langsung ke mataku.

"Itu karena aku ingin memilikimu."

.....

...

.

...Huh? Ia bilang apa tadi?

Mau tidak mau aku meragukan telingaku. Itu karena sepertinya barusan aku mendengar sesuatu seperti pernyataan cinta. Ini pasti hanya imajinasiku, kan?

Tapi tidak ada waktu bagiku untuk memikirkannya. Itu karena-

BRUKK

-tanpa kusadari, tubuhku sudah terbaring di tanah.

Seluruh badanku tak bisa digerakkan dan mati rasa.

(Ichiro-sama!)

<Ini buruk... Ichiro... aku lupa tentang racunnya...>

Suara cemas Ef dan Diary menggema di kepalaku.

Jadi begitu, huh...

Perlahan aku mengarahkan pandanganku yang semakin buram ke luka kecil di pendakku.

"Nagaku disebut [Thousand Poisonous Dragon]. Tidak seperti naga lainnya, Pois tidak punya skill Dragon Breath. Tapi sebagai gantinya, Pois bisa menciptakan seribu jenis racun yang tidak seorang pun mampu membuat penawarnya."

Terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat.

"Ini adalah kekalahanmu, Ichiro."

Kumohon, diriku... bertahanlah sedikit lagi.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 57

Rita En
2017-08-05 10:47:25
Aduh, Ichiro!
Shineria of Life
2017-07-10 10:04:07
Yaampun, Ichiro bertahanlah kumohon, kau pasti bisa
Dzibril Al Dturjyana
2017-06-13 22:45:00
rilis lge kapan woe
Alien Queen
2017-06-13 22:22:32
Diary waktunya turun tangan. Keadaan mulai gawat tuh.
Grim Rieper
2017-06-12 11:49:43
Oh ayolah agak dipercepat rilisnya
Downcrazy
2017-06-10 03:57:11
bau-baunya ichiro bakal dapat Vion juga nih, keren harem ichiro nambah 1 personil...hahahah
Bocah Redoks
2017-06-09 21:28:47
pertama si belle sekarang vion. berikutnya siapa ?
Grim Rieper
2017-06-09 18:16:13
Hati2 ichiro nanti kamu diculik
Phoenix D
2017-06-09 17:14:11
Wah ichiro ditembak cewek
Qx Dugem
2017-06-09 14:06:55
Makin seru anjuuu
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook