VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 55

2017-06-06 - Kizaemon > Knight Diary
203 views | 18 komentar | nilai: 10 (4 user)

"Kekuatan yang memadamkan segala api kebencian, [Sky Wrath]!" merapal aria, Yuuta mengacungkan trisulanya ke atas seakan menusuk langit.

Suatu gelembung air terbentuk lalu terbang lurus ke atas hingga menembus awan di langit malam yang memerah karena kebakaran luas yang terjadi di bawahnya.

Langit semakin menggelap dan terdengar suara gemuruh.

Tes... Tes... ZRAAASSSSSSSHHH

Air yang tadinya hanya menetes sesekali langsung berubah menjadi hujan lebat yang gila-gilaan. Semua orang merasa seperti mereka sedang berada tepat di bawah air terjun.

Jika saja Schroder tidak memiliki irigasi dan drainase yang baik, sudah pasti benteng itu akan berubah menjadi kolam renang besar dalam waktu beberapa detik. Selain itu, schroder juga terbantu dengan keberadaan Rawa Keheningan yang mampu menampung luapan air dari kota.

Karena hujan yang dipanggil oleh Yuuta, rumah-rumah penduduk dan berbagai bangunan lain yang terbakar langsung padam sepenuhnya.

"Uohh!! Itu Yuuta-sama! Kita tertolong!"

"Uha! Sekarang aku jadi kedinginan hingga menggigil... tapi terserahlah, itu tidak penting. Sebagai adventurer papan atas, mana mungkin kita membiarkan Hero Schroder yang berharga bertarung sendirian di garis depan! Bro, ayo maju!!"

"""Instant Heal!!"""

"""Recovery!!""" unit Priest bersama-sama menggunakan skill untuk menyembuhkan dan mengembalikan stamina para adventurer yang kini telah mendapat kembali momentum mereka.

Pertempuran terus berlanjut dalam hujan yang mengamuk.

Divisi yang dipimpin oleh Yuuta, yakni Royal Knight, sebenarnya adalah unit yang tugasnya khusus untuk menjaga istana dan mengawal Raja dan anggota keluarganya serta orang-orang penting lainnya. Tadinya Yuuta ingin tetap tinggal di istana tapi setelah melihat kota yang mulai terbakar, Raja meminta agar Yuuta turun tangan.

Ngomong-ngomong, Mariel sangat ingin ikut berpartisipasi dalam pertempuran ini, tapi saat ini ia tetap di istana. Alarica menyuruh beberapa Royal Knight untuk mengikat Mariel dan menguncinya di kamar agar Duta Besar dari Alfheim itu tidak kabur dan pergi ke tempat berbahaya.

Kembali ke sisi Yuuta, ia berlindung dalam suatu gelembung besar yang membuatnya tidak basah saat terkena hujan yang ia panggil sendiri.

"Ugh... menggunakan skill dengan ruang lingkup luas seperti ini memang sangat menguras Mana. Aku jadi haus..."

Dalam hujan ini, serangan napas api naga jadi tidak efektif lagi. Pasukan Zeragon tidak pernah menghadapi situasi semacam ini, tapi para adventurer Schroder mampu beradaptasi dengan baik di segala situasi. Sudah jelas siapa yang berada dalam posisi merugikan.

"Orang itu... dia pasti salah satu Hero! Suatu prestasi yang besar jika aku berhasil mendapatkan kepalanya..."

Di tengah medan perang yang berkecamuk, Yuuta berkonsentrasi penuh untuk mempertahankan skill-nya. Dia tidak menyadari ada musuh yang mendekat ke arahnya dengan cepat dari belakang. Tidak seperti Ichiro, Yuuta tidak punya Diary yang mampu mendeteksi musuh dan memberi peringatan saat ada bahaya.

"Habislah kau! [Drag Strike]!"

Prajurit Zeragon itu melompat dari punggung naganya dan mengayunkan pedang besarnya yang bersalut api.

Namun...

GUSRAK!

"Gbh!?"

Orang itu hanya menabrak sebuah pohon. Guncangannya membuat daun berguguran.

Ini bukan karena orang itu terlalu bodoh hingga tidak melihat pohon besar di depannya, melainkan pohon itu sendirilah yang bergeser dari tempatnya.

"!? Apa yang... huh?" mendengar sura ribut di belakangnya, Yuuta membuat suara bodoh saat menyaksikan seorang Dragon Rider dari Zeragon dan naganya dilibas oleh sebuah pohon.

Seorang anak kecil duduk di salah satu cabang pohon itu.

"Eh? Kamu...!"

***

...Sesaat sebelum pertempuran.

"Whoa, ada banyak sekali orang~"

Setelah berhasil kabur dari Williabelle, Lea berkeliaran sambil memperhatikan para adventurer Schroder yang sedang bersiap untuk pertempuran.

Ketika mendengar sesuatu tentang Dragon Rider, ia merasakan hatinya terguncang hebat tanpa sebab yang jelas. Oleh karena itu ia jadi penasaran dan ingin melihat langsung.

Duduk sambil menjuntaikan kakinya dengan riang, tidak seorang pun menyadari Lea. Entah bagaimana, Lea mampu menghilangkan hawa kehadirannya layaknya seorang Assassin. Bahkan Ichiro kadang tidak mampu mendeteksinya.

Masih memiliki boneka terkutuk dan tongkat sihir yang dibelikan oleh Williabelle, Lea terus menunggu.

Ia sangat tertarik saat melihat Ichiro menjual sesuatu, tapi karena takut ditemukan oleh ibunya, Lea memutuskan untuk tetap sembunyi.

Dan pertempuran pun dimulai.

Ratusan makhluk besar bersayap terbang di atas Schroder.

Knight Diary Chapter 55 - Ingatan yang kembali
Penulis : Kizaemon

Teriakan, ledakan, dan suara logam yang saling berbenturan terdengar dimana-mana.

Memandang kebawah, Lea melihat banyak adegan saling bunuh. Hidungnya yang sensitif menangkap bau amis dari darah segar. Dampak psikologisnya tidak mungkin bisa ditahan oleh anak kecil seumurannya. Lea tidak memperkirakan hal semacam ini.

"Uh... ahh..." mencengkram kepalanya sendiri, Lea merasa otaknya seperti ditusuk ribuan jarum.

Pemandangan di depannya tampak familiar, tapi juga asing. Ia hampir saja mendapatkan kembali ingatannya yang telah tersegel. Setelah beberapa saat, badai di dalam kepalanya perlahan mereda.

Namun, ini tidak berakhir di situ saja.

Pasukan Zeragon kehilangan kesabaran mereka. Naga mereka mulai menyemburkan api dan membakar kota.

Dragon Breath.

Semua yang menghalangi jalan mereka akan berubah jadi arang.

Sebuah lautan api, terpantul jelas di mata Lea.

"Hentikan..."

Boneka yang dipeluknya jatuh ke tanah.

"Ahhhh!"

Sekarang ia mengingat semuanya, riwayat hidupnya. Tentu saja, kini yang bisa ia lakukan hanyalah menangis.

Ia adalah Tuan Putri, seorang bangsawan yang sangat penting yang harus selalu dilindungi. Lea sudah dibesarkan seperti itu sejak dulu.

Orang tuanya yang sangat menyayanginya tanpa sadar bersikap over-protektif. Para pengawal dan maid disuruh menjaga dan mengawasi Lea dengan ketat. Bahkan seekor nyamuk atau lalat tidak akan dibiarkan mendekati Lea. Seumur hidupnya, Lea belum pernah keluar dari wilayah istana.

Inilah yang menjadi alasan kenapa ia tumbuh menjadi anak yang polos, punya rasa keingintahuan yang besar, tidak mengenal bahaya, dan tidak suka dikekang.

Bisa dibilang ia hanya meengetahui dunia luar lewat buku-buku yang sering dibawakan oleh gurunya, Rozam si Penyihir Istana Kerajaan Malia, teman lama Raja Schroder yang kini sudah meninggal.

Dipaksa mengingat kembali semua kenyataan kejam itu, wajah Lea memucat. Ia berhasil mempertahankan kesadarannya ketika tubuhnya merasakan dinginnya air hujan yang turun tiba-tiba.

Tepat saat itu...

"Habislah kau! Drag Strike!"

Seseorang dari pasukan Schroder diserang dari belakang.

Entah sadar atau tidak, Lea meraih tongkat sihir [Elder Treant] di punggungnya dengan tangkas.

[Living Forest]

Sebuah pengaktifan skill langsung tanpa mantra.

Pohon besar tempat Lea berada berhenti menjadi makhluk kaku dan mampu bergerak aktif dengan leluasa.

BAMM!

Monster pohon itu membuat seorang penunggang naga terpental dan menahan seekor naga dengan cabangnya yang meliuk dan melilit seperti lengan gurita.

Lea berhasil menyelamatkan orang itu tepat waktu.

"Eh? Kamu...!"

"A-Ah..." Lea juga sama terkejutnya.

Tapi sekarang ia sadar bahwa dirinya sudah berubah. Dirinya bukan lagi Tuan Putri. Ia memiliki keluarga baru. Ia bisa bebas melakukan hal-hal yang ia suka(meski pada akhirnya ia akan dimarahi juga).

Ketika masih tinggal di istana, ia dilarang menggunakan sihir. Hanya gurunya saja yang memahami bakat Lea dan mengajarinya sihir secara diam-diam.

Tapi sekarang semuanya berbeda. Oleh karena itu, Lea tidak menyesali kehidupannya yang sekarang. Dalam hatinya ia sangat bersyukur. Ia bukan lagi putri kecil yang hanya bisa berlindung. Ia memiliki keberanian yang cukup untuk melawan.

"Lea tidak mau lari lagi..."

***

Di Gurun Kesengsaraan, seorang gadis dan seekor naga berhadapan dengan seorang lelaki.

Setelah semua serangannya dipatahkan oleh Vion, Ichiro segera mengambil jarak. Ef sudah retak jadi Ichiro agak ragu saat menebas. Kini dia tengah mensimulasikan suatu rencana di kepalanya.

"Haa... aku sudah bilang, kan. Kau tidak punya kesempatan menang melawanku, Ichiro. Mataku bisa melihat masa depan, lho... Jadi sebaiknya kau menyerah saja dan segera kembalikan aku ke pasukanku!"

"Diamlah. Kenapa aku harus mengaku kalah padamu? Dan juga, berhenti bersikap seolah kau akrab denganku."

"Fufufu, sungguh keras kepala. Nah, kalau kau sangat percaya diri bisa menang melawanku, bagaimana kalau kita taruhan?"

Vion mengatakan itu sambil tersenyum nakal. Sangat jelas bahwa ia merencanakan sesuatu.

"Sebuah pertandingan, huh..." Ichiro merespon seakan kurang tertarik. Sebenarnya dia sedang frustasi karena dari tadi serangannya tidak ada yang kena. Ichiro mulai mempertimbangkan apakah dia harus menggunakan Black Star atau tidak.

"Benar. Ini sederhana, yang kalah harus memenuhi permintaan yang menang."

"Lakukan apa yang kau mau."

"Oh, seorang pria tidak boleh menarik kata-katanya kembali, oke. Ufufu, Pois, ayo kita serius sekarang~"

Setelah sebuah kesepakatan terjadi di antara mereka, pertarungan pun berlanjut.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 56

Rita En
2017-08-05 10:35:17
Lea umur berapa, ya?
Shineria of Life
2017-07-10 07:53:27
Ichiro bisa frustasi juga? wkwkwkw
Alien Queen
2017-06-13 22:14:25
Mama wiliabelle mana tuh, apa mungkin tersesat?
Phoenix D
2017-06-09 16:23:17
Akhirnya ingatannya kembali
Rudy Wowor
2017-06-09 08:41:25
vion sangat percaya diri
Aerosmith
2017-06-07 11:21:02
Semakin menarik saja.. Mungkinkah pedang black star bisa merubah keadaan?
ThE LaSt EnD
2017-06-06 22:45:02
Sbagian pertrungan Ichiro di Skip... btw.. Belle blum nampak jg..
Qx Dugem
2017-06-06 22:19:03
gitu dong dilanjut
Shadexz fahrhezi
2017-06-06 21:56:10
A-h masih pendek . Dah gak sabar nunggu lanjutanya.
Blank
2017-06-06 19:15:43
Lanjut tpi di panjangin jga dong critanya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook