VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 54

2017-05-19 - Kizaemon > Knight Diary
208 views | 15 komentar | nilai: 9.71 (7 user)

"Aku Dragon Knight!"

Sebuah teriakan yang menandakan mulainya pertarungan.

"[Fighting Spirit]! [Dragon Scale]! [Dragon Blood]!"

Sambil berlari, Vion mengaktifkan skill jenis buff secara berturut-turut untuk meningkatkan kekuatan fisik dan pertahanannya dengan drastis.

(Diary, Dragon Knight itu class yang seperti apa?)

<Oh, itu adalah class lanjutan dari Dragon Rider. Mereka lebih kuat dari naga mereka sendiri, jadi berhati-hatilah.>

Selagi Ichiro bertanya pada Diary, Vion dengan cepat memotong jarak di antara mereka.

"Haa!"

TRAANG!!

Suatu benturan yang sangat keras. Suara dan gelombang kejutnya menyebar ke segala penjuru gurun.

Ichiro menahan tebasan horizontal yang dilancarkan Vion menggunakan Ef, namun...

"Ap-!?"

Ayunan pedang besar Vion sama sekali tidak terhenti. Momentumnya membuat Ichiro terseret mundur.

"Ugh..."

"E-Efreet!?"

Meski tidak besar, Ichiro bisa dengan jelas melihat kalau sekarang ada retakan pada bilah pedang iblis miliknya.

"Ef, kau baik-baik saja!? Jawab aku!"

"Ichiro-sama, bertarunglah seperti biasa. Saya tidak apa-apa."

"Kuh... sialan."

Menggertakkan giginya, Ichiro berusaha untuk tetap tenang dan tidak terbawa emosi.

Sejak Ichiro mendapatkan pedang itu di suatu dungeon di gurun ini, Efreet sudah tersegel di dalamnnya, jauh sebelum Ichiro datang. Bahkan sampai sekarang, segel itu masih belum lepas. Jika sekarang pedang itu hancur, maka Efreet juga akan lenyap.

"Fu, fuhuhu. Seharusnya kau jangan menerima seranganku tadi dan menghindar saja, kau tahu? Tapi, seperti yang diharapkan dari seorang Hero, kau cukup keras untuk ditebas. Tadinya aku berniat menyelesaikannya dalam satu serangan, lho... Tak kusangka kau mampu menahannya! Kau adalah orang pertama yang tidak terbunuh setelah terkena seranganku! Fufufu~ ayo kita bersenang-senang lebih lama!"

Memegang Efreet dengan lebih erat, Ichiro mengerutkan keningnya saat melihat Vion yang entah kenapa terlihat semakin bersemangat.

"Gadis itu... kekuatannya benar-benar gila."

<Bukankah sudah kubilang agar berhati-hati. Haruskah aku membantumu?>

"Tidak, Diary. Ini adalah pertarunganku dan Ef. Aku tidak mau terus bergantung pada--"

<Ichiro, di belakang.>

"-!!"

BAAM!!

Sebuah serangan menghantam tempat dimana Ichiro berdiri. Karena peringatan Diary, Ichiro masih sempat menghindar dengan Instant Jump.

"Buh, Buahh! Rrrr... Menghilang tiba-tiba seenaknya, dasar Hero sialan..." Pois memuntahkan pasir yang memenuhi mulutnya.

Ichiro hampir melupakan musuh yang sejak awal ada di belakangnya.

Naga itu berniat melumat Ichiro dengan mulutnya, namun yang dia dapatkan hanyalah pasir dan tanah.

"Ngomong-ngomong, dari mana kau tahu kalau aku seorang Hero? Bahkan di Schroder saja hanya sedikit orang yang tahu."

"Ha? Ah, itu perkara mudah. [Dragon Eye's]-ku bisa melihat 'banyak hal', termasuk Mana seseorang. Kau tadi bilang namamu Ichiro, kan? Jumlah energi sihir yang kau miliki itu jauh di luar batas kewajaran, kau tahu? Aku tidak bisa memikirkan kemungkinan lain selain kau adalah seorang Hero." Vion menjawab sambil berjalan ke samping Pois.

"Dragon Eye's, huh..."

Ichiro mengira kalau Dragon Eye's itu nama sebuah skill, tapi sebenarnya ini agak berbeda. Mata itulah yang menjadi alasan kenapa Vion tidak pernah kalah dalam pertarungan maupun pertempuran.

"Hei, kelihatannya nagamu sangat ingin memakanku. Lihat, air liurnya terus menetes saat dia menatapku! Walau aku berhasil menghindar, tetap saja itu menakutkan! Dia sangat kelaparan, ya. Astaga, kau seharusnya memberi makan peliharaanmu itu secara rutin agar dia tidak makan orang."

"O-Omong kosong! Aku selalu memberi Pois seekor Touros setiap hari, itu pasti cukup! Dan juga, hati-hati kalau kau bicara! Pois bukan hewan peliharaan, tapi sahabatku sejak kecil!" Vion dengan tegas menolak tuduhan Ichiro sambil memeluk salah satu kaki depan naganya dengan penuh kasih sayang.

(Peliharaannya makan seekor Tauros setiap hari? Gadis ini sangat kaya!?) hal itu terlintas di pikiran Ichiro.

Tapi bukan itu yang menjadi poin pentingnya di sini.

Ichiro mengatakan hal itu adalah agar Vion jadi lengah meski hanya sesaat. Dan itu berhasil.

Dalam waktu yang lebih singkat dari kedipan mata, Ichiro sampai di belakang Vion.

Tidak ada keraguan dalam serangan Ichiro. Namun...

TRIING!

"!!"

"Fufufu~"

Tikaman berkecepatan dewa itu ditepis dengan mudahnya. Vion bahkan tidak menoleh ke belakang.

"Aku sudah bilang, kan. Dragon Eye's-ku bisa melihat 'banyak hal', termasuk juga-masa depan. Itulah alasan kenapa aku tidak pernah kalah dalam pertarungan maupun pertempuran. Kau... tidak punya harapan menang, Hero."

***

Knight Diary Chapter 54 - Dragon Breath
Penulis : Kizaemon

"Unit Warrior, Swordsman, dan Thief, ikuti aku! Kita incar mereka yang jatuh!"

Di Schroder, Master Guild memimpin para adventurer menuju tempat dimana banyak naga yang jatuh setelah menerima bombardir divisi Artillery.

George berlari langsung ke arah naga yang baru saja bangkit setelah jatuh.

Menghindari serangan cakar dari naga, dia melompat. Memutar kapak besarnya di udara dalam satu lingkaran penuh, kepala dari seorang penunggang naga terpisah dari tubuhnya. Darahnya menyembur seperti air mancur kecil.

"GrrRoaRr...!" bersamaan dengan kematian pemiliknya, naga itu menyuarakan jeritan kematian kemudian roboh dan tak bergerak lagi.

Tidak jauh dari tempat itu, terlihat sekelebat bayangan hitam yang bergerak cepat tanpa disadari oleh musuh.

Itu adalah sosok seorang gadis Assassin.

"Brengsek Schroderrr! Beraninya kalian me- Aaack!!"

Assassin itu bergerak mendekati seorang Dragon Rider yang terjatuh dari naganya dan menikamnya dari belakang.

"....." dalam diam, Killa menusukkan kedua belati [Alexandrite Viper Fangs] miliknya dalam-dalam ke tubuh targetnya melalui sela-sela armor baja yang dipakai musuh.

Memastikan kalau musuh sudah tewas, Killa mencabut kedua belatinya dari tubuh korban kemudian kembali menyatu dalam bayang-bayang bangunan, mencari target selanjutnya.

Secara keseluruhan, kejadian itu hanya memakan waktu 3 detik.

Mengikuti Killa, Unit Thief dan Assassin mengaktifkan skill [Stealth] mereka untuk bersembunyi dan mengintai musuh yang lengah dan menusuknya dari belakang dengan skill [Back Raid].

"Oh! Seperti yang diharapkan dari ketua dan wakil Guild Adventurer kita! Ayo! Kita juga jangan mau kalah!"

"Hoho! Aku baru saja membeli padang ini tadi pagi. Akan kubuat para manusia pecinta kadal itu merasakan ketajaman senjata baruku!"

"Ugh... aku menghabiskan seluruh uangku untuk membeli Storage Ring tadi. Aku sangat butuh uang untuk biaya makan dan penginapan. Sini kau, Dragon Rider! Semakin banyak yang kukalahkan, semakin banyak pula imbalan quest yang akan kudapat! Gwahahaha!"

Moral pasukan Schroder meningkat ke tingkat maksimal. Mereka tanpa ragu langsung menerjang ke arah musuh.

Dragon Rider dan naganya memang luar biasa tangguh, tapi Schroder menang dalam jumlah.

Memanfaatkan keuntungan itu, adventurer Schroder bertarung secara berkelompok.

Pasangan Dragon Rider dan naganya rata-rata bertarung melawan 15 hingga 30 orang adventurer yang terdiri dari gabungan 4-6 party.

Mereka dengan cerdik menghindari serangan acak dari amukan naga dan hanya memfokuskan serangan pada penunggang naganya.

"Sialan, mereka tidak ada habisnya! Schroder! Jika kalian tidak mengembalikan Vion-sama kami, maka kami akan- Aaack!!"

"Aku sudah muak. Akan kubuat monyet-monyet dari Schroder ini merasakan penderitaan yang-- Heookk!"

Sedikit demi sedikit, jumlah para penunggang naga yang sejak awal memang sudah kalah jumlah terus berkurang.

Menghindari kepungan para adventurer, sebagian naga mengepakkan sayap mereka dan terbang. Namun mereka langsung ditembak jatuh kembali oleh Divisi Artillery yang masih siaga di atas dinding benteng.

Kubu Zeragon benar-benar terdesak.

Tapi ini adalah perang. Situasinya bisa berubah kapan saja.

"Ha! Untuk mendapati diri kami bisa dipojokkan sampai sejauh ini oleh sekumpulan manusia manja dari Schroder ini... Ckckck, sungguh memalukan! Cukup, berhenti main-mainnya, akan kami tunjukkan kekuatan sejati Naga yang sebenarnya!!"

BWOOOOOSSSHH!!!

"Aargh! Terlalu panas!"

"Api! Api!"

"Uwah! Selamatkan aku!"

Semburan api bersuhu ultra-tinggi dari mulut naga mengenai para adventurer sekaligus.

Skill yang menjadi ciri khas seekor naga, [Dragon Breath]!

"Wahahaha! Rasakan itu! Terbakarlah! Matilah!"

Semua Dragon Rider Zeragon memerintahkan naga mereka untuk memakai Dragon Breath.

Sekarang situasinya mulai terbalik.

Banyak adventurer yang terpanggang hidup-hidup.

Mencium aroma daging panggang, para naga jadi lapar dan mereka mulai menyantap musuh mereka yang baru setengah matang.

Adventurer yang mampu bertahan terjebak dalam rasa takut dibawah kekuatan makhluk yang disebut Naga. Tangan mereka yang memegang senjata mulai gemetar. Bahkan untuk tetap berdiri saja mereka hampir tidak mampu.

Kobaran api malalap rumah-rumah penduduk dan dengan cepat menyebar ke seluruh kota.

Mereka mulai berpikir bahwa Schroder akan bernasib sama seperti Malia.

Namun... di tengah-tengah semua keputus asaan itu...

"Ku ku ku..."

Seorang pria berdiri tenang di tengah lautan api.

"Suasana di sini sangat panas, eh... Boleh aku ikut bermain?"

Menyandarkan trisula [Ocean Heart] di pundaknya, Pahlawan Ke-4 menyeringai.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 55

Alien Queen
2017-06-13 22:06:03
bisa melihat masa depan itu overpower deh, melawan orang yang dapat membaca pikiran aja sangat merepotkan. Apalagi ini.
Aerosmith
2017-05-29 13:04:19
Naga api lemah kah sama elemen air.. Hm.. Mungkin sudah saatnya Kekuatan sesungguhnya dari hero ke-4 muncul.
Grim Rieper
2017-05-26 22:51:35
Ayolah bung,kapan lanjutanya rilis
Rudy Wowor
2017-05-25 11:59:48
Vion terlalu sombong.
Sqouts Shadows
2017-05-23 09:46:25
Ditunggu cerita berikutnya
Hiatus
2017-05-19 15:39:23
Dapet nilai oh yeah
Bocah Redoks
2017-05-19 15:27:39
benar benar tidak mudah untuk ichiro menang
Dzibril Al Dturjyana
2017-05-19 09:24:02
mantap
Zen Kureno
2017-05-19 06:37:42
Hebat sampai-sampai pedang iblis pun retak.
Phoenix D
2017-05-19 06:10:38
Wah ichiro kewalahan..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook