VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 53

2017-05-14 - Kizaemon > Knight Diary
222 views | 17 komentar | nilai: 9.85 (13 user)

"Ap... T-Tuan Putri..."

Di depan matanya, sosok Vion dan Pois lenyap bersama pria berambut hitam yang merupakan salah satu Hero dari Schroder.

Yang tersisa hanyalah helm tempur milik Vion yang kini tergeletak di rerumputan. Tampaknya helm itu terlepas dari tangan Vion saat Ichiro mengaktifkan skill-nya.

Itu terjadi begitu cepat sehingga Tina hanya bisa tercengang dan membuka tutup mulutnya seperti ikan mas. Hal yang sama juga terjadi pada seluruh pasukan Zeragon.

Setelah beberapa detik yang hening, akhirnya otak mereka berhasil mencerna apa yang barusan terjadi.

Tuan Putri mereka yang berharga telah diculik.

"Vion-samaaaa!! Kembalikan Vion-sama kami!"

"Brengsek Schroder! Beraninya kalian bermain licik! Jangan pernah meletakkan tangan kotor kalian itu pada Tuan Putri kami!"

"Tak bisa dimaafkan... kita langsung habisi saja! Tak perlu mengambil tawanan, bunuh semuanya! Selamatkan Vion-sama!"

"""UOOOOHHHHH!!"""

Ratusan naga membuka sayap mereka dan terbang dengan amarah yang meluap.

"T-Tunggu, berhenti! Tuan Putri bersama Pois-sama, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan! Hei, kubilang berhenti!! Kuh... mereka ini!"

Mereka bahkan tidak mendengar perintahnya sehingga Tina tidak punya pilihan selain mengikuti mereka.

Itu sangat kacau. Kehilangan satu-satunya komandan akan menjadi pukulan keras bagi seluruh pasukan. Jika tidak ada yang mampu mengambil alih komando untuk sementara, akan mustahil untuk menerapkan strategi dengan efisien dalam pertempuran.

Setelah mengetahui bahwa musuh sedang mendekat karena termakan umpan, Kin yang berdiri di atas dinding benteng menyimpan kembali teropongnya.

Dia melihat pasukan musuh dengan mata mengantuk seolah dia sangat bosan.

"...Dalam cinta dan perang, tidak ada yang namanya benar atau salah, baik atau jahat, jujur atau licik. Semua itu adalah sesuatu yang samar karena akan terus berubah tergantung bagaimana caramu melihatnya dan sudut pandang apa yang kau pakai. Mungkin kalian akan bilang kalau ini tidak adil, tapi... anggap saja kalian hanya sedang sial karena memilih Schroder sebagai lawan."

Meninggalkan kata-kata itu, Kin berbalik kemudian pergi untuk mengatur pasukannya.

***

Gerbang Utara Schroder.

Kelompok Adventurer menyaksikan ratusan makhluk yang di sebut 'Naga' terbang mendekati mereka.

"M-Mereka kemari! Uwa, mereka tampak jauh lebih besar dan menakutkan jika dilihat lebih dekat!"

"A-Apa yang harus kita lakukan..."

"Bodoh! Jangan seperti anak ayam! Kalau kalian takut, lebih baik sembunyi saja di tempat sampah sana!"

Sebagian adventurer mulai gelisah tapi mereka langsung dibentak oleh adventurer senior.

"Semuanya, jangan panik! Tetap pertahankan formasi! Para Priest, gunakan sihir buff, regu Mage, mulailah merapal mantra ofensif jarak jauh! Regu Archer, tarik busur kalian dan bidik musuh! Tunggu aba-aba dariku!"

Berdiri di depan semua adventurer, tampak seorang pria botak bertubuh besar dan kekar bagai seekor beruang. Otot-otot tubuhnya yang menonjol terlihat jelas karena dia bertelanjang dada. Sambil menggenggam kapak perang besar di kedua tangannya, dia memberi komando dengan suara yang menggelegar seperti petir.

Dia adalah George, Ketua Guild Adventurer!

"Sekarang... TEMBAK!!!"

Begitu pasukan Zeragon masuk dalam jarak serang, mereka langsung dihujani anak panah dan serangan sihir yang tak terhitung jumlahnya.

Dragon Rider. Melalui kontrak, master dan naganya terhubung dalam suatu ikatan yang sangan kuat. Salah satu cara efektif menghadapi mereka adalah dengan mengalahkan masternya lebih dulu. Jika masternya mati, maka naganya juga akan mati.

Namun...

"Wahahaha, itu percuma!"

"Serangan setingkat ini, tidak ada bedanya dengan kentut!"

"Ayo kita libas sekumpulan manusia lemah itu!"

Seperti yang diharapkan dari seekor naga. Sisik mereka bahkan tidak tergores sedikitpun.

Kubu Zeragon tidak mengalami kerusakan sama sekali.

"Mustahil, kenapa tidak mempan!? Musuh kita kali ini memang terlalu-- Aaack!" seorang adventurer menjerit ketika sebuah anak panah tiba-tiba menembus armor kulit yang dipakainya dan tertancap dalam di bahunya.

Para penunggang naga itu balas menyerang. Di punggung naga, mereka menembakkan panah-panah api khusus. Mereka memang selalu menggunakan api untuk memusnahkan musuh yang berani menentang mereka, seperti Malia.

Beberapa adventurer yang terkena panah seketika ditelan kobaran api. Saat mengenai atap rumah penduduk, kebakaran yang hebat terjadi.

Jika terus dibiarkan, kota akan menjadi lautan api.

Knight Diary Chapter 53 - Bombardir
Penulis : Kizaemon

"Regu Mage, bentuk lapisan pelindung untuk menangkis panah-panah itu! Regu Priest, sembuhkan yang terluka! Dan Regu Warrior, Swordman, hingga Thief, bentuk formasi bertahan penuh dan tunggu tanda dariku!" suara Master Guild Adventurer menggema di medan perang.

"""[Mana Barrier]!!"""

"""[Instant Heal]!!"""

Kubah pelindung terbentuk di atas pasukan Schroder dan cahaya lembut serta aura suci menyelimuti para adventurer yang terluka. Mereka sembuh dengan sangat cepat.

Semua adventurer yang berpartisipasi di sini beranking tinggi dan berpengalaman. Mereka tidak akan kalah semudah itu. Adventurer dari Schroder tidak bisa disamakan dengan adventurer dari kerajaan lain.

Kedua kubu terus saling bertukar serangan dari jarak jauh.

Tapi dalam waktu singkat, naga-naga Zeragon kini telah terbang melewati dinding pertahanan Schroder dan memasuki benteng.

Tepat saat itu...

BOOM!!!

"Uwah!?" "Heookk...!"

Salah satu Dragon Rider dan naganya terkena suatu ledakan yang datang entah dari mana hingga keduanya jatuh menghantam tanah.

"Serangan musuh!? Itu dari--"

BOOM!BOOM!BOOM!BOOM!

"Argh!" "Kweokk!"

Satu per satu... naga dan orang yang menaikinya mulai berjatuhan ke kota seiring dengan ledakan yang menyerang mereka secara bertubi-tubi.

'Ini...'

Di tempatnya, Ketua Guild menyeringai.

"Ini dia! Tanda dari Kin-sama! Ayo serbu merekaaa!"

"""UOOOOOOOHHH!!!"""

Sekarang ini berubah menjadi pertempuran darat yang sengit di dalam kota.

***

"... Itu sudah dalam jangkauan... tembak jatuh mereka..."

BOOM!BOOM!BOOM!BOOM!

Kin dengan malas memberi perintah langsung pada pasukannya.

Tampak sekitar seratus orang yang berbaris di sepanjang dinding benteng.

Semuanya memakai full-armor tebal kualitas terbaik yang dicat putih. Dan masing-masing dari mereka punya semacam meriam yang terpasang di salah satu pundak mereka.

Inilah divisi [Artillery], cabang pasukan Schroder yang dipimpin Pahlawan Ke-6.

Sesuai dengan namanya, ini adalah divisi yang dikhususkan dalam menggunakan persenjataan berat. Kin sendiri yang membuat armor dan senjata itu. Menggunakan Mana yang dipadatkan sebagai peluru, ledakannya cukup untuk menghempaskan naga yang sedang terbang.

Persyaratan untuk bergabung dalam divisi ini sangat tidak masuk akal. Selain harus memiliki kekuatan fisik yang tinggi, kau juga harus memiliki jumlah Mana yang luar biasa agar bisa menggunakan meriam itu.

Oleh karena itu, jumlah anggota divisi ini adalah yang paling sedikit dibanding divisi lain.

Tentu saja Kin tidak terlalu peduli tentang hal itu.

"... Aku sudah bekerja keras sejak seminggu terakhir ini... bahkan terlalu keras. Kuharap setelah ini mereka membiarkanku libur sehingga aku bisa mengunci diri di Perpustakaan Kerajaan."

BOOM! BOOM!

Divisi Artillery terus membombardir pasukan Zeragon.

Menyadari akan bahaya itu, sebagian naga mulai menargetkan pasukan Kin.

***

Sementara itu, di tempat lain...

Saat ini, Putri ke-2 dari Kekaisaran Zeragon, Vion mengerutkan keningnya.

"Ini... tempat tandus begini, kemana kau membawaku?"

"Kita ada di Gurun Kesengsaraan. Jaraknya sekitar 10 hari jalan kaki dari Schroder. Pasukanmu yang tidak tahu dimana keberadaanmu, kurasa mereka sekarang sedang menyerang Shroder demi mencarimu."

"Kuh..."

"Kulihat mereka begitu menghormatimu, sepertinya kau itu orang yang sangat penting di Zeragon, eh... Aku jadi agak penasaran dengan jabatanmu yang sebenarnya."

"....."

Yang berhadapan dengan Vion dan Pois adalah Ichiro yang memegang pedang iblis di tangan kanannya.

Vion tidak tahu apa yang akan Hero itu lakukan jika dia sampai tahu bahwa Vion adalah seorang Putri, oleh sebab itu ia diam saja.

Ichiro dengan sok keren membuang jubah hitamnya ke samping sekenanya.

"Yah, terserahlah. Di area terbuka ini, tidak ada tempat untukmu lari atau sembunyi."

"Hmph, memangnya siapa yang berniat lari?"

Vion langsung melompat turun dari Pois dan menarik pedang besar di punggungnya hanya dengan satu tangan, seolah-olah pedang berat itu hanya sebuah ranting kayu yang sangat ringan.

Di saat yang sama, naga hitam miliknya terbang dengan cepat kemudian mendarat di belakang Ichiro sambil menghamburkan debu dan pasir kemana-mana.

Ichiro masih tenang-tenang saja meski sekarang dia yang dikepung.

"Eh? Kenapa kau turun dari nagamu? Bukannya kau itu penunggang naga?"

"Maaf kalau membuatmu kecewa, aku bukan Dragon Rider, tapi..."

Di belakang Ichiro, Pois mulai menggeram. Sementara di depannya, Vion menggeser kakinya, bersiap untuk melesat.

"Aku Dragon Knight!"

Bersambung ke Knight Diary Chapter 54

Alien Queen
2017-06-13 21:56:05
Ah gawat, apa kemampuannya seperti wiliabelle, tapi tenang aja ichiro punya skill licik, ya katanya.
wahyu STWN
2017-06-06 02:11:02
next
Rudy Wowor
2017-05-25 09:42:15
Kenapa gak pakai 2 pedang sekaligus Ichiro.
Hiatus
2017-05-16 01:42:47
Lanjutgan
Night Eve
2017-05-14 13:37:14
Apa williabelle akan datang membantu...
Bocah Redoks
2017-05-14 11:23:19
wiliabelle aja bisa takluk. apalagi vion.
Mr Blacky
2017-05-14 11:21:39
Sugoii
Blank
2017-05-14 09:46:31
2 lawan 1 sungguh sial nasib ichiro
Dzibril Al Dturjyana
2017-05-14 09:17:22
buruan tarung
Zen Kureno
2017-05-14 08:25:41
Mungkin nanti ichiro kewalahan dan istri Williabellenya datang mebantu.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook