VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 52

2017-05-07 - Kizaemon > Knight Diary
209 views | 17 komentar | nilai: 9.64 (11 user)

"Apa itu benar, kau salah satu Hero... kan?"

"....."

Aku ketahuan.

Sialan, kadal terbang itu, bagaimana caranya dia tahu?

"Fuhuhu~ kalau kau diam saja, akan kuanggap sebagai jawaban 'iya'."

Tertawa di punggung seekor naga hitam yang dipenuhi sisik tajam adalah orang yang menyebut dirinya sendiri sebagai Vion Bell Zeragon. Ia mengenakan full-body armor dan pedang besar di punggungnya.

Aku bahkan tidak bisa melihat wajahnya karena armor penuh itu. Masih mampu bergerak bebas saat membawa benda berat begitu, kekuatan fisiknya mungkin setingkat dengan Williabelle.

Dan naga yang dinaikinya itu adalah naga yang tampak paling ganas dan kuat di antara semua.

Dengan kata lain, dialah pemimpinnya.

Aku sudah menemukan targetku.

Di balik jubahku, tanganku sudah menggenggam Ef.

Ini akan jadi pengalaman pertamaku membunuh manusia, tapi aku tak boleh ragu.

Dalam jarak ini, membunuhnya akan sangat mudah. Aku hanya perlu satu tebasan dan semuanya akan selesai!

Maka...!

"Nah, tunggu sebentar, ini akan jadi rumit kalau kau mencabut senjatamu di sini. Semuanya, tolong tahan, jangan terburu-buru, oke? Ayo bicara sebentar."

Sambil menenangkan seluruh bawahannya yang mulai ricuh, ia mengangkat helm dari kepalanya dan...

"....."

Seketika rencana sebelumnya di dalam kepalaku seolah di reset ulang.

Tertegun. Biasanya, selain di hadapan koin emas, aku juga lemah pada... yah, kau tahu.

Karena armor penuh dan pedang ukuran raksasa di punggungnya, ia tampak sedikit tomboy. Namun rambutnya yang agak pendek dan hitam berkilau memiliki daya tarik tersendiri. Kupikir ia akan tampak luar biasa jika ia memakai gaun bergaya ceria.

"Baiklah, Hero-dono. Sekarang aku akan bicara. Tujuanku kemari adalah...--"

Dan barusan tadi aku berniat untuk melakukan Instant Jump ke belakangnya dan menebas lehernya.... kalau itu terjadi, kurasa seluruh alam akan mengutukku.

Tidak tidak, apa yang sedang kupikirkan? Akhir-akhir ini monolog-ku semakin sering saja melenceng ke arah yang tidak perlu. Lagi pula aku sudah punya Williabelle. Dan ia adalah tipe perempuan yang tidak akan membiarkan sedikitpun pengkhianatan.

Aku bahkan tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi seandainya Belle menemukan diriku berduaan dengan wanita lain.

Hawa dingin menjalar di punggungku saat aku mencoba membayangkan itu. Terlalu menakutkan!

"--...dan itulah pesan yang ingin kusampaikan pada Raja Schroder... tunggu, dari tadi kau menyimak dengan baik semua yang kukatakan barusan, kan?"

"Hah? Apa... Ah, maaf, bisa kau ulangi sekali lagi dari awal?"

"Jadi kau sama sekali tidak mendengarkanku, ya!?!?"

Maaf. Aku sungguh minta maaf.

Sepertinya tadi ia mengatakan beberapa hal penting di saat pikiranku melayang jauh entah kemana.

"Geez... serius, ini pertama kalinya ada seseorang yang berani mengabaikanku. Apa para Hero memang biasa bersikap sesombong ini? Baik, tidak apa-apa, aku akan mengatakannya lagi, tapi akan langsung pada intinya. Tina, serahkan 'benda' itu padanya."

Sebagai respon dari perintah itu, seorang gadis Dragon Rider di samping Vion mengeluarkan suatu perkamen dan melemparnya ke wajahku,

...Yah, walau boss-nya tidak marah, tidak ada jaminan kalau bawahannya tidak kesal padaku.

"Itu adalah surat perjanjian. Bawa itu pada Raja Schroder, suruh dia menandatangani itu, kemudian kembali lagi kemari. Dengan menandatangani surat itu, artinya Raja Schroder telah menyetujui bahwa mulai sekarang Schroder akan tunduk pada Kekaisaran Baru Zeragon dan bersedia membayar pajak secara rutin. Yah, mau diterima atau tidak, itu terserah kalian. Tapi jika kalian menolak... Ufufufu, kau sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, kan? Mungkin kalian akan bernasib sama seperti Malia, lho..."

"....."

Tawanya jadi terdengar seperti tawa iblis.

Dan apa yang barusan ia katakan tadi? Sebuah ancaman? Kekaisaran Baru Zeragon? Schroder harus tunduk?

Dari caranya mengatakannya, tampaknya Zeragon berniat memperluas daerah kekuasaannya dan mendirikan sebuah kekaisaran baru. Mereka menggunakan kekuatan militer untuk menekan kerajaan lain supaya bersedia bergabung dengan aliansi dan jadi anjing mereka.

Ha, jangan bercanda...

Kesampingkan dulu soal pajak yang harus dibayar, baik Schroder ataupun Malia, sejak dulu adalah bagian dari Kekaisaran Grand Magia yang ibu kotanya ada di Benua Tengah. Kekaisaran selalu mengirim persediaan, perlengkapan, serta pasukan tambahan di saat Schroder kadang kewalahan menghadapi invasi monster di masa lalu ketika para Hero belum di panggil.

Oleh karena itu, jika sekarang Schroder memutuskan aliansi dengan Kekaisaran dan malah bergabung dengan Zeragon, itu sama saja dengan Schroder menyatakan perang pada Kekaisaran!

Bagaimanapun caranya, Zeragon harus dihentikan.

Knight Diary Chapter 52 - Aku Hanya Perlu Mengurusmu
Penulis : Kizaemon

"Sebenarnya apa tujuan kalian membentuk Kekaisaran baru? Untuk menaklukan dunia? Balas dendam?"

Mendengar apa yang kutanyakan, Vion mengangkat bahunya.

"Aku tidak punya kewajiban untuk menjawab pertanyaanmu itu."

"Kalau begitu, hal yang sama juga berlaku bagi kami. Kami sama sekali tidak punya alasan untuk tunduk pada Zeragon. Kekuatan tiap individu kalian mungkin memang luar biasa, tapi hanya sampai di situ saja. Sampai kapanpun, Schroder adalah benteng yang tak tertembus. Jika kalian memang ingin menyerang, kami akan dengan senang hati menyambut kalian!"

Uwa, aku sudah mengatakannya! Meskipun memalukan, kenapa aku mengatakannya dengan keras!?

Yah, tapi aku tidak punya pilihan lain. Kin menyuruhku untuk menyelesaikan ini secepat mungkin jika terjadi suatu diskusi apapun yang terjadi.

Jauh di belakangku aku bisa mendengar sorakan para Adventurer yang ada di benteng. Suaraku juga sampai ke sana!?

"Nee, aku tidak pernah bilang kalau yang akan kami serang adalah benteng Schroder, Fu, fuhuhuhu~"

"Apa..."

Seketika, mendengar gelak tawa dari gadis naga itu sungguh membuat perasaanku jadi tidak enak.

Aku sudah menyangka kata-kata selanjutnya yang keluar dari mulutnya menjadi pukulan telak.

"Tadi unit pengintaiku melapor bahwa mereka melihat suatu rombongan besar penduduk yang bergerak menuju Benua Tengah. Itu pemandangan yang menarik~ Aku bertanya-tanya apakan orang-orang itu penduduk Schroder? Menurutmu sendiri bagaimana, Hero-dono? Haruskah aku membawa seluruh pasukanku ini untuk pergi 'menyapa' rombongan itu? Ufufu, kenapa wajahmu pucat begitu, Hero-dono? Apa ucapanku menakutimu? Hm? Hm?"

"....."

...Terkutuklah kau.

Aku mengerti kemana arah pembicaraan ini. Kurasa Kin bahkan tidak memperkirakan situasi ini.

Awalnya rencana mengevakuasi semua penduduk itu bertujuan agar mempermudah kami untuk melakukan pertempuran di dalam kota. Jatuhnya korban dari penduduk biasa juga dapat dihindari.

Namun saat itu informasi yang dimiliki Kin sangat terbatas. Mengingat bahwa musuh mampu menghancurkan Malia, dia tidak mengira kalau jumlah musuh rupanya hanya segini. Jika dia tahu, dia tidak akan memberi perintah sejauh itu dan lebih memilih untuk menyuruh para penduduk agar berlindung di ruang-ruang bawah tanah mereka.

Ditambah dengan perintah evakuasi yang telat, serta rute perjalanan yang agak sulit dan jauh, rombongan penduduk itu saat ini pasti belum tiba di Benua Tengah.

Pasukan Zeragon yang bisa terbang ini pasti bisa dengan mudah mengejarnya! Dan tidak ada yang bisa kami lakukan untuk mencegah itu.

Ugh, aku sangat ingin mengumpat sekarang... Apa yang harus kulakukan sekarang? Mereka menggunakan para penduduk sebagai sandera agar kami memenuhi tuntutan mereka!

Melihat diriku yang frustasi, gadis bernama Vion itu menggerakkan tangannya seolah sedang mengusirku.

"Daripada kau melamun di sini, lebih baik kau pergi temui Raja-mu dan suruh dia untuk menandatangani perkamen itu. Juga, jangan lupa untuk mengirim salinannya ke Kekaisaran Grand Magia agar mereka tahu tentang pembentukan aliansi baru ini."

"....."

...Seolah-olah kau sudah menang saja. Kau pikir aku akan diam saja?

Baiklah, kalau sudah begini--

"Hmmm? Mana-mu tiba-tiba meluap... dan niat membunuh ini... serius, apa kau benar-benar berniat--"

"..."

--aku akan kembali ke rencana awal.

Instant Jump.

"Ap-!?"

<-!!>

Vion dan naganya terkejut saat aku sudah berada di sampingnya.

Sebenarnya aku tidak peduli dengan tujuan para Dragunir ini. Mau mereka ingin berperang, menguasai dunia, atau apapun, itu sama sekali bukan urusanku.

Tapi ada satu hal yang tak bisa kuabaikan.

Merekalah yang telah membuat kedua orang tua Lea tewas.

Fakta bahwa Lea kehilangan ingatannya tentang kematian otang tuanya, itu bisa juga dianggap sebagai anugerah.

Hidup sendirian tanpa orang tua dan keluarga..... aku sangat tahu bagaimana sakitnya itu.

Takkan kubiarkan gadis kecil yang selalu tersenyum dengan polosnya itu hidup dalam kesedihan dan kesendirian.

Oleh karena itu, aku sudah memutuskan! Aku dan Belle akan merawat dan membesarkannya dengan tulus.

"Dan sekarang--"

Satu-satunya tugasku di pertempuran ini adalah...

Memegang pundak Vion, aku berbisik ke telinganya.

"Aku hanya perlu mengurusmu... Dimension Gate."

Vion dan naganya berteleport bersamaku menuju suatu tempat.

Akan kuserahkan sisanya pada Kin dan yang lainnya.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 53

Rita En
2017-08-05 10:08:49
Keren!
Alien Queen
2017-06-13 21:48:09
Wah good job, aku suka bagian ini, ya meskipun nggak perang tapi konfliknya terasa.
wahyu STWN
2017-06-06 02:04:21
Apa naga jadi kekasih ichiro
Aerosmith
2017-05-28 21:27:59
Mantap..
Sqouts Shadows
2017-05-13 11:51:27
Ditunggu cerita berikutnya
Zen Kureno
2017-05-11 21:16:49
keputusan bagus tapi bagai mana dengan yang lain.
Night Eve
2017-05-08 18:29:38
Ichiro yang terbaik dah
Kiosuke
2017-05-08 11:28:54
wah wah semakin seru
Bocah Redoks
2017-05-07 17:47:51
d bawa kemana tuch ?
ThE LaSt EnD
2017-05-07 12:38:22
.keputusan yang yang keren... langsung menculik pemimpinya..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook