VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Knight Diary Chapter 50

2017-04-25 - Kizaemon > Knight Diary
186 views | 19 komentar | nilai: 9.82 (11 user)

Pasukan Schroder terbagi menjadi beberapa divisi, dan tiap divisi itu dipimpin oleh seorang Hero.

Selain pasukan resmi yang dikomandoi oleh Hero, ada juga kekuatan militer lain yang biasa ikut serta dalam mempertahankan benteng.

Itu adalah kelompok adventurer.

Dalam pertempuran, biasanya kelompok adventurer ditempatkan di garis paling depan. Ini bukan karena mereka dianggap sebagai pion lemah yang bisa dikorbankan. Kelompok adventurer memiliki adaptasi dan mobilitas yang baik. Tentu saja, tidak semua petualang ditempatkan di lini depan.

Ngomong-ngomong, aku bergabung dengan pasukan adventurer.

Ikemen berkacamata itu menyuruhku untuk berbaur dengan para petualang di garis depan. Juga, aku masih harus menyembunyikan identitasku yang sebenarnya.

Saat rapat strategi, rencana yang diajukan Kin adalah...

"Ichiro akan berada di garis depan dan mengincar pemimpin musuh. Dan ketika pasukan musuh kacau untuk sementara karena putusnya rantai komando mereka, kami akan mengurus sisanya. Ada pertanyaan?"

"..."

Rencana macam apa itu? Rencana untuk membunuhku? Aku hampir menyahut begitu tapi tidak jadi.

Melihat pada Yuuta dan Rika, mereka hanya menganggukkan kepala seolah sudah tahu apa yang harus mereka lakukan. Mereka memang sudah berpengalaman, tidak seperti diriku. Oleh karena itu, Kin hanya memberikan tugas sederhana untukku.

Dan sekarang di sinilah aku berada.

Bersama sekelompok adventurer yang berkumpul di dekat Gerbang Utara Schroder.

Dari pada panik karena sebentar lagi akan ada pertempuran, orang-orang ini malah asik mengobrol dengan teman mereka sambil tertawa terbahak-bahak.

"Oi, kalian sudah dengar? Katanya musuh kita kali ini adalah para penunggang naga dari Zeragon, lho..."

"Bukankah itu terdengar bagus? Aku sudah bosan melawan gerombolan monster lemah bagai teri seperti Goblin dan Lizardman. Tapi kali ini agaknya sedikit menantang..."

"Ha! Jangan lupa, daging naga adalah bahan makanan terbaik dan paling mahal! Setelah pertempuran ini selesai, kita akan berpesta di guild sambil mengunyah daging naga panggang!"

"Benar juga kau, aku sudah tidak sabar. Semoga mereka datang dalam jumlah ribuan! Gwahahaha!"

"""Hahahaha!"""

...Aku tidak tahu apa mereka itu sekumpulan orang bodoh atau pemberani. Mereka bisa percaya diri begitu pasti karena adanya Hero.

Selagi mereka asik tertawa, aku berjalan memisahkan diri ke pojokan, mencari tempat yang gak lapang.

Karena di sini sedang ramai, sepertinya ini waktu yang bagus untukku membuka bisnis kecil.

Dari storage ring aku mengeluarkan sebuah peti kayu berukuran sedang dan membukanya. Di dalamnya penuh dengan cincin yang memiliki ukuran dan desain yang beraneka ragam.

Seperti yang kalian pikirkan, ini semua adalah storage ring. Aku membuatnya di waktu luang.

"He? Bro, di saat seperti ini, kau masih sempat-sempatnya jualan? Tapi kesampingkan itu dulu, apa yang kau jual itu Bro?"

Seorang adventurer muda yang memiliki sebuah pedang besar di punggungnya mendekatiku. Dari pengamatanku, dia setidaknya ranking B.

Aku segera memasang senyum penipu khas pedagang.

"Hee, kau punya mata yang bagus! Jangan sampai kau melewatkan kesempatan langka ini. Yang kujual ini adalah Storage Ring berkualitas! Karena masih dalam masa promosi, akan kujual murah, hanya 3 gold! Bagaimana? Kau tertarik?"

"Eh? Eh? Pfft...."

Mendengar ucapanku, tawa orang itu meledak sampai-sampai air mata keluar di sudut matanya. Orang-orang di sekitar mulai memperhatikan kami.

"Ah, ahahaha... Bro, kalau kau ingin menipu orang, katakan hal yang lebih masuk akal! Mana ada storage ring semurah itu! Di pelelangan saja, sebuah storage ring bisa laku 50 gold lebih. Uhahaha... aduh, perutku sampai sakit..."

Bukan hanya adventurer berpedang besar itu, orang lain yang sudah tahu kalau aku sedang mengobral storage ring kini mulai tertawa juga. Bahkan ada beberapa orang yang mengutukku.

Aku hanya mengangkat bahu.

"Kalau kalian tidak percaya, kenapa kalian tidak mencobanya sendiri?"

"Ahaha- Eh? Apa tadi yang kau bilang, Bro? Jadi kami boleh mencobanya? Hahaha, oke oke, ayo kita lihat apakah benda ini memang... Ohhhhh! P-Pedangku lenyap dihisap!? Ini asli!? Ah, sekarang pedangku kembali... Benda ini asli! Kalau begitu, Brother, aku beli dua!"

Knight Diary Chapter 50 - Itu Datang
Penulis : Kizaemon

...Apa-apaan orang ini. Tapi, yah, uang tetaplah uang.

Aku membiarkan dia memilih dua cincin dari peti dan menerima 6 gold coin darinya.

Orang-orang di sekitar mulai ribut.

"Mu-mustahil... a-apa benar harganya hanya segitu? Kalau begitu, apalagi yang kita tunggu!? Aku juga ingin beli satu!"

"Ini 3 gold-mu! Ini adalah seluruh tabunganku, sekarang mana storage ring-ku!? Storage ring!"

"Cuma 3 gold!? Murah sekali! Tapi... s-sial, uangku masih kurang... Rudy, pinjamkan aku 2 gold!"

"O-ogah! Uangku pas-pasan! Bung, beri aku dua! Aku akan melamar pacarku dengan ini!"

"Hmph, dasar sekumpulan petualang miskin... Ufufu~ kakak tampan, aku beli 10!"

"Apa!? Hei, minggir kau! Aku datang kemari lebih dulu!"

Tanpa kusadari situasinya sudah berubah begini. Tapi...

Puhehehe, bagus. Meski agak kacau, sekarang aku diserbu pembeli. Semua Storage Ring berkapasitas 'normal' yang kujual laris seperti kue panas.

Hanya dalam hitungan detik, peti yang tadinya penuh dengan cincin sekarang sudah kosong.

Perlu kalian ketahui, Raja-lah yang memperbolehkanku untuk menjual Storage Ring buatanku di Schroder. Dia ingin agar kualitas para petualang di Schroder akan meningkat jika mereka memiliki item berguna ini.

"Apa!? Sudah habis!?"

"I-Ini mustahil..."

"Bangke! Aku belum kebagian! Oi, kau yang di sana! Berikan storage ring di tanganmu itu padaku! Akan kuganti uangmu yang 3 gold tadi!"

"T-Tidaaak! Ini punyaku!"

...Yah, meski kalian mengamuk begitu, tidak ada lagi yang bisa kulakukan. Ini memang sudah habis.

Sambil memikirkan itu, aku berniat mengembalikan peti kayu milikku ke dalam ring. Namun...

BRAKK!!

Seseorang menginjak peti itu sampai hancur jadi serpihan kayu kecil-kecil.

Oi oi...

"Hei pemula amatir, apa yang kau lakukan di sini, huh?"

Mengangkat wajahku, aku melihat seorang Warrior muda dengan tubuh kekar sedang berdiri di hadapanku. Memandangku seolah aku adalah tempat sampah pinggir jalan.

Hm? Rasanya aku pernah bertemu- Ah, benar. Dia adalah orang yang pernah meninjuku sampai aku terpental. Kalau tidak salah, namanya Gorneus atau apalah itu...

"Oi, aku bicara denganmu brengsek, kau dengar tidak!?"

"Apa kau punya masalah denganku?"

Terakhir kali aku mengalah padanya. Tapi jangan berpikir kalau itu akan terjadi untuk yang kedua kalinya. Aku akan membuat dia membayar.

"Apa? Apa kau tidak sadar? Di sini kau itu hanya merusak pemandangan! Quest darurat ini hanya untuk adventurer ranking C dan ke atasnya! Ranking F sepertimu lebih baik pergi dan mengungsi saja sana!"

"....."

Secara otomatis, orang-orang sudah membentuk formasi lingkaran yang mengurung kami. Bagi mereka ini adalah tontonan gratis.

Yah, hal semacam ini sudah biasa di antara adventurer.

Aku sengaja menyeringai untuk memprovokasinya.

"Memangnya kenapa kalau aku tidak mau pergi? Urus urusanmu sendiri."

"Orang ini minta dihajar rupanya."

Tanpa basa-basi Gorneus mengayunkan kepalan tangan kanannya yang memakai gauntlet besi menuju wajahku.

Di mataku gerakannya terlihat sangat lamban. Serangan yang hanya seperti kentut ini, bahkan anak kecil seperti Lea akan mampu menghindarinya.

Sangat mudah aku menangkap tinjunya, dan dengan sedikit tarikan, aku membanting Gorneus hingga punggungnya menghantam tanah hanya dengan menggunakan satu tangan.

"Guah!" dia meringis menahan sakit.

Karena dia memakai armor, kurasa dia tidak menerima cedera serius.

Orang-orang dengan semangat menyoraki yang menang dan mengolok-olok yang kalah.

Mengabaikan mereka, aku mengambil sebuah kartu berwarna biru dari saku celanaku dan membawanya tepat di depan wajah Gorneus.

"Sebagai petualang, aku memang ranking F. Tapi itu hanya pekerjaan sampinganku, kau tahu."

"K-Kau seorang Royal Knight!?"

Royal Knight. Itu adalah salah satu cabang dari divisi pasukan Schroder.

Ngomong-ngomong, Hero yang memimpin divisi ini adalah Yuuta. Karena itulah kartu pengenal yang Royal Knight miliki berwarna biru.

Agar aku bisa bergerak dengan leluasa, Yuuta memberiku kartu ini untuk jaga-jaga. Kedudukan dan wewenang Royal Knight lebih tinggi dari pada adventurer.

Setelah mengembalikan kartu ke sakuku, aku membersihkan sedikit debu yang menempel di pakaianku. Dan tepat saat itu...

"M-MUSUH TERLIHAT! Mereka datang! Itu para Dragon Rider!!"

Teriakan penjaga yang gugup di atas dinding benteng membuat semua adventurer memasang ekspresi serius dan penuh tekad.

Bersambung ke Knight Diary Chapter 51

Rita En
2017-08-05 09:51:37
Sempat-sempatnya buat dagang, Ichiro ...
Alien Queen
2017-06-13 21:32:58
Sempet juga dagang, tapi sepertinya ichiro jadi pedagang yang buruk, padahal setidaknya diberi harga 40 koin gitu, andaikan ia tau kalau istrinya udah ngabisin uangnya hahahaha.
wahyu STWN
2017-06-06 01:41:28
Jangan sampai ngegantung
Jack El Jacqueline
2017-06-04 16:56:02
akhirnya ada waktu luang juga buat baca cerbung favoritku hehehe. yo.... kizaemon kayaknya ente makin giat buat namatin ni cerbung?
Kiosuke
2017-04-26 22:05:49
yah akhirnya rilis juga.. next ditunggu lanjutannya
Bocah Redoks
2017-04-26 15:16:08
chapter yg paling mantap dah
Sqouts Shadows
2017-04-26 09:42:10
Di tunggu cerita berikutnya
wahyu
2017-04-26 00:00:53
Ichiro memang pembisnis yg bisa melihat peluang Wkwkwkwk..... Lanjut ichiro
Dzibril Al Dturjyana
2017-04-25 11:11:38
gmana cara mengincar pemimpin.. kan ada di blakang..
Rudy Wowor
2017-04-25 09:52:48
Waktunya Ichiro mengamuk.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook